Cara Agar Membaca Buku Lebih : 6 Tips Untuk Meningkatkan Pembelajaran

Cara Agar Membaca Buku Lebih : 6 Tips Untuk Meningkatkan Pembelajaran

Dulu aku menganggap bahwa membaca buku adalah hal yang biasa, tetapi ketika melakukannya aku sangat sulit untuk bertahan dan menyelesaikannya secara keseluruhan.

Aku menganggap bahwa membaca tak lebih dari sebuah tugas yang hanya memberi beban. Padahal sebenarnya aku telah melakukan kesalahan besar.

Apakah kalian menganggap membaca buku sebagai beban?

Jika kalian bukan orang yang suka membaca, inilah alasan kenapa kalian akan kehilangan banyak kesempatan untuk pengembangan diri.

Kita masih sering memiliki alasan untuk tidak membaca buku. Memprioritaskan hal yang sebenarnya tak terlalu penting, dan malah memilih untuk mengesampingkan buku.

Terlebih lagi kita mendapatkan banyak serangan dari dunia luar. TV, sosial media, dan hal-hal yang hanya memberikan gratifikasi instan seakan-akan adalah hal yang terbaik untuk dikonsumsi.

Banyaknya kemudahan dan pilihan justru akan mematikan langkah kita kedepan.

Itu semua karena kita merasa sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan dan menghiraukan hal-hal lainnya yang sebenarnya jauh lebih penting.

KENAPA AKU MULAI MEMBACA BUKU

Jika kalian tidak suka membaca buku, aku juga seperti itu, dulu.

Aku selalu memiliki banyak pertanyaan kenapa ada banyak orang yang sukses, tetapi tak sedikit juga yang gagal.

Memang, setiap orang akan memiliki definisi suksesnya sendiri-sendiri.

Tapi kegagalan, adalah dimana kita berhenti berjuang dan memilih untuk diam dan tidak mau bergerak untuk berubah.

Waktu istirahat makan siang di perusahaan tempat aku bekerja, kami, sebagai karyawan akan berkumpul dan membuang segala penat setelah lelahnya bekerja.

Asappun mulai membumbung tinggi ketika sebatang rokok mulai dinyalakan.

Bagi yang tidak merokok seperti aku, ya hanya bisa merelakan oksigen yang semakin tipis untuk dihirup.

Kami bisa bercerita dari topik A ke topik Z, dari masalah kerja sampai ke masalah pribadi.

Sampai poin tertentu, salah seorang temanku mengatakan…

…” Disyukuri aja, orang kecil kaya kita ini dapat pekerjaan saja sudah Alhamdulillah “

Kalimat itulah yang membuatku berubah.

Tapi kan itu sebuah kalimat syukur?

Iya, aku tidak bilang itu jelek, itu sangat baik malah. Hanya saja kalau mau menyelami lebih dalam lagi, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kalimat itu.

Bagiku, merasa bahwa kita adalah orang kecil sama artinya kita merendahkan diri sendiri, tidak mau berkembang dan memilih bertahan pada zona nyaman.

Anehnya, tak jarang kalimat ini diikuti kalimat keluhan karena keadaan yang tidak ada perbaikan.

Itu sangat kontradiktif.

Hari ini kita merendahakan diri, dan bersyukur. Dilain hari kita mengeluh karena pekerjaan.

Kita tidak akan pernah berkembang.

Kita tidak akan pernah berubah.

Kita akan selalu stuck.

Kita akan selalu sama.

Kalau kita sendiri tidak bergerak untuk mempersiapkannya.

Kalau kita sendiri tidak bergerak untuk memperjuangkannya.

Semua hal selalu dibarengi dengan resiko. Tinggal apakah kita mau bergerak, mengambil resiko tersebut dan tumbuh menjadi orang yang lebih baik atau memilih tinggal dalam selimut sampai penyesalan yang membangunkan kita?

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
— QS 13:11
———

KEUNTUNGAN MEMBACA BUKU

” Baca artikel aja udah bisa, gausah repot baca buku segala “

” Ah baca berita di internet aja udah cukup kok”

Aku yakin masih banyak deretan alasan untuk tidak membaca buku.

Lalu apakah benar jika membaca artikel sudah cukup?

Tergantung…

Sebuah artikel seperti ini hanya akan menjelaskan permukaannya saja, sedangkan buku akan menjelaskan secara rinci dan lebih dalam.

Artinya?

Jika kalian ingin mencari informasi dasar, artikel adalah awal yang bagus.

Tetapi, jika kalian ingin mencari informasi lebih dalam dan detail, buku adalah pelarian yang terbaik.

