5 Aturan Simon Sinek Untuk Sukses

5 Aturan Simon Sinek Untuk Sukses

Perkenalkan salah satu penulis favoritku.

Seorang penulis berdarah Inggris-Amerika, seorang motivator, dan juga seorang konsultan marketing.

Dia seorang yang fenomenal, menuangkan ide, pengalaman, dan ilmunya kedalam beberapa buku.

Karyanya muncul dalam daftar buku terlaris yang diterbitkan oleh Wall Street Journal and New York Times.

Berikut ini adalah buku-buku karyanya

1.. Start With Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action (2009).

2. Leaders Eat Last: Why Some Teams Pull Together and Others Don’t (2014).

3. Together Is Better: A Little Book of Inspiration (2016).

4. Find Your Why: A Practical Guide for Discovering Purpose for You and Your Team (2017).

 

Dia adalah Simon Sinek.

 

Sebagai motivator dia juga masuk dalam daftar pembicara yang paling banyak dilihat di TED Talks. Videonya yang berjudul  How Great Leader Inspire Action telah ditonton lebih dari 7,8jt views.

 

Dan inilah 5 aturan hidup Simon Sinek

5 Aturan Simon Sinek Untuk Sukses

———

#1

Kamu Bisa Mendapatkan Apa Yang Kamu Mau

Kamu Bisa Mendapatkan Apa Yang Kamu Mau

Kita juga tidak bisa menyangkal apa yang orang lain inginkan.

Poin yang ingin Simon Sinek utarakan disini adalah kita tidak harus menunggu, kita tidak harus melakukan apa yang orang lain telah lakukan, kita bisa melakukannya dengan cara kita, kita bisa melawan aturan, kita hanya tidak bisa mengganggu apa yang orang lain inginkan

———

#2

Kamu Adalah Masalahnya

Pada awal abad ke 18, di Eropa dan Amerika, ribuan wanita muda meninggal kurang lebih 48 jam setelah melahirkan. Kejadian ini lebih dikenal sebagai Puerperal fever  atau childbed fever.

Di beberapa rumah sakit melaporkan bahwa tingkat kematian wanita setelah melahirkan mencapai 70%.

Tapi pada saat itulah saatnya menggunakan ilmu sains dan data yang akurat, serta membuang semua tradisi, dan hal-hal mistis. Dan yang bisa melakukan itu adalah dokter.

Dokter-dokter mencoba menganalisa, mencoba menemukan jawaban apa penyebab the chilbed fever.

Mereka belajar terus-menerus ,mengobservasi mayat wanita yang mati setelah melahirkan.

Di pagi hari mereka mengadakan autopsi kepada mayat, dan disiang hari mereka membantu persalinan.

Kematian ini terus terjadi sampai pada pertengahan tahun 1800-an, Dokter Oliver Wendell Holmes menyadari sesuatu.

Dia menyadari bahwa semua dokter yang melakukan autopsi dipagi hari tidak mencuci tangan mereka sebelum melakukan persalinan di siang hari.

Dia menyampaikannya ” Teman-teman, kalian adalah masalahnya”

Tapi sayangnya mereka menghiraukannya, menganggap dia gila selama 30 tahun.

sampai akhirnya seseorang menyadari jika mereka mencuci tangan dan membuat tangan mereka steril, childbed fever lenyap.

Poin nya adalah terkadang kita adalah masalahnya.

Kita sering melihat kenapa banyak hal dalam hidup kita berantakan dan kita menyalahkan kepada hal yang lain seperti lingkungan, orang lain, dan lain-lainnya.

Kita lupa untuk melihat diri sendiri, kita lupa bahwa segala sesuatu harus dilihat tidak hanya dari 1 sudut pandang saja.

Solusinya?

Kita harus sadar, kita harus bisa mengukur apa yang telah kita lakukan.

Kita boleh menerima segala pujian untuk diri kita selama kita bertanggung jawab untuk sesuatu yang kita lakukan dengan benar

Kita juga harus menerima segala konsekuensi dari segala sesuatu yang kita lakukan dengan salah dan berani bertanggung jawab untuk itu

Introspeksi diri, dan pertanggungjawabkan!

