4 Tahap Menerapkan Apa Yang Kamu Baca

4 Tahap Menerapkan Apa Yang Kamu Baca

Membaca seperti menarik nafas, menulis seperti menghembuskan nafas

~ Pam Allyn

Teknologi telah mengubah dunia, termasuk bagaimana cara kita mendapatkan informasi. Dulu kita hanya bisa mencari informasi melalui bentuk fisik saja, tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi, mencari informasi menjadi lebih praktis, karena bisa dimanapun dan kapanpun. Apalagi bagi mereka yang gila membaca, hal ini sangat membantu mereka. Mereka tidak lagi dipusingkan dengan harus membawa bentuk fisik, seperti buku, koran, atau majalah saat mereka berpergian. Cukup menggunakan smartphone, tablet, atau laptop, beratus-ratus, beribu-ribu informasi bisa mereka dapatkan.

Sosial media juga menjadi tempat yang tidak hanya digunakan untuk pamer photo atau update status, tetapi menjadi salah satu alat untuk mencari informasi. Entah itu teknologi, bisnis, berita terhangat, bahkan sampai aib orangpun sekarang menjadi informasi publik. 😛

———

Aku tidak tahu tentang kalian, tetapi aku yakin kalian lebih suka membaca informasi melalui sosial media ketimbang membaca buku. Entah karena malas atau alasan-alasan lainnya, kalian lupa bahwa sebenarnya ada kekurangan jika kalian mencari informasi hanya melalui sosial media.

GANGGUAN

Di sosial media, kalian akan lebih mudah terganggu. Karena tujuan utama kalian di sosial media sebenarnya memang bukan untuk mencari informasi, tetapi karena lainnya. Post photo terbaru, update status ketika lagi galau, senang, bahkan sampai ada yang tujuannya hanya untuk stalking.

Kalian membaca informasi yang ada, sebenarnya bukan karena niatan, tetapi karena memang kebetulan pas di scroll, tuh berita nongol, akhirnya baca deh. Habis membaca kalian liat sebuah postingan cowok ganteng, dibuka. Ada postingan cewek cantik, dibuka, eh ada DM, bales dulu ah.

Hal inilah yang akan membuat kalian tidak fokus, alhasil otak kalian tidak bisa menyerap informasi dengan maksimal. Akhirnya informasi tersebut hanya sekedar lewat begitu saja.

Ingin bukti? coba sekarang kalian ingat-ingat informasi apa yang kalian dapat seharian ini dari sosial media? Kalau kalian masih ingat, good job!, kalau tidak, ada sesuatu yang perlu dibenahi.

MULTITASKING

Informasi yang ada di sosial media banyak sekali, apapun yang kalian cari akan tersedia disana. Yang menjadi masalah disini adalah kalian akan sering melakukan multitasking. Membaca informasi kemudian melanjutkan stalking lagi, kembali ke informasi lagi, kemudian menonton video.

Saat multitasking inilah otak kita akan terkena Cognitive Switching Penalty. Yaitu keadaan dimana otak membutuhkan waktu untuk fokus dan berkonsentrasi saat berpindah tugas. Akhirnya informasi yang kita baca tersebut tidak akan masuk ke otak karena saat kita membacanya otak kita belum sepenuhnya fokus.

Baca Juga :  Bisakah Kita Multitasking?

SEPOTONG-SEPOTONG

Informasi di sosial media hanya dibuat sesingkat mungkin, yaitu hanya sekedar intinya saja. Minusnya adalah kalian hanya mendapatkan informasi yang tidak lengkap. Coba bandingkan jika kalian membaca buku. Kalian akan mendapatkan informasi yang jauh lebih berisi, dari pembahasan A sampai Z.

PENCAPAIAN PALSU

Membaca banyak informasi dengan berbagai topik akan membuat kalian merasa bahwa kalian telah mendapatkan banyak informasi, lebih produktif, dan telah menggunakan waktu dengan baik. Apakah benar? Sayangnya pencapaian yang kalian rasakan itu hanyalah rasa yang palsu.

Kenapa? Saat kalian selesai membaca suatu informasi, otak akan menghasilkan dopamin, dan membuat kalian merasa ” Yes, aku telah berhasil mendapatkan informasi baru”, karena kepuasan ini kalian akan mencari informasi lagi dan lagi. Hal ini bagus, tetapi jika kalian melakukannya dengan multitasking, hasilnya adalah nol dan pencapaian yang kalian anggap hebat itu sebenarnya adalah tipu daya otak kalian saja.

