Dunning-Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Kenalkan ini adi

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Adi akan menghadapi ujian bahasa inggris besok.

Dia belajar dengan giat dan mempersiapkan semuanya dengan baik.

Tak jarang juga dia pergi ke perpustakaan untuk menambah referensi belajarnya.

1-2 jam selalu dihabiskan Adi untuk belajar.

• • •

Ini adalah Tono

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Tono adalah teman Adi satu kelas.

Saat mengetahui bahwa besok akan ada ujian bahasa inggris, Tono bersemangat untuk belajar nanti malam.

Buku dibaca, materi dipelajari.

Hanya selama 30 menit Tono belajar.

Sisanya?

Tono menghibur diri dengan menonton video di YouTube, membuka Instagram dan bermain game.

• • •

Hari yang besar telah tiba, ujian bahasa inggris akan dimulai.

Lembar soal telah mendarat pada meja masing-masing.

Setiap murid membukanya dengan perlahan, dan dibacanya sekilas soal demi soal yang tertulis.

Dengan yakin, tanpa ada keraguan sedikitpun, Tono yakin bahwa dia akan mendapatkan nilai bagus pada ujian kali ini.

Sebaliknya, Adi yang menghabiskan waktu belajar yang lebih lama justru merasa tidak yakin dan khawatir dengan kemampuannya sendiri.

Pernahkan kalian merasa seperti ini atau menjumpai seseorang yang seperti ini?

Keadaan dimana orang yang memiliki kemampuan rendah justru merasa percaya diri daripada orang yang benar-benar memiliki kemampuan yang jauh lebih baik?

Dalam ilmu Psikologi keadaan ini disebut dengan Dunning-Kruger Effect.

• • •

Banyak orang yang memiliki kemampuan hebat pada suatu bidang tertentu akan mengakui bahwa mereka belum begitu berkompeten jika dibandingkan orang lain.

Tetapi tidak sedikit juga yang merasa percaya diri dengan kemampuannya meskipun sebenarnya mereka kurang atau bahkan tidak berkompeten dalam bidang tersebut.

Kepercayaan diri inilah yang bisa menjadikan bom waktu bagi diri sendiri.

Kenapa?

HUBUNGAN

Aku yakin sekali kita pernah bertemu dengan orang yang tidak memiliki kompetensi yang bagus pada bidang tertentu, tetapi menunjukkan dirinya bahwa dia bisa mengatasi semua itu.

Percaya diri itu boleh, sangat boleh. Tetapi, ketika itu tidak digunakan pada tempatnya, yang ada malah bisa melukai diri kita dan orang lain.

Bayangkan saja jika kalian memiliki teman sekantor bernama X.

Suatu ketika, Pak Bos memiliki masalah dengan printernya.

Karena teknisi yang bertugas sedang tidak ada, dan keadaan yang mendesak, Pak Bos meminta tolong kepada karyawannya.

Kebetulan disitu ada kamu dan si X.

Sebenarnya kamu memiliki kemampuan untuk memperbaikinya, tetapi tidak yakin dan tidak berani jika tidak disuruh langsung oleh Pak Bos.

Dengan kepala yang besar, si X menyanggupi apa kata Pak Bos.

Printer itupun diperbaiki.

Tapi sayang, setelah menunggu cukup lama, si X masih tidak bisa memperbaikinya.

Telinga pun terasa panas. Iya, Pak Bos marah.

Karena hal ini kepercayaan Pak Bos kepada si X jadi berkurang dan karena hal ini juga, hubungan Pak Bos dan X tidak harmonis.

MEREMEHKAN

Yang lebih buruk lagi ketika kita berada pada bias ini adalah, kita akan meremehkan kemampuan sesorang.

Dengan kemampuan yang kita punya, kita menganggap kalau kita masih memiliki kemampuan yang lebih jauh baiknya dibanding orang lain.

Kita buta akan kekurangan kita karena tertutup oleh kepercayaan diri yang tinggi.

Lalu kemudian akan muncul pertanyaan sombong….

” Kok bisa ada orang bodoh kayak gini? “

If You are very, very stupid. How can You possibly realize taht You are very, very stupid?

— John Cleese

• • •

THE DUNNING-KRUGER EFFECT

Jimmy Kimmel Live! adalah sebuah acara talk show malam di Amerika Serikat, dibuat dan dihost oleh Jimmy Kimmel dan disiarkan di ABC. Salah satu segmen pada acara ini adalah Lie Witness.

Di segmen Lie Witness ini merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana orang terjebak oleh Dunning-Kruger Effect.

Dalam episode Coachella 2013, narasumber ditanya sesuatu hal yang sebenarnya tidak ada.

Mereka ditanya tentang band, dan seluk beluk tentang musik pada acara Coachella 2013 tersebut.

Hasilnya?

Meskipun ditanya sesuatu hal yang tidak ada, narasumber dengan percaya diri menyampaikan jawaban seakan-akan mereka tahu semuanya.

Cek videonya jika kalian ingin melihat bagaimana reaksi muka narasumber.

Kenapa itu terjadi?

Mereka tidak mau terlihat tidak memiliki pengetahuan di depan kamera, dan terjebak dalam Dunning-Kruger Effect.

Bahkan William Shakespeare telah mengatakan hal yang berhubungan dengan ini lebih dari 400 tahun yang lalu.

The fool thinks himself to be wise, while a wise man knows himself to be a fool.

Dalam bias kognitif, keadaan ini disebut dengan illusionary superiority.

Pada tahun 1999, dua orang psikolog David Dunning dan asistennya Justin Kruger mengadakan sebuah eksperimen dan mengetes hipotesis mereka tentang fenomena ini. Hasil eksperimen ini kemudian diberi nama dengan  The Dunning-Kruger Effect.

Adapun hipotesis mereka terhadap orang yang mengalami Dunning-Kruger Effect ini adalah:

  1. Orang yang tidak berkompeten melebih-lebihkan kemampuan mereka.
  2. Mereka merendahkan kemampuan orang lain.
  3. Mereka gagal melihat ketidakmampuannya sendiri.
  4. Mereka hanya mau mengakui ketidakmampuan mereka jika mereka mendapatkan latihan tambahan.

• • •

HASIL EKSPERIMEN

Di dalam eksperimennya, Dunning dan Kruger menguji sekelompok mahasiswa dalam beberapa kategori: kompetensi menulis secara gramatikal, kemampuan untuk berpikir logis dan rasa humor pribadi.

Setelah mengetahui nilai ujian, mereka meminta siswa untuk memperkirakan hasil pribadi mereka. Dan disinilah Dunning dan Kruger menemukan hal yang aneh.

Ini adalah salah satu diagram tentang hasil eksperimen Dunning dan Kruger

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Mereka menemukan bahwa siswa yang kurang kompeten memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan ( terlalu percaya diri ) hasil mereka, meskipun nilai ujian mereka telah menempatkan mereka di persentil bawah.

Lebih mengejutkan lagi, siswa yang memiliki kemampuan lebih baik pada tes ini justru meremehkan hasil mereka.

• • •

KENAPA ORANG YANG TIDAK BERKOMPETEN LEBIH PERCAYA DIRI

Efek Dunning-Kruger ini tidak hanya terjadi di bidang akademis, tetapi juga terjadi di hampir setiap subjek dan situasi. Kalian akan menemukannya dima-mana jika memperthatikannya dengan seksama :

  • Sebuah perusahaan akan lebih memilih calon karyawan yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Tetapi pada saat di lapangan, mereka justru menunjukkan ketidakmampuan untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
  • Akan selalu ada teman kita yang seperti Google. Mereka tahu segala apa yang kita bicarakan. Tetapi faktanya setelah ditelusuri lebih jauh lagi, mereka sebenarnya tidak mengetahuinya sama sekali.
  • Setelah lulus kuliah kalian merasa lebih pintar dan berkompeten dari orang yang tidak kuliah. Tetapi saat bekerja, ternyata kemampuan kalian bisa lebih buruk dari mereka yang memiliki pendidikan dibawah kalian.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah…

” Kenapa orang yang tidak berkompeten justru memiliki kepercayaan diri yang tinggi? “

Orang yang paling tidak terampil justru sering melebih-lebihkan kemampuan mereka karena mereka tidak tahu berapa banyak yang tidak mereka ketahui.

Dengan kata lain, pemain yang buruk percaya bahwa mereka tahu segalanya dalam subjek tertentu dan karena itu mereka cenderung terlalu percaya diri tentang hal itu.     

Real knowledge is to know the extent of one’s ignorance.

— Confucius

Di sisi lain, orang yang memilki kapabilitas yang tinggi justru sadar dan tahu berapa banyak hal yang tidak mereka ketahui.

Sisi baiknya, mereka akan selalu belajar untuk menutup lubang ketidaktahuan mereka.

Sisi buruknya, mereka biasanya meremehkan kemampuan dan kompetensi mereka di area tertentu, atau bahkan tidak percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri.

Berbeda dengan orang yang memilki kapabilitas yang tinggi, orang yang memiliki kompetensi yang rendah justru malah menolak saran dan kritik. Hal ini dikarenakan mereka sudah percaya bahwa mereka tahu segalanya.

• • •

CARA MENGATASI DUNNING-KRUGER EFFECT

I know nothing except the fact of my ignorance.

— Plato

Dunning-Kruger Effect tidak memberikan hal positif pada orang yang mengalaminya. Mereka akan justru mendapatkan banyak hal negatif.

Tetapi untungnya, kita memiliki berbagai cara untuk mengatasi efek ini.

METACOGNITION

Metacognition atau dalam bahasa Indonesia adalah Metakognisi merupakan “kognisi tentang kognisi”, “berpikir tentang berpikir”, dan “mengetahui tentang mengetahui”.

Dalam KBBI, kognisi sendiri adalah kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri.

Artinya, seseorang dengan tingkat metakognisi yang tinggi mampu menyadari akan proses pemikirannya dan melihatnya dari perspektif yang baru.

Hal ini memungkinkan mereka untuk menganalisis dan menilai ide, pengetahuan, dan keterampilan mereka secara lebih akurat dibandingkan dengan orang-orang yang mengalami kesulitan dengan Metakognisi.

Dalam buku Self-Insight oleh David Dunning, dia menyatakan bahwa :

Jika Anda tidak kompeten, Anda tidak dapat mengetahui bahwa Anda tidak kompeten … Keterampilan yang Anda butuhkan untuk menghasilkan jawaban yang benar adalah keterampilan yang Anda butuhkan untuk mengenali apa jawaban yang benar.

Ternyata, orang yang memiliki Metakognisi yang rendah akan melebih-lebihkan kompetensi mereka. Dan orang seperti inilah yang menjadi korban Efek Dunning-Kruger.

INTROSPEKSI

Daripada menilai orang lain, alangkah lebih baik jika kita menilai diri kita sendiri. Dengan ini kita tidak akan meremehkan dan merendahkan orang lain.

Dengan introspeksi kita akan menyadari dan mendalami betul diri kita, mengenal lebih jauh dan bisa mengakui bahwa ada kekurangan yang masih kita punya dan berusahan untuk belajar lagi.

Berintrospeksilah dengan pengalaman masa lalu atau informasi yang didapat sebelumnya.

Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan yang bisa menunjukkan seberapa jauh kemampuan kita.

KRITIK DAN SARAN

Semakin banyaknya teman akan memudahkan kita dalam mengingatkan sesuatu.

Dengan kata lain, akan ada orang yang memiliki kemampuan diatas kita. Ajak mereka dan mintalah tolong kepada mereka untuk memberi kritik,saran dan juga bimbingan jika kita melakukan kesalahan.

Tidak usah malu mengakui kesalahan. Karena kita tidak akan pernah tahu sesuatu yang benar tanpa melakukan kesalahan terlebih dahulu.

• • •

AKU TERJEBAK DALAM DUNNING-KRUGER EFFECT

We are not very good at evaluating ourself. We frequently overestimate our abilities.

Saat membuat artikel ini, aku merasa aku sudah memiliki informasi yang lengkap tentang Dunning-Kruger Effect ini, padahal yang terjadi adalah aku justru terjebak dalam keadaan ini.

Lucu ya, menjelaskan Dunning-Kruger Effect, tetapi juga terjebak dalam effect itu sendiri.

Kenapa bisa terjadi?

Kurangnya observasi membuatku mengalami efect ini.

Diagram hasil eksperimen diatas adalah diagram yang kurang tepat jika dibandingkan dengan hasil eksperimen Dunning-Kruger sesungguhnya.

Jika kalian meluangkan waktu untuk membaca hasil eksperimennya, hasilnya adalah seperti ini…

Humor :

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Logika dan penalaran :

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Grammar :

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Logika dan penalaran (dilakukan dalam kondisi yang berbeda) :

Dunning Kruger Effect : Ketika Ketidakmampuan Membuat Percaya Diri

Jadi berdasarkan grafik yang sebenarnya, Dunning dan Kruger tidak menemukan bahwa kuartil terendah mengira mereka melakukan lebih baik daripada kuartil tertinggi, mereka menemukan bahwa mereka hanya mengira memiliki kemampuan yang biasa daripada kemampuan yang sebenarnya.

Dengan kata lain “orang di di kuartil bawah sadar bahwa mereka berada di tengah-tengah” daripada “orang-orang bodoh yang berpikir mereka ahli ”.

True Wisdom comes to each of us when We realize how little We understand about life, ourselves, and the world around us.

— Socrates