Digital Minimalism: Choosing A Focused Life In A Noisy World memberikan kita panduan bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin.

Hal yang jelas adalah hubungan kita dengan teknologi adalah sesuatu yang rumit. Manfaat dan kerugian yang bercampur di dalamnya membuat kita kehilangan tujuan yang kita targetkan.

My Reading Notes

  • Declutter memberi kita ruang untuk memahami apa hal yang paling bernilai bagi kita.
  • Teknologi menciptakan sesuatu yang bisa membuat kita kecanduan. Kita kemudian kehilangan kendali dengan menganggap bahwa semua hal yang diberikan teknologi berguna dan sehat.
  • Digital minimalism adalah sebuah filosofi penggunaan teknologi di mana kita memfokuskan waktu online pada sejumlah kecil kegiatan yang dipilih dan dioptimalkan dengan hati-hati—sesuatu yang sangat mendukung hal-hal yang kita hargai dan kemudian dengan senang hati melewatkan yang lainnya.
  • Orang yang menerapkan digital minimalism tidak masalah akan melewatkan hal-hal kecil. Yang lebih mereka khawatirkan adalah kehilangan hal besar yang mereka tahu akan membuat kehidupan mereka lebih baik.
  • Seorang digital minimalist percaya bahwa kehidupan digital dibentuk dengan hati-hati mengumpulkan keperluan mereka untuk memberikan manfaat besar dan jelas.
  • Prinsip dari digital minimalism ada 3 hal:
    • Mengurangi suatu hal memiliki harga yang mahal. Mengakui bahwa mengacaukan waktu dan perhatian mereka dengan terlalu banyak perangkat, aplikasi, dan layanan menciptakan biaya negatif keseluruhan yang dapat menenggelamkan manfaat kecil.
    • Optimasi itu penting. Digital minimalist percaya bahwa menentukan teknologi tertentu yang mendukung sesuatu yang mereka hargai hanyalah langkah pertama. Untuk benar-benar mengekstrak manfaat potensial sepenuhnya, perlu dipikirkan dengan cermat tentang bagaimana mereka akan menggunakan teknologi.
    • Kesengajaan yang memuaskan. Digital minimalist mendapatkan kepuasan yang signifikan dari komitmen mereka yang disengaja tentang bagaimana mereka terlibat dengan teknologi.
  • Ekonomi standar menunjukkan bahwa semakin kita banyak menerima semakin baik hal yang kita dapatkan. Tetapi dalam ekonomi barunya Thoreau, kita dituntut untuk menyeimbangkan keuntungan dan harga yang harus dibayar dalam kehidupan. Maukah kamu mengorbankan kehidupanmu untuk menggunakan sesuatu yang hanya memberikan manfaat kecil? Untuk mengatasi ini, kita harus bisa mencari cara lain yang memberikan manfaat sama tetapi bisa ditempuh dalam waktu yang relatif cepat. Daripada mendapatkan informasi dari internet yang juga menyajikan banyak gangguan, mengapa tidak tidak memilih membaca buku saja. Daripada menonton video Youtube yang berakhir dengan video yang tidak direncanakan, mengapa tidak menghadiri seminar.

Keep calculating, keep weighing. What exactly do I gain, or lose?

