Dopamin, Aku butuh kamu

Dopamin, Aku Butuh Kamu

Apa yang kita pertama kali lakukan saat bangun tidur? atau sebelum tidur? melihat handphone?

Saat mengerjakan tugas sekolah? melihat handphone?

mengerjakan deadline kantor? melihat handphone?

Kehidupan nyata sudah tidak cukup lagi bagi kita

Kita dibombardir setiap hari dengan mudah, dengan instant dan dengan dosis yang berlebih untuk mendapatkan hormon dopamin.

Video games, aplikasi handphone, iklan, video youtube, sosial media menawarkan kepada kita cara cepat mendapatkan kebahagiaan tanpa membutuhkan waktu yang lama.

Menawarkan kepada kita cara cepat untuk lari dari masalah,

Menawarkan kepada kita cara cepat mendapatkan validasi masyarakat.

Yang lebih baik lagi adalah semua itu telah menawarkan kita bagaimana hidup dengan tidak fokus, dan bagaimana melalui hidup tanpa tujuan.

Ya, mereka seperti menyihir kita, melupakan kita, meninabobokkan kita sejenak, bahwa waktu seolah bisa menunggu kita, dengan embel-embel kata “besok”.

Ah, besok aja lah ngerjain PR.

Ah. besok aja lah belajarnya.

Ah besok, besok, dan besok.

Sampai kita ditepuk oleh waktu “besok adalah harinya”, disitulah baru kita mengeluarkan semua energi untuk belajar, untuk membuat hasil akhir menjadi terbaik.

Tidakkah hal seperti ini sebenarnya justru membuat kita keteteran, membuat kita tergesa-gesa, membuat kita lebih tidak bisa tenang.

Ingatlah, bahwa waktu kita terbatas!

Pernahkan kita berpikir bagaimana orang-orang hebat yang mendapat kesuksesannya.

Apakah mereka lebih pintar dari kita? Apakah mereka lebih bertalenta dari kita?

Dan jawabannya adalah sama sekali tidak!

Semua yang mereka dapatkan salah satunya karena hormon dopamin.

Orang-orang kreatif, jenius yang menciptakan penemuan mungkin terlihat sama dimata kita, tapi sebenarnya mereka memiliki sesuatu yang tidak bisa dilihat orang- orang. Mereka memiliki kadar dopamin yang tinggi.

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa buku panduan tentang cara membuang dan membangun kebiasaan ( di dukung dengan ilmu ilmiah ) sudah bisa kamu download. Ingin merubah kebiasaan dan hidup?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

• • •

APA ITU DOPAMIN?

Dopamin adalah neurotransmitter yang diproduksi oleh otak kita, yang mendorong kita melakukan sesuatu. Dia seperti pembawa pesan kimia ke otak dan bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal dari sistem saraf pusat. Dopamin juga disebut sebagai “reward chemical” karena fungsinya yang bisa membuat kita merasa senang karena sedang atau telah mengerjakan sesuatu.

Efek Dopamine pada otak bergantung pada beberapa faktor yang berbeda dan dipengaruhi oleh tipe neuron lain yang dikombinasikan dengannya.

Para ilmuwan awalnya mengira bahwa zat ini terkait dengan kesenangan nyata, kesenangan yang kita alami. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, para ahli menemukan bahwa dopamin lebih terkait dengan kesenangan dan motivasi antisipatif.

Dopamin, Aku butuh kamu

 

• • •

FUNGSI DOPAMIN

Tak kenal maka tak sayang. Setelah tahu apa dopamin itu, sekarang saatnya kita melihat, apakah fungsi memilikinya.

Karena semakin kita mengetahui fungsinya, semakin bisa kita memaksimalkan di kehidupan kita.

INGATAN

Dalam korteks prefrontal, bagian utama otak yang berhubungan dengan pemikiran tingkat tinggi, sekresi dopamin membantu meningkatkan daya ingat kita.

Kadar dopamin di sini sangat sensitif sehingga sedikit peningkatan atau menurun ke jumlah normal dapat menyebabkan kita kesulitan mengingat.

Karena dopamin mempengaruhi ingatan, maka itu sama artinya bahwa dia juga mempengaruhi proses belajar dan bagaimana mempertahankan informasi.

Ketika dopamin hadir dalam kegiatan yang kita lakukan, kita akan mudah untuk mengingat informasi yang terlibat. Namun, jika tidak ada, dalam banyak kasus, kita tidak akan mendapatkan informasi apa-apa.

Dopamin terikat dengan pusat hadiah. Jadi jika kita tidak tertarik pada aktivitas tertentu atau mempelajari subjek tertentu, tingkat dopamin akan menurun di korteks prefrontal. Jika ini terjadi, maka otak tidak akan merasakan motivasi untuk mengingat fakta yang disajikan kepada.