———

#3

Menjaga Satu Sama Lain

Angkatan laut Amerika adalah salah satu angkatan laut terbaik di dunia.

Suatu hari, ada seorang prajurit ditanya,

Apa yang membuat mereka lolos tes untuk menjadi seorang angkatan laut Amerika? Siapa saja orang yang mampu menjadi angkatan laut?

Sang prajurit menjawab

Aku tidak bisa memberi tahu siapa orang yang mampu lolos tes? Aku juga tidak bisa memberi tahu siapa orang yang mampu menjadi angkatan laut, Tapi aku bisa memberi tahumu orang yang tidak akan menjadi seorang angkatan laut

Orang yang besar, berotot, bertato seluruh tubuh, tangguh dan ingin membuktikan kepada dunia dialah yang terhebat, tak satupun dari mereka lolos

Seorang pemimpin yang mengagumkan, mewakilkan semua tugas kepada bawahannya dan dirinya sendiri tidak melakukan apa-apa, tidak satupun dari mereka akan lolos

Seorang atlet yang ternama yang belum pernah ditest siapa dirinya sebenarnya, tak satupun akan lolos

Beberapa orang yang  lolos terkadang orang yang kurus,

Beberapa orang yang lolos terkadang orang yang bisa membuang rasa takutnya,

Tetapi,

Ada orang yang akan selalu lolos, mereka yang akan selalu lolos adalah orang-orang yang menemukan diri mereka secara fisik sudah habis, secara emosi sudah habis, ketika tidak ada lagi yang bisa diberikan secara fisik maupun emosi, entah bagaimana entah dengan cara apa mereka masih mampu untuk menggali ke dalam diri mereka untuk menemukan energi agar bisa membantu seseorang yang didekat mereka.

Mereka yang akan menjadi prajurit.

Ini bukan tentang bagaimana kuatnya kamu, bukan tentang bagaimana pintarnya kamu, dan bukan tentang betapa cepatnya kamu, Jika kalian ingin maju dalam sebuah perang, kalian harus memiliki sesuatu yang sangat baik, yaitu membantu orang yang ada tepat dikiri kamu, dan membantu orang yang tepat ada di kanan kamu.

Dunia ini terlalu berbahaya jika kita berfikir akan bisa melewatinya seorang diri.

Belajarlah kemampuan ini,

Kemampuan untuk menolong sesama, memberi ketika mereka membutuhkan dan juga kemampuan untuk mengambil bantuan ketika ketika kita tahu tidak bisa melaluinya, karena faktanya masih banyak diantara kita yang merasa acuh, gengsi dan merasa semua akan bisa kita lalui seorang diri.

Belajarlah meminta bantuan dan kita akan tahu bahwa ada banyak orang yang peduli dan bersedia menolong kita.

Dan yang paling terpenting adalah belajar untuk memberi terlebih dahulu apa yang kita punya, karena dengan cara ini kita akan mendapatkan apa yang mereka punya.

———

#4

Dengarkan Dengan Hati Dan Terakhirlah Dalam Berbicara

Jika berbicara soal kepemimpinan, siapa yang tidak tahu Nelson Mandela?

Tidak hanya dikenal dinegaranya Afrika saja, tetapi seluruh dunia mengakui siapa dia.

Suatu ketika Nelson Mandela ditanya, “Bagaimana cara anda menjadi pemimpin yang hebat?”

Dia menjawab

“Aku selalu ikut ayahku saat dia menghadiri rapat, dan aku ingat 2 hal ketika ayahku bertemu rekan-rekannya. Pertama, mereka selalu duduk secara melingkar, kedua, Ayahku adalah orang yang terakhir untuk bicara”

Kita sering mendengar di hidup kita untuk selalu mendengarkan. Mendengarkan dengan perhatian, mendengarkan dengan hati.

Tapi, mendengarkan saja tidak cukup, belajarlah untuk terakhir saat berbicara.

Aku sudah mengalami ketika diruangan, di suasana yang tegang, dan keadaan yang membosankan.

