Bagaimana Agar Selalu Termotivasi?

Bagaimana Agar Selalu Termotivasi

Day 1 : Menggebu-gebu dalam berolahraga

Day 2 : Masih semangat bangun pagi untuk menaklukan lemak-lemak

Day 5 : Butuh istirahat  untuk pemulihan  stamina

Day 6 : Kok agak kurang bersemangat ya, tapi aku harus lanjut

Day 20 : Kok tidak ada perubahan ya, badanku gini-gini aja

Day 21 : Besok adalah hari terbaik untuk olahraga

Day 22 : Besok adalah hari terbaik untuk olahraga

Day 30 : Besok adalah hari terbaik untuk olahraga

Day 31 : Done!

Pernahkan terpikir bahwa terkadang kenapa sih kita merasa bahwa kurang semangat dalam melakukan sesuatu. Adakah yang salah dengan diri kita? Adakah cara agar kita selalu termotivasi.

———

Story Begins

Masyarakat Jepang selalu menyukai ikan segar

Tetapi, perairan terdekat tidak bisa mencukupi ikan yang dibutuhkan selama bertahun-tahun.

Jadi untuk mencukupi kebutuhan makanan masyarakat Jepang, perahu-perahu dibuat lebih besar dan pergi lebih jauh lagi untuk mendapatkan banyak ikan. Semakin jauh nelayan pergi, semakin lama nelayan membawa ikan-ikannya.

Karena perjalanan yang jauh, Ikan yang ditangkap sudah tidak segar lagi ketika para nelayan sampai ke darat. Untuk memecahkan masalah ini, perusahaan ikan memasang freezers pada perahu-perahu nelayan. Sehingga nelayan bisa menangkap ikan dan langsung memasukkannya ke dalam freezer.Freezer ini juga bisa membuat nelayan pergi lebih lama dan pergi lebih jauh.

Para nelayan kemudian dengan harapan yang besar berangkat pegi hari. Berharap tangkapannya akan banyak dan bisa membawa ikan yang masih segar untuk masyarakat.

Tetapi sayangnya, masyarakat Jepang bisa merasakan perbedaan antara ikan yang masih segar dan ikan yang dibekukan, dan mereka tidak menyukai rasa ikan yang dibekukan. Ikan yang beku kemudian dihargai dengan harga yang lebih rendah dibanding ikan yang segar.

Melihat masalah ini, perusahaan ikan mengganti freezer dengan tangki ikan. Nelayan bisa menangkap dan memasukkannya ke dalam tangki, sehingga ikan yang dibawa ke darat tetap segar.

Lagi, para nelayan kali ini menggantungkan nasibnya kepada tangki-tangki tersebut. Mereka dapat banyak ikan, dan tangki akan menjadi pemecah masalah selama ini.

Sayangnya didalam perjalanan nelayan ke darat, ikan-ikan didalam tangki menjadi lelah, mabuk dan kehilangan rasa segarnya. Sudah bisa ditebak bahwa masyarakat Jepang bisa merasakan rasa ikan yang sudah kelelahan dan mabuk ini.

Industri perikanan di Jepang ditimpa krisis akibat masalah ini. Sampai akhirnya krisi itu berakhir ketika para nelayan bisa membawa ikan yang masih segar untuk masyarakat Jepang.

Bagaimana caranya?

Untuk menjaga ikan agar tetap segar, perusahaan ikan meletakkan hiu kecil di dalam tangki ikan di kapal. Cara ini terbukti ampuh, karena ikan tertantang, merasa dalam bahaya, yang membuat mereka terus bergerak untuk bertahan hidup. Ini memang akan membuat beberapa ikan mati karena hiu, tapi dengan cara ini nelayan bisa membawa ikan yang masih segar untuk masyarakat Jepang.

Story Over

———

PELAJARAN

Tahukah bahwa kita ibarat ikan yang ada didalam tangki.

Hiu itu adalah tantangan kita

Tantangan itulah yang membuat kita tetap bergerak.

Tantangan itulah yang membuat kita tetap aktif.

Dan tantangan itulah yang membuat kita berenergi.

Jika kita bisa menaklukkan tantangan itu kita akan bahagia.

Jika kita bisa menaklukkan tantangan itu kita akan berkembang.

Jika kita bisa menaklukkan tantangan itu kita akan bertahan.

 

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, ” Bisakah kita menaklukkan semua tantangan? “

Ketika kita malas, lesu, dan memilih untuk diam, tantangan yang akan menang.

Kita semua memiliki sumberdaya dalam hidup, kemampuan, kemauan, kesungguhan, uang, apapun itu.

Dan dengan ini kita bisa membuat perbedaaan, dengan ini juga kita akan selalu termotivasi.

 

Bagaimana?

 

Letakkan hiu pada tangki kalian, ikan segar!