Belajar Dengan Teknik Pomodoro

Belajar Dengan Teknik Pomodoro

Belajar? Aku tidak punya waktu,

Belajar? Ahh, sudah capek karena jam disekolah sudah penuh,

Belajar? Lampu belajarnya kurang terang, suasananya terlalu ramai, bla…blaa….

———

Ujian? Aku harus belajar hari ini ( Begadang semalaman dan tidak maksimal di hari ujian )

Ujian? Masih ada waktu belajar selanjutnya,besok pasti, tenang aja! ( Berakhir dengan tidak belajar )

Ujian? Kan ada si A, nyontek aja nggak masalah kok.

———

Masihkah ada alasan yang belum ada diatas?

Alasan demi alasan terus kita buat jika itu urusan belajar, atau pengembangan diri.

Alasan terbesar dari semua masalah itu adalah cara kita memandang waktu,

Ya, setiap orang memiliki cara memandang waktu yang berbeda.

Ada orang yang memandang waktu sebagai musuh, dimana harus dikalahkan, orang seperti ini adalah orang yang memacu dirinya setiap saat, memperbaiki kesalahan setiap saat, dan hasilnya adalah rasa kepuasaan karena mencapai tujuannya dan berhasil menghindari penyesalan.

Ada orang yang memandang waktu sebagai teman, dia tidak merasa terpacu dari hari ke hari, menganggap waktu sesuatu yang bisa ditunda, menghabiskannya hanya untuk sesuatu yang tidak akan memperbaiki dirinya, hasilnya adalah rasa penyesalan dan tujuan yang belum tercapai.

“Remember, time is greedy player who wins without cheating, every round”

Artinya

“Ingat, waktu adalah pemain yang rakus yang menang tanpa berbuat curang, setiap putaran”

Tulis Baudelaire dalam puisinya “The Clock“.

Jika kita merenungi makna puisi itu, Waktu adalah sumber daya yang terbatas, dia selalu berdetak kedepan, dan tidak akan pernah menunggu. Jika kita tidak bisa berpacu dengan dia maka artinya kita sudah siap dengan konsekuensinya.

Sudah banyak cerita diluar sana dimana anak-anak yang kurang mampu, harus bekerja ketika teman-temannya bermain handphone atau Playstation, tapi masih bisa membuktikan bahwa mereka bisa sukses dalam pendidikannya bahkan sampai career dan kehidupannya.

Kenapa?

Apakah mereka terlahir sudah pintar? Tidak

Apalah mereka beruntung? Tidak

Mereka adalah orang-orang yang selalu bisa menghargai waktu, mereka bisa menciptakan waktu untuk belajar karena hanya dengan ilmu mereka bisa sukses di kehidupan.

Iya, mereka menciptakan bukan mencari, mereka menciptakan waktu dimana mereka harus belajar, bukan mencari waktu yang kosong untuk belajar.

Kembali ke kita, apakah sudah kita ciptakan waktu untuk belajar ? Bandingkan dengan mereka yang juga harus bekerja, tetapi masih bisa mendedikasikan waktu untuk belajar.

———

MEMBUAT WAKTU BELAJAR

Pada tahun akhir 80-an, tahun-tahun pertama di Universitas, seorang mahasiswa dari Italia merasakan bahwa dirinya dalam kemunduran, tidak produktif dan dalam kebingungan.

Setiap hari dia pergi ke kampus, menghadiri kelas, belajar dan kembali ke rumah dengan hati yang kosong bahwa dia sungguh tidak tahu apa yang telah dilakukannya dikampus, dan merasa bahwa dia hanya membuang-buang waktu.

Seperti biasa, ujian telah datang dengan begitu cepat, dan terlihat bahwa dia tidak punya cara untuk melindungi dirinya melawan waktu

Suatu hari saat dia di kelas dimana dia terbiasa belajar, dia mengobservasi teman-teman sekelasnya, memandang mereka setajam mata elang dan kemudian melihat dirinya sendiri

“Bagaimana agar aku terorganisir? Bagaimana aku berinteraksi dengan yang lain? bagaimana aku belajar?”

dalam hati kecilnya dia bertaruh ” bisakah aku benar-benar belajar selama 10 menit?  aku membutuhkan target, aku membutuhkan waktu”, dan dia menemukan jam didapur berbentuk pomodoro ( bahasa italia untuk tomat ), dengan kata lain dia telah menemukan “Pomodoro”nya

Awalnya dia tidak langsung berhasil dalam penerapan sistemnya, banyaknya gangguan membuat dia membutuhkan waktu dan usaha untuk menemukan formula yang pas, sampai akhirnya dia berhasil.

Dalam sistem pomodoronya, dia menemukan bahwa dia bisa memperbaiki proses belajarnya dan memperbaiki hasil kerjanya.

Dia mencoba untuk memahami dan memecahkan masalah yang lebih sulit, masalah didalam kerjasama tim. Berangsur-angsur dia menggunakan pomodoro-nya dan berhasil.

