Cara Menghafal Dan Tidak Mudah Lupa

Cara Menghafal Dan Tidak Mudah Lupa

Pelajaran disekolah? Apa tadi ya yang dipelajari?

Ending : Duh nilai ujian jadi jelek nih.

 

Kenalan dengan incaran baru? Eh, siapa tadi namamu?

Ending : Yah, si baju merah lolos.

 

Janjian dengan kawan? Lah, harusnya kan ini tadi ketemuan sama si Tommy.

Ending : Gagal bahas masalah k-pop deh.

 

Disuruh beli cabe ibu? Tadi beli micin apa masako ya?

Ending : Iya bu maaf, lain kali pasti aku betul.

 

Hafalan vocabulary? Duh otak, ayo ingat-ingat!

Ending : Menutup pidato bahasa inggris yang berisi salam dan penutup, iya, tanpa isi!

 

Beliin calon mertua mie ayam? Tadi pesennya cabe 30 ngga sih?

Ending : Pacaran 2 tahun putus gara-gara cabe, kampreet.

 

Masih ingat sarapan apa kalian 3 minggu lalu?

Masih ingat kapan pertama kali ketemu doi?

• • •

Kita sambut bersama dengan tepuk tangan yang meriah, dia adalah

LUPA.

Kata yang terkadang jadi teman, kadang juga menjadi musuh. Alhamdulillah.

Berapa kali kita dibuat kelimpungan dengan lupa?

Bicara soal lupa berarti masih berhubungan dengan memory atau ingatan.

Dengan memory kita bisa mengingat apa yang terjadi di masa lampau, merasakan hidup di waktu sekarang dan menyiapkan masa depan

Bayangkan jika kita tidak memiliki memory, kita bisa melihat semua hal yang ada di hidup kita seperti hal yang baru. Mungkin ini terlihat bagus. Tapi bayangkan jika setiap hari kita harus berkenalan dengan orang yang tidak asing lagi bagi kita, bayangkan jika kita makan terus menerus karena tidak ingat kapan terakhir makan, bayangkan jika kita tidak ingat jalan pulang setelah berolahraga diluar rumah.

Jika kalian masih ingat dengan mantan artinya kalian harus bersyukur, karena kalian masih memiliki memory yang baik, moving on bukan berarti melupakan kan?

Sebelum kita membahas bagaimana cara yang menghafal yang mudah dan juga tahan lama, kita cari tahu dulu apa itu memory?

Memory adalah pelajaran yang telah dilakukan berulang kali, dimana informasi disalin, disimpan dan bisa diingat kembali.

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa buku panduan tentang cara membuang dan membangun kebiasaan ( di dukung dengan ilmu ilmiah ) sudah bisa kalian download. Ingin merubah kebiasaan dan hidup?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

• • •

Story begins

Aku perkenalkan kepada kalian Henry Molaison yang lebih dikenal sebagai H.M, seorang pasien dari America penderita gangguan ingatan.

Henry kecil  tidaklah berbeda dengan anak kecil pada umumnya, dia suka bermain dan belajar dengan normal

Suatu hari Henry bersepeda dan terjadi kecelakaan, tidak tahu secara pasti berapa umurnya waktu itu. Ada yang mengatakan dia saat itu berumur 7 tahun. Tapi menurut sumber yang dikutip dari Wikipedia, ibu Henry mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi saat Henry lebih  dari 7 tahun.

Akibat kecelakaan itu Henry kecil mengalami epilepsi.

Setelah mengalami sakit epilepsi selama bertahun-tahun, H.M dipertemukan dengan William Beecher Scoville, seorang ahli bedah syaraf di RS. Hartford.

Tanggal 1 September 1953 mungkin adalah hari terbesar bagi H.M. Saat itu H.M berumur 27 tahun. Dilakukanlah operasi oleh Scoville.

Dihilangkanlah potongan sebesar dua jari dari jaringan otak yang dianggap sebagai sumber sakit yang dialami H.M, lebih spesifiknya itu adalah Hippocampus, amygdala, dan entorhinal cortex.