Pemimpin datang, dan mengatakan ” Ini masalah kita, aku pikir kita harus…bla…blaa…, dan sekarang aku ingin mendengar pendapat kalian”.

Tapi sayangnya, It is too late!

Kemampuan untuk menahan pendapatmu sampai semua orang memberikan apa pendapat mereka menghasilkan 2 hal

1. Memberi rasa kepada mereka bahwa mereka telah didengar, memberi kesempatan kepada mereka untuk merasakan bahwa mereka juga ikut berkontribusi

2. Kita mendapatkan manfaat dari opini-opini mereka, menjadikannya pertimbangan untuk hal yang lebih baik  sebelum kita mengutarakan opini kita

Jika kalian tidak setuju dengan pendapat seseorang, Jangan menggelengkan kepala!

Jika kalian setuju dengan pendapat seseorang, Jangan menganggukkan kepala!

Duduk dan dengarkan semua apa yang mereka katakan. Tugas utama kita adalah bertanya agar kita mengerti apa maksud mereka, dari mana mereka berbicara, dan kenapa mereka memiliki pemikiran seperti itu.

Kita dituntut untuk tahu semua itu. Bukan hanya mendengarkan apa yang mereka katakan

Dan pada akhirnya kalian akan mendapatkan giliran.

Dan itulah apa yang Nelson Mandela lakukan

Practice it!

———

#5

Rendah Diri

Ada seorang mantan sekretaris pertahanan.

Dia diminta untuk memberikan pidato di sebuah pertemuan yang dihadiri kurang lebih 1000 orang.

Dia berdiri di atas panggung dengan secangkir kopi yang terbuat dari styrofoam.

Memberi persiapan berbaris kepada orang-orang kuat dibelakang dia, diambilnya secangkir kopi itu dan sebuah senyuman bergaris pada bibirnya.

Dia melihat kebawah, melihat apa yang dipegangnya.

Tiba-tiba dia menepikan rangkaian acara dan bercerita

” Tahun lalu, aku berdiri diatas panggung yang sama dan dalam acara yang sama.

Tahun lalu saat jabatanku masih dipundakku, ketika aku diundang kesini, mereka memberikanku penerbangan kelas bisnis, ketika aku tiba di bandara, mereka menunggu untuk menjemputku dan mengantarkan ke hotel dimana aku istirahat.

Tak hanya itu mereka mengurus semua kebutuhanku, mengurus Check-in dan mengantarkanku ke kamar. Besok paginya ketika aku turun dari tangga, ada seseorang yang menungguku di Lobby menyapaku, dan mengantarkanku ke acara yang sama seperti sekarang.

Mereka kemudian mengantarkanku lewat pintu belakang, diatarkannya aku di ruangan berwarna hijau. Disana aku disambut dan diberinya secangkir kopi yang terbuat dari keramik yang indah.

Pelajarannya adalah, keramik yang indah itu bukan ditujukan untukku, itu ditujukan untuk posisi yang aku pegang

dan aku? aku hanya layak dengan sebuah cangkir styrofoam.

Ingatlah ini.

Ketika kamu mendapatkan ketenaran, ketika kamu mendapatkan  keberuntungan, ketika kamu mendapatkan posisi dan kekuasaan. Orang akan memperlakukanmu dengan baik.

Mereka akan membukakan pintu buat kamu, mereka akan menyajikan teh atau kopi meskipun tidak diminta, mereka akan memanggilmu bapak atau nyonya, dan memberimu apa yang kamu butuhkan.

Tapi, sadarlah bahwa itu semua bukan ditujukan untukmu, semua itu ditujukan untuk posisi  yang kamu jabat, ditujukan untuk level yang telah kamu capai.

Kamu hanya akan layak dengan sebuah cangkir styrofoam.

Kamu bisa menerima semua pemberian mereka, kamu bisa menerima semua pujian mereka, kamu bisa menikmati itu semua.

Yang bisa kamu lakukan adalah bersyukur untuk itu semua karena kamu tahu bahwa itu bukan untukmu.

Be Humble!