Pada bulan November 2018, selama lebih dari 2 minggu, aku mendapat pekerjaan di Kuta, Mandalika, Lombok Tengah. cara bersemangat setiap hari

Malam itu adalah malam terakhir sebelum aku kembali ke Jawa. Aku menyempatkan diri untuk berkeliling desa dan kemudian berhenti di sebuah warung makan.

Makanan yang aku pesan pun datang. Setelah beberapa suapan, tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang mendatangi dua turis asing yang sedang memadu kasih tepat di belakangku.

cara agar selalu semangat

Gadis kecil itu adalah seorang penjual gelang. Di hari di mana matahari sudah bersembunyi, dia masih saja berkeliling untuk mencari matahari untuk hidupnya.

Dari sini, kamu pasti sudah bisa menebak bagaimana dia menawarkan gelang itu.

Yap, gadis kecil berusia sekitar 12 tahun itu, menjual gelangnya dengan menggunakan bahasa Inggris.

Yang lebih menarik, dia tidak menawarkan dagangannya sesederhana ”Would you like to buy this one? “ dan pergi begitu saja. Dia menjual gelang-gelang itu dengan mengajak turis tersebut bermain game.

Perjanjiannya adalah, jika turis itu kalah, maka mereka harus membeli dagangannya, cerdik bukan?

Aku kemudian dikagetkan dengan sebuah pertanyaan besar dari kejadian itu…

…”Bagaimana bisa anak seusia itu bisa mendapatkan kemampuan bahasa Inggris yang baik dibanding dengan beberapa orang yang memiliki keinginan yang sama?”

Aku kemudian menggali informasi kepada penduduk setempat dan mendapatkan sebuah jawaban.

Mereka belajar di jalanan.

Ada mereka yang belajar dari warga yang menjadi pemandu wisata, ada juga mereka yang langsung belajar dari turis asing (tidak sulit menemukan turis asing berbicara bahasa Sasak di sana.)

Mereka tidak menunggu untuk memiliki kamus.

Mereka tidak menunggu untuk mengikuti kursus.

Tetapi, mereka memanfaatkan apa yang ada.

Mereka memaksimalkan apa yang mereka miliki.

Malam itu aku belajar, bahwa mereka berangkat dari sebuah tujuan, bukan dari fasilitas!

• • •

THE GOLDEN CIRCLE

Dalam bukunya yang berjudul Start With Why, Simon Sinek menjelaskan alasan kenapa kita tidak tergerak untuk melakukan sesuatu.

Simon menyebutnya dengan Golden Circle.

Golden Circle ini terinspirasi dari Golden Ratio ( sebuah angka yang sangat spesial dalam matematika yang membuat kagum para ilmuan matematika, biologi, arsitek, musisi, dan naturist )

Golden Ratio ini sangat bisa diterapkan di berbagai aspek kehidupan kita. Dia bisa menawarkan formula yang dapat menghasilkan sebuah hasil yang dapat diulang dan diprediksi di tempat-tempat di mana hasil tersebut mungkin dianggap kejadian acak atau keberuntungan.

Sama halnya dengan Golden Ratio, Golden Circle juga bisa menemukan prediksi terhadap tingkah laku manusia.

cara bersemangat setiap hari

 

Jika kita lihat, ada 3 komponen utama yang menyusun Golden Circle tersebut.

  1. WHY    : Adalah niat, sebab, alasan, tujuan atau kepercayaan kita dalam melakukan sesuatu.
  2. HOW    : Adalah bagaimana cara kita dalam melakukan hal tersebut.
  3. WHAT  : Adalah apa yang kita lakukan atau hasilkan.

Semua orang pasti akan tahu APA ( WHAT ) yang ingin dihasilkan.

Beberapa orang tahu BAGAIMANA ( HOW ) cara melakukannya.

Dan hanya sedikit orang yang tahu KENAPA ( WHY ) mereka melakukannya.

Dalam sebuah kesempatan, Simon sinek mengatakan bahwa kebanyakan dari kita memulai suatu  hal dari lingkaran luar ke dalam. ( What > How > Why )

Padahal untuk bisa merealisasikan sebuah keinginan menjadi tindakan nyata dibutuhkan permulaan dari dalam ke luar. ( Why > How > What )

Niat itu seperti surat. Menulis alamat dengan salah, maka akan sampai juga di tempat yang salah.