Jika kalian menjadikan informasi di sosial media sebagai sumber utama dan mengesampingkan buku, maka kalian tidak akan mendapatkan manfaat dalam poin tertinggi. Tetapi jika kalian menjadikan buku sebagai sumber utama, dan informasi sosial media sebagai sumber penunjang, kalian akan lebih mendapatkan hasilnya.

———

MENERAPKAN APA YANG KAMU BACA

Kita seharusnya tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga harus bisa menerapkan apa yang telah kita baca. Sehingga kita benar-benar mendapatkan manfaat darinya. Informasi tidak hanya sebuah informasi, tetapi juga bisa menjadi sebuah pengubah hidup.

Jika kalian membaca buku tentang keuangan, maka jangan hanya sekedar membacanya saja, tetapi kalian juga harus bisa mengambil pelajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu bagaimana langkahnya?

STEP 1 : PILIH SUMBER INFORMASI

Seperti apa yang aku sudah jelaskan diatas, bahwa informasi sangat bermacam-macam bentuknya. Ada yang berbentuk video, podcast, audiobook, atau buku/e-book, majalah dll. Pilih salah satu dari bentuk informasi tersebut, dan syarat utama untuk fokus adalah NO INTERRUPTION, NO DISTRACTION!, artinya, jika kalian ingin memaksimalkan apa yang kalian dapatkan, gunakanlah media tersebut sesuai fungsinya.

Kalian akan mudah terganggu jika mencari informasi melalui Instagram, Facebook atau YouTube. Saranku adalah sebisa mungkin kurangi gangguan ketika kalian ingin mencari informasi. Kalau memang ingin mencari di YouTube, alangkah baiknya kalian menentukan tujuan tentang informasi apa yang ingin kalian cari, kemudian download videonya, matiikan internet dan mulai fokus hanya kepada informasi tersebut.

STEP 2 : TULIS!

Siapkan kertas atau buku dimana kalian bisa mencatat sesuatu yang kalian anggap penting dalam informasi tersebut.

Apakah hanya dengan menulis?

Tidak, kalian bisa mengetiknya, tetapi menurut Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer, menulis akan lebih membuat informasi lebih lama tertanam didalam otak, karena kita harus mengulangi informasi tersebut ke dalam sesuatu yang lebih jelas dan mudah untuk bisa kita mengerti.

STEP 3 : KUMPULKAN CATATANMU

Kita tahu, terkadang kita masih menulis informasi penting itu secara acak dan tidak teratur. Maka tahap selanjutnya adalah mengumpulkannya ke dalam selembar kertas, buku atau aplikasi, sehingga informasi tersebut lebih rapi, dan sistematis. Hal ini akan memudahkan kita untuk mereview kembali jika kita membutuhkannya.

STEP 4 : TULIS KEBIASAAN YANG BISA DITERAPKAN

Tahap terakhir adalah mengubah informasi tersebut ke dalam sebuah perilaku. Ini bertujuan agar kita tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga bisa menerapkan informasi tersebut kedalaam kehidupan sehari-hari.

Contoh :

Kamu adalah seorang pemimpin organisasi. Untuk menjadikan organisasi yang baik maka kamu juga harus menjadi pemimpin yang baik. Kamu mulai mencari dan membaca informasi tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik. Kalian menulis dan mengumpulkan semua informasi penting tentang kepemimpinan. Setelah itu kalian mengambil 3 kebiasaan dari informasi yang didapat dan diaplikasikan sehari-hari.  3 kebiasaan itu adalah belajar menerima pendapat orang lain, rendah hati, dan yang terakhir adalah mengayomi anggota, bukannya memanipulasi.

———

Itu tadi adalah hal yang bisa kalian dapat dari yang hanya sekedar informasi kemudian dijadikan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kita tidak akan membaca satu buku besar kecuali mendapatkan manfaat didalamnya. Jika kalian membaca atau mendapatkan informasi kemudian merasakan tidak ada perubahan, itu tandanya kalian hanya membuang waktu. Maka mulai dari sekarang belajarlah untuk menerapkan apa yang telah kalian baca, bukan  untukku, bukan untuk mereka, tetapi itu semua untuk dirimu sendiri.

Reading is not just an escape, it is access to a better way of life

~ Karin Slaughter