Hasilnya?

H.M menunjukkan kemajuan, dia tidak lagi merasakan sakit yang dialami sebelumnya, bahkan dilaporkan bahwa IQ nya juga meningkat.

Akhir yang menggembirakan bukan?

Tunggu dulu, ada satu masalah lagi yang bahkan lebih besar. Ingatan Molaison hilang!

Dia tidak bisa mengingat masa lalunya, dan tidak bisa mengingat informasi baru.

Kenapa hal ini terjadi?

Penyebabnya adalah karena diambilnya jaringan otak yang dianggap sebagai sumber penyakit Molaison, ditambah fakta yang menyedihkan lagi adalah pada saat itu dokter yang mengoperasi Molaison tidak tahu apa fungsi dari jaringan yang diambil itu.

Satu hal yang dokter-dokter ketahui adalah bahwa hippocampus memiliki peran yang besar dalam penyimpanan informasi.

Tapi tunggu, apakah kalian berfikir ini sebuah malpraktek yang dilakukan oleh Scoville?

Sayangnya tidak, Scoville pada saat itu hanya tahu bahwa ingatan di proses melalui otak, tetapi tidak tahu bagian mana yang memprosesnya. Hal ini terjadi karena keterbatasan alat untuk melihat struktur otak, beruntungnya kita karena  di tahun 1950-an teknologi sudah semakin canggih, alat seperti fMRI scanner sudah diketemukan.

Diumur 82 tahun, H.M meniggal dunia. Otaknya disumbangkan untuk keperluan medis. Otak molaison dipotong menjadi 2.401 microsections. untuk penelitian lebih lanjut.

Mungkin operasi tersebut menjadi hal terburuk untuk Molaison dan keluarganya, tapi selama hidup dan kematiannya inilah Molaison menjadi kontributor terbesar dalam perkembangan ilmu ingatan manusia.

Story Over

Pelajaran yang bisa didapat dari kasus Molaison adalah bahwa setiap kesalahan pasti ada hikmah yang diambil.

Sekarang, tahan kuda kalian, kita belum membahas bagaimana cara menghafal dan mempertahankannya dalam waktu yang lama, karena kita akan membahas bagaimana proses ingatan itu berlangsung

• • •

PROSES INGATAN

Dalam proses mengingat sesuatu  ada 2 hal terpenting

1. Encoding ( Proses membuat ingatan )

2. Retrieval ( Proses untuk megakses kembali ingatan kita )

Lebih sederhananya adalah sebagai berikut

Ingatan masuk ke otak ( encoding )

Dilanjutkan ke short term memory, di short term memory ini informasi akan disimpan secara singkat dibawah 30 detik. ( Encoding )

Diteruskan ke long-term memory, disini ingatan akan bertahan lama

Mengingat kembali ingatan yang tersimpan ( Retrieval )

 

Jika kalian mudah lupa alasan terbesarnya adalah karena informasi yang didapat hanya tersimpan di short-term memory. Tapi pastikan kalau punya hutang simpan di long-term memory ya hehe.

Sudah mengerti dari sini?

Baik kita lanjut,

Kita tahu bahwa untuk mengingat informasi, informasi tersebut harus berada di ingatan jangka panjang.

Kembali lagi ke kasus Molaison.

Setelah melakukan operasinya, Molaison dipantau oleh Breda Milner, seorang neuropsikologis di McGill University.

Brenda melakukan percobaan kepada Molaison untuk menjiplak gambar bintang pada sebuah kertas. Awalnya Molaison kesulitan melakukannya, tetapi lama-kelamaan Molaison bisa menjiplak gambar tersebut dengan baik.

Molaison memang tidak bisa mengingat informasi baru, seperti nama, data atau fakta. Tapi melalui percobaan tersebut, Brenda Milner menjelaskan ada 2 macam ingatan jangka panjang.

1. Explicit Memory

Ingatan mengenai fakta dan pengalaman yang seseorang tahu dan nyatakan secara sadar.

