Belum bisa berjalan. Hanya sepatah atau dua patah kata yang bisa kuucapkan. Dan satu hal yang membuatku bahagia.

Popok baru.

Beranjak menjadi anak yang mencoba untuk belajar berani. Lari kesana dan kesini. Terkadang jatuh dan masih saja menangis. Dan satu hal yang membuatku bahagia.

Semua mainan yang aku inginkan.

Bangku sekolah dasar yang terlihat mengasyikkan. Jam terbang untuk bermain semakin meningkat. Hal itu juga diimbangi dengan jam terbang kemarahan orang tua yang sebenarnya ingin mendidik anaknya. Dan satu hal yang membuatku bahagia.

Semua keinginan yang harus ditururi.

Oh jangan sampai melewatkan masa ini. Masa Sekolah Menengah Pertama. Dimana kita sudah mulai belajar cara menjadi orang yang curang, orang yang suka berbohong, dan menjadi orang yang sok jagoan. Satu lagi, bibit alay terkadang mulai tertanam dalam tahap ini. Dan satu hal yang membuatku bahagia.

Bergaul dengan banyak teman selama mungkin.

Kuliah? Mungkin kita harus melewati tahap ini dulu. SMA. Masa yang indah. Dan masih disibukkan dengan keinginan untuk memenuhi ego kita sendiri. Sudah mulai mengenal cinta ( atau mungkin kamu SD sudah merasakannya ). Sudah pintar menggombal ( yang pasti bukan aku). Sudah berani bereksperimen ( yang kadang kebablasan ). Dan satu hal yang membuatku bahagia.

Melakukan sesuatu tanpa ada larangan.

Kelulusan SMA itu, bagiku adalah sebuah transisi. Transisi dari kehidupan yang penuh dengan lindungan ke kehidupan yang mengharuskan kita menghadapi kenyataan. Aku berbicara merantau. Meskipun keuangan masih sangat bergantung kepada orang tua, disinilah kita banyak belajar bagaimana kehidupan itu sebenarnya. Dan satu hal yang membuatku bahagia.

Kehidupan yang cerah setelah wisuda.

Daanngg!!

Kehidupan sesungguhnya datang. Menyapa. Tapi tidak dengan pelukkan.

Sakit!!!

[wpmem_logged_in]Itulah tamparan kehidupan yang terkadang kita dapatkan. Seakan menyadarkan kita, dia mengatakan kejujuran yang menyakitkan. Kejujuran yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Kejujuran yang yang seketika itu membuat kita berubah.

Berbalik arah. Kulihat waktuku. Kuhela nafas.

Haaaaahh….

Aku bersyukur aku masih diberi waktu untuk memperbaiki semuanya.

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, kamu bisa mendownload e-book tentang Minimalisme dan Hidupku Kebiasaanku ( Panduan Membangun dan Membuang Kebiasaan ).  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis!

• • •

KETIKA DUNIA TIDAK MENYAMBUTMU

Rencana terkadang hanya sebatas dalam rancangan dan berakhir dengan penyesalan.

Lalu pertanyaan yang menghujam diri ini seketika muncul tak terkendali :

  • Apakah itu artinya dunia tidak menerimaku?
  • Apakah semua yang aku lakukan adalah hal yang tidak bernilai?
  • Apakah diriku memang tidak pantas mendapatkan segala keinginan yang aku impi-impikan?
  • Apakah aku hanya akan berakhir menjadi manusia yang biasa, tak bercahaya dan tenggelam dalam lautan terangnya bintang yang lain?

Aku hidup. Aku berjalan. Aku bernafas. Dan semua pertanyaanku itu masih saja belum terjawab.

Apa yang salah denganku?

Mungkin sudah waktunya aku berusaha mengubur semua pertanyaan itu dan kembali ke jalur dimana aku mendapatkan manfaat akan apa yang aku lakukan.

Aku membaca. menulis. dan berbagi.

Aku berusaha melupakan apa yang dunia luar akan lakukan padaku. Hujatan, cemoohan, atau sesuatu yang menyakitkan akan siap aku terima.

Aku sudah tidak berharap kepada mereka yang hanya menarikku keluar dari zona baikku.