• • •

GOLDEN CIRCLE BUKANLAH SEBUAH OPINI

Jika kamu beranggapan bahwa Golden Circle hanyalah sebuah opini yang tidak berdasar. Kamu salah!

Golden Circle bisa kita lihat dari segi biologi.

Di bagian otak kita, dari atas ke bawah, kita akan menemukan tingkatan seperti tingkatan yang ada di Golden Circle.

Bagian terbaru dalam otak kita sebagai Homo sapien adalah neocortex. Dimana dia sangat menjelaskan tingkatan WHAT.

Neocortex bertanggung jawab atas pikiran rasional dan analisis dan juga bahasa.

cara selalu termotivasi

Bagian dua di tengah adalah Limbic Brain.

Limbic brain bertanggung jawab atas perasaan kita, seperti kepercayaan dan kesetiaan. Dia juga bertanggung jawab atas tingkah laku manusia dan semua keputusan yang kita buat. Tetapi, dia tidak memiliki kapasitas untuk bahasa.

Ketika kita berkomunikasi dari luar ke dalam, atau ketika ketika berkomunikasi dari WHAT. Orang akan bisa mengerti berbagai macam informasi, seperti fakta dan data. Tetapi dia tidak bisa memebuat seseorang untuk mengambil tindakan atau degan kata lain dia tidak bisa mengemudikan tingkah laku manusia.

Sebaliknya, ketika kita berkomunikasi dari dalam ke luar. Kita akan berbicara langsung dengan bagian otak yang mengontrol cara kita membuat keputusan, dan bagian bahasa dari otak akan mengizinkan kita untuk merasionalkan keputusan-keputusan itu. Hasilnya, kita akan melakukan sebuah tindakan.

Ingat, bagian dari otak yang mengontrol perasaan tidak memiliki kemampuan untuk berbahasa. Inilah kenapa, kita akan menemukan kesulitan ketika diharuskan menggambarkan perasaan kita kedalam kumpulan kata.

Ketika aku bertanya kepadamu “Mengapa kamu mencintainya?”

Kamu mungkin akan menjawab “Karena dia baik, lucu, pintar”

Disitulah kita lupa, bahwa banyak orang yang seperti dia. Banyak orang yang baik, banyak orang yang lucu, banyak juga orang yang pintar, tetapi kita tidak memilih mereka.

Akhirnya kita sekarang tahu, bahwa penjelasan kita bukanlah alasan yang sebenarnya.

Itu semua karena apa yang kita jelaskan adalah WHAT, bukan WHY.

• • •

PERLAKUKAN WHY, HOW DAN WHAT SEMESTINYA

Jika dihubungkan dengan para peserta yang tidak bersemangat tadi, maka alasanya sudah jelas.

Mereka tidak bergerak, tidak bersemangat dan tidak bisa mengambil keputusan secara tepat (mengikuti program sebaik mungkin) karena kaburnya atau bahkan tidak hadirnya WHY dari dalam diri mereka.

Tetapi tidak hanya WHY saja, kita juga harus bisa menjaga keseimbangan diantara 3 unsur tersebut. Karena tanpa adanya keseimbangan, kita tidak akan pernah mendapatkan hasil yang maksimal.

KEJELASAN WHY

Kita harus tahu WHY (kenapa) kita melakukan WHAT (apa) yang kita lakukan.

Bagian terbaiknya adalah, kita tidak akan bergerak, bersemangat atau bertindak karena WHAT, tetapi karena WHY.

Jika kita tidak tahu WHY (kenapa) kita melakukan sesuatu, lalu bagaimana kita bisa tahu HOW (bagaimana) kita melakukannya?

Jika kamu bekerja karena alasan uang, maka kamu salah. WHY yang sebenarnya bukanlah uang, karena uang adalah hasil.

WHY yang sebenarnya bisa saja karena kita percaya bahwa dengan bekerja kita bisa menafkahi keluarga, kita bisa membelikan hadiah untuk Ibu tercinta.

Maka jika kamu belajar sesuatu karena ingin bisa, itu bukan WHY. Itu adalah WHAT. Itu adalah hasil.