Dia juga menjadi pembicara  untuk melatih mahasiswa bahkan tim di perusahaan bagaimana penerapan dan hasil dari sistemnya untuk mencapai tujuan mereka di bidang pengembangan diri.

Perkenalkan, Dia adalah Francesco Cirillo, penemu sistem Pomodoro.

 

TEKNIK POMODORO

Teknik Pomodoro adalah salah satu cara manajemen waktu yang bisa digunakan di berbagai macam tugas.

Kebanyakan orang menganggap waktu adalah musuh. Rasa takut dipicu ketika melihat jam yang terus berdetak, terutama ketika ada deadline yang terlibat. Ini menyebabkan tidak efisien nya kebiasaan bekerja dan belajar yang akhirnya malah menjadi penundaan.

Tujuan dari pomodoro adalah  menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mencapai apa yang kita inginkan dengan cara yang kita inginkan, memperbaiki kita secara berkelanjutan dalam pekerjaan dan proses belajar.

———

KENAPA POMODORO

1. Bekerja dengan waktu, bukan melawan waktu

Kita menggunakan waktu sebagai pengukur proses kerja kita, bukannya menunda dan akhirnya harus buru-buru untuk menyelesaikan tugas

2. Menghindari Stres

Dengan pomodoro teknik kita bisa mengurangi atau bahkan menghindari stres karena kita memaksa diri kita untuk terus belajar atau bekerja

3. Membatasi gangguan

Gangguan yang tidak hanya pada dalam diri ( Internal distraction ) tetapi juga gangguan dari luar ( external distraction ) bisa kita atur.

4. Menciptakan keseimbangan antara bekerja dengan kehidupan sosial

dengan adanya batas waktu mengizinkan kita untuk menikmati antara bekerja dan berkehidupan sosial

———

PENERAPAN SISTEM INI

1. Pilih sebuah tugas yang akan diselesaikan

Tahap awal dari sistem ini adalah memilih sebuah tugas yang akan diselesaikan. Pastikan tugas tersebut direncanakan sebelumnya.

Misalnya : Satu minggu lagi aku akan menghadapi ujian semester, maka aku mulai pomodoro ini tepat satu minggu sebelum ujian, bukan satu hari sebelum ujian baru belajar. Tujuan nya adalah bisa mereview materi-materi sebelumnya, hasil lebih maksimal, dan juga tidak pusing jika dibandingkan dengan belajar semua materi dalam semalam.

Note : Buat to-do lists jika tugas lebih dari satu.

2.  Atur waktu 30 menit

Pomodoro tradisional adalah selama 30 menit (25 menit untuk bekerja/belajar, 5 menit untuk istirahat)

pastikan bahwa tidak ada gangguan sama sekali selama 25 menit tersebut.

Lalu, kenapa ada waktu istirahat?

Menurut Gifford. J. (2014) “The Rule of 52 and 17 : It’s random But it Ups Your Productivity” (online)

Bahwa beristirahat sebenarnya bisa meningkatkan produktivitas, fokus, dan memperbaiki kesehatan.

Dalam waktu 5 menit ini kita  bisa gunakan untuk berjalan, membalas pesan yang masuk, minum, ke kamar mandi, dll.

3. Kembali bekerja/belajar

Setelah beristirahat 5 menit, saatnya untuk kembali bekerja/belajar. ulangi proses ini sampai pomodoro ke empat.

4. Istirahat panjang (15 – 30 menit)

setelah menyelesaikan 4 pomodoro istirahatkan pikiran dan tubuh kita untuk waktu yang lebih lama yaitu antara 15-30 menit. Kalian bisa gunakan waktu yang panjang ini untuk makan, main sosial media, berolahraga dll.

5. Lanjut ke tugas selanjutnya

Jika kalian telah menyelesaikan 4 sesi pomodoro dan telah menyelesaikan tugas pertama maka tahap selanjutnya adalah mengerjakan tugas kedua yang ada di dalam to-do lists

Kurang lebih skemanya adalah seperti ini

Pilih tugas > Atur waktu 25 menit untuk belajar > Waktu belajar habis > 5 menit istirahat > ulangi sampai 4 kali > diakhir pomodoro ke empat waktu istirahat berubah menjadi 15-30 menit > Ke tugas selanjutnya

———

TIPS DAN TRIK

1. Sekali pomodoro dimulai, maka katakan tidak pada gangguan

gangguan ada 2 macam, gangguan dari dalam diri dan gangguan dari luar

Gangguan dari dalam diri : Tiba-tiba teringat janji, kebelet :P, keinginan order pizza, dll

Gangguan dari luar : Suasana yang ramai, telepon dari teman, diperintah orangtua 😛

Solusinya?

Tulis semua gangguan dari dalam diri pada selembar kertas, tujuannya adalah agar selesai pomodoro kita bisa menyelesaikannya.

