Cerita ini kembali disaat aku menghadapi dilema besar.

Saat itu, aku diharuskan memilih 2 pilihan yang tidak mudah dan sangat menguras perasaan.

Keluarga atau mimpi?

Aku yang saat itu masih bekerja di salah satu hotel Batam dikagetkan dengan berita rumah, bahwa Ibuku harus menjalani operasi (lagi).

Dua versi diriku datang dan saling beradu argumen.

Kamu harus tetap disini, bekerja, dan melanjutkan mimpimu” kata diriku versi 1.

Kamu harus pulang karena dirumah tidak ada sosok pria yang menjaga keluargamu, kubur mimpimu dan bangun mimpi baru” sanggah diriku versi 2.

Kutarik nafas dalam-dalam, dan kucoba mengajak hati dan pikiran untuk berdiskusi.

Mimpi atau keluarga?

Aku urai segala hal yang aku butuhkan dan aku rangkai lagi menjadi sebuah kesimpulan…

…”Aku pulang bu”

Aku melepas semua keinginanku waktu itu.

Dengan segala pertimbangan, aku sudah siap menjalani skenario baru-NYA.

Selamat datang di kehidupan baru, di titik baru, dan status baru.

PENGANGGURAN.

Kata yang membuat sebagian orang takut, khawatir, gundah, sedih, dan tak berdaya. Termasuk aku.

Tapi aku sadar akan sesuatu. Jika menuruti segala pikiran negatif itu, keadaanku malah akan bertambah buruk. Maka, aku mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda dalam melihat status “jobless” ini.

Seketika aku bertanya kepada diriku sendiri…

  • Bukankah dengan menganggur memberimu waktu untuk beristirahat?
  • Bukankah dengan menganggur memberimu waktu untuk berefleksi?
  • Bukankah dengan menganggur memberimu waktu untuk memperbaiki diri?
  • Bukankah dengan menganggur memberimu waktu untuk menemukan siapa dirimu sebenarnnya?
  • Bukankah dengan menganggur memberimu waktu untuk melakukan apa yang sudah tertunda?
  • Bukankah dengan menganggur memberimu waktu untuk menyusun strategi dalam membangun mimpi yang lebih besar?

Wahyu baru terlahir.

Aku akhirnya bisa mewujudkan mimpiku untuk membuat website dan berbagi apa yang aku tahu.

Aku akhirnya bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk membaca buku.

Aku akhirnya bisa memaksimalkan potensi dan memperbaiki kekuranganku.

Aku akhirnya bisa mecoba hal baru yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya.

Aku akhirnya bisa mengamati, menganalisa dan menemukan bahwa ada mimpi yang lebih besar yang bisa aku capai.

Aku akhirnya menemukan diriku.

Lantas, bagaimana aku bisa melakukan itu?

Jawabannya adalah hobi.

• • •

KITA MEMBUTUHKAN HOBI

Apa hobimu?

Barangkali itu adalah sebuah pertanyaan disaat kita baru mengenal seseorang. Lucunya, ada beberapa orang yang tidak tahu apa hobi mereka atau yang lebih buruk, sebenarnya mereka tidak punya hobi.

Ironisnya, beberapa orang bahkan merendahkan pentingnya memiliki hobi.

Sebenarnya itu sah-sah saja, tetapi masa sih tidak ada hal yang mereka sukai? Satupun?

Sebelum lebih jauh, mari kita bahas dari hal yang paling mendasar terlebih dulu.

Apa itu hobi?

Hobi adalah kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama.

— KBBI

hobi yang harus dimiliki setiap orang

Bagiku sendiri, ada dua hobi yang selalu dimiliki setiap orang.

  1. Hobi pasif, dimana kamu hanya mengkonsumsi sesuatu ( membaca buku, melihat video, stalking lambe turah, dll ).
  2. Hobi aktif, dimana kamu melakukan sesuatu ( melukis, menari, menyanyi, berdansa, menulis, dll ).

Baik hobi pasif dan aktif akan selalu memberikan dampak positif dengan catatan apa yang dilakukannya memanglah hobi yang positif.

Tidak mungkin kan seorang yang hobi minum-minuman beralkohol akan menjadi sehat.

Bahkan, menurut penelitian psikologi positif modern, hobi adalah salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan. Semakin kita menghabiskan waktu untuk mengerjakan sesuatu yang kita sukai, kita akan terbebas dari rasa stres, dan akan lebih banyak tersenyum, tertawa dan merasa bahwa kita telah berhasil menghargai diri sendiri.

Hobi juga menguatkan apa yang disebut dengan “Signature strenghts”.

• • •

SIGNATURE STRENGHTS

Signature Strenghts mengacu pada kekuatan karakter yang paling penting bagi setiap individu.

Berdasarkan pengertian diatas, jika seseorang yang memiliki hobi yang sesuai dengan karakter yang dimilikinya mereka akan semakin menguatkan siapa dirinya.

Dan inilah beberapa artikel penelitian tentang pentingnya signature strenghts :

• • •

APA KEKUATANMU?

