Charlie Munger adalah partner bisnis Warren Buffett, tepatnya adalah Vice Chairman di Berkshire Hathaway, Inc.

Munger sering menceritakan sebuah cerita tentang perbedaan antara orang yang mengetahui sesuatu secara dalam dan orang yang mengetahui sesuatu secara dasar.

Pada tahun 2007, saat awal mulainya sekolah hukum USC, Munger bercerita seperti ini :

Aku sering menceritakan cerita apokrif ( yang diragukan keasliannya ) tentang bagaimana Max Planck, setelah dia memenangkan Hadiah Nobel. Planck berkeliling Jerman untuk memberi materi kuliah yang sama. Yaitu tentang Mekanika Kuantum.

Seiring waktu, supirnya mengingat semua materi yang Planck berikan dan dalam sebuah kesempatan si supir bertanya…

” Apakah kamu keberatan, Profesor Planck, jika aku memberi materi kuliah di Munich dan anda duduk didepan menggunakan topi supir saya?, karena sangat membosankan menjalani rutinitas kita ini. ”

” Kenapa tidak?” Sahut Planck.

Saat waktunya telah tiba, sang supir berdiri, maju dan memberi materi kuliah yang sama dengan apa yang biasa Planck ajarkan, yaitu tentang mekanika kuantum.

Hebatnya, dengan lancar si supir menjelaskan semua materi dengan baik.

Waktu berlalu, sesi tanya jawabpun diadakan, seorang profesor berdiri dan bertanya dengan pertanyaan yang mengerikan.

Dengan cerdik, pembicara menjawab….

” Saya terkejut bahwa di kota sebesar Munich masih ada pertanyaan yang sangat mendasar. Aku akan meminta kepada supirku untuk menjawabnya “

Dari cerita tersebut kita bisa mengetahui bahwa ada 2 tipe pengetahuan didunia ini.

Pertama, pengetahuan yang dimiliki Planck dan kedua pengetahuan yang dimiliki supirnya.

  • Pengetahuan yang dimiliki Planck adalah pengetahuan yang dimiliki orang yang benar-benar tahu. Mereka bekerja siang dan malam untuk mengerti setiap detail dari apa yang dipelajarinya. Orang seperti ini adalah orang yang menghasilkan sesuatu dari kerja kerasnya.
  • Pengetahuan yang dimiliki supirnya adalah pengetahuan dasar. Meskipun supirnya bisa menjelaskan semua materi tentang mekanika kuantum, pada akhirnya dia tidak bisa menjawab pertanyaan mengenai materi tersebut. Dengan kata lain pengetahuan yang dimiliki supirnya adalah pengetahuan dasar.

The person who says he knows what he thinks but cannot express it usually does not know what he thinks.

— Mortimer Adler

• • •

Dua tipe pengetahuan yang diceritakan Charlie Munger tersebut, sebelumnya sudah pernah dibahas oleh seorang fisikawan teoritis Amerika bernama Richard Feynman.

Feynman Technique : Cara Belajar Lebih Efektif

Tapi Feynman menyebutnya dengan istilah Knowing the name of something and knowing something.

Richard Feynman lahir pada tahun 1918 dan meninggal di tahun 1988. Dia dikenal sebagai orang yang jenius. Dia juga terlibat dalam Manhattan Project, dan memenangkan Hadiah Nobel karena kerjanya tentang mekanika kuantum.

Richard Feynman juga tidak hanya bisa mengerti betul tentang apa yang dia pelajari, tetapi dia juga dengan mudah menerangkan sesuatu kepada orang awam dengan bahasa yang simpel dan mudah dimengerti.

Makanya tidak heran, Feynman dijuluki sebagai The Great Explainer, Pemberi penjelasan yang hebat.

Feynman menemukan formula yang ampuh untuk meyakinkan kita apakah sudah mengerti betul dengan materi yang kita pelajari.

Formula ini kemudian disebut dengan Feynman Technique.

I don’t know what’s the matter with people: they don’t learn by understanding; they learn by some other way – by rote, or something. Their knowledge is so fragile!
— Richard Feynman

• • •

LANGKAH MENERAPKAN FEYNMAN TECHNIQUE

Belajar merupakan hal yang harus kita lakukan setiap hari. Tidak hanya tentang masalah sekolah saja, belajar juga kita perlukan meskipun kita sudah tidak berada dibangku sekolah. Belajar tentang keuangan, kepemimpinan, organisasi, bisnis, kesehatan, dll.

Masalah yang kemudian muncul adalah, kita masih sering belum paham dengan apa yang kita pelajari. Kita masih menemukan beberapa hal yang masih belum kita mengerti dengan baik. Hasilnya? Kita tidak maksimal ketika mengaplikasikan ilmu tersebut kedalam kehidupan sehari-hari.

Lalu adakah cara belajar lebih efektif?

Ada beberapa langkah untuk menggunakan Feynman Technique ini agar bisa maksimal.

LANGKAH 1: PILIH TOPIK YANG INGIN DIMENGERTI

Ambilah secarik kertas dan tulis topik yang masih membuatmu bingung dan mulailah belajar.