WHY yang sebenarnya bisa saja karena kita percaya bahwa belajar hal ini atau itu akan membuka kesempatan yang lebih luas dalam mencari pekerjaan / membangun usaha, dll.

When you feel like quitting, think about why you started.

DISIPLIN AKAN HOW

Ketika kita sudah mengetahui WHY ( kenapa ) kita melakukan apa yang kita lakukan, pertanyaan selanjutnya adalah HOW (bagaimana) kita melakukannya.

Banyak dari kita yang akan menemukan jawabannya akan HOW dengan mudah.

Tetapi, bagian tersulitnya adalah kita masih belum bisa menjalankannya dengan seharusnya.

Maka, ketika HOW itu jelas, lakukanlah dengan disiplin.

Ketika HOW menuntut kita untuk mentaati peraturan, maka lakukan itu secara disiplin.

Ketika HOW menyuruh kita untuk belajar atau bekerja dengan sungguh-sungguh, maka lakukan itu secara disiplin.

Ketika HOW mengharuskan kita untuk memberikan yang terbaik, maka lakukan itu secara disiplin.

Discipline is doing what needs to be done, even if you don’t want to do it.

KONSISTEN AKAN WHAT

Segala sesuatu yang kita ucapkan, segala sesuatu yang kita lakukan adalah sebuah bukti dari apa yang kita percaya (WHY).

WHAT bisa dibilang adalah apa yang kita lakukan, atau hasil yang dari HOW.

Diantara peserta yang memiliki WHY dan tahu apa saja HOW mereka. Masih ada yang tidak konsisten dengan WHAT mereka.

Maka ketika itu terjadi, mereka akan mudah dibelokkan dari tujuan mereka karena ada penghasut yang menariknya dari jalur yang seharusnya.

Penghasut ini adalah orang yang tahu, bahwa mereka tidaklah konsisten dengan WHAT, dan hal itu membuat penghasut ini tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan.

Contoh nyata yang terjadi di dalam program tersebut adalah ada beberapa anak yang ingin belajar bersungguh-sungguh, tetapi mudah dibelokkan dan dihasut oleh mereka yang tidak bersungguh-sungguh. Itu semua karena WHAT yang tidak konsisten.

Ketika kita memiliki WHAT yang konsisten, orang akan melihat bahwa kita memang percaya dengan apa yang kita percaya.

Jika kita tidak konsisten, tak seorangpun akan tahu apa yang kita percaya.

Jika kita tidak konsisten, tak seorangpun akan memahami kita.

It’s not what we do once in a while that shapes our lives. It’s what we do consistently.

— Tony Robbins

• • •

ADA WHY, ADA KESUKSESAN

Jika aku tanya tentang sejarah terciptanya pesawat terbang, pasti kita akan teringat tentang dua bersaudara, Orville Wright dan Wilbur Wright, atau yang lebih kita kenal dengan Wright bersaudara.

Tapi tahukah kamu bahwa ada seorang yang sebenarnya juga terlibat dalam proyek besar dalam penciptaan pesawat terbang tersebut?

Jadi, di akhir abad ke 19 dan teknologi terbaru yaitu pesawat terbang. Salah satu manusia terkenal di bidang ini muncul. Dia adalah Samuel Pierpont Langley.

Samuel Pierpont Langley

Sama halnya seperti para penemu di masanya, dia mencoba membangun mesin terbang pertama di dunia.

Tujuannya?

Dia ingin menjadi yang pertama untuk mencapai penerbangan yang terkontrol, bertenaga.

Berita baiknya adalah, Langley memiliki semua bahan untuk menyelesaikan tugas yang bombastis tersebut, dia memiliki apa yang kita sebut sebagai resep untuk sukses.

Langley sendiri telah menerima beberapa kemasyhuran dalam komunitas akademik sebagai astronomer, yang membuat dia berada pada tingkatan tinggi dan posisi yang berharga.

Dia juga merupakan sekretaris dari Smithsonian Institution. Dia juga merupakan asisten di Harvard College Observatory dan professor matematika di United States Naval Academy.

Dia juga memiliki teman-teman yang luar biasa.

Teman-temannya adalah orang-rang yang memiliki kekuasaan dalam pemerintah dan bisnis, termasuk Andrew Carnegie dan Alexander Graham Bell.