Hal ini juga menjelasakan kenapa masih banyak siswa yang belum mengerti atau mudah lupa dengan informasi di kelas meskipun mereka diberikan penjelasan yang menyeluruh.

Untuk meningkatkan motivasi kita dalam belajar, kita harus menyajikan informasi yang dipelajari dengan cara yang baru, menyenangkan, dan memberi efek bahagia.

PERGERAKAN

Struktur utama di otak yang mengontrol semua jenis gerakan tubuh kita adalah basal ganglia. Agar ganglia basal kita berfungsi pada efisiensi puncak, ia bergantung pada sekresi sejumlah spesifik dopamin dari neuron tetangga.

Ketika tidak cukup dopamin mencapai basal ganglia, gerakan sukarela ( ekspresi pikiran melalui tindakan ) dapat menjadi tertunda atau tidak terkoordinasi, yang umum terjadi pada penyakit Parkinson.

Namun, jika basal ganglia menerima terlalu banyak dopamin, maka akan menyebabkan tubuh melakukan gerakan yang tidak perlu. Hal ini terjadi pada gejala umum sindrom Gilles de la Tourette.

PERHATIAN

Dopamin memungkinkan kita untuk tetap fokus. Ia bekerja dengan menanggapi penglihatan (saraf optik), yang menyebabkan kita mengarahkan perhatian ke tugas atau aktivitas tertentu.

Neurotransmitter ini mungkin bertanggung jawab atas konten apa yang tersimpan dalam ingatan jangka pendek kita ( bagian dari korteks prefrontal yang membuat kita fokus ).

Ketika kadar dopamin terlalu rendah, maka ini dapat menyebabkan Attention Deficit Disorder (ADD) – Kondisi kronis dimana kita kesulitan dalam memusatkan perhatian.

SAKIT

Bersamaan dengan pengalaman menarik, dopamine juga dilepaskan ketika kita mengalami rangsangan yang tidak diinginkan atau tidak menyenangkan, seperti ketika terlibat dalam pertengkaran.

TIDUR

Peningkatan kadar dopamin di otak berhubungan dengan peningkatan perasaan terjaga.

Biasanya, otak akan mengeluarkan lebih banyak dopamin selama siang hari sehingga kita dapat tetap terjaga dan merasa berenergi.

Namun, ketika malam datang, kadar dopamin menurun, dan melatonin disekresikan sehingga kita merasa mengantuk.

Inilah sebabnya mengapa pasien penyakit Parkinson cenderung merasakan kantuk kronis – karena mereka selalu kekurangan dopamin yang dilepaskan.

Pasien yang menderita psikosis atau skizofrenia ( gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku ) memiliki jumlah dopamin yang sangat tinggi di otak mereka, sehingga mereka biasanya mengambil obat antipsikotik karena ini menurunkan tingkat dopamin mereka dan memungkinkan mereka untuk merasa tenang, tenang, dan mengantuk

MOOD

Karena dopamin adalah zat kimia yang mendorong perasaan senang, itu membuat kita berharap untuk menikmati hidup dan berbagai kegiatan. Tak jarang dopamin disebut juga sebagai “ The Molecule of Happiness ”.

Dopamine cenderung menjadi penjelasan ilmiah mengapa kita bisa bahagia atau mengalami kepuasan.

Penelitian baru menunjukkan bahwa unsur kimia ini berperan dalam depresi, bersama dengan neurotransmitter lainnya serotonin dan norepinefrin.

KESENANGAN

Dopamin adalah zat kimia utama di otak  yang mengatur bagaimana kita merasakan dan mengalami kesenangan.

Selama momen atau situasi yang menyenangkan, neurotransmitter ini dilepaskan, yang menyebabkan seseorang mencari aktivitas yang diinginkan berulang kali.

Makan (terutama makanan dengan kadar gula tinggi), bermain video games, merokok, melakukan hubungan seksual adalah stimulan dopamin yang dilepaskan di otak. Inilah alasan mengapa kegiatan ini biasanya menyenangkan dan mengapa orang terus terlibat di dalamnya.

KECANDUAN

Banyak obat-obatan terlarang yang bekerja dengan menargetkan neurotransmiter dopamin di otak kita.

Obat-obatan itu menghasilkan dopamin ekstra yang menyebabkan seseorang mengalami perasaan senang dan kecanduan yang tinggi dan akhirnya menginginkan lebih banyak obat di kemudian hari.

KEPRIBADIAN

Salah satu ciri kepribadian yang paling menentukan kita adalah tingkat ekstraversi (  sikap atau tipe kepribadian seseorang yang minatnya lebih mengarah ke alam luar dan fenomena sosial daripada terhadap dirinya dan pengalamannya sendiri).

Ekstraversi memiliki dua komponen utama: interaksi sosial dan impulsivitas. Sifat ini sangat tergantung pada dopamin.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang impulsif mengaktifkan sirkuit dopamin lebih cepat daripada yang lain. Namun, orang-orang ini memiliki lebih banyak risiko untuk mengembangkan perilaku impulsif yang berbahaya.

