Kita Sebenarnya Tidak Tahu Apa Yang Kita Tahu

Kita Sebenarnya Tidak Tahu Apa Yang Kita Tahu

Kejadian berikut ini adalah kejadian yang pernah dialami oleh semua orang.

Kita belajar berjam-jam, tidak lupa menulis catatan atau bahkan menandai kalimat penting dengan pena berwarna-warni.

Membaca artikel, buku, mendengarkan podcast, audiobook atau melihat video adalah cara kita untuk mencari tahu tentang hal yang ingin kita ketahui.

Di ujung kegiatan, sebuah kesimpulan kita ambil.

” Kita sudah mengerti tentang semua informasi yang telah kita dapatkan. “

Wow hebat, telihat bahwa kita seperti halnya sebuah sponge yang langsung bisa menyerap air.

Berjam-jam berlalu, dan sebuah pertanyaan dari apa yang kita telah pelajari tiba-tiba muncul di dalam otak.

Dan disitulah kita kemudian hanya punya satu jawaban.

” Kita tidak tahu jawabannya ”

Lalu kemana semua informasi itu?

• • •

Kasus lain yang sering kita jumpai adalah, ketika kita akan menghadapi ujian sekolah.

Dirumah, kita belajar berjam-jam untuk berusaha menyerap informasi yang kita butuhkan. Kita merasa bahwa kita telah mengerti dan siap untuk menghadapi ujian.

Tetapi, ketika hari besar itu datang. Soal yang mendarat di hadapan kita, tiba-tiba membuat otak kita mengibarkan bendera putih.

Lagi-lagi kita hanya “merasa” bisa. Ekspektasi tidak mencerminkan realita.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa buku panduan tentang cara membuang dan membangun kebiasaan ( di dukung dengan ilmu ilmiah ) sudah bisa kamu download. Ingin merubah kebiasaan dan hidup?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

• • •

KITA HANYA MELIHAT ILUSI

Kita menipu diri kita dan percaya bahwa kita sudah paham akan informasi, padahal pada kenyataanya, Tidak!

Dan itulah yang sebenarnya terjadi.

Dr. Barbara Oakley, seorang profesor teknik di Universitas Oakland, menyebut hal diatas sebagai Illusions of Competence.

Illusions of Competence menjelaskan beberapa hal…

  • Melihat informasi di depan kita, seperti membaca buku, tidak mengartikan bahwa kita paham tentang itu.
  • Melihat atau mendengar seseorang memberikan sebuah kesimpulan tidak mengartikan bahwa kita tahu bagaimana cara mendapatkan kesimpulan itu atau menjelaskan argumen mereka.
  • Mencari sesuatu di Google memberikan kita ilusi bahwa informasi yang kita cari sudah diserap oleh otak kita.
  • Menghabiskan banyak waktu untuk memperlajari suatu hal tidak mengartikan bahwa kita akan paham.

The person who says he knows what he thinks but can’t express it usually does not know what he thinks.

— Mortimer Adler

Hal ini juga yang menjelaskan apakah kita merasa tahu atau benar-benar tahu.

• • •

SHORT-TERM DAN LONG-TERM MEMORY

Alasan utama kenapa kita tidak bisa menjelaskan informasi yang telah kita cerna adalah karena lupa.

Maka belajar bagaimana ingatan bekerja adalah hal yang harus kita lakukan.

Ingatan itu sendiri dibagi menjadi dua.

  • Short-term memory ( ingatan jangka pendek )
  • Long-term memory ( ingatan jangka panjang )

Ketika kita belajar sesuatu yang baru dari membaca, melihat, menonton, melakukan atau mendiskusikan informasi, itu akan disimpan di short-term memory ( ingatan jangka pendek ).

Di short-term memory jugalah informasi tersebut dibentuk menjadi sebuah pola untuk membuat pembelajaran menjadi nyata.

Pola itu kemudian ditransferkan ke long-term memory ( ingatan jangka panjang ), dimana semua informasi di setorkan dalam bentuk Neural Network Connections.

Hal diatas juga menjelaskan kenapa kita bisa berada pada Illusion of Competence. Itu semua karena tidak semua informasi berada di long-term memory.

Kita merasa bahwa kita telah mempelajari dan memahami sesuatu karena informasi tersebut masih berada pada short-term memory. Kita juga percaya bahwa informasi tersebut telah aman dan siap digunakan.

