Rio adalah seorang anak kecil yang masih belum lancar dalam berjalan.

Setiap hari, dia berusaha berdiri.

Menjaga keseimbangan di saat tubuhnya bergetar.

Melangkahkan kaki ke depan satu per satu.

Jatuh berulang kali dan akhirnya berhasil berjalan dengan lancar.

• • •

Purba adalah anak berusia 5 tahun yang ingin belajar bersepeda.

Purba memulainya dari sepeda beroda empat. Yes, berhasil!

Tantangan bertambah, sekarang Purba harus mengendarai sepeda beroda tiga. Cukup oleng, tetapi masih terkendali. Yes, berhasil!

Mental yang semakin tinggi dan ambisi yang semakin besar membuat Purba ingin mencoba sesuatu yang lebih…

…mengendarai sepeda beroda dua.

Sayangnya, Purba tidak berhasil melalui fase itu.

Purba gagal dan berakhir dengan ketidakmampuan mengendarai sepeda.

• • •

Pria di bawah ini adalah Mark Rober, seorang insinyur Amerika yang pernah bekerja di NASA selama 9 tahun, sebelum akhirnya berhenti serta memilih untuk berbisnis baju Halloween dan menjadi seorang YouTuber.

Suatu hari, Rober membuat sebuah permainan teka-teki tentang pemrograman komputer sederhana yang dia buat dengan temannya.

Dia kemudian meminta pelanggan Youtube-nya untuk mencoba permainan tersebut dan mengatakan kepada mereka bahwa tujuan dari permainan itu adalah untuk membuktikan bahwa semua orang, dari latar belakang apa pun, bisa belajar koding.

Luar biasa!

Sebanyak 50 ribu pelanggannya menerima tantangan itu.

cara melihat kegagalan secara positif

(Gambar permainan yang dibuat Rober dan temannya.)

Dalam permainan tersebut, tugas para pemain adalah menggerakkan mobil melewati labirin dengan menyusun kotak-kotak kode yang tersedia agar bisa sampai ke garis akhir untuk menang.

Setelah mereka yakin dan menekan tombol ‘run,’ mobil itu akan bergerak sesuai dengan perintah kode yang telah disusun mereka.

Kejutan!

Rober sebenarnya tidak peduli dengan pembuktian bahwa semua orang bisa belajar koding. Melalui permainan ini, Rober ingin menunjukkan kita sesuatu yang lebih menarik.

Tanpa diketahui oleh pelanggannya, Rober sebenarnya membuat permainan itu ke dalam dua versi.

Di versi pertama, mereka akan memulai permainan dengan 200 poin.

Setelah mereka menekan tombol ‘run‘ dan ternyata gagal untuk menang, mereka tidak akan mendapatkan hukuman.

Mereka hanya akan mendapatkan pesan seperti ini.

Itu tidak bekerja. Tolong coba lagi!

Di versi kedua, mereka juga akan memulai permainan dengan 200 poin.

Bedanya, setelah mereka menekan tombol ‘run‘ dan ternyata gagal untuk menang, mereka akan kehilangan 5 poin dan mendapatkan pesan seperti ini.

cara mengatasi kegagalan

Itu tidak bekerja. Kamu kehilangan 5 poin. Kamu sekarang memiliki 195 poin. Tolong coba lagi!

Dari 50.000 data yang diperoleh, Rober menemukan ini:

kegagaglan adalah sukses yang tertunda
  • Orang yang mendapatkan hukuman (pengurangan 5 poin,) memperoleh tingkat kesuksesan sebesar 52% dari 5 percobaan sebelum mereka berhasil.
  • Orang yang tidak mendapatkan hukuman, memperoleh tingkat kesuksesan sebesar 68% dari 12 percobaan sebelum mereka berhasil.

• • •

Cerita anak kecil di awal tadi adalah contoh nyata dari dua versi permainan yang diciptakan Rober.

  • Rio yang belajar berjalan, seperti permainan Rober versi pertama. Rio tidak pernah memikirkan betapa buruknya dia ketika terjatuh atau gagal, tidak pernah menganggap ada hukuman dan hanya berfokus pada tujuan. Hingga akhirnya, Rio berhasil.
  • Purba yang belajar bersepeda, seperti permainan Rober versi kedua. Purba selalu memikirkan kemunduran yang dibuatnya, menganggap itu sebagai hukuman dan memfokuskan dirinya pada kesalahan. Hingga akhirnya, Purba menjumpai kegagalan.

• • •

Kita tahu, bahwa apa yang kita rencanakan tidak akan pernah sesuai dengan kenyataan.

kegagalan

Karena hal itu, kita akhirnya menghadapi sebuah dilema.

Di sisi pertama, ‘rencana’ hanya menunjukkan kita sebuah jalan lurus yang langsung memberi kita garis akhir. Hal itu mudah, tetapi sangat membosankan!

Di sisi lain, ‘realitas’ menunjukkan kita segala rintangannya. Hal yang sulit ini akhirnya membuat kita cenderung memfokuskan diri pada hal negatif saja. Lebih parah lagi, tak jarang kita malah menyerah ketika bertemu dengan kegagalan dan menyebabkan kita menghakimi diri sendiri.

Maka, salah satu cara terbaik untuk memperoleh kemajuan dalam sebuah pembelajaran, adalah dengan menerapkan sesuatu yang dinamai Rober dengan The Super Mario Effect.

the super mario effect

Berfokus pada Putri, bukan pada lubang, untuk bertahan pada tugas dan belajar lebih banyak.

Lalu, apa yang membedakannya dengan nasihat yang sudah sering kita dengar seperti “Jangan pernah menyerah!,” atau “kegigihan adalah kunci!“?

Super Mario Effect adalah cara untuk menemukan kerangka baru ketika kita belajar sesuatu.

Daripada harus melihat perintah atau tantangan seperti di bawah ini yang akan membuat kita bosan.

cara bangkit dari kegagalan

The Super Mario Effect akan bisa menghasilkan kerangka baru yang membuat tantangan itu menjadi lebih menarik.

cara bangkit dari kegagalancara bangkit dari kegagalan

Cara ini mengharuskan kita untuk memfokuskan diri pada tujuan akhir yang kita impikan dan menganggap kegagalan sebagai sesuatu yang wajar, sesuatu yang tidak perlu dipusingkan dan melihatnya sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Kegagalan akan menjadi sebuah proses yang bisa menghadirkan motivasi, jika kita bisa membuat kerangka berbeda dalam melihatnya.

Jika kita jatuh saat bersepeda, tertawalah karena melihat badan kita yang kotor, kemudian bangun, naik dan kayuh lagi!

Jika kita terluka setelah terjatuh, tertawalah karena melihat celana kita yang robek, kemudian bangun, obati luka dan mulai lagi!

Fokuslah pada tujuan, bukan pada kegagalan!

That’s not a bug, that’s a feature.

— Mark Rober

 


FOOTNOTES

  1. Jika kamu ingin melihat penjelasan Mark Rober tentang hal ini, kamu bisa melihat konferensi TED-nya: The Super Mario Effect – Tricking Your Brain into Learning More | Mark Rober | TEDxPenn
  2. Baca selengkapnya tentang Mark Rober – Wikipedia
  3. Perjalanan singkat Mark Rober bisa kamu baca di Mark Rober left Nasa to make awesome wearable tech Halloween costumes

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.