Kekuatan Peran : Alasan Kenapa Perilaku Dan Kehidupan Kita Berubah

Kekuatan Peran : Alasan Kenapa Kehidupan Kita Berubah

Pada tahun 1971, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh profesor psikologi Philip Zimbardo yang mencoba menyelidiki dan memahami bagaimana pengembangan norma dan efek dari peran, label, dan harapan sosial di lingkungan penjara simulasi.

Delapan belas laki-laki yang secara psikologis stabil dan sehat (siswa) direkrut dan diberitahu bahwa mereka akan berpartisipasi dalam simulasi penjara selama dua minggu.

Kelompok ini sengaja dipilih untuk mengecualikan mereka yang memiliki latar belakang kriminal, gangguan psikologis, atau masalah medis.

Percobaan dilakukan di ruang bawah tanah Jordan Hall (gedung psikologi Stanford). Sembilan dari 18 peserta berperan sebagai tahanan, sembilan lainnya berperan sebagai sipir penjara, dan Zimbardo sendiri menjadi inspektur.

Para penjaga diberikan tongkat untuk menetapkan status mereka, pakaian yang mirip dengan yang dikenakan oleh sipir penjara yang sebenarnya, dan cermin kacamata hitam untuk mencegah kontak mata.

Kekuatan Peran : Sesuatu Yang Tidak Kita Sadari Kenapa Perilaku Dan Kehidupan Kita Berubah

Mereka diinstruksikan untuk tidak melukai secara fisik terhadap tahanan dan dilarang menahan makanan atau minuman untuk mereka, tetapi diizinkan untuk menyiksa mereka secara psikologis.

“In this situation, we’ll have all the power and they’ll have none.” Zimbardo can be seen talking to the guards in the footage of the study.

Pada 20 Agustus 1971, Zimbardo terpaksa mengumumkan akhir dari eksperimen, karena para peserta telah beradaptasi dengan peran mereka jauh melampaui harapan Zimbardo.

 Para penjaga melakukan tindakan otoriter dan akhirnya berakhir dengan penyiksaan psikologis terhadap tahanan. Banyak dari tahanan secara pasif menerima pelecehan psikologis, dan dengan mudah melecehkan tahanan lain. Itu semua atas permintaan para penjaga.

Bahkan Zimbardo sendiri terpengaruh oleh eksperimen yang dibuatnya sendiri dalam perannya sebagai inspektur, dia membiarkan pelecehan itu berlanjut.

Dua dari tahanan harus keluar dari eksperimen lebih awal, dan seluruh eksperimen secara tak terduga berhenti setelah hanya enam hari karena salah satu dari peniliti ( teman Zimbardo ) merasa keberatan.

Dari penelitian ini Zimbardo menyimpulkan bahwa perilaku para peserta terbentuk karena situasi, bukan dari kepribadian pribadi mereka yang telah melekat. Ini juga menggambarkan dan menjelaskan bagaimana kekuatan lingkungan bekerja.

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa buku panduan tentang cara membuang dan membangun kebiasaan ( di dukung dengan ilmu ilmiah ) sudah bisa kalian download. Ingin merubah kebiasaan dan hidup?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

• • •

KITA HANYA MEMAINKAN PERAN DALAM HIDUP INI

Jika kita perhatikan dengan seksama, hidup kita sangatlah mirip dengan (atau bahkan sama dengan) eksperimen.

Di dalam kehidupan kita juga memainkan berbagai peran. Sebagai seorang ayah, ibu, anak, warga negara, karyawan, dll. Terkadang peran yang kita ambil bukanlah sesuatu yang bisa kita pilih. Contonya saja, kita tidak bisa memilih menjadi warga negara mana saat kita dilahirkan, atau memilih menjadi anak dari suku apa.

Akhirnya, apa yang kita lakukan adalah berdasarkan lingkungan dan situasi yang sedang kita alami. Lebih jauh, hal itu kemudian membentuk keyakinan dan identitas diri kita.

Jika kita percaya bahwa kita tidak akan pernah berhasil, kita akan cepat termakan oleh situasi kegagalan.  Padahal satu hal yang harus kita ingat adalah kegagalan bukanlah situasi yang tidak dapat diubah. Tetapi karena kepercayaan dan sudah menjadi identitas, kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubahnya. Dengan kata lain, kita belajar tidak berdaya.

