Konsistensi : Letakkan Batu Batamu Setiap Hari

Letakkan Batu Batamu Setiap Hari

  • Pada 25 September 1968 di Philadelphia, Pennsylvania, telah lahir seorang anak laki-laki di keluarga sederhana
  • Pada saat 12 tahun, dia sadar bahwa dia menyukai rap, dan mulai untuk berlatih dan menekuninya.
  • 4 tahun berlalu, diumurnya yang ke 16 tahun, dia bertemu dengan seorang Dj di sebuah pesta. Dj tersebut adalah Jeff Townes. Mereka berdua sepakat untuk membentuk grup dan menamainya dengan Dj Jazzy Jeff & The Fresh Prince.
  • Karir Rap-nya sukses, dan membawa dia menjadi seorang millionaire sebelum umur 18 tahun. Disaat inilah dia berpikir bahwa dia tidak membutuhkan kuliah.
  • Beasiswa MIT (Massachusetts Intitute of Technology) ditolaknya mentah-mentah.
  • Uang yang begitu melimpah membuatnya silau dan menghabiskannya secara cuma-cuma.
  • Tahun 1988 dan 1989 dia menunggak pajak penghasilan. Dia membuat angka fantastis sebesar $ 2.8 juta untuk hutang pajaknya.
  • 1990 dia hampir bangkrut. Tetapi NBC TV network menawarkan kontrak kepadanya untuk membintangi sebuah sitkom ( sinetron komedi ). Sitkom yang berjudul ” The Fresh Prince of Bel-Air ” tersebut meledak, sukses dan melambungkan namanya didunia akting.
  • 1993, Dia mendapat peran besar di sebuah film berjudul ” Six Degrees of Separation “.
  • Tahun berlalu dengan cepat. Di tahun 2005, Dia berhasil masuk dalam The Guiness Book of World Record karena pencapaiannya menghadiri 3 premieres sekaligus di Manchester, Birmingham dan London dalam waktu 24 jam.
  • Dia dulu secara konsisten masuk kedalam daftar Fortune Magazine ” Richest 40 “, yaitu daftar orang  terkaya di Amerika, yang dicapai dibawah 40 tahun.

Ladies and Gentlemen, Aku perkenalkan kepada kalian, Will Smith.

Letakkan Batu Batamu Setiap Hari

———

The Pursuit of Happyness adalah salah satu film Smith yang semakin membesarkan namanya.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini, menampilkan Smith sebagai Chris Gardner, seorang ayah yang memiliki kesulitan dalam keuangannya, dan mencoba untuk membesarkan anaknya seorang diri setelah istrinya meninggalkannya.

Ada salah satu scene yang bisa kita ambil pelajarannya diantara scenes yang lain. Scene tersebut adalah saat Smith bermain basket bersama anaknya.

Di poin tertentu, Smith mengatakan bahwa anaknya mungkin tidak akan memiliki kemampuan yang hebat untuk bermain basket, dan mengatakan bahwa dia tidak seharusnya menghabiskan banyak waktu di lapangan.

Anaknya mengerti dan kecewa. Dia membuang bola basketnya,  berhenti bermain dan bergegas untuk memasukkan bolanya ke sebuah kantong plastik.

Smith yang melihat mimpinya sendiri hancur lebur selama bertahun-tahun menyadari bahwa dia seharusnya mengajarkan kepada anaknya untuk selalu menjaga mimpinya, bukannya malah menurunkan semangatnya.

Dan inilah yang Smith katakan

Don’t ever let somebody tell you, you can’t do something. Not even me!

You got a dream, you got to protect it!

People can’t do something themselves, they want to tell you you can’t do it.

You want something?

Go get it!

Period!

Itulah yang dikatakan Smith kepada anaknya. Bahwa mimpi seharusnya diwujudkan, bukan untuk dikubur dan dilupakan.

Lalu adakah cara agar kita berhasil menggapai mimpi?

———

MEMBANGUN SEBUAH TEMBOK

Pada musim panas 1980, seorang anak yang berumur 12 tahun, Willard Carroll Smith Jr dan saudara laki-lakinya Harry diberi sebuah tugas oleh ayahnya.

Mereka menganggap bahwa ayahnya memberikan tugas yang tidak mungkin dilakukan.

Ayah mereka meminta untuk dibangunkan sebuah tembok didepan tokonya.

Ayahnya kemudian merobohkan tembok yang sudah berdiri sebelumnya. Tembok tersebut setinggi 16 kaki, dan memiliki panjang 30 kaki.

Dia memilnta Will dan Harry untuk membangun lagi. Dengan tangan!

