Pertarungan Dua Serigala : Dua Versi Dirimu Yang Saling Bertentangan

Pertarungan Dua Serigala : Dua Versi Dirimu Yang Saling Bertentangan

Suatu hari, Seorang Cherokee yang tua sedang mengajarkan kehidupan kepada cucu laki-lakinya :

“Pertarungan sedang terjadi di dalam diriku” katanya kepada cucu nya itu.

“Ini adalah pertarungan yang mengerikan dan itu terjadi di antara dua serigala. Yang satu jahat – dia adalah kemarahan, iri hati, kesedihan, penyesalan, keserakahan, kesombongan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, kebencian, rendah diri, kebohongan, kesombongan palsu, superioritas, dan ego. ”

Dia melanjutkan, “Sedangkan yang satunya adalah baik – dia adalah sukacita, kedamaian, cinta, harapan, ketenangan, kerendahan hati, kebaikan, kebajikan, empati, kedermawanan, kebenaran, kasih sayang, dan iman. Pertarungan yang sama juga terjadi di dalam dirimu – dan di dalam setiap orang lain juga. ”

Sang cucu memikirkannya selama beberapa saat dan kemudian bertanya kepada kakeknya:

“Serigala mana yang akan menang?”

Cherokee tua itu hanya menjawab, “Yang kamu beri makan.”

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa aku telah menyelesaikan sebuah buku tentang minimalisme – seni melepaskan dan merelakan. Ingin lebih tahu tentang apa itu minimalsime?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

———

PELAJARAN YANG BISA DIAMBIL

Cerita diatas adalah cerita turun-temurun penduduk asli Amerika ( Cherokee ).

Lalu, pelajaran apa yang bisa kita dapat dari cerita tersebut?

Kita selalu mempunyai dua versi dalam diri kita. Dua versi dalam diri kita tersebut digambarkan dengan 2 ekor serigala.

Satu adalah serigala yang baik ( versi baik kita ), yang selalu membawa sukacita, kedamaian, cinta, harapan, ketenangan, kerendahan hati, kebaikan, kebajikan, empati, kedermawanan, kebenaran, kasih sayang, dan iman.

Sedangkan satunya adalah serigala yang jahat ( versi jahat kita ), yang selalu membawa kemarahan, iri hati, kesedihan, penyesalan, keserakahan, kesombongan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, kebencian, rendah diri, kebohongan, kesombongan palsu, superioritas, dan ego.

Fakta yang harus kita hadapi adalah bahwa pertarungan dua serigala itu akan terjadi selamanya. Akan terus berlangsung selama nafas masih kita hembuskan.

Jangan jauh-jauh menengok kebelakang. Cukup renungkan hari ini saja, peristiwa apa yang membuat dua versi kita bertarung?

  • Tidak bersemangat ketika harus bangun pagi untuk bekerja.
  • Menahan hawa nafsu tentang segala hal yang menjadi larangan agama. 
  • Menunda segala tugas yang harusnya diselesaikan.
  • Makan secara berlebihan.
  • Meng”iya”kan ajakan teman yang sebenarnya sesuatu yang tidak kamu suka.

Kita akan selalu dan selalu dihadapkan pada pilihan baik dan pilihan yang buruk.

Tetapi, masalah yang masih sama adalah, kita sulit untuk memilih mana yang harus diambil. Bahkan sering kali serigala jahatlah yang menjadi pemenangnya.

Bayangkan jika kita selalu menuruti serigala jahat di diri kita.

Kita akan selalu memilih untuk menuruti hawa nafsu yang tidak akan pernah habis, tidak melakukan sesuatu perubahan yang baik, tidak mencapai apapun yang kita butuhkan, dan selalu berkubang pada hal yang menyusahkan kita.

Kita akan selalu kehilangan momentum untuk bergerak kedepan jika selalu memenangkan serigala jahat.

Kita akan dipaksa selalu mundur dan tertinggal. dan serigala jahat itu akan semakin kuat hari demi harinya.

Sedangkan, jika kita menuruti serigala baik. Kita akan selalu bisa mencapai semua yang dibutuhkan, tidak pernah menunda, menyesal, sedih dan menjadi orang yang selalu bekerja dan bersyukur.

———

BERI MAKAN SERIGALA DENGAN BENAR

Dua serigala itu akan mulai bekerja ketika diberi makan.

Maksud diberi makan disini adalah memberikan hak untuknya atau menuruti apa yang serigala itu inginkan.

  • Ketika ingin menyelesaikan skripsi, kalian memilih untuk menundanya, dan malah menghabiskan hari kalian dengan bersantai dan menganggap waktu yang masih panjang. Kalian menuruti serigala jahat.
  • Ketika dalam suasana berkumpul, tiba-tiba temanmu menawarkan minuman beralkohol. Hati  kalian akan terguncang untuk memilih. Kalian takut mengecewakan teman kalian, tetapi di lain sisi itu bukanlah hal yang dibolehkan. Beruntungnya kalian menuruti serigala baik dan memilih untuk tidak meminum.

Kita tahu kita ini lemah. Kita masih selalu melakukan kesalahan. Terkadang kita berpihak kepada serigala baik, terkadang sebaliknya.

Ironisnya, kita lebih mudah menuruti segala apa yang diinginkan serigala jahat dibanding dengan serigala baik.

Kenapa?

Karena serigala jahat memberikan dorongan kepada pilihan yang mudah, dan tidak membutuhkan usaha yang besar.

Hasilnya?

Kalian akan mendapatkan hadiah berupa sensasi yang melegakan, kesenangan yang instan tanpa usaha yang banyak.

Sedangkan serigala yang kedua sangatlah berbeda. Dia sangat sulit untuk diberi makan, sangat menantang, melelahkan dan membutuhkan waktu untuk  mendapatkan apa yang kita inginkan.

Memilih serigala ini juga akan memakan banyak energi, dan membutuhkan proses untuk melihat hasilnya.

Serigala mana yang akan kamu beri makan akan menentukan siapa dirimu.

Tapi ingatlah bahwa kita harus selalu memberi makan serigala yang kedua meskipun itu lebih sulit.

Tahukah kalian dimana dua serigala itu?

Dua serigala itu bersemayam tepat di dalam hati kita.

Sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak. Maka seluruh tubuh juga rusakKetahuilah segumpal daging itu adalah hati.

— HR. Muslim

———

MEMBERI MAKAN KEDUA SERIGALA

Ada dua versi tentang cerita cherokee ini. Akhir cerita diatas adalah versi pertama, sedangkan versi kedua adalah seperti ini :

Cherokee tua hanya menjawab, “Jika kamu memberi mereka makan dengan benar, mereka berdua menang.”

Dan ceritanya berlanjut: “Kamu lihat, jika saya hanya memilih untuk memberi makan serigala yang baik, yang jahat akan bersembunyi di setiap sudut dan menunggu saya terganggu, menjadi lemah dan melompat untuk mendapatkan perhatian yang sangat dia dambakan. Dia akan selalu marah dan akan selalu melawan serigala baik.

Tetapi jika aku mengakuinya, dia bahagia dan serigala baik juga bahagia. Kita semua menang.

Untuk serigala jahat memiliki banyak kualitas – keuletan, keberanian, berkemauan keras. Ini adalah hal-hal yang tidak dimiliki serigala baik.

Tetapi serigala baik memiliki welas asih, kepedulian, kepercayaan, dan kemampuan untuk mengenali apa yang terbaik bagi semua orang.

Kau lihat, Nak, serigala baik membutuhkan serigala jahat di sisinya. Memberi makan satu diantara mereka akan membuat yang lain kelaparan dan mereka akan menjadi tak terkendali.

Memberi makan dan merawat keduanya berarti membuat mereka melayanimu dengan baik dan tidak melakukan apa pun yang bukan bagian dari sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang baik, sesuatu yang hidup.

Beri makan keduanya dan tidak akan ada lagi perjuangan internal yang menghabiskan perhatianmu.

Dan ketika tidak ada pertempuran di dalam, Kamu dapat mendengarkan suara-suara yang lebih dalam yang akan memandumu untuk memilih apa yang benar di setiap keadaan.

Damai, adalah misi Cherokee dalam hidup. Seorang pria atau wanita yang memiliki kedamaian di dalam akan memiliki segalanya. Seorang lelaki atau wanita yang terjerumus karena perang di dalam dirinya tidak akan memiliki apa-apa.

Bagaimana kamu memilih untuk berinteraksi dengan kekuatan yang benar dan salah dalam dirimu akan menentukan hidupmu. Membiarkan satu atau yang lain akan membimbing mereka berdua. ”

Maka, cara yang terbaik adalah bukan menuruti segala apa yang diperintahkan serigala jahat. Tetapi kita hanya diharuskan mengakuinya dan menerimanya tanpa melakukan apa yang diinginkanya.

  • Jika kalian sedang didera masalah. Jangan menuruti kesedihan untuk menyerah. Tetapi, terima kesedihan itu dan bergeraklah untuk menjejakkan langkah yang baru.
  • Jika kalian melihat tugas yang menyulitkan. Jangan menuruti rasa malas yang menyuruh kita menunda. Tetapi kerjakan sedikit demi sedikit. Mulailah dari yang terkecil untuk mencapai sesuatu yang besar.
  •  Jika kalian melihat orang yang tidak hati-hati dijalan. Jangan menuruti kemarahan untuk mengumpatnya. Tetapi doakanlah dia agar selalu diberi keselamatan dijalan.
  • Jika kalian melihat wanita cantik. Jangan menuruti hawa nafsu untuk menggodanya. Tetapi palingkanlah pandanganmu agar selalu dijaga dari perbuatan zina.

Sesungguhnya apabila seorang mukmin berbuat dosa, maka akan ada titik hitam di dalam hatinya, jika ia bertaubat, meninggalkannya serta meminta ampun naka hatinya akan kembali putih, namun jika ia menambah (dosanya) maka akan bertambah (titik hitam), maka itulah penutup (hati) yang di sebutkan dalam firman Allah dalam kitab-Nya; Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (QS Al Muthafifin; 14).

— HR. Ibnu Majah