Apakah Semua Hanya Masalah Perspektif?

Apakah Semua Hanya Masalah Perspektif?

Tuan Andi orang yang tinggi. Dia lebih tinggi dari anaknya yang berusia 15 tahun.

Tuan Jimmy adalah teman tuan Andi, jika dibandingkan dengan tuan Andi dan anaknya, tuan Jimmy yang paling tinggi.

Ketika mereka bertiga berjalan bersama, mereka bertemu dengan Jordan. Jordan adalah seorang pemain basket. Dari keempat orang tersebut, sekarang Jordanlah yang paling tinggi

Tinggi hanyalah perspektif.

———

Chika adalah seorang penyayi cafe, bagi temanya, Joni, suara Chika sangat merdu.

Suatu hari Chika mengikuti ajang pencarian penyanyi, sayangnya Chika tidak lolos karena juri menilai bahwa suara Chika biasa saja.

Suara hanyalah perspektif.

———

9 bulan didalam perut ibu kita mungkin terasa sangat nyaman dan damai. Kemudian setelah kita lahir di dunia banyak terajadi perang yang kemudian menjadi damai kembali. Kita tumbuh dewasa dengan perjuangan, melewati banyak lika-liku kehidupan. Kita tumbuh dewasa melalui masa-masa yang indah, tetapi kita juga melalui masa-masa yang sulit. Jika kita bisa kembali lagi dan mengubah sesuatu yang kecil semuanya akan berubah sekarang.

Kehidupan hanyalah perspektif.

———

Dani memakan roti Lisa, Lisa mengatakan kepada gurunya bahwa Dani seorang pencuri. Gurunya mengatakan bahwa Dani seorang yang sangat buruk. Ketika ayah Dani dipanggil, Dia mengatakan bahwa Dani hanya lapar. Seorang psikologis mengatakan bahwa Dani terpengaruh masa lalunya. Semua orang memiliki perspektifnya.

———

Kita semua telah melalui kehidupan yang berbeda-beda.

Ada orang yang semenjak kecil melalui hal-hal yang menyenangkan sehingga terbawa sampai dewasa.

Ada orang yang semenjak kecil melalui hal- hal yang menyedihkan sehingga terbawa juga saat dia dewasa.

Buku yang kita baca, suara yang kita dengar, cerita yang kita bagi semua hanya masalah perspektif.

Akhir-akhir ini banyak kejadian yang terjadi di negara tercinta ini. Dari dunia politik, teknologi, entertainment dll. Tapi ada beberapa hal yang aku ingin bahas sekarang ini

———

Case 1

Siapa yang tidak tahu tik tok? Aplikasi sejenis musical.ly yang sangat menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia di kalangan anak muda.

Cara pakainya? Aku rasa kita sudah tahu semua. Tahu tidak berarti menggunakan!

Semua orang yang membaca motivasi tidak akan pernah berubah jika tidak diaplikasikan di kehidupan sehari-harinya.

Semua orang tidak akan merasa kenyang sekalipun disuguhkan makanan yang mereka suka, karena mereka tidak memakannya.

Poinnya disini adalah tidak ada akibat yang terjadi tanpa sebab.

Tidak ada yang salah dengan aplikasi tersebut, tetapi ada yang salah dengan penggunanya.

Seminggu lalu ada sebuah video yang viral, dimana ada seorang anak muda, perempuan.

Dia bermain Tik-tok. Menggerakkan smartphone-nya, menggerakkan tangannya mengikuti setiap beat dari musik yang dipilih sebagai backsoundnya.

Lalu apa yang salah dengan video ini sampai video ini menjadi viral?

Dia bermain tik-tok tepat didepan seorang jenazah laki-laki. Entah itu siapanya, tapi kemungkinan masih keluarganya.

Pertama kali aku liat video itu, seketika aku mengerutkan dahi. Kok bisa???

Saat seharusnya mendoakan almarhum, dia malah bermain tik-tok, like seriously?

Apakah hanya demi like dan follower akal pikir, norma, dan etika kita harus dinomor sekian kan?

Aku sama sekali tidak tahu apa yang ada dipikiran gadis ini, tapi yang jelas sepositif apapun aplikasinya, jika pemakainya tidak bijak dalam memakainya, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Facebook saja yang ditujukan untuk menjalin pertemanan terkadang masih saja ada yang menggunakan untuk penipuan.