Cara ini agar mempermudah kita untuk hanya fokus kepada materi yang masih belum kita kuasai.

LANGKAH 2: JELASKAN DENGAN BAHASA YANG SEDERHANA

Tahap selanjutnya adalah tahap penentu apakah kamu mengerti secara mendalam tentang apa yang sudah kamu pelajari.

Jelaskan materi tersebut kepada seseorang. Bisa kepada teman sekelas, adik kelas, kakak, atau siapa pun itu. Pastikan kamu menjelaskan materi tersebut dengan bahasamu dalam bahasa yang sederhana—bahasa yang dimengerti oleh anak kecil sekali pun.

Jika orang tersebut mengerti dengan apa yang kamu jelaskan maka bisa kamu juga sudah mengerti dengan materi tersebut.

Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kamu menjelaskan sesuatu kepada orang yang sama sekali tidak tahu materi tersebut dan mereka mengerti dengan baik setelah kamu jelaskan.

LANGKAH 3: TEMUKAN MASALAHMU

James Gleick mengatakan di dalam buku biography Richard Feynman yang dia buat bahwa Feynman membuat buku khusus untuk sesuatu yang tidak dia ketahui

“[He] opened a fresh notebook. On the title page he wrote: NOTEBOOK OF THINGS I DON’T KNOW ABOUT. For the first but not last time he reorganized his knowledge. He worked for weeks at disassembling each branch of physics, oiling the parts, and putting them back together, looking all the while for the raw edges and inconsistencies. He tried to find the essential kernels of each subject.”

Menjelaskan sesuatu berarti juga akan ditanya sesuatu. Tapi ini lah hal yang justru akan membuat kita tahu apakah kita sudah paham betul atau tidak.

Saat kamu mendapat pertanyaan dan tidak bisa menjawabnya, kamu telah menemukan titik di mana masih ada hal yang masih belum kamu pahami.

LANGKAH 4: PELAJARI LAGI

Setelah kamu menemukan celah di mana ketidaktahuan itu, saatnya untuk mempelajari materi tersebut sekali lagi. Pengulangan akan membuat kamu semakin paham dengan materi tersebut.

LANGKAH 5: ULANGI PROSESNYA

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ulangi proses tersebut terus-menerus.

Semakin kamu mudah menjelaskan, menjawab, dan dimengerti orang lain menandakan bahwa kamu telah menguasai materi dengan baik.

• • •

MANFAAT DARI FEYNMAN TECHNIQUE

Feynman Technique adalah salah satu cara yang terbukti ampuh untuk mengukur tingkat kepahaman kita terhadap suatu materi atau informasi.

Hal itu di dasari karena kita sering belajar tanpa mengerti betul tentang apa yang kita pelajari. Ini dibuktikan ketika kita ditanya seseorang tetapi tidak bisa menjawab, atau ketika ujian kita masih bingung dengan jawabannya.

Inilah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan ketika menerapkan Feynman Technique ini :

BERPIKIR KRITIS

Karena kita memperlajari sesuatu secara mendalam, kita akan mempunyai informasi yang lebih banyak dan menghasilkan pemikiran yang lebih kritis.

Dengan kata lain, semakin banyak informasi yang kita peroleh akan membuat kita semakin memiliki banyak pertanyaan.

MENINGKATKAN TEACHING SKILL

Mungkin kamu tidak ingin mejadi seorang guru, tetapi dengan menerapkan teknik ini, kamu akan bisa memiliki kemampuan layaknya seorang guru.

Teknik ini mengharuskan kamu untuk menjelaskan materi yang sudah kamu pelajari. Artinya kamu juga harus belajar bagaimana menyampaikan materi tersebut.

Lebih jauh, dengan menggunakan teknik ini kamu akan semakin baik dalam berkomunikasi dihadapan orang lain yang selanjutnya bisa kamu gunakan untuk kepentingan lainnya, seperti memimpin rapat, persentasi, dll.

MEMPERDALAM PEMAHAMAN

Semakin penasaran kamu terhadap sesuatu, akan membuat kamu semakin ingin mempelajarinya.

Feynman Technique menuntut kamu untuk kritis dan akhirnya membuat kamu untuk belajar lagi terhadap materi yang belum kamu kuasai sepenuhnya.

Hal ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam dan membuat informasi tersebut bertahan lebih lama di dalam ingatan karena pengulangan.

• • •

KESIMPULAN

Jika kamu ingin belajar lebih efektif, mendapatkan pemahaman secara mendalam, Feynman Technique adalah salah satu teknik yang bisa kamu gunakan.

Teknik ini bisa kamu coba untuk mempersiapkan ujian yang akan kamu hadapi.

Kamu bisa membuat kelompok dan bergantian untuk menjelaskan materi satu sama lain. Berpikirlah secara kritis agar kamu menemukan celah informasi yang belum kamu pahami. Penasaran adalah kunci utamanya.

The first principle is that you must not fool yourself, and you are the easiest person to fool

— Richard Feynman

 


FOOTNOTES

  1. Cerita Planck dan supirnya dibahas oleh Farnam Street disini
  2. Catatan James Gleick dibahas Cal Newport disini

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.