Contoh : Belajar membaca, mengingat fakta-fakta yang kita butuhkan, data, dan nama-nama penting

2. Implicit Memory

disebut juga sebagai procedural memory, adalah ingatan jangka panjang yang mengacu pada ketrampilan.

Contoh : Naik sepeda

Lebih gampangnya adalah Implicit memory adalah ingatan “mengetahui bagaimana”, sedangkan Explicit memory adalah ingatan “mengetahui apa”

• • •

CARA MENGINGAT LEBIH MUDAH

Menurut Jim Kwik, CEO dari Kwik Learning sekaligus founder dari SuperheroYou mengatakan bahwa ada hal yang membuat kita akan lebih cepat dalam menghafal.

  • Motivasi, Ketahuilah apa motivasi atau tujuan kita dalam menghafal tersebut.
    Kenapa kita harus menghafal nama jalan?
    Kenapa kita harus menghafal nama?
    Kenapa kita harus menghafal materi pelajaran?
    Jika kita sudah mengetahui alasan untuk menghafal kita akan lebih mudah untuk menyimpan informasi yang didapat.
  • Observasi, Pahami apa batasan kita dalam menghafal.
    Melalui observasi, kita dituntut untuk mengetahui apa saja hal yang bisa membuat kita mudah menghafal ( penunjang ) dan apa saja yang membuat kita sulit menghafal (gangguan).

Lalu cara apa saja yang bisa kita gunakan untuk menghafal lebih mudah dan membuatnya awet dalam otak kita.

1. Visual dan Verbal

Allan Paivio adalah seorang professor psikologi di Western Ontario University. Dia mengenalkan kepada kita tentang teorinya, Dual Coding Theory.

Berdasarkan Paivio, ada cara seseorang bisa memperluas kemampuan belajarnya, yaitu dengan menggabungkan visual dan verbal memori untuk informasi yang sama secara bersamaan. Meskipun teorinya yang masih kontroversi, dalam prosesnya, sistem ini sangat menjajikan.

Kita akan cepat menghafal dan mempertahankan informasi tersebut jika melibatkan verbal dan visual

Sistem ini juga di terapkan pada Flashcard System.

2. Memory Palace

Cara kedua agar ingatan bertahan lama adalah Memory Palace atau dikenal juga sebagai Method of Loci.

Cara ini adalah cara yang dipakai dalam kontes kejuaraan adu ingatan untuk mengingat wajah, nama dan daftar kata yang panjang.

Sistem dari memory palace ini adalah membayangkan informasi yang akan dihafal yang dipautkan dengan benda yang berada dalam tempat yang kita bayangkan.

Masih bingung? Kita ke contoh.

Katakanlah kita akan menghafal 5 kata, coklat, taksi, komputer, bunga, dan gajah.

Dengan memory palace sekarang kita kaitkan kata-kata tersebut dengan nama benda yang familiar di tempat yang familiar bagi kita.

Baik, tempat yang akan aku gunakan adalah rumahku, alasanku adalah karena aku hafal tata letak semua benda yang ada dirumahku.

Sekarang tugasku adalah menautkan kata-kata tersebut. Akan lebih menarik jika kita membuatnya menjadi cerita.

Kubuka pintu rumahku yang berwarna COKLAT, tiba-tiba ibu menyuruhku untuk menelepon TAKSI karena ibu mau ke rumah temannya. Setelah menelepon aku main KOMPUTER dan mencari tahu tentang bagaimana ingatan GAJAH bekerja, dimeja komputerku terdapat BUNGA yang bisa merefresh mataku disaat lelah menatap monitor.

Semakin unik dan aneh cerita kalian semakin mudah otak kita mengingat.

3. Pengulangan

Faktanya otak kita seperti otot, semakin kita gunakan maka semakin baik dia berfungsi. Informasi yang sudah lama tidak diulang kemungkinan besar akan lemah dan akan sulit untuk diingat.

Texas University di Austin melakukan penelitian dan hasilnya menunjukkan bahwa pengulangan akan memperkuat informasi yang kita dapatkan. Kenapa? karena setiap pengulangan otak kita akan membentuk koneksi syaraf dan sel otak baru.