Usahakan secepat mungkin, agar bisa fokus lagi ke belajar.

Untuk gangguan dari luar batasi diri kita, jika smartphone adalah musuh utama kita, maka jauhkanlah selama pomodoro, jika gangguan seperti teman atau orangtua, kita bisa memberi tahu sebelum pomodoro dimulai jika kita butuh waktu untuk belajar.

Jika gangguan seperti suasana yang bising dan ramai maka kalian harus mencari waktu dimana suasana tenang, misalnya jam set 5 pagi.

Note :

Kalian harus bisa memilih mana gangguan yang mendesak dan harus segera dilakukan.

Jika pomodoro terhenti maka  ulangi pomodoro dari awal lagi, intinya selama 25 menit kita belajar tanpa adanya gangguan, hanya kita dan buku, muaacch -.-

2. Jika 1 tugas memerlukan 5-7 pomodoro, selesaikan sedikit demi sedikit

Terkadang ada tugas dimana kita membutuhkan waktu yang lama, jika kalian memperkirakan bahwa satu tugas tersebut memerlukan 5-7 pomodoro maka uraikan tugas tersebut terlebih dahulu

Contoh : Aku ingin belajar gitar, jika aku lakukan sekaligus ini hal yang tidak mungkin. maka aku pecah menjadi belajar kunci dasar, belajar melodi, dll

3. Target sudah tercapai sebelum alarm berakhir

Gunakan waktu yang tersisa untuk mereview pelajaran kita, atau gunakan untuk melanjutkan ke target berikutnya. Ini bertujuan agar kita tetap fokus dengan waktu yang sudah ditentukan, dan memanfaatkan waktu yang masih tersisa.

4. Jangan gunakan pomodoro di waktu luang

Pomodoro hanya bisa digunakan secara maksimal di waktu yang memang sudah ditentukan, dan goal yang sudah ditentukan. Karena jika kita menggunakannya di waktu luang, kita tidak akan bisa fokus, karena pada dasarnya pekerjaan di waktu luang adalah pekerjaan yang tidak direncanakan.

5. Bisa digunakan untuk grup

Pomodoro tidak hanya bisa digunakan untuk individu, tetapi bisa diterapkan di tim. prinsip dan aturannya adalah sama

6. Pomodoro modern

Pomodoro bisa dimodifikasi, jika kalian merasa 25 menit terlalu lama saat mulai pomodoro pertama kali, maka kalian bisa menguranginya, tapi untuk waktu istirahatnya jangan ditambah juga -.-

Jika klaian sudah terbiasa dengan pomodoro dan merasa bahwa 25 menit adalah waktu yang sebentar, kalian bisa menambah durasinya menjadi 1jam ( 55 menit belajar, 5 menit istirahat )

Intinya gunakan pomodoro sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kalian.

7. Siapkan peralatan sebelum memulai pomodoro

Rapikan meja belajar dan persiapkan peralatan sebelum memulai pomodoro, hal yang sepele ini bisa memakan waktu. Jika memulai sesi pomodoro dan kalian justru menggunakannya untuk meraut pensil, mencari buku catatan, pomodoro tidak akan menjadi maksimal. Maka persiapkan semua dan fokus saat pomodoro berlangsung

Apps yang membantu pomodoro

1. Tide

Aplikasi ini adalah yang sering aku gunakan, pertama karena gratis :P, desain yang simple, ada fiture immersive mode dimana kalau kita keluar dari app tersebut maka pomodoro gagal. Ini membantu kita agar tidak menggunakan smartphone kita, karena notifikasi sosial media yang banyak.

Yang paling aku suka dari apliksai ini adalah adanya ambient noise. Ambient noise disini adalah background suara di tempat yang ditentukan, seperti suasana saat hujan, suasana di hutan, dilaut, dll.

Jika kalian ingin mencobanya bisa didownload di Play Store untuk android dan Appstore untuk Iphone

2. Forest

Fungsi dari forest kurang lebih sama dengan tide, hanya saja di dalam aplikasi ini setiap sesi diilustrasikan sebagai pohon. Jika kita berhasil melakukan penuh sesi pomodoro maka pohon itu akan tumbuh dan besar, tetapi jika kita keluar aplikasi atau tidak menyelesaikan pomodoro pohon itu akan mati yang berarti pomodoro kita gagal.

Forest juga bisa diunduh ssecara gratis di playstore dan appstore.

Sebenarnya masih ada banyak lagi aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu kita melakukan pomodoro, tapi sejauh aku mencoba, 2 aplikasi tersebut masih yang terbaik

———

Pomodoro adalah salah satu cara terbaik untuk belajar, karena dengan sistem ini kita bekerja dengan waktu, bukan melawan waktu.

Pastikan kita menciptakan waktu untuk belajar, bukan mencarinya.

Selamat belajar, dan temukan tomat yang pas buat kalian!