Inilah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari membaca buku :

MENCURI PIKIRAN DAN PENGALAMAN PENULIS

Sebuah buku disusun berdasarkan pengalaman, pemikiran dan penelitian yang mungkin sudah dilakukan penulis selama bertahun-tahun.

Adalah sebuah keuntungan yang sangat besar jika kita sadar betul bahwa waktu hidup kita terbatas.

Karena kesadaran itulah kita akan tahu bahwa buku adalah salah satu jalan pintas untuk meminimalisir kegagalan kita kedepan.

Karena kesadaran itulah kita akan tahu bahwa buku adalah salah satu jalan pintas untuk mengembangkan pikiran yang kritis.

Kenapa semua itu bisa terjadi?

Karena kita mengambil pelajaran, pengalaman, dan fakta-fakta penelitian penulis untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan kata lain buku tidak hanya alat untuk menyampaikan dan membagikan informasi, tetapi juga memberi kita sebuah proses pemikiran yang baru dan sebuah perspektif baru.

ALAT INTROSPEKSI

Saat kita belajara disekolah , kita akan diajarkan berbagai macam mata pelajaran. Dan beberapa dari itu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah proses belajar.

Mengambil sesuatu yang bisa digunakan dalam kehidupan kita. Tidak hanya untuk mempermudah, tetapi juga bisa mengubah siapa kita.

Sayangnya banyak diantara kita yang berhenti belajar setelah lulus sekolah. Kita lebih memilih untuk menjalani hidup seperti biasa tanpa adanya keinginan untuk berubah.

Padahal pembelajaran setelah lulus sekolah adalah pembelajaran yang sesungguhnya, karena kita dihadapkan dengan dunia yang berbeda, bahkan kejam.

Belajar memalui buku adalah salah satu cara terbaik agar pikiran kita tidak mati.

Sebuah buku akan menyajikan segala isinya. Dan tugas kita adalah menyaring isi tersebut sesuai dengan norma dan kepribadian kita.

Inilah yang membuat buku sebagai alat introspeksi diri.

Ketika kita membaca dan mendapatkan sesuatu yang mencerminkan atau tidak mencerminkan siapa kita.

Kita akan dilempar ke masa lalu untuk merenung dan berpikir.

Dengan introspeksi diri inilah kita akan bisa mengambil apa yang bisa membuat kita lebih baik dan membuang sisanya.

Dengan introspeksi diri inilah kita akan bisa mengubah apa yang salah pada kita dulu dan mengubahnya kearah yang lebih benar.

MELATIH BICARA DAN MENGHINDARI KESALAHAN

Semakin banyaknya buku yang kita baca, akan semakin banyak pengetahuan dan kosakata baru yang kita dapat.

Tetapi kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang kita baca kalau tidak memahami dan menerapkannya.

Dengan memahami dan menerapkannya kita akan bisa mendapatkan semua keuntungan itu.

Kita akan lebih lancar dalam berbicara. Bahkan tak jarang ucapan kita menjadi penuh makna dari sebelumnya.

Kita akan lebih bisa menghindari kesalahan, karena kita memiliki wawasan yang lebih bervariatif.

MENAMBAH KEIMANAN

Dalam pengalaman pribadiku, aku melihat bahwa buku akan menambah keimanan kita.

Sudah pasti kita dapatkan jika kita membaca buku islam atau buku karangan kaum muslim.

Tetapi adakah penambahan iman yang bisa kita dapat dari buku diluar itu?

Ada.

Syarat utamanya adalah kita harus membaca buku tersebut dengan berpegang teguh pada syariat islam.

Maksudnya?

Kita tahu sendiri ada bermacam-macam genre buku. Banyak diantara buku-buku itu yang tidak memiliki nilai islami.

Jika tidak dibentengi dengan ilmu agama, kita hanya menjadikan dunia ini sebagai ladang dosa.

Tetapi jika dibentengi dengan ilmu agama, kita akan semakin yakin dan semakin mendekatkan diri dengan Allah.

The more you read, the more you know. The more that you learn, The more places you will go

— Dr. Seuss

———

SISTEM AGAR BISA MEMBACA LEBIH

Kita tahu manfaat yang dibaca jika kita membaca, tetapi masih saja kita merasa bahwa itu adalah hal kegiatan yang membosankan.

Gimana tidak merasa bosan, buku setebal 300 halaman sangat minim dalam menampilkan gambar. 90% hanyalah berupa teks yang membuat mata pedih, otak malas, dan hati yang kaku.

Tapi, memang tujuan utama kita kan mencari informasi, bukan gambar yang bisa menghibur kita.

Memang benar adanya beberapa gambar bisa membuat kita sedikit santai dan tidak tegang.

