“Sekolahlah yang tinggi, dapatkan nilai yang baik, dan jadilah orang yang sukses”

Berapa kali kita mendengar nasihat ajaib itu?

Dari kecil kita sudah di doktrin bahwa kesuksesan adalah segala hal yang berhubungan dengan uang. 

Secara tidak sadar, kita juga ditanamkan pesan bahwa hanya dengan sekolah yang tinggi, hanya dengan nilai yang sempurna, kita akan mudah mendapatkan kesuksesan tersebut.

Setelah kamu keluar dan menghadapi dunia yang sesungguhnya, apa yang kamu pikirkan?

Iya, semua janji itu sebenarnya hanyalah nasihat yang tidak seluruhnya benar.

Memang benar bahwa ada orang yang sukses dengan alur seperti diatas, tetapi fakta dilapangan juga mengatakan bahwa banyak orang yang tidak memiliki latar pendidikan tinggi, tetapi bisa meraih kesuksesan.

Tak masalah dengan latar pendidikan mereka, yang menjadi masalah dan sangat menyedihkan adalah, banyak orang yang akhirnya menjadikan uang sebagai prioritas utama.

Sedih? Indeed!

Akhirnya?

Sudah bisa ditebak, bahwa sumber kebahagiaan mereka hanya ditentukan dengan nominal yang terdapat pada selembar kertas. Tak lebih dari itu!

• • •

Beberapa hari lalu aku menonton video Youtube di kanal ITB dengan judul ; Studium Generale : Ir. Budi Rahardjo, M. Sc., Ph.D.

Pembicara dalam acara tersebut adalah Bapak Budi Rahardjo, seorang dosen, praktisi IT, ahli keamanan informasi, technopreneur, penulis, peneliti, pembicara, konsultan information security, blogger, dan juga rocker.

budi rahardjo

Di video tersebut beliau menjelaskan bagaimana perjalanan hidupnya secara singkat.

Beliau juga bercerita bahwa perjalanan hidupnya bisa digambarkan seperti versi globalisasi yang dijelaskan oleh Thomas L. Friedman dalam bukunya yang berjudul The World Is Flat: A Brief History of the Twenty-first Century.

Jika globalisasi memiliki 3 versi, itu sama halnya dengan kehidupan beliau sebelumnya :

Budi Rahardjo 1.0

Budi Rahardjo muda Ingin keluar negeri. Dirajut dari mimpi yang ingin menjadi seorang pembalap, dan menemui takdir sebagai seorang dosen.

Meskipun ingin ke Amerika untuk melanjutkan studi S2-nya, nyatanya jalan hidup menunjukkan kesempatan yang berbeda.

Kanada menjadi keputusan final beliau.

Rencana yang semula hanya 2 tahun 18 bulan, berakhir menjadi 11 tahun.

Budi Rahardjo 2.0

Beliau ingin bekerja di perusahaan multinasional. Meskipun sempat ditawari untuk bekerja di Google, pada akhirnya beliau menolak dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Budi Rahardjo 3.0

Kembalinya beliau dari Kanada ke Indonesia adalah karena terinspirasi dari Person of the Year edisi 2006.

Ada apa dengan Person of the Year edisi 2006?

• • •

PERSON OF THE YEAR

Setiap tahun Time Magazine selalu membuat Person of the Year ( sebelumnya Man of the Year atau Woman of the Year hingga 1999).

Person of the Year adalah edisi tahunan Time Magazine yang menampilkan profil seseorang, grup, ide, atau objek yang telah melakukan hal yang lebih baik atau lebih buruk dan paling mempengaruhi peristiwa-peristiwa di tahun tersebut.

Mari kita bernostalgia lagi untuk melihat daftar Person of the Year dari tahun 2000 sampai tahun 2006.

2000 : George W. Bush

Pada tahun 2000, Bush terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, mengalahkan Wakil Presiden petahana, Al Gore.

2001 : Rudy Giuliani

Giuliani adalah Walikota New York City pada saat serangan 11 September 2001, dipilih sebagai simbol respon Amerika terhadap serangan itu.

2002 : The Whistleblowers

( Orang yang memaparkan segala jenis informasi atau kegiatan yang dianggap ilegal, tidak etis, atau tidak benar dalam suatu organisasi yang bersifat pribadi atau publik )

Diwakili oleh Cynthia Cooper, Coleen Rowley dan Sherron Watkins.

Pada tahun 2001, Watkins menemukan penyimpangan akuntansi dalam laporan keuangan Enron, bersaksi di depan komite Kongres tahun berikutnya.