• • •

Selama akhir percobaan, Zimbardo mengundang seorang imam Katolik yang telah menjadi penasihat penjara untuk mengevaluasi seberapa nyata situasi penjara, dengan mewawancarai setiap narapidana secara individual.  Satu-satunya tahanan yang tidak mau berbicara dengan imam adalah Tahanan # 819, yang merasa sakit dan menolak makan.

Ketika Zimbardo berbicara dengannya untuk mencari tahu dokter apa yang dia butuhkan, dia mulai menangis histeris.  Zimbardo kemudian melepas rantai di sekitar pergelangan kakinya, ketika dia ingin mengantarnya ke dokter.

Ketika dia melakukan ini, salah satu sipir penjara menyuruh tahanan lainnya untuk berbaris dan meminta mereka berteriak: “Tahanan 819 adalah tahanan yang buruk!”.

Ketika tahanan 819 mendengar teriakan itu, dia mulai menangis tak terkendali dan menolak pergi. Meskipun dia sakit, dia ingin kembali ke sel untuk membuktikan bahwa dia bukan tahanan yang buruk.

Zimbardo kemudian berkata, “Dengar, Anda bukan 819. Anda [namanya], dan nama saya Dr. Zimbardo. Saya seorang psikolog, bukan inspektur penjara, dan ini bukan penjara yang nyata. Ini hanyalah eksperimen, dan mereka adalah siswa, bukan tahanan, sama seperti Anda. Ayo pergi. ”Tahanan 819 berhenti menangis tiba-tiba, menatap Zimbardo seperti seorang anak kecil yang terbangun dari mimpi buruk, dan menjawab,“ Oke, ayo pergi. ”

• • •

Kita semua menghadapi situasi yang sama dalam kehidupan nyata.

Setiap rutinitas dan kebiasaan yang kita miliki sekarang terkait langsung dengan identitas kita. Ini pada dasarnya berarti kita akan selalu melakukan apa yang seharusnya atau akan dilakukan oleh peran kita.

Identitas dirimu mengarah ke perilaku dan tindakan, kemudian, perilaku dan tindakanmu menghasilkan sebuah penampilan dan hasil.

• • •

APA YANG MEMBENTUK KEPERCAYAAN KITA?

Bayangkan sebuah kursi di depan kalian. kursi itu hanya memiliki satu kaki. Apa yang akan terjadi? Sudah pasti kalian menjawabnya “jatuh”.

Itu semua karena kalian menarik kesimpulan bahwa hanya dengan 2 kaki, kursi tersebut tidaklah stabil.

Sekarang, bayangkan kursi lainnya yang memiliki 4 kaki. Apa yang akan terjadi? Kursi akan stabil dan tidak akan jatuh.

Dari sini, bisakah kalian menyimpulkan apa yang membentuk sebuah keyakinan?

Kalian melihat bahwa hanya dengan 2 kaki, kursi akan jatuh, sedangkan dengan 4 kaki kursi akan stabil.

Sebelum menarik kesimpulan “Stabil dan tidak jatuh” kalian memperhatikan bukti apa yang akhirnya meyakinkan kalian.

Kekuatan Peran : Alasan Kenapa Kehidupan Kita Berubah

Tanpa adanya sebuah bukti, keyakinan kita hanyalah sebuah ide yang bisa berubah-ubah.

Sama seperti bagaimana Zimbardo melakukan eksperimen yang membuat para peserta berperan senyata mungkin sebagai tahanan dan penjaga penjara.

Setiap aspek dari eksperimen itu dirancang sedetail mungkin agar sesuai dengan lingkungan penjara yang sebenarnya. Hal itu kemudian yang membuat para peserta percaya bahwa mereka adalah siapa peran mereka (tahanan atau penjaga penjara) sampai mereka menerima peran itu sebagai bagian dari identitas mereka. 

Tak heran kan, kenapa ada orang yang percaya bumi itu datar. Karena mereka menemukan sebuah bukti yang membentuk keyakinan mereka. Atau mereka hanya jatuh pada Confirmation Bias?