Lalu bagaimana cara mengulang informasi yang efektif?

Pengulangan yang terbaik adalah dengan konsisten meskipun dengan waktu yang sebentar.

Belajar selama setengah jam selama 5 kali dalam seminggu akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan belajar 5 jam sekaligus dan dilakukan seminggu sekali.

4. Keadaan menentukan!

Mood, lingkungan dan kadar caffein menentukan juga bagaimana ingatan bertahan.

Pernah heran nggak, kenapa kita mudah hafal jika belajar bahasa kotor? Karena kita melibatkan emosi disitu.

Pernah bertanya ngga kenapa waktu kalian kesuatu tempat tertentu, kalian teringat tentang sesorang? Itu semua karena lingkungan juga berpengaruh!

Pernah nggak habis minum kopi kita lebih bisa fokus dalam mengingat sesuatu? Karena dopamin diproduksi oleh otak melalui caffein.

Maka dari itu pastikan tempat belajar, mood dan caffein kita mendukung untuk proses belajar kita agar informasi yang didapat lebih lama dalam untuk disimpan di otak.

5. Tulis, jangan mengetik!

Pam Mueller dari Princeton dan Daniel Oppenheimer, tim peneliti dari Universitas California, Los Angeles, memutuskan untuk melakukan tes, bagaimana efek menulis dan mengetik pada kemampuan murid untuk belajar.

Penelitian pertama, sekelompok mahasiswa diminta untuk mendengarkan pelajaran yang sama dan disuruh untuk mencatat informasi yang penting sesuai dengan cara mereka masing-masing. Ada yang manual/menulis dengan tangan, dan ada yang mencatat denga mengetik di laptop mereka masing-masing.

Setelah satu setengah jam, pelajaran berakhir. Mueller dan Oppenheimer tertarik untuk mengobservasi kemampuan mahasiswa dalam mengulang kembali fakta dan konsep atau informasi yang mereka dapat selama perkuliahan berlangsung.

Hasilnya?

Mahasiswa yang mencatat dengan tangan mempunyai ingatan yang lebih baik daripada mahasiswa lainnya yang mengetik. Bahkan setelah satu minggu mahasiswa yang menulis manual masih lebih baik dalam mengulangi kembali dibanding mahasiswa yang mengetik.

Kenapa?

Menurut Association for Psychological Science melaporkan bahwa mahasiswa yang mengetik cenderung mengambil catatan secara kata demi kata, mereka masih mengetik catatan verbal yang disampaikan, akhirnya kualitas belajar mereka cenderung lebih rendah.

Sedangkan mereka yang mencatat menggunakan tangan akan lebih ingat terhadap informasi yang didapat karena mereka menulis informasi kedalam sebuah kata baru sesuai pemahaman mereka, hal ini menyebabkan otak mencatat informasi baru. Disini juga terjadi pengulangan karena pertama otak mendapatkan informasi secara verbal kemudian dipindahkan melalui tulisan dengan bahasa sendiri.

Maka APS menyarankan untuk mencatat informasi menggunakan tangan daripada mengetik menggunakan laptop. Cara ini juga sudah terbukti bahwa mencatat menggunakan kertas dan pena akan memperbaiki kemampuan ingatan dan lebih mengerti konsep dan juga fakta.

• • •

Pada akhirnya untuk menghafal dengan mudah dan tahan lama adalah mengetahui alasan kita kenapa harus mengingat informasi tersebut, mengetahui batasan kita, dan juga mengetahui cara terbaik untuk mengoptimalkan ingatan kita.

Bagi Jim Kwik tidak ada istilah ingatan baik atau ingatan buruk, yang ada hanyalah ingatan yang terlatih dan ingatan yang tidak terlatih.

Maka dari itu terus asah otak kita dengan sering membaca, belajar hal baru, dan mengulang apa yang telah kita pelajari.

Sekarang kita tidak akan lupa lagi apa yang dipesan calon mertua.