Kebanyakan dari kita tidak sadar tentang apa signature strenghts yang dimiliki.

Ini juga mengartikan bahwa kita masih belum bisa memahami siapa diri kita, apa yang kita butuhkan, dan bagaimana menemukan cara untuk memperbaiki diri.

Ada beberapa klasifikasi tentang signature strenghts. Para ilmuwan telah menjabarkan 6 kategori utama yang menyediakan kerangka untuk kekuatan 24 karakter lainnya. Kekuatan ini telah dipelajari secara luas dan ditemukan secara universal, dihargai dan hadir di seluruh budaya dan bangsa.

Identifikasi kekuatan mana yang paling menggambarkan siapa kamu sebenarnya?

Mana yang paling memberi energi alami untuk kamu gunakan dan ekspresikan secara luas di dalam hidupmu?

VIA CLASSIFICATION

The Virtue of Wisdom

  • Creativity ( kreativitas ) : Original, adaptive, ingenuity ( Asli, adaptif, kecerdikan ).
  • Curiosity ( keingintahuan ) : Interest, novelty-seeking, exploration, openness to experience ( Ketertarikan, mencari hal baru, eksplorasi, keterbukaan terhadap pengalaman ).
  • Judgment ( penghakiman ) : Critical thinking, thinking things through, open-minded ( Berpikir kritis, memikirkan semuanya, berpikiran terbuka ).
  • Love of Learning ( menyukai belajar ) : Mastering new skills & topics, systematically adding to knowledge ( Menguasai keterampilan & topik baru, menambah pengetahuan secara sistematis ).
  • Perspective ( perspektif ) : Wisdom, providing wise counsel, taking the big picture view ( Kebijaksanaan, memberikan nasihat yang bijaksana, mengambil tampilan gambar besar ).

The Virtue of Courage

  • Bravery ( keberanian ) : Valor, not shrinking from fear, speaking up for what’s right ( Nilai, tidak menyusut karena ketakutan, berbicara untuk apa yang benar ).
  • Perseverance ( ketekunan ) : Persistence, industry, finishing what one starts ( Ketekunan, industri, menyelesaikan apa yang dimulai ).
  • Honesty ( kejujuran ) : Authenticity, integrity ( Keaslian, integritas ).
  • Zest ( semangat ) : Vitality, enthusiasm, vigor, energy, feeling alive and activated ( Vitalitas, antusiasme, semangat, energi, merasa hidup dan aktif ).

The Virtue of Humanity

  • Love ( cinta ) : Both loving and being loved, valuing close relations with others. ( Mencintai dan dicintai, menghargai hubungan dekat dengan yang lainnya )
  • Kindness ( kebaikan ) : Generosity, nurturance, care, compassion, altruism, “niceness” (
    Kedermawanan, pengasuhan, perawatan, kasih sayang, altruisme, “kebaikan” ) 
  • Social Intelligence ( kecerdasan sosial ) : Aware of the motives/feelings of oneself & others (
    Sadar akan motif / perasaan diri sendiri & orang lain )

The Virtue of Justice

  • Teamwork ( kerja tim ): Citizenship, social responsibility, loyalty (
    Kewarganegaraan, tanggung jawab sosial, kesetiaan ).
  • Fairness ( keadilan ) : Not letting feelings bias decisions about others ( Tidak membiarkan keputusan bias perasaan tentang orang lain ).
  • Leadership ( kepemimpinan ) : Organizing group activities, encouraging a group to get things done (
    Mengorganisir kegiatan kelompok, mendorong kelompok untuk menyelesaikan sesuatu ).

The Virtue of Temperance

  • Forgiveness ( pengampunan ) : Mercy, accepting others’ shortcomings, giving people a second chance (
    Belas kasihan, menerima kekurangan orang lain, memberi orang kesempatan kedua ).
  • Humility ( kerendahan hati ) : Modesty, letting one’s accomplishments speak for themselves ( Kesederhanaan, membiarkan prestasi seseorang berbicara sendiri ).
  • Prudence ( kebijaksanaan ) : Careful, cautious, not taking undue risks ( Hati-hati, hati-hati, tidak mengambil risiko yang tidak semestinya ).
  • Self-Regulation ( peraturan mandiri ) : Self-control, disciplined, managing impulses & emotions ( Kontrol diri, disiplin, mengelola impuls & emosi ).

The Virtue of Transcendence

  • Appreciation of Beauty and Excellence ( penghargaan kecantikan dan keunggulan ) : Awe, wonder, elevation ( kagum, heran, ketinggian ).
  • Gratitude ( bersyukur ): Thankful for the good, expressing thanks, feeling blessed ( Bersyukur atas kebaikan, mengungkapkan terima kasih, merasa diberkati ).
  • Hope ( harapan ) : Optimism, future-mindedness, future orientation ( Optimisme, pikiran masa depan, orientasi masa depan ).
  • Humor (humor ): Playfulness, bringing smiles to others, lighthearted ( Kegembiraan, membawa senyum kepada orang lain, ringan hati ).
  • Spirituality ( spiritualitas ) : Religiousness, faith, purpose, meaning ( Keagamaan, iman, tujuan, makna ).