Will dan Harry mulai menggali lubang sedalam 6 kaki untuk membuat pondasi tembok.

Setelah membuat pondasinya, Will dan Harry  memulai menyusun batu bata untuk membangun temboknya. Mereka melakukannya setiap hari setiap pulang sekolah.

Ada momen dimana Will berdiri, melihat ke tembok yang belum jadi dan berkata kepada dirinya

” There will be nothing but a giant hole here, forever! “

Meskipun Will pesimis untuk menyelesaikan temboknya, dia dan Harry terus meletakkan batu bata satu per satu secara sempurna setiap hari.

Hasil akan selalu sejalan dengan usaha. Will dan Harry akhirnya berhasil meletakkan batu bata terakhir untuk menyelesaikan tugas mereka di bulan ke 18.

———

MULAILAH DENGAN MELETAKKAN BATU BATA

Pada mulanya, Will menggambarkan tembok tersebut sebagai tugas yang tidak mungkin. Tetapi, dengan ketekunan dan konsistensi yang tinggi, Will dan saudara lelakinya berhasil membangun tembok selama satu tahun setengah.

Dengan saling menatap hasil karya mereka yang begitu megah, ayah mereka mendekati mereka dan mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah mereka lupakan.

Don’t ever tell me that you can’t do something

Kita semua harus bisa mengambil pelajaran dari cerita hidup Will Smith tersebut.

Di dalam kehidupan, kita memiliki “dinding” yang harus kita bangun.

  • Hubungan sehat yang harus kita bangun, dan kita jaga antar manusia dan Allah.
  • Kebiasaan  yang bisa membentuk siapa kita sebenarnya.
  • Tujuan atau mimpi yang harus kita capai, baik di dunia atau di akhirat.

Tapi kita harus ingat bahwa untuk membangun dinding tersebut, kita harus meletakkan batu bata satu demi satu, waktu demi waktu, membutuhkan tenaga, pengulangan, dan fokus agar bisa meletakkan batu bata selanjutnya.

Dalam sebuah interviewnya saat diwawancarai Charlie Rose, Will Smith mengatakan…

You don’t set out to build wall.

You don’t say ” I’m going to build the biggest, baddest, greatest wall that’s ever been built”

You don’t start there!

You say, ” I’m going to lay this brick as perfectly as a brick can be laid ”

You do that every single day.

And soon, you have a wall.

———

USAHA KECIL YANG MENJADI BESAR

Melihat sebuah hasil telah membuat kita lupa melakukan hal yang lebih penting. Kita masih sering melihat puncak, tetapi menghiraukan gunungnya.

Kita sering melihat keberhasilan tanpa melihat prosesnya.

Kita terlalu banyak bicara tetapi sedikit usaha untuk mewujudkan mimpi kita.

Kita terlalu banyak bicara dan lupa untuk mulai meletakkan batu bata kita.

Kita sering berpikir bahwa tindakan kecil adalah sesuatu yang sepele. Disaat bersamaan kita percaya bahwa usaha yang kecil tidak akan membawa kita kemana-mana.

Kita masih percaya bahwa sesuatu yang hebat, sesuatu yang besar dan menghasilkan perhatian, harus dimulai dengan usaha yang besar dan hebat juga.

Kalian tidak akan pernah menjadi seorang pemimpin yang hebat tanpa konsistensi untuk memimpin setiap hari.

Kalian tidak akan pernah menjadi seorang pebisnis yang hebat tanpa konsistensi untuk mengambil resiko setiap hari.

Kalian tidak akan pernah menjadi seorang penyanyi yang hebat tanpa konsistensi untuk berlatih setiap hari.

Kalian tidak akan pernah menjadi seorang mahasiswa yang hebat tanpa konsistensi untuk belajar setiap hari.

Kalian tidak akan pernah menjadi seorang hamba Allah yang hebat tanpa konsistensi untuk beribadah setiap hari.

Konsistensi akan membawamu mencapi garis finish.

Konsistensi akan membawamu ke hasil yang kamu inginkan.

Konsistensi akan membawamu ke kebahagiaan.

Pada akhirnya, kita tidak akan mendapatkan apapun jika kita hanya membayangkan tembok yang besar, bukkannya melangkah dan mulai membangun tembok dengan meletakkan batu bata setiap hari.

Sekecil apapun usaha kita, itu  sangat penting!

A dream doesn’t become reality through magic, it takes sweat, determination and hard work

— Colin Powell

 


FOOTNOTE

  1. Kalian bisa lihat interview Will Smith disini