Tapi bagaimana kalau itu semua hanya masalah perspektif?

———

Case 2

2 minggu lalu juga, Youtuber terkenal Reza Arap dan Eno Bening membuat video reaksi terhadap prank yang dilakukan Youtuber asal malang.

Disitu Arap dan Eno memberikan pendapatnya tentang kejadian itu.

Jika kalian tidak tahu apa yang terjadi aku akan menceritakan garis besarnya.

Ada 2 orang cowok yang bisa disebut prankster yang berasal dari malang, kedua Youtuber ini mencoba untuk melakukan prank dengan menatap mata orang tanpa berkata dan melakukan apa-apa.

Prank ini dilakukan disebuah taman yang notabene terdapat banyak orang disana. Otomatis ini adalah salah satu tempat prank terfavorit.

Singkat cerita, salah seorang dari prankster tersebut menuju kesekelompok orang yang duduk lesehan (duduk bersila di bawah). Si prankster ini melihat seorang wanita yang dianggapnya sebagai target prank dia.

Sesuai pranknya, dia hanya menatap mbaknya tanpa mengatakan apa-apa. Terdiam seribu bahasa.

Sayangnya si mbak ini merasa tidak nyaman, dan mengatakannya kepada prankster.

Demi viewer yang tinggi, si prankster tetap melanjutkan pranknya, dan terus menatap mbak yang merasa terganggu itu.

Si mbak tersebut tidak terima.

Karena merasa kenyamanannya diganggu, dia berlari dan memukul si prankster tersebut.

Apakah cerita itu selesai begitu saja? Sayangnya tidak.

Si prankster kembali kerumah, melihat hasil videonya, diedit dan diupload ke Youtube.

Dan bannngggg!! Video tersebut mengundang banyak penonton. Selamat!

Tapi tunggu, video tersebut tidak hanya dapat banyak penonton, tetapi juga banjir dislike!

Di kolom komentar yang telah di ScreenShot oleh Eno Bening banyak orang yang menyalahkan prankster tersebut, tetapi tidak sedikit juga yang membela prankster tersebut.

Mereka yang menyalahkan menganggap bahwa apa yang dilakukan prankster tersebut telah mengganggu mbaknya dan seharusnya tidak diteruskan ketika mbaknya mengatakan bahwa dia tidak nyaman.

Mereka yang membela menganggap bahwa mbaknya saja yang baper, kampungan karena tidak tahu prank, dll

Pada akhirnya video tersebut  dihapus.  Dan 2 prankster tersebut membuat video permintaan maaf mereka.

Kalian bisa lihat video reaksinya langsung di channel Eno Bening dan Arap. Disitu mereka menceritakan secara detail bagaimana si prankster dan bagaimana si mbaknya setelah kejadian tersebut.

Tapi bagaimana kalau itu semua hanya masalah perspektif?

———

Case 3

Beberapa hari lalu, Deddy Corbuzier mengupload video berjudul Artis Alay Kenape Makin Banyak Sih!

Di video tersebut Deddy mengutarakan pendapatnya tentang bagaimana tayangan acara TV di Indonesia, apa itu alay, siapa orang alay itu dll. Cek Videonya jika belum nonton.

Gara-gara video tersebut, banyak artis yang merasa tersindir, dan mendebatkan apa definisi alay itu sendiri, apakah mereka juga termasuk atau tidak. Terlepas dari itu Deddy justru diundang ke KPI untuk menjadi pembicara.

Kita semua tahu bahwa banyak acara TV di Indonesia yang tidak mendidik. Mereka hanya mengutamakan rating dan uang.

Tetapi,

Kita juga tahu bahwa acara tersebut adalah acara favorit sebagian besar masyarakat Indonesia.

Tapi bagaimana kalau itu semua hanya masalah perspektif?

———

Jika semua contoh tersebut adalah masalah perspektif pertanyaannya adalah

Adakah baik dan buruk?

Story begins

Perkenalkan Hamza Bendelladj seorang hacker asal Aljazair.

Pria 27 tahun ini divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Federal Amerika Serikat pada 22 April 2016.

Apa masalahnya?

Dia meretas Bank tak kurang dari USD 100 juta. Tak tanggung-tanggung, dia meretas lebih dari 200 bank dari seluruh dunia.

