Pengalaman yang tak akan pernah aku lupakan bisa keliling dan menikmati Bali menggunakan Aventador biru milikku.

Sesampai dirumah, aku harus bergegas masuk kedalam rumah minimalis 3 lantai untuk kembali bekerja.

Meskipun terkadang merasa capek, rasa semangat itu penuh kembali ketika disambut keluarga dan masakan kesukaanku.

Istirahat dan tak lupa berolahraga adalah kegiatan wajib yang harus aku lakukan, agar stamina tetap terjaga untuk mengembangkan 5 usaha milikku.

Tiba-tiba suara ibuku terdengar.

Sangat jelas.

“Dek, belikan ibu micin di warung depan”

Aku beranjak dari kursi santai untuk segera menghampiri ibu.

Terima kasih bu, sudah membangunkanku dari imajinasi semu belaka.

• • •

Bermimpi adalah hal yang pasti dilakukan setiap orang.

Kali ini kita bukan membahas tentang mimpi saat kamu terpejam dan membuat beberapa pulau, bukan!

Kita membahas tentang mimpi yang menjadi tujuan atau cita-cita kita.

  • Aku ingin memiliki mobil mewah A.
  • Aku ingin menjadi pengusaha sukses.
  • Aku ingin memiliki rumah mewah.
  • Aku ingin bekerja di perusahaan B.
  • Aku ingin menimba ilmu di universitas luar negeri.
  • Aku ingin menjadi investor seperti Warren Buffett.
  • Aku ingin menjadi artis.

Itu adalah beberapa daftar mimpi yang sering aku dengar. Aku yakin kamu memiliki mimpi versimu sendiri.

Seakan tak bosan, kita selalu bermimpi tentang segala sesuatu yang membuat kita bergairah. Itu semua adalah karena kokohnya kita dalam memegang teguh sebuah nasihat langganan…

“Selalu bermimpi, berpikir positif dan kesuksesan akan kamu dapatkan”

Zonk!

Gabriele Oettingen, seorang akademisi dan psikolog Jerman. Dia juga adalah profesor psikologi di New York University dan University of Hamburg.

bermimpilah tinggi
Selama dua puluh tahun, Oettingen meneliti tentang ilmu pengetahuan dibalik motivasi. Lewat penelitiannya juga, dia menerbitkan sebuah buku berjudulRethinking Positive Thinking.

Ternyata ada beberapa hal yang kita lewatkan ketika bermimpi tentang tujuan-tujuan hebat kita.

Seperti yang Oettingen dan rekannya temukan, bermimpi tentang masa depan akan menenangkan kita, mengurangi tekanan darah, tetapi juga dapat menguras energi yang kita butuhkan untuk mengambil tindakan dalam mengejar tujuan kita.

Artinya dengan membayangkan semua mimpi kita, kita tidak hanya mendapatkan kebahagiaan, tetapi juga rasa sakit.

Ketika kita bermimpi, kita akan merasa bahwa kita sudah berhasil mencapai apa yang kita inginkan sehingga kita tidak perlu lagi menyusun apa yang kita butuhkan.

Di fase ini, kita akan bertindak sedikit, mencapai sedikit, dan pada akhirnya, mimpi tetaplah menjadi mimpi.

berpikirlah positif

• • •

EKPERIMEN

Dalam sebuah penelitian 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology, Oettingen merekrut sekelompok mahasiswa dan membagi mereka ke dalam dua kelompok.

Dia menginstruksikan kelompok pertama untuk berfantasi bahwa minggu yang akan datang akan menjadi minggu yang luar biasa : nilai bagus, pesta yang mengayikkan.

Siswa dalam kelompok kedua tidak hanya diminta untuk berfantasi tetapi juga diperintah untuk mencatat semua pemikiran dan lamunan (baik dan buru) mereka tentang minggu yang akan datang,

Hasilnya?

Para siswa yang hanya disuruh berpikir positif merasa jauh lebih tidak bersemangat dan berprestasi daripada mereka yang diperintahkan untuk berpikir positif dan menulis hal baik dan buruknya.

Ternyata, optimisme atau pemikiran positif bisa membodohi kita.