Masih bingung mana kekuatanmu?

Jangan khawatir, ikuti survei VIA  secara lengkap dan gratis disini ( harus daftar dulu ya, tidak usah bingung, karena ada Bahasa Indonesia disana ).

Jika kamu mengambil tes, itu juga merupakan tantanganmu. Seberapa tahu kamu mengenali dirimu?

• • •

KENAPA KITA MEMBUTUHKAN SIGNATURE STREGHTS?

Inilah beberapa hal kenapa kita memang membutuhkan signature streghts dalam kehidupan kita :

  • Penggunaan 4 atau lebih signature strenghts di tempat kerja akan memberikan pengalaman kerja yang lebih positif.
  • Penggunaan signature strenghts berhubungan dengan keterlibatan kerja dan kepuasan kerja.
  • Dalam banyak kasus, mengetahui kekuatan saja tidalah cukup. Kita harus menerapkannya dalam hidup juga.
  • Signature strenghts menghasilkan iklim tempat kerja yang lebih baik.
  • Signature strenghts berhubungan dengan berbagai elemen kesejahteraan seperti keterlibatan, makna, emosi positif, dan hubungan positif.
  • Signature strenghts juga memberikan peningkatan prestasi dan kinerja.
  • Signature strenghts membantu melindungi stres dan meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah.

• • •

3 HOBI YANG HARUS DIMILIKI

Setelah kamu mengetahui apa kekuatan karaktermu, sekarang saatnya untuk memutuskan hobi apa yang cocok denganmu.

Kenapa hal ini menjadi penting?

  1. Dengan memilih hobi yang tepat, kita akan bisa memaksimalkan kebahagiaan kita.
  2. Dengan memiliki hobi yang tepat, kita akan menjauhi apa arti bosan, stres dan depresi.

Ada 3 hobi yang wajib dimiliki setiap orang.

1. HOBI YANG MEMBUATMU SEHAT

Kesehatan adalah hal terpenting dalam hidup kita.

Bagaimana kita bisa melakukan hal yang kita inginkan jika kita sakit?

Pastinya, semua hal akan terasa berat dan hanya dianggap sebagai beban.

Maka, pertama, pastikan kamu memiliki hobi yang tetap menjagamu dalam kondisi fit dan sehat. Yaitu olahraga.

Sebagian orang akan memilih untuk angkat beban, yoga, aerobic, atau bahkan dari hal yang kecil seperti jogging. Yang jelas, pastikan olahraga itu sesuai dengan kekuatan karaktermu, karena tidak semua olahraga akan cocok denganmu.

Ingat! Fisik saja tidaklah cukup!

Kita juga harus bisa menjaga kesehatan mental.

Kamu bisa mulai dari bersedekah, beribadah, menyendiri untuk merefleksikan semua hal yang telah terjadi, menerima diri sendiri, dll.

Kombinasi kedua hal ( fisik dan psikis ) akan membuatmu tidak hanya memiliki outer beauty tetapi juga inner beauty.

2. HOBI YANG MEMBUATMU KREATIF

Kreatif tidak hanya sebatas dalam pikiran ya, kreatif itu adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan.

Artinya, kita akan mencapai tingkatan kreatif jika kita melakukan sesuatu, memberikan energi dan kekuatan kita terhadap suatu hal ( hobi aktif ).

Ada banyak hal yang sudah kamu lakukan tetapi mungkin kamu tidak menyadarinya :

  • Memasak 
  • Menulis
  • Bermain musik
  • Menjahit
  • Membuat kerajinan tangan
  • Belajar bahasa
  • Memotret atau membuat video
  • Melukis, menggambar

3. HOBI YANG MENGHASILKAN UANG

Untuk yang satu ini agaknya menjadi sesuatu yang tidak semua orang miliki.

Beberapa orang hanya sekedar mempunyai hobi tanpa menghasilkan materi, dan itu tidaklah masalah selama bisa memberikan feedback positif.

Tetapi, pernah nggak sih kamu berpikir bagaimana rasanya menghasilkan uang dari sesuatu yang memang kita sukai?

I’m in heaven.

Yup, semua hal yang dilakukan tidak akan menjadi beban, bahkan justru bersemangat karena adanya pendorong baru berupa materi.

Hobi yang menghasilkan uang ini berasal dari poin pertama dan kedua, kemudian bertransformasi menjadi poin ketiga ini.

Tidak usah menggebu-gebu untuk menghasilkan uang dari hobimu, karena jika itu yang kamu lakukan, makna dan tujuan utama dari hobi itu sendiri akan hilang.

Lakukanlah dengan hati dan ambil kesempatan yang lebih baik jika memang ada.

Find your true hobbies, find your true happiness.

 

 


FOOTNOTES

1. Hasil penelitian tentang Signature Strenghts bisa kamu baca lebih lengkap di Signature Strengths by VIA.

2. Untuk klasifikasinya kamu bisa baca What Are Your Signature Strengths?

2 Comments

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.