Pada tahun 2002, Cooper mengekspos penipuan senilai $ 3,8 miliar di WorldCom. Pada saat itu, insiden tersebut merupakan kasus terbesar kecurangan akuntansi dalam sejarah A.S.

Pada tahun 2002, Rowley, seorang agen FBI, memberikan kesaksian tentang kesalahan penanganan informasi FBI terkait serangan 11 September 2001.

2003 : The American soldier

Mewakili pasukan A.S. di seluruh dunia, terutama dalam Perang Irak (2003-2011).

2004 : George W. Bush ( Lagi )

Pada 2004, Bush terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat, mengawasi keterlibatan A.S. dalam Perang Irak.

2005 : The Good Samaritans

Diwakili oleh Bono, Bill Gates dan Melinda Gates.

Bono, para filantropi dan anggota band rock U2, membantu mengatur konser Live 8 2005.

Bill Gates, pendiri Microsoft, dan istrinya Melinda, mendirikan Yayasan filantropi Bill & Melinda Gates.

• • •

Dan pada tahun 2006 ada sesuatu yang berbeda yang ditampilkan Time Magazine.

Di tahun ini, yang terpilih menjadi Person of the Year adalah You ( Kamu ).

Meskipun sebenarnya “You” disitu ditujukan untuk pembuat konten individu di World Wide Web, tetap saja ada pelajaran besar yang bisa kita dapatkan.

Tidakkah kita sudah melihat bagaimana seseorang, grup, ide, atau objek yang menjadi Person of the Year adalah mereka yang telah memberikan kontribusi terhadap dunia?

Lalu ketika kita melihat Time Magazine edisi 2006 apa yang akan kita pikirkan?

Seketika kita akan bercermin dan bertanya kepada diri kita sendiri…

…”Apa kontribusi kita di dunia ini?”

Pertanyaan itulah yang membuat pak Budi Rahardjo memutuskan untuk kembali dan ingin memberikan kontribusi ke Indonesia.

• • •

MAPAN ATAU BERGUNA?

Mari kita selesaikan ini!

Mapan adalah uang dan itu adalah rumus pasti. Kebanyakan dari kita akan melalui dua tahap dalam memandang uang tersebut :

  1. Sebagai prioritas utama, dimana kita menjadikan uang sebagai alat pemuas kita.
  2. Sebagai alat pembantu dalam mencapai kepuasan yang lebih tinggi. Yaitu kepuasan dalam membantu sesama dan menjadi orang yang berguna.

Maka terjawab sudah, mengapa orang kebanyakan ingin mapan daripada jadi berguna?

Karena mereka masih menjadikan dirinya sebagai prioritas.

Mereka adalah orang yang hanya memandang segala hal dari materi.

Mereka adalah orang yang hanya merasa “Jika aku tidak mendapatkan uang, kenapa harus melakukan itu?”.

Mereka adalah orang yang sama sekali tidak sadar apa arti dari berbagi.

Coba kita renungkan bersama…

Jika kita hanya bangun, bekerja, makan, dan tidur, apa bedanya kita dengan cacing?

Meskipun uangmu menggunung dan banyak seperti buih lautan, jika itu hanya ditujukan untuk memuaskan isi perutmu, dia tak lebih dari sekedar kotoran yang akan keluar pada keesokan harinya.

Ingat! Semua hal tidak melulu tentang lembaran kertas bergambar pahlawan.

Karena pada dasarnya…

Setiap orang akan selalu memiliki kesempatan untuk memberikan apa yang dia punya.

Setiap orang akan selalu memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam masyarakat.

Setiap orang akan selalu memiliki kesempatan untuk memberikan lekukan pada dunia.

Jika tidak bisa untuk dunia yang besar ini, beri lekukan itu di dunia seseorang yang membutuhkan kita.

We’re here to put a dent in the universe. Otherwise why else even be here?

— Steve Jobs

Pertanyaan selanjutnya yang harus bisa kita jawab adalah…

What’s our dent in this universe?

 


FOOTNOTES

  1. Jika kamu ingin menonton secara keseluruhan tentang isi konferensi Budi Rahardjo, kamu bisa menontonnya di Studium Generale : Ir. Budi Rahardjo, M.Sc., Ph.D.
  2. Daftar Person of The Year dari tahun ke tahun bisa kamu baca di Time – Person Of The Year. mapan atau berguna mapan atau berguna mapan atau berguna mapan atau berguna

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.