Cara Agar Membaca Buku Lebih : 6 Tips Untuk Meningkatkan Pembelajaran
Biar ga bosen baca, hehe

Tapi sebenarnya, gambar adalah pemanis saja. Bosan tidaknya kita membaca di tentukan bagaimana cara kita.

Akan ada titik jenuh jika kita tidak memiliki sistem dalam membaca.

Maka dari itu kita perlu sistem yang bisa membuat kita membaca buku lebih.

SATU : BACALAH APA YANG MEMBUATMU BERSEMANGAT

Ada tiga pertanyaan untuk menemukan buku yang membuat kita semangat membaca

  • Apa yang kamu inginkan?
  • Apa yang kamu butuhkan?
  • Apa tujuan kamu?

Jika kalian bisa menjawab ketiga pertanyaan diatas, kalian akan lebih mudah dalam membaca sebuah buku.

Kalian akan merasakan keinginan dari diri sendiri, bukan menganggapnya sebagai paksaan atau beban.

Jika kalian masih bingung, mari kita bahas di contoh…

Katakanlah kalian seorang mahasiswa yang mengalami masalah dalam keuangan. Kalian sudah membaca artikel untuk tahap permulaan dan ingin memperdalam lagi dengan membaca buku.

Tetapi kalian dihadapkanpada pilihan yang sulit karena banyaknya buku diluar sana.

Hal itu sangat mudah kita atasi jika kalian tahu tiga hal yang harus bisa kalian jawab.

Apa yang aku inginkan? Aku menginginkan buku yang membahas tentang keuangan.

Apa yang aku butuhkan? Aku membutuhkan buku keuangan yang membahas tentang bagaimana membangun aset untuk masa depan, mengatur uang yang tidak hanya utuk jangka pendek, tetapi juga untuk jangka panjang.

Apa tujuan kamu? Tujuanku setelah membaca buku ini adalah agar aku bisa menerapkan ilmu yang bisa digunakan untuk memperbaiki bagaimana aku mengatur keuanganku.

Ketika kita sudah bisa menemukan buku yang membuat kita bersemangat, kita tidak akan pernah merasa bosan untuk membacanya.

Bayangkan saja jika kalian ingin belajar tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik, tetapi malah membeli buku tentang bagaimana menjual produk.

Sesuatu yang tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan dan butuhkan hanya akan membuat kita jenuh, suntuk dan tak bersemangat.

DUA : PERHATIKAN KELEMAHAN KALIAN

Kalian akan dihadapkan beberapa pilihan untuk mendapatkan semua informasi di dalam buku.

  • Buku fisik
  • E-book
  • Audio book

Ketiga bentuk buku tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

  • Buku fisik :
    (+) Ada feel ketika membacanya, lebih mudah untuk fokus.
    (-) Repot jika harus dibawa kemana-mana.
  • E-book :
    (+) Mudah dibawa kemana-mana, bisa dibaca kapanpun dan dimanapun.
    (-) Mudah terganggu karena banyaknya godaan seperti sosial media, telepon, dll.
  • Audio book :
    (+) Fleksibilitas yang tinggi, bisa digunakan saat berkendara, atau membaca sambil melakukan kegiatan lain.
    (-) Tidak maksimal dalam menyerap informasi.

Yang perlu ditekankan disini adalah, kalian harus bisa menemukan kelemahan kalian.

Kalian harus tahu, dalam bentuk apa kalian bisa menyerap informasi dengan baik dan bisa meningkatkan daya baca.

Lalu bagaimana cara menemukan bentuk yang tepat?

Kalian harus bereksperimen dengan mencoba semua bentuk buku. Hal ini bertujuan untuk mengukur mana yang paling cocok untuk kalian.

Aku sendiri adalah tipe orang yang tidak bisa menggunakan audio book.

Saat aku menggunakan audio book, aku akan lebih sering mengantuk jika dalam keadaan fokus, jika sambil melakukan kegiatan lain, aku tidak bisa mendapatkan informasi dengan maksimal.

Aku lebih cocok menggunakan e-book dan buku fisik.

Alasanya…

…e-book memberikan kemudahan untukku saat ingin membaca. (TIP : Nyalakan flight mode pada gadget kalian saat membaca e-book, agar kalian bisa meminimalisir gangguan )

Sedangkan buku fisik memberikan feel yang berbeda ketika membacanya. Di bentuk fisik inilah aku paling fokus dalam membaca jika dibanding dengan bentuk lainnya.

Jangan lupa untuk memperhatikan faktor eksternal seperti lingkungan.

Pastikan ruangan membaca jauh dari hal-hal yang bisa menganggu konsentrasi kalian.