Sudah terbukti bahwa hanya berpikir positif akan menciptakan rasa puas diri. Seolah-olah dalam bermimpi atau berfantasi tentang sesuatu yang kita inginkan, pikiran kita tertipu dan mengendurkan kesiapan untuk mengejarnya.

Lalu, apakah itu berarti kita tidak boleh bermimpi?

Bukan, bukan seperti itu.

Dalam penelitiannya, Oettingen juga menemukan bahwa berpikir positif sangat membantu kita untuk menggambarkan target.

Dengan mimpi kita akan dihindarkan dari kesalahan mencapai apa yang kita inginkan.

• • •

SAATNYA MENGUBAH CARA

Ada dua cara yang terbukti ampuh untuk mengubah mimpi menjadi tindakan nyata.

1. Mental Contrasting

Dalam sebuah penelitian, Dr. Oettingen menguji teknik tersebut kepada sekelompok siswa tingkat tiga.

Kelompok pertama disuruh membayangkan hadiah permen yang akan mereka terima jika mereka menyelesaikan tugas bahasa, dan juga diharuskan membayangkan beberapa perilaku yang dapat mencegah mereka menang (mental contrasting) > “Aku sangat kesulitan jika melihat permen”.

Kelompok siswa kedua hanya diperintahkan untuk berfantasi tentang memenangkan hadiah > “Ah itu bukanlah sebuah masalah”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para siswa yang melakukan mental contrasting. mengungguli mereka yang hanya bermimpi.

Mental contrasting adalah memvisualisakikan secara aktif hasil positif, tetapi juga memvisualisasikan perjuangan internal yang bisa menghambat kita mencapai mimpi.

Dengan melakukan mental contrasting, kita tidak hanya akan bersemangat, tetapi juga akan segera bertindak untuk mengubahnya menjadi nyata, karena kita melihat mimpi kita sesuatu yang berarti.

2. Implementation Intentions

Cara kedua ini adalah hasil penelitian dari suami Oettingen, Peter Gollwitzer, seorang profesor psikologi Jerman di Departemen Psikologi New York University.

Teknik ini mengharuskan kita untuk menggambarkan When, Where, dan How dalam mencapai mimpi kita.

Dengan teknik ini kita akan menggunakan kalimat ajaib “jika X terjadi, maka aku akan mengatasinya dengan Y”

Peter mengungkapkan bahwa dengan menggunakan teknik ini, kita akan 40% lebih on-time dalam mencapai mimpi kita.

• • •

WOOP

WOOP adalah teknik gabungan dari mental contrasting dan implementation intention.

So sweet ya, gabungan penemuan dari suami dan istri. Hmmmmm….

Balik lagi ke laptop!

WOOP sendiri sebenarnya adalah singkatan dari : Wish, Outcome, Obstacle, Plan.

Bagaimana cara menggunakannya?

  • Wish ( Apa yang kita harapkan ) : Pekerjaan yang hebat.
  • Outcome ( Gambaran jelas tentang harapan kita ) : Bekerja di Google.
  • Obstacle ( Halangan yang harus kita hadapi ) : Masih belum tahu cara mendapatkan interview kerja disana.
  • Plan ( Rencana ( when, where, how ) yang akan diambil untuk mengatasi halangan ) : Mencari koneksi orang yang bekerja di Google di LinkedIn lewat PC sekarang.

Mantap betool nggak?

Tidak hanya berfantasi liar, kita juga memiliki langkah-langkah nyata apa yang harus kita lakukan untuk mencapai garis akhir.

Yang tak kalah pentingnya adalah, pastikan kemampuan kita sebanding dengan mimpi yang kita inginkan.

Sadar diri atau kecewa?

True positive thinking is not absence of negative thoughts.

— Don Saphiro

 


FOOTNOTES 

  1. Jawaban ini aku ambil dari jawabanku di Quora.
  2. Profil Gabriele Oettingen bisa kamu baca lebih lengkap disini : Gabriele Oettingen.
  3. Gabriele Oettingen juga memberi penjelasan terkait dampak buruk yang ditimbulkan jika kita hanya berpikir positif saja : Rethinking Positive Thinking (Gabriele Oettingen, New York University) | DLDwomen 14.
  4. Baca juga artikel terkait penelitian yang dilakukan Oettingen : Dare to Dream of Falling Short dan Dare to Dream of Falling Short.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.