Di Amerika saja dia berhasil mencuri data sebanyak 1,4 juta komputer.

Lalu kemana uang yang dicuri Hamza? Apakah dia pakai sendiri?

Tidak, uang hasil curianya didonasikan kepada lembaga amal Palestina.

Aksi ini terhenti di tahun 2012 ketika bank-bank yang dibobol menyadari bahwa ada virus aktif yang menyusup dan melaporkannya ke polisi

Cerita hamzah berakhir, tetapi tidak dengan senyumannya

Hamza Bendelladj

Story Over

Banyak orang yang bilang bahwa apa yang dilakukan Hamza adalah sesuatu yang benar, membantu Palestina.

Tapi banyak juga yang mengatakan bahwa Hamza salah karena mencuri.

———

Mungkin aku akan memberikan salah satu contoh lagi. Ini merupakan cerita fiksi, hanya untuk sebagai gambaran apakah baik dan buruk  itu ada.

Katakanlah ada seorang pemuda paruh baya yang merupakan pembunuh bayaran.

Dia dikenal seantero negeri karena kekejamannya.

Tetapi karena relasi dengan petinggi-petinggi sangat kuat. Dia akhirnya kebal hukum.

Beberapa kejahatanpun hanya berakhir dengan nol, tanpa tertangkapnya dia.

Sekarang jawab pertanyaan ini, apakah dia jahat?

Kebanyakan dari kalian akan mengatakan bahwa dia jahat. Tapi bagaimana kalau itu hanya dilihat secara sudut pandang kalian saja?

Bagi dirinya, membunuh adalah hal yang membuatnya bisa meraup uang dengan sangat banyak, dan dalam waktu yang singkat. Dia bisa menggunakan hasilnya untuk menikmati hidup, membahagiakan keluarganya, berlibur keluar negeri, dan melakukan segala apa yang di inginkannya.

Dia menganggap bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang baik.

Dari sini bisakah kalian bilang bahwa dia melakukan kejahatan, sedangkan menurutnya, dia melakukan kebaikan?

Jika baik dan buruk adalah masalah perspektif, apakah bisa kita katakan bahwa baik dan buruk itu tidak ada?

Jawabannya…

…Baik dan buruk itu ada!

Baik dan buruk itu juga masalah perspektif!

Tapi perlu digaris bawahi bahwa untuk melihat baik dan buruk kita tidak bisa menjadikan perspektif manusia sebagai tolak ukur.

Lalu dengan apa?

AGAMA!

Dengan agamalah kita bisa menentukan apakah itu baik atau buruk. Bukan dengan perspektif manusia.

Banyak yang mengatakan kalau orang islam dilarang pacaran, tapi kenapa ada yang berakhir bahagia?

Bahagia menurut siapa? Bukankah sebagai muslim kita dituntut bahagia sesuai dengan syariat islam. Jika kita bahagia menurut pandangan kita sendiri maka masih ada masalah dalam islam kita.

Banyak orang yang korupsi dan mengatakan dia bahagia dengan kemewahan yang didapat.

Tapi, banyak juga orang sederhana yang merasa bahagia dengan kehidupannya.

Pada akhirnya semua hal yang terjadi di hidup kita tidak lepas dari persoalan baik dan buruk.

Kita mungkin kesulitan untuk mengubah sesuatu yang ada diluar sana, tetapi kita bisa mengubah dari diri kita sendiri.

Selama itu baik menurut Islam, Perjuangkanlah!

Jika buruk menurut islam, Tinggalkanlah!

Dengan agama lah kita selamat, tanpa agama kita celaka!

Agama adalah nasihat

— HR. Muslim

———

PS :

Apakah yang dilakukan Hamza itu baik dan dibenarkan di Islam?

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya.

— HR.Bukhari dan Muslim

Kalau Hamzah berniat baik?

Niat yang baik itu bisa berpengaruh pada perkara-perkara mubah, tapi tidak bagi perkara-perkara yang haram. Sebaik apa pun niat yang melandasi suatu perbuatan yang telah dengan tegas diharamkan oleh agama, adalah tidak bisa memberikan pengaruh apa pun terhadap keharamannya dan tidak pula bisa melepas sifat kotor yang melekat pada perbuatan tersebut.

Maka Hamzah telah melakukan berbuatan yang tidak dibenarkan.
Sumber : bacaanmadani