TIGA : TENTUKAN JADWAL MEMBACA

” Ah aku tidak punya waktu “

” Lain kali aja lah bacanya, capek sekali hari ini “

Itulah beberapa alasan yang membuat kita tidak mau untuk menyentuh buku.

Kalian tidak akan bisa mencari waktu kosong untuk membaca sampai kalian membuat waktu membaca sendiri.

Kalian membutuhkan komitmen dan disiplin.

Lalu…

…Bagaimana cara untuk menjadwal membaca buku?

Buat waktu kosong kalian dan isi waktu itu dengan membaca buku. That’s it!

Aku memiliki dua waktu yang bisa kalian coba.

  • Pertama, pagi hari, sebelum aktivitasmu dimulai. Waktu ini adalah waktu terbaik karena otak dalam keadaan fresh dan kondisi fisik yang masih bersemangat.
  • Kedua, malam hari, tepatnya adalah sebelum tidur. Daripada kita gunakan untuk scrolling sosial media, kita bisa menggantinya dengan membaca buku.

Setiap orang akan memiliki waktu terbaik mereka masing-masing.

Buatlah waktu kalian dan gunakanlah itu untuk tumbuh!

EMPAT : TENTUKAN BATAS KALIAN

Untuk memaksimalkan apa yang kita baca alangkah baiknya kita memberikan batas darimana kita mulai dan dimana kita berhenti. Ini juga untuk melatih konsistensi dan kedisiplinan kita.

Ada tiga batas yang bisa kalian gunakan :

  • Waktu : Kalian bisa menggunakan waktu minimum dan maksimum dalam membaca. Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa bosan. Atur waktu kalian senyaman mungkin.
    Jika 30 menit adalah waktu nyaman kalian, gunakan!
    Jika 30 menit kurang, atur lebih, 60 menit, 90 menit,…dsb.
    Lakukan itu SETIAP HARI!
    (TIP : Jika waktu telah selesai, tetapi kalian masih dalam keadaan bersemangat untuk membaca, lanjutkanlah. Yang terpenting kita telah melalui batas minimun.)
  • Halaman : Batas kedua adalah halaman. Ada beberapa orang yang memberikan batas 30 halaman setiap hari, ada yang 100, 200,…dst.
    Temukan jumlah kalian sendiri, dan pegang itu setiap hari.
  • Chapter : Ini adalah batas yang paling aku suka. Dengan menggunakan batas chapter, informasi yang kita dapat tidak akan terputus.
    ( TIP : Untuk memaksimalkan, tentukan berapa jumlah minimal chapter yang harus kamu baca, ex : satu hari 5 chapter )

LIMA : BUAT DAFTAR ANTRIAN

Daftar antrian ini adalah daftar antrian buku yang harus kalian baca. Ini akan menghemat waktu dalam memilih buku apa yang selanjutnya dibaca.

Dengan menyiapkannya diawal, setelah selesai membaca buku 1, kalian bisa langsung membaca buku selanjutnya tanpa harus kehilangan waktu untuk mencari buku.

( TIP : Jangan membuat daftar bacaan terlalu banyak, jika kalian tidak mau terjebak paradox of choice )

Jika kalian bingung membuat daftar bacaan, kalian bisa menggunakan cara ini :

  • Cari buku dari penulis yang sama, jika kalian suka dengan buku karya penulis A, ada kemungkinan kalian akan suka dengan karya lainnya.
    Cobalah untuk mencarinya dan masukkan dalam daftar bacaan kalian.
  • Cari rekomendasi, jika kalian mempunyai teman atau bergabung dalam komunitas membaca, kalian akan mudah untuk mencari rekomendasi buku yang bagus.
    Kalian juga bisa mencari rekomendasi dari website  favorit kalian.
  • Baca ringkasan buku, untuk mengetahui garis besar sebuah buku kalian bisa membaca sinopsinya.
    dengan ini kalian akan tahu sekilas isi buku terebut, apakah isi tersebut adalah yang kalian cari atau tidak.

ENAM : MULAI HARI INI, LAKUKAN SETIAP HARI !

Warren Buffett pernah mengatakan…

Read 500 pages every day. That’s how knowledge work. It builds up like compound interest.

Yang bisa kita ambil dari kutipan Warren Bufett tersebut adalah kita harus konsisten untuk membaca agar hasilnya juga tumbuh setiap hari.

Aku menantang kalian untuk membaca buku mulai hari ini. Cukup 15 menit saja.

Lakukan itu setiap hari dan rasakan hasilnya.

Happy reading!

A reader lives a thousand lives before he dies, The man never reads lives only one.

— George R.R Martin