• • •

KELEBIHAN DAN KEKURANGN DOPAMIN

Kelebihan atau kekurangan dopamin akan menimbulkan dampak yang negatif pada diri kita. 

Ketika kita memiliki terlalu sedikit dopamine, kita cenderung merasa bosan, tidak termotivasi, atau depresi. Juga mungkin untuk mengalami anhedonia, yang membuatnya sulit untuk merasakan dan menikmati kesenangan.

Beberapa masalah umum yang dicirikan oleh tingkat rendah dopamine adalah depresi, fobia sosial, ADHD, dan Penyakit Parkinson, yang mengapa obat yang umumnya diresepkan untuk masalah ini meningkatkan jumlah dopamin di otak.

Obat-obatan ini membantu meningkatkan dopamin dalam dosis kecil. Gangguan ini (kecuali Parkinson) tidak disebabkan oleh kurangnya dopamine, tetapi lebih disebabkan karena penurunan secara aktif dalm mencari rangsangan yang menyenangkan dan yang memberu motivasi.

Tingkat dopamin yang tinggi dikaitkan dengan gangguan mental seperti skizofrenia dan gangguan bipolar. Obat untuk mengobati gangguan ini biasanya meresepkan inhibitor dopamin, yang membuat dopamin membutuhkan waktu lebih lama untuk berpindah dari neuron ke neuron (memperlambat).

• • •

CARA MENINGKATKAN DOPAMIN

Dari semua penjelasan diatas, maka bisa kita simpulkan bahwa, kebanyakan, dopamin bisa didapat dari melakukan suatu hal yang memberikan kita kesengangan.

Masalah yang muncul kemudian adalah, otak kita hanya tahu bahwa mendapatkan dopamin dalam waktu yang singkat adalah hal yang dibutuhkan. Dia tidak peduli apakah hal itu salah atau benar.

Dari sini kita memiliki 2 cara untuk mendapatkan dopamin, yang pada akhirnya semua akan memberimu perasaan “yes, aku berhasil”.

1. CARA TIDAK SEHAT

Cara tidak sehat ini berakar pada diri kita yang tidak mengetahui atau tetap menghiraukan bagaimana dopamin bekerja.

Alhasil, sering kali kita melakukan hal yang tidak selaras dengan tujuan kita.

Dopamin telah menundukkan kita untuk selalu fokus pada hal yang masih sulit kita kendalikan. Dan kegiatan tidak sehat yang menghasilkan dopamin antara lain :

  • Merokok.
  • Minum alkohol.
  • Narkoba.
  • Menonton Youtube.
  • Bermain video games.
  • Scrolling social media.

Dan memang, cara diatas adalah  adalah cara yang paling cepat untuk mendapatkan dopamin, tapi memiliki efek yang buruk bagi kehidupan kita.

Kita tidak akan benar-benar mendapatkan manfaat darinya keculai rasa senang, meskipun hormon dopamin yang dihasilkan sangat tinggi.

2. CARA SEHAT

Cara sehat berakar pada diri kita yang paham bagaimana dopamin bekerja, bagaimana efek yang ditimbulkan, dan di imbangi dengan tindakan nyata.

Hasilnya, kita akan selalu bisa mengendalikan diri untuk melakukan kegiatan yang selaras dengan tujuan kita.

Di titik kesadaran ini, kita yang akan mengendalikan dopamin. Kegiatan yang bisa kita lakukan adalah :

  • Membaca.
  • Meditasi.
  • Berolahraga.
  • Menulis.
  • Mendengarkan audio books.
  • Makan makanan yang sehat.

• • •

JANGAN DIBOHONGI DOPAMIN

Ketika otak melepaskan dopamin sebagai respons terhadap rangsangan alami, kebahagiaan yang kita rasakan adalah nyata.

Sebaliknya, ketika itu adalah produk aktivasi oleh obat, itu adalah “kebahagiaan” buatan.

Dopamin adalah salah satu yang paling terkait dengan sensasi kesenangan dan motivasi untuk mencari kesenangan itu.

Maka, dengan memahami bagaimana dopamin bekerja, dan bagaimana pengaruh yang ditimbulkan, kita akan bisa menghindari kebahagiaan yang semu dan palsu. Karena sejatinya, kebahagiaan yang kita cari adalah kebahagiaan jangka panjang yang diiringi dengan dampak-dampak positif.

In accounts of men in battle, there is an incredible adrenaline rush from group versus group conflict. The fervor and passion of partisans is clearly rewarding. And if it’s rewarding, it involves dopamin. And if it involves dopamin, then it is potentially addictive.

— Jonathan Haidt


FOOTNOTES

1. Fungsi dopamin secara lengkap dibahas oleh blog.cognifit. Silahkan dibaca disana.