Faktanya, informasi tersebut malah hilang karena belum tertransfer ke long-term memory.

Untuk membuat informasi tersebut berada pada long-term memory, informasi tersebut harus melewati bagian dari short-term memory bernama working memory.

Kabar buruknya adalah, working memory hanya dapat menampung sekitar empat informasi dan menahannya tidak lebih dari 20 atau 30 detik.

alasan kenapa kita mudah lupa pelajaran

Bagaimana kalau ada banyak informasi yang kita pelajari?

Bagaimana kalau melewati waktu tersebut?

Informasi tersebut hilang dan tergantikan oleh informasi baru!

Itulah kenapa kita tidak dianjurkan untuk multitasking. Karena informasi tidak akan pernah sampai ke long-term memory. Kita akan mudah lupa karena banyaknya gangguan, atau informasi yang terlalu banyak.

• • •

CARA MEMBUAT INFORMASI BERADA PADA LONG-TERM MEMORY

Oke, setelah kita tahu bagaimana informasi bekerja pada otak kita, sekarang saatnya untuk mengambil langkah agar informasi yang kita dapat bisa kita tempatkan di long-term memory.

  1. Teknik pomodoro, adalah salah satu cara terbaik untuk mempertahankan informasi. Teknik ini menuntut kita untuk tidak melakukan multitasking. Kita diharuskan fokus kepada tugas yang akan dikerjakan dalam waktu tertentu ( biasanya 25 menit ). Setelah waktu berakhir kita baru boleh beristirahat dan berhak mendapatkan apa yang kita inginkan ( 5 menit waktu istirahat ). Cara ini adalah cara ampuh untuk mengingat informasi tanpa merasa bosan.
  2. Lakukan pengulangan ( spaced repetition ), seiring berjalannya waktu, informasi yang kita dapat akan hilang jika tidak ada pengulangan. Sistem pengulangan ini bisa kita gunakan bersama teknik pomodoro untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Teknik pengulangan ini juga diterapkan dalam flashcard.
  3. Gunakan teknik Feynman, belajar sendiri masih belumlah efektif. Dengan teknik feynman, kita diharuskan untuk berkomunikasi, menerapkan, dan menjelaskan tentang apa yang kita tahu kepada orang lain. Cara ini juga sangat efektif untuk mengetahui apakah kita terjebak dalam illusion of competence atau tidak.

• • •

TAMBAHAN

Illusion of competence tidak hanya memberikan dampak negatif. Memang terdengar kontradiktif dengan fakta yang ada, tetapi illusion of competence memang bisa memberikan dampak positif kepada kita yang mengalaminya.

  • Menciptakan inspirasi dan motivasi untuk menemukan solusi, hal ini akan terjadi jika kita mau mengakui dan menerima kenyataan bahwa kita memang tidak menguasai informasi tersebut. Tanpa adanya kesadaran diri, kita akan buta akan kekurangan yang kita miliki dan tidak akan pernah tergerak untuk mencari cara untuk memperbaikinya.

Sebelum mengambil kesimpulan apakah kita benar-benar paham tentang informasi tersebut, kita bisa melakukan test terhadap diri sendiri.

Test ini adalah sebagai pembuktian apakah kita hanya merasa atau benar-benar paham. Ada dua langkah yang bisa kita lakukan.

  • Berhenti sebentar setelah mendapatkan informasi baru. Beri waktu kepada otak kita untuk mengingat fakta, data yang telah kita pelajari, agar bisa terkirim ke long-term memory.

  • Jelaskan atau terapkan apa yang telah kamu pelajari. Jika itu matematika, cobalah memecahkan masalah di atas kertas tanpa melihat buku itu.

Jika dalam dua langkah tersebut kamu membuat kesalahan atau gagal untuk mengingat beberapa informasi, katakan selamat datang kepada illusion of competence.

The greatest enemy of knowledge is not ignorance, it is the illusion of knowledge.

— Stephen Hawking

 

 


FOOTNOTES

1. Jika ingin membaca penjelasan yang lebih lengkap tentang short-term dan long-term memory, kamu bisa membacanya di science.howstuffworks.

2. Ingin tahu lebih dalam tentang working memory? Baca di memory-key.