Pada tanggal 9 November 1985, pria ini menjadi juara catur dunia termuda saat itu di usianya yang masih 22 tahun. Dia mendapatkan gelar tersebut setelah mengalahkan juara dunia sebelumnya Anatoly Karpov.

Kita sambut Га́рри Ки́мович Каспа́ров. Eh, itu nama Rusianya.

Garry Kimovich Kasparov.

percaya diri

5 bulan sebelumnya, tepatnya pada tanggal 6 Juni 1985, Kasparov menghadiri simultaneous exhibition di HamburgJerman, yang diselenggarakan oleh majalah mingguan Jerman Der SpiegelComputerschach und Spiele dan ChessBase.

Simultaneous exhibition adalah pameran permainan papan (biasanya catur atau Go) di mana satu pemain (biasanya yang berpangkat tinggi, seperti grandmaster) memainkan beberapa game sekaligus dengan sejumlah pemain lain.

Tetapi, eksebisi kali ini berbeda dan spesial. Kasparov tidak berhadapan dengan manusia.

Dia berhadapan dengan komputer.

cara membangun rasa percaya diri

Berapa komputer? Satu? dua? atau sepuluh?

Bukan teman-teman. Dia harus menghadapi 32 komputer catur.

Hasilnya?

32–0 untuk kemenangan Kasparov. Dan satu kata yang bisa kita gunakan untuk menggambarkan dia adalah SEMPURNA.

Machines were weak, and my hair was strong.

— Garry Kasparov

• • •

12 tahun kemudian, tepatnya pada 10 Februari 1996, siapa yang menyangka akan terjadi peristiwa besar yang akan selalu diingat oleh dunia.

Di Philadelphia, Pennsylvania, lagi-lagi Kasparov harus bermain catur bukan menghadapi manusia, tetapi dia harus menghadapi super komputer milik IBM bernama Deep Blue.

tips mudah bangun rasa percaya diri
Format pertandingan itu adalah mesin dan manusia versus manusia dan dilakukan dalam 6 ronde.
Jika dilihat dari kesuksesan Kasparov mengalahkan 32 komputer di Jerman, pertandingan itu mungkin tidak akan jauh berbeda.
Benar saja, Kasparov kembali memenangkan pertandingan pertama itu dengan skor 4-2.

Seakan telah usai dengan kesimpulan “manusia lebih pintar daripada mesin”, cerita ini kembali dilanjutkan dengan akhir yang mengejutkan.

Setelah kekalahan itu, IBM menambah investasinya untuk memperbaiki kemampuan Deep Blue.

Pada 11 Mei 1997, dengan kepercayaan diri yang tinggi karena telah memenangkan pertandingan pertama, Kasparov menerima tantangan untuk pertandingan ulang melawan Deep Blue di New York City, New York.

Dan di pertandingan kedua inilah hal menarik terjadi.

Kepercayaan diri Kasparov bermasalah.

Pada ronde pertama, Kasparov dibuat terdiam, bingung dan berpikir karena langkah yang dilakukan Deep Blue aneh. Keanehan itu dibuat pada langkah ke-44.

Kebingungan Kasparov dilandasi karena dia tidak pernah melihat langkah seperti itu sebelumnya, yaitu langkah untuk menyerah.

Iya, karena langkah itu, Deep Blue kalah di ronde pertama.

Meskipun menang, Deep Blue meninggalkan beberapa pertanyaan dalam benak Kasparov.

  • Apakah Deep Blue memiliki strategi yang tidak pernah aku ketahui selama ini?
  • Apakah memang benar jika mesin ini sebenarnya lebih pintar dariku?

Pada ronde kedua, Deep Blue kembali membuat langkah yang tidak bisa dipahami Kasparov lagi.

Pada langkah ke-36, Kasparov yakin bahwa Deep Blue akan memindah posisi bidak ratu, nyatanya Deep Blue memindahkan bidak prajurit.

Akhirnya, ronde kedua berakhir dengan kemenangan Deep Blue.

Setelah 2 kali langkah yang tidak biasa itu, Kasparov mengubah permainannya di ronde berikutnya, dari yang sebelumnya agresif menjadi lebih defensif.

Kali ini, akhir dari pertandingan ulang ini berbeda.

Deep Blue menang.

cara ampuh meningkatkan rasa percaya diri

Iya, di pertandingan itu, sejarah dunia lahir. Untuk pertama kalinya, pemain catur berperingkat tertinggi dalam sejarah (pada saat itu) dan juara catur dunia selama 15 tahun (1985-2000) berhasil dikalahkan oleh sebuah komputer.

Berita ini kemudian menjadi perbincangan dunia, terlebih lagi setelah diterbitkannya artikel oleh Newsweek dengan judul “The Brain’s Last Stand” dan film dokumenter oleh Vikram Jayanti dengan judul Game Over: Kasparov and the Machine pada tahun 2003.

Nobody remembers that I won the first match.

— Garry Kasparov

• • •

Lima belas tahun kemudian, sebuah jawaban mengejutkan lahir dari salah satu perancang Deep Blue.

Dia mengatakan bahwa langkah tak terduga itu adalah karena adanya bug dalam perangkat lunak Deep Blue.

Pencerahan itu diterbitkan dalam sebuah buku oleh ahli statistik dan jurnalis New York Times, Nate Silver berjudul The Signal and the Noise.

Murray Campbell, salah satu dari tiga ilmuwan komputer IBM yang merancang Deep Blue mengatakan, bahwa mesin itu tidak dapat memilih langkah dan hanya memilih satu secara acak.

Tim IBM melakukan tweak algoritma setelah pertandingan pertama di Pennsylvania, tetapi mereka juga memperbaiki bug yang bisa mengakibatkan langkah tak terduga itu.

Mereka memastikan bahwa Deep Blue tidak akan melakukannya lagi di pertandingan kedua. Ironinya, bug itu masih ada disana dan langkah itu telah mengacaukan pikiran Kasparov.

Kasparov tidak pernah menganggap itu hanya bug. Kasparov telah menyimpulkan bahwa permainan yang berlawanan dengan intuisinya itu adalah tanda kecerdasan superior Deep Blue.

Kasparov telah kehilangan kepercayaan dirinya pada pertandingan kedua itu.

• • •

Apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas?

Kepercayaan diri itu rumit.

Semakin orang itu sukses, mereka akan semakin percaya diri .

Kasparov telah menorehkan berbagai keberhasilannya di dunia catur, termasuk saat memenangkan pertandingan pertama dengan Deep Blue.

Karena hal itu, dia semakin yakin dan percaya diri di pertandingan kedua.

Pelajaran pentingnya adalah bahwa kepercayaan diri cenderung membuat orang untuk melihat sejarah sebelumnya sebagai validasi siapa diri mereka dan apa yang telah mereka lakukan.

Kepercayaan diri yang tinggi mungkin akan mengantarkan kita kepada sifat sombong, tetapi percaya atau tidak, kesombongan ini memiliki dampak positif untuk diri sendiri.

Marshall Goldsmith, seorang penulis dan pelatih kepemimpinan dari Amerika mengatakan:

Orang-orang yang percaya bahwa mereka bisa sukses, melihat itu sebagai kesempatan, dimana orang lain akan melihatnya sebagai ancaman.

Mereka tidak takut akan ketidakpastian atau ambiguitas, mereka menyambutnya. Mereka mengambil resiko lebih dan mencapai hasil yang lebih besar. Ketika diberi pilihan, mereka akan mengandalkan diri mereka sendiri.

Orang sukses memiliki “internal locus of control” yang tinggi. Dengan kata lain, mereka tidak merasa seperti korban dalam sebuah takdir.

Mereka melihat kesuksesan sebagai fungsi motivasi dan kemampuan mereka, bukan keburuntungan, kesempatan yang acak, atau takdir.

Mereka membawa kepercayaan ini bahkan ketika keberuntungan memiliki peran yang krusial dalam kesuksesan mereka.

Jika kepercayaan diri memiliki kekuatan, bisakah kita memalsukannya ketika kita tidak punya?

• • •

Pernah mendengar nasihat “fake it till you make it!”?

Jika kita tidak memiliki kepercayaan diri, kita hanya butuh berpuran-pura percaya diri sampai benar-benar mempunyainya.

Tetapi, disinilah masalahnya.

Kita bisa memalsukan kekuatan. Kita bisa memalsukan kepercayaan diri. Tetapi apakah kita bisa selalu menjaga ilusi itu 24/7?

Dan Ariely pernah melakukan sebuah penelitian dimana orang-orang diberi kesempatan untuk menyontek ketika ujian.

Tentu saja mereka yang mengeksploitasi kesempatan itu melakukan ujian itu dengan baik. Tetapi hal yang menarik adalah, ketika menyurvei tentang bagaimana pendapat mereka untuk mengerjakan ujian lain, para penyontek menilai diri mereka lebih hebat daripada yang tidak menyontek.

Bukannya jujur bahwa kesuksesan mereka adalah karena hasil berbuat curang, mereka malah berpikir bahwa kesuksesan itu adalah karena mereka pintar.

Mereka berakhir dengan menipu diri mereka sendiri.

• • •

Ahhhhh!!!!!

Jadi apa yang harus kita lakukan jika semuanya memiliki sisi negatif?

Oh, kita belum mencoba untuk percaya diri dengan dosis yang sedikit, kan?

Tomas Chamorro-Premuzic, psikolog yang kebanyakan bekerja di bidang profil kepribadian, analisis orang, dan pengembangan kepemimpinan, mengatakan:

Kepercayaan diri yang rendah bisa membuat kita menjadi seorang yang pesimis, tetapi ketika itu digabung dengan ambisi, hal itu akan menghasilkan penampilan yang luar biasa.

Terdengar baik untuk diterapkan, ya? Nyatanya tidak!

Ketika kita menerapkan kepercayaan diri yang rendah, kita akan dibayangi oleh perasaan buruk tentang bagaimana orang lain melihat kemampuan kita.

Sial! semakin kesini, semakin sulit. Semakin rumit.

• • •

Dari ketiga cara diatas, kita memang sudah mendapat jawaban, bahwa kepercayaan diri itu memang penting, tetapi kita belum menemukan jawaban atas pertanyaan:

“Bagaimana cara membuat kepercayaan diri tidak menyakiti kita?”

Tunggu, atau sebenarnya, kita menanyakan hal salah?

Bagaimana dengan yang satu ini: Bagaimana kalau kita membuang paradigma tentang kepercayaan diri?

Nah, itu lebih baik!

Tetapi, apa alternatifnya?

Profesor dari Universitas Texas, Kristin Neff mengatakan: Self-Compassion.

pentingnya rasa percaya diri

Yaitu kasih sayang kepada diri sendiri dalam hal ketidakmampuan, kegagalan, atau penderitaan yang dirasakan.

Sebagai manusia, akan ada waktu di mana kita akan jatuh, dan di masa itu kita tidak akan menjumpai kepercayaan diri, karena kepercayaan diri mengacu pada sejauh mana kita mengevaluasi diri secara positif yang didasarkan pada hasil dan perbandingan dengan orang lain.

Itulah alasan kenapa kita tidak bisa bergantung kepada kepercayaan diri, karena kepercayaan diri sendiri masih bergantung pada hasil yang secara tidak langsung menuntut dan menyuruh kita untuk tidak melakukan kesalahan.

Self-compassion menawarkan hal yang berbeda. Dia tidak bergantung pada hasil dan mengizinkan kita untuk melihat bahwa kita tidaklah sempurna.

Kabar baik lainnya adalah self-compassion tidak memiliki dampak negatif.

Mengapa?

  • Karena orang yang memiliki self-compassion tidak merasa butuh untuk secara terus menerus membuktikan diri mereka berhasil. Hal ini membuat mereka tidak akan membandingkan diri mereka dengan siapa pun yang bisa memberikan mereka rasa stres.
  • Karena ketika mereka gagal, mereka tidak akan melabeli diri mereka sebagai “pecundang.” Hal ini disebabkan karena mereka tidak melihat diri mereka ke dalam ruang “baik” atau “buruk” seperti kepercayaan diri. Mereka sadar bahwa mereka adalah manusia yang memiliki keterbatasan.

Dengan kata lain, mereka memfokuskan pada pemaafan diri ketika mereka tidak memenuhi ekspektasi mereka.

Hasil dari fMRI yang dilakukan juga menunjukan bahwa mengembangkan self-compassion akan meningkatkan kasih sayang kepada sesama. Sedangkan kepercayaan diri bisa membuat kita kehilangan empati.

• • •

Kesimpulan:

  • Kepercayaan diri yang tinggi bisa membuat kita menjadi sombong.
  • Berpura-pura untuk percaya diri menipu kita akan kemampuan diri sendiri.
  • Kepercayaan diri yang rendah membuat kita memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita.

Maka, daripada menerapkan kepercayaan diri, terapkanlah self-compassion.

Sadarilah, bahwa kita hanyalah manusia yang selalu dalam kekurangan. Maka, kasih sayang dan pemaafan diri adalah solusi terbaiknya.

 


FOOTNOTES

  1. Gary Kasparov menjadi pembicara di TED dengan materi Don’t fear intelligent machines. Work with them. Disitu dia menjelaskan bahwa kita seharusnya tidak usah takut dengan perkembangan teknologi. Justru kita harus selalu berkembang dan bekerjasama dengan teknologi.
  2. Biografi Kasparov bisa kamu baca lebih lengkap di Garry Kasparov dan Kasparov Biography
  3. Cerita yang berhubungan dengan pertandingan Kasparov di Hamburg bisa kamu baca di Simultaneous exhibition dan Kasparov Simul vs 32 Micros Hamburg 1985
  4. Pertandingan Kasparov dengan Deep Blue adalah salah satu pertandingan luar biasa untuk tetap dibicarakan. Baca selengkapnya di Deep Blue defeats Garry Kasparov in chess match, Deep Blue versus Garry Kasparov, Deep Blue versus Garry Kasparov, Did a Computer Bug Help Deep Blue Beat Kasparov?, Famous Bugs: A Random Bug Defeats a Chess Grandmaster, dan Kasparov vs. Deep Blue | The Match That Changed History.
  5. Gagasan utama tentang self compassion aku dapatkan dari buku Barking Up The Wrong Tree karya Eric Barker yang bisa kamu baca di reading notes. Penjelasan self-compasssion akan jauh lebih lengkap jika kamu membaca hasil penelitiannya disini Self-Compassion: What it is, what it does, and how it relates to mindfulness. dan tambahan dari Wikipedia Self-compassion – Wikipedia.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.