— Henry David Thoreau

  • The Digital Declutter Process: Mengambil istirahat dari teknologi opsional (teknologi yang sebenarnya tidak menunjang apa pun, memberikan sedikit manfaat, memberikan dampak negatif) selama tiga puluh hari. Selama tiga puluh hari istirahat ini, jelajahi dan temukan kembali kegiatan yang menurutmu bisa memuaskan dan bermakna. Di akhir masa istirahat, perkenalkan kembali teknologi opsional ke dalam hidupmu, mulai dari batu tulis kosong. Untuk setiap teknologi yang kamu perkenalkan, tentukan nilai apa yang dilayaninya dalam hidupmu dan seberapa spesifik kamu akan menggunakannya untuk memaksimalkan nilai ini.
  • LANGKAH # 1: MENENTUKAN ATURAN TEKNOLOGI
    Langkah pertama dari proses declutter adalah menentukan teknologi mana yang termasuk dalam kategori “opsional” . Pertimbangkan teknologi opsional berdasarkan dampak yang akan diberikan secara signifikan—bisa mengganggu operasi harian kehidupan profesional atau pribadi tidak?.‍
    Namun, jangan dibuat bingung dengan kata “nyaman” dengan “penting.” Adalah hal yang tidak nyaman kehilangan akses ke grup Facebook yang mengumumkan acara kampus, tetapi dalam periode tiga puluh hari, kurangnya informasi ini tidak akan menyebabkan kerusakan yang serius pada dirimu, kehidupan sosial.
  • LANGKAH # 2: AMBIL ISTIRAHAT SELAMA 30 HARI
    Selama proses sebulan penuh ini, kamu harus secara agresif mengeksplorasi aktivitas berkualitas tinggi untuk mengisi waktu yang kosong. Periode ini harus menjadi salah satu aktivitas dan eksperimen yang berat .‍
  • LANGKAH # 3: PENGENALAN ULANG TEKNOLOGI
    Tujuan dari langkah terakhir ini adalah mulai dari nol dan hanya membiarkan teknologi kembali ke kehidupanmu dengan standar yang ketat.
    Untuk menyajikan teknologi opsional kembali ke kehidupanmu di akhir digital declutter, itu harus:
    • Menyajikan sesuatu yang sangat kamu hargai (menawarkan beberapa manfaat saja tidak cukup).
    • Cara terbaik untuk menggunakan teknologi opsional lagi adalah menyajikani nilai yang baik (jika tidak, gantikan dengan sesuatu yang lebih baik).
    • Batasi dengan prosedur yang menentukan kapan dan bagaimana kamu menggunakannya.
  • Solitude Deprivation: Suatu keadaan di mana kita menghabiskan hampir nol waktu untuk sendirian dengan pikiran kita sendiri dan bebas dari masukan pikiran lain.
  • Ketika kita menghindari kesendirian, kita melewatkan hal positif yang dibawanya—kemampuan untuk mengklarifikasi masalah yang sulit, mengelola emosi, membangun keberanian moral dan memperkuat hubungan. Semakin kita kehilangan kesendirian, semakain menurun kualitas hidup kita.
  • Untuk menghindari kekurangan kesendirian, kita bisa melakukan:
    • LATIHAN: MENINGGALKAN TELEPON DI RUMAH
      90% kehidupan kita sehari-hari, keberadaan ponsel bukanlah sebuah masalah atau justru membuat segalanya sedikit lebih nyaman. Mereka bermanfaat, tetapi adalah hal yang dilebih-lebihkan untuk meyakini bahwa keberadaannya di mana-mana adalah hal yang sangat penting. Latihan ini mengajarkan bahwa ada waktu tanpa telepon bukanlah sebuah masalah.
    • LATIHAN: JALAN-JALAN
      “Hanya pikiran yang dicapai dengan berjalan yang memiliki nilai” adalah kutipan Nietzsche untuk menggarisbawahi penghargaannya terhadap berjalan.
      Berlatihlah untuk jalan-jalan sendirian, tidak hanya sendiri, tetapi juga tanpa ponselmu untuk merasakan manfaat terbesar dari praktik ini. ‍
    • LATIHAN: MENULIS SURAT KEPADA DIRI‍
      Menulis memberikan kita jalan ketika menemui masalah, emosi yang sulit. Menulis memberikan kita kejelasan, memberikan kita kebebasan terhadap masukan dari luar, dan membuat pikiran kita terorganisir.
  • Semakin kita menggunakan media sosial, semakin kita mengurangi interaksi luring. Padahal, otak kita berkembang hanya ketika kita berkomunikasi secara luring dan saling berhadapan. Hal ini dikarenakan otak kita akan menyerap banyak informasi yang tidak dimiliki interaksi daring—bahasa tubuh, ekspresi wajah, nada bicara.
  • Kehidupan yang baik membutuhkan kegiatan yang tidak menyajikan tujuan lain selain kepuasan yang dihasilkan dari kegiatan itu sendiri.
  • Para digital minimalist yang sukses cenderung mengubah apa yang mereka lakukan dengan waktu luang mereka terlebih dahulu—membangun kegiatan yang berkualitas tinggi sebelum menyisihkan kebiasaan digital yang buruk.
  • Kegiatan yang berkualitas itu bisa dibangung dengan: memprioritaskan kegiatan daripada konsumsi pasif, menggunakan keterampilan untuk menghasilkan hal-hal berharga di dunia fisik, mencari kegiatan yang membutuhkan interaksi sosial dunia nyata dan terstruktur.
  • Jadwalkan sebelumnya waktu-waktu yang digunakan untuk waktu luang yang tidak berkulitas. Ini adalah waktu yang spesifik di mana kita bisa menjelajah internet, media sosial, dan menonton video daring. Di luar jadwal ini, tetaplah luring. Awalnya hal ini akan sulit, jadi lakukan secara sedikit demi sedikit.

Investing energy into something hard but worthwhile almost always returns much richer rewards.

— Cal Newport

MENIKMATI CATATAN BUKU SEPERTI INI?

Aku merangkum setiap buku yang aku baca. Baca rangkuman lainnya di sini!