Karena satu keinginanku, aku hanya ingin memberikan sedikit kontribusi untuk mereka. That’s it!

Hingga suatu hari, sebuah notifikasi pada layar pintarku muncul bak jagung yang meletup dan menjadi popcorn.

” Keep writing! “

” Don’t stop to write! “

” Some of your writings make me realize “

Dan itulah titik dimana aku menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku selama ini.

Aku salah memusatkan perhatianku!

• • •

HIDUP INI SEPERTI KEAJAIBAN

Seorang pria berjalan menyusuri sebuah pantai setelah badai berlalu.

Banyak bintang laut yang terseret derasnya ombak dan berhenti di pinggir pantai.

Bukan satu, dua, atau tiga, tapi beribu-ribu bintang laut.

Pria itu melihat seorang anak  kecil yang sedang melemparkan bintang laut itu ke laut satu persatu.

Pria itu menghampirinya dan berkata ” Tidak ada gunanya kamu melakukan itu. Bintang laut itu terlalu banyak. Kamu hanya membuang waktu dan membuat dirimu capek sendiri. Kamu tidak akan pernah membuat perbedaan ”

Dengan bersiap-siap melempar bintang laut selanjutnya, anak kecil itu mengatakan ” Ini akan membuat perbedaan kepada dunia bintang laut yang ini”. Dan dia melemparkannya ke laut.

• • •

Kita tidak pernah tahu, apa yang ada di dalam hati seseorang.

Kita tidak pernah tahu, apa yang telah dilalui orang itu.

Kita tidak pernah tahu, apa yang membuatnya sedih.

Atau bahkan senyuman yang kita anggap lambang kebahagiaan bisa saja hanyalah alat untuk menutupi semua air matanya.

Kita bisa bilang “dia adalah orang yang sangat ceria”. Tapi kita tidak pernah tahu ada berapa banyak kesedihan yang ada pada dalam dirinya.

Kita bisa bilang “dia adalah orang yang banyak bicara”. Tapi kita tidak pernah tahu, bahwa dia sebenarnya hanya ingin seseorang yang mau mendengarnya.

Kita bisa bilang ” hidup dia sempurna, aku ingin menjadi dia”. Tapi kita tidak pernah tahu proses apa yang membawanya ke titik itu.

Hidup takkan pernah bisa ditebak oleh kita yang hanya memiliki kekuatan di tingkatan “sangat terbatas”.

Apa yang kita lihat baik, terkadang adalah hal yang buruk.

Dan apa yang kita lihat buruk terkadang adalah hal yang baik.

Mungkin, mereka banyak bicara karena ada banyak hal yang ingin dia bagi.

Mungkin, mereka tersenyum karena telah mengeringkan pipinya yang basah.

Mungkin, mereka ingin sandaran karena telah lelah menempuh perjalanan yang panjang.

Mungkin, mereka ingin seseorang yang mau mengerti karena telah menemui banyak orang yang menghujat.

Mungkin, mereka ingin senyuman, pelukan, dan cinta.

Mungkin, dengan hal kecil, kita bisa membuat hidup mereka menjadi lebih baik.

• • •

Aku terlalu terpaku kepada mereka yang tidak suka denganku.

Aku terlalu berambisi untuk menjadi orang yang selalu diterima.

Aku terlalu ingin membuat visi dan misi antara mereka dan aku satu.

Aku lupa bahwa pada dasarnya, kita semua berbeda.

Tetapi aku juga harus ingat,

Ada mereka yang sama denganku.

Dan harusnya itulah yang menjadi prioritasku.

Fokus kepada mereka yang menyambut kita akan membuat hidup kita semakin lebih berwarna.

• • •

Hidup adalah sesuatu yang indah. Jika seseorang tidak hidup dengan seharusnya, bantu mereka dan jadilah keajaiban.

Jika hidup adalah keajaiban, maka setiap orang juga akan bisa memberikan keajaiban.

Jika tidak untuk mereka yang mengacuhkanmu.

Maka itu untukmu yang menyambutku.

Iya, kamu yang menyambutku!

You act like you against the world. But it’s really just you against you.

[/wpmem_logged_in]

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.