• • •

IDENTITAS, PERILAKU, DAN HASIL

Dari eksperimen tersebut kita tahu bahwa situasi bisa membentuk perilaku kita lebih dari kepribadian yang sudah melekat.

Situasi yang terjadi di sekitar kita menyajikan potongan bukti-bukti yang kemudian membentuk kepercayaan kita. Kepercayaan inilah yang membuat kita melakukan sesuatu yang disebut dengan perilaku, yang kemudian memberikan sebuah hasil.

Kekuatan Peran : Sesuatu Yang Tidak Kita Sadari Kenapa Perilaku Dan Kehidupan Kita Berubah

Akan selalu ada situasi dimana tidak bisa kita hindari dan ubah dalam hidup kita. Tetapi untuk mencapai hasil yang luar biasa, tak jarang kita harus melawan diri kita sendiri.

Ada dua hal yang bisa kita lakukan untuk tidak salah dalam membangun kepercayaan.

  •  Evaluasi setiap bukti yang ada sebelum meyakininya.

Kita harus sadar bahwa bukti yang ada memiliki kemungkinan benar dan salah. Maka sebelum menarik sebuah kesimpulan, pastikan kita mencari data dari sumber yang lain. Kalau perlu carilah data yang kontradiktif dengan data sebelumnya. Hal ini bertujuan agar kita tidak hanya memandang dari satu sudut pandang saja. Kita akan tahu dampak yang ditimbulkan secara menyeluruh. Dengan kata lain, jangan telan mentah-mentah semua bukti.

  •  Selalu terbuka dengan perubahan.

Ketika kita dihadapkan pada situasi yang berlawanan dengan keyakinan kita, jangan pernah langsung menyimpulkan bahwa itu adalah hal yang salah. Ambil waktu sejenak, dan pahami setiap situasi yang terjadi ( bagaimana, apa, kenapa ). Ketika situasi itu memang menuntut kita untuk berubah ke arah yang positif, maka jangan pertahankan keyakinanmu. Jika situasi tersebut memberikan dampak yang negatif ketika berubah, maka pertahankan keyakinanmu.

Contoh yang aku lihat sendiri adalah bagaimana majunya teknologi yang tidak bisa diterima oleh beberapa masyarakat kita.

Masih ingat tentang keributan saat transportasi online mulai beroperasi?

Banyak supir atau pengendara transportasi konvensional berkeyakinan bahwa transportasi online akan mematikan bisnis mereka. Jika kita pahami lebih dalam lagi, ada 4 unsur yang terdapat pada kasus ini.

  1.  Situasi → Adanya transportasi online yang akan beroperasi.
  2.  Kepercayaan → Jika beroperasi, bisnis mereka akan bangkrut.
  3.  Perilaku →  Mereka menolak keberadaan transportasi online.
  4.  Hasil  → Terjadi bentrok dan kerusuhan di berbagai kota.

Pertama, situasi yang terjadi adalah adanya peran arus globalisasi yang semakin pesat dan kita tidak bisa menahan itu semua.  Majunya zaman juga semakin membuat masyarakat ingin sesuatu yang memudahkan mereka dalam hal apapun.

Kedua, kepercayaan yang terbentuk telah membutakan mereka dengan bukti yang sebenarnya. Mereka masih terpaku dengan bukti lama dan menghiraukan bukti terbaru.

Ketiga, kepercayaan yang salah kemudian membawa mereka kepada perilaku yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Keempat, hasil memberikan dampak negatif, yaitu terjadi bentrok antara dua belah kubu karena kepercayaan yang berbeda.

Itulah kenapa, terkadang kita tidak bisa mempertahankan keyakinan dengan bukti yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Kita harus mampu beradaptasi.

Jika kita mau mendapatkan hasil yang kita inginkan, kita harus membentuk keyakinan baru dengan situasi yang baru juga.

Keyakinanmu akan mempengaruhi perilaku dan kehidupanmu!

If you change the believe first, changing the actions is easier.

— Peter McWilliams

 

 


FOOTNOTES

  1. Jika kalian ingin cerita lengkap tentang eksperimen yang dilakukan Zimbardo, kalian bisa cek prisonexp. Disitu, kalian juga bisa melihat video tentang eksperimen tersebut.