3 Langkah Utama Membaca Dengan Baik

3 Langkah Utama Membaca Dengan Baik

Buku, artikel, koran, dan sumber-sember informasi yang  berupa bacaan akan selalu ada sebagai pelengkap nutrisi otak kita.

Banyak diantara kita yang sangat baik dalam menyerap informasi dari apa yang kita baca.

Tetapi tidak sedikit dari mereka yang masih menemukan kesulitan untuk mengingat informasi yang di dapat.

Jika kita bertanya apa masalah utamanya, banyak diantara kita menjawab karena apa yang dibaca merupakan materi yang belum dipahami.

Mungkin diawal itu terlihat betul, bahwa otak kita akan bekerja lebih keras ketika menemukan sesuatu yang baru. Tetapi, pada akhirnya jawaban sebenarnya adalah kita mengalami kesulitan menyerap informasi bukan karena apa yang kita baca, tetapi bagaimana cara kita membaca.

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa buku panduan tentang cara membuang dan membangun kebiasaan ( di dukung dengan ilmu ilmiah ) sudah bisa kamu download. Ingin merubah kebiasaan dan hidup?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

• • •

SEBELUM MULAI MEMBACA

Jika kamu memutuskan untuk membaca buku langsung, kamu mungkin akan menemukan dirimu bosan, atau bahkan berhenti dan menyerah di lembaran pembuka.

Kita tahu, bahwa harus ada sesuatu yang dipersiapkan terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, termasuk membaca buku.

Dengan mempersiapkan hal-hal yang kita butuhkan, membaca tidak lagi sekedar membuka dan menutup buku kembali, tetapi adalah aktivitas yang bisa membuat otak semakin terlatih dan kuat.

Ada beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan :

PAMAHI TUJUANMU

Tanyakan kepada dirimu sendiri apa alasan utama kamu membaca buku tersebut. Apakah kamu mencari hiburan? Apakah untuk memahami sesuatu atau seseorang dari apa yang kamu tidak ketahui? Untuk mengetahui bagaimana cara hidup sehat? Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik? Untuk mempelajari suatu keterampilan? Untuk mendapat pandangagn membangun bisnis?

Apapun itu, kamu harus memiliki tujuan utama, kenapa kamu harus membaca buku itu. 

Kenapa kita membutuhkan sebuah alasan atau tujuan?

Karena jika pada tahap awal ini kamu tidak menemukan jawaban, maka jangan berharap kamu bisa lebih jauh untuk membacanya. Sekalipun kamu menyelesaikannya, kamu tidak benar-benar mengumpulkan informasi. Kamu hanya membuang waktu untuk informasi yang sekedar berupa kata dan kalimat yang siap kamu lupakan.

Temukan tujuanmu!

PILIH BUKUMU

Tidak ada aturan khusus untuk memilih suatu buku yang hendak kamu baca.

Kita tidak harus hanya membaca buku terlaris, buku klasik, atau buku yang disukai oleh kebanyakan orang. Tetapi kamu bisa menggunakannya sebagai referensi. Jika memang buku tersebut sejalan dengan tujuanmu, baca!. Jika tidak, cari buku lainnya!.

Semakin menarik dan relevan kita menemukan sebuah buku, semakin besar kemungkinan kita untuk mengingat isinya.

Mulailah membaca buku dari apa yang kamu sukai dan sesuai dengan tujuanmu membaca!

LINGKUNGAN SANGAT BERPENGARUH

Menemukan sebuah tujuan adalah persiapan internal. Tak hanya itu, kita juga harus mempersiapkan faktor eksternal yang bisa kita gunakan untuk memaksimalkan bacaan kita.

Persiapkan peralatan apa saja yang kamu butuhkan ketika membaca ( buku catatan, pena, highlighter, dll ).

Kondisikan juga hal-hal yang bisa menganggumu dalam proses membaca. Gangguan seperti smartphone adalah gangguan yang paling sering kita jumpai.

Apapun gangguannya, pastikan kamu menjauhkannya. Karena semakin lingkungan itu sesuai dengan apa yang kamu butuhkan, semakin mudah otak kita menyerap informasi.

cara membaca yang baik dan benar

• • •

PEMBACA AKTIF VS PEMBACA PASIF

Pembaca aktif adalah orang yang membaca sesuatu dengan niat dan tekad untuk memahami informasinya. Mereka juga akan mengevaluasi untuk keterkaitan informasi dengan kehidupan meraka. Mereka juga aktif dalam mengulang materi dan kritis terlibat dengan konten yang mereka dapat. Itu semua untuk menghemat waktu dimasa yang akan datang.

Pembaca pasif adalah orang yang hanya sekedar membaca kata demi kata tanpa berniat untuk memahami kontennya. Mereka tidak akan merepotkan diri untuk mengevaluasi informasi dan sangat pasif untuk membaca materi kembali. Inilah kenapa pembaca pasif akan mengalami illusion of competence.

Pembaca pasif juga akan melupakan informasi hampir secepat yang mereka baca.

Pembaca aktif, di sisi lain, mempertahankan sebagian besar dari apa yang mereka baca.

Perbedaan lain antara kedua tipe pembaca ini adalah bagaimana jumlah bacaan memengaruhi mereka secara berbeda.

Pembaca pasif yang membaca banyak tidak jauh lebih baik daripada pembaca pasif yang membaca sedikit. Itu semua karena informasi yang mereka baca lewat begitu saja seperti angin. 

Namun, jika kamu seorang pembaca aktif, semuanya berbeda. Semakin banyak pembaca aktif membaca, semakin baik yang mereka dapatkan.

Pembaca aktif belajar untuk membedakan argumen dan struktur yang baik dari yang buruk. Pembaca aktif juga akan membuat keputusan yang lebih baik karena mereka tahu bagaimana cara bersikap.

Sekarang kamu ingat-ingat lagi buku terakhir yang kamu baca. Berapa persen informasi yang masih bertahan di dalam otak kamu? 

Jika memang hanya ada sedikit yang kamu ingat, jadikan itu sebagai evaluasi untuk mengubah cara membacamu menjadi lebih baik.

Jadilah pembaca aktif!

We lose ourselves in book, we find ourselves there too.

• • •

KESALAHAN UMUM DALAM MEMBACA

Memiliki strategi dalam membaca juga sangat kita perlukan agar waktu dan yang kita investasikan sebanding dengan apa yang kita dapatkan.

Karena faktanya, semakin lama membaca tidak menjamin kita paham dengan informasi yang ada di dalamnya. Dan yang paling parah, kita tidak sadar akan hal itu. Kita masih tetap “merasa” tahu tanpa benar-benar tahu.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pertama, kita harus tahu beberapa kesalahpahaman umum tentang membaca :

  • Bukan kuantitas, tapi soal kualitas. Membaca bukanlah sebuah aktivitas untuk ajang pamer bahwa semakin banyak buku yang kita baca, semakin hebat kita. Artinya adalah kuantitas akan selalu berada dibawah kualitas. Membaca satu buku seminggu sekali dengan seksama dan menyerapnya, akan jauh lebih baik daripada membaca buku setengah perpustakaan tanpa benar-benar diperhatikan isinya.
     
  • Membaca cepat tidak selalu berhasil. Banyak teknik untuk membaca, yang salah satunya adalah membaca cepat. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah, tidak selamanya membaca cepat akan membantu kita. Dalam kasus buku yang memiliki informasi diluar bidang kita, kita akan membutuhkan lebih banyak perhatian untuk membacanya. Itu semua karena kata, atau bahasa yang dibahas merupakan hal baru yang dilihat oleh matam, dan dikenal oleh otak.
     
  • Rangkuman buku hanya mengambil garis besarnya. Aku juga menerbitkan halaman khusus