Keuangan?

Jangan ditanya lagi, dia memiliki segala apa yang dia butuhkan. The War Department, the precursor the Department of Defense, telah memeberinya $50,000 untuk proyek pesawat tersebut.

Langley kemudian membangun tim terbaik yang memiliki pemikiran yang luar biasa, seperti Charles Manly, insinyur mekanik yang terlatih dengan brilian. Dan tak ketinggalan Stephan Balzer, pengembang mobil pertama di New York.

Bisa dibilang, Langley dan tim nya adalah mutiara. Bahan terbaik dan sempurna.

The New York Times selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. Semua tahu bahwa Langley adalah akar dari suksesnya proyek itu.

golden circle

Tapi ada sebuah masalah.

Langley tidak punya WHY yang jelas. Tujuannya adalah karena ingin membangun pesawat yang ditentukan oleh WHAT (apa) yang dia lakukan dan WHAT (apa) yang dia dapatkan.

Langley melihat bahwa pesawat yang akan dibuatnya adalah tiket untuk menjadi terkenal dan kaya.

Tapi faktanya, banyak dari kita tidak pernah mendengar atau bahkan tahu siapa Samuel Pierpont Langley.

• • •

Beberapa ratus mil di Dayton, Ohio, Orville dan Wilbur Wright juga sedang membangun mesin terbang.

Tidak seperti Langley, Wright brothers tidak memiliki resep untuk sukses.

Tidak ada pendanaan. Tidak ada izin pemerintah. Tidak ada koneksi dengan orang-orang hebat. Tidak juga diikuti The New York Times. Tidak ada orang lain yang berada di dalam tim. Mereka juga tidak menyelesaikan SMA.

Bisa dikatakan, mereka hanya akan menemukan diri mereka dalam kegagalan.

Tapi ada satu yang membuat Wright brothers sangat spesial dari pada Langley.

Mereka punya mimpi.

Mereka tahu bahwa WHY sangatlah penting untuk membangun pesawat tersebut.

Mereka percaya bahwa jika mereka bisa menciptakan mesin terbang itu, hal itu akan mengubah dunia.

Mereka membayangkan keuntungan yang bisa dirasakan oleh banyak orang jika mereka sukses.

• • •

Kegagalan demi kegagalan telah dilalui Wright bersaudara.

Sampai akhirnya, pada tanggal 17 Desember 1903, di lapangan Kitty Hawk, Carolina utara, Wright brothers melayang di langit dengan mesinnya.

59 detik dengan ketinggian 120 kaki pada kecepatan yang pelan menggunakan teknologi baru, penemuannya akan bisa mengubah dunia.

Langley dan Wright brothers mencoba untuk menciptakan sesuatu yang sama. Mereka juga sama-sama termotivasi. Memiliki work ethic yang tinggi. Memiliki pikiran ilmuan.

Apa yang dilakukan Wright brothers bukanlah sebuah kebetulan.

Itu adalah sebuah inspirasi.

Satu termotivasi karena kekayaan dan ketenaran.

Sedangkan Wright brothers termotivasi karena semangat orang-orang di sekeliling mereka.

Langley termotivasi oleh WHAT.

Wright brothers termotivasi oleh WHY.

Wright brothers berakhir dengan kesuksesan.

Langley berakhir dengan kegagalan.

From what we get, we make a living. What we give, however, makes a life.

— Winston Churchill

• • •

SEKARANG, MULAILAH DARI WHY 

Kita yang berjuang.

Kita yang bekerja.

Kita yang mendapatkan.

Kita yang menghasilkan.

Mulai dari WHY, kita akan selalu tetap tegak. berdiri. melangkah. dan terus maju.

Jatuh. Kita bangun.

Terpuruk. Kita bangkit.

Bersemangatlah setiap hari dengan WHY yang ada dalam dirimu.

Jika tidak bisa mengubah dunia. Setidaknya itu bisa mengubah duniamu.

Activity without purpose is the drain of your life.

— Tony Robbins

cara bersemangat setiap hari cara bersemangat setiap hari cara bersemangat setiap hari cara bersemangat setiap hari cara bersemangat setiap hari

 


FOOTNOTES

  1. Cerita Wright bersaudara aku ambil dari buku Start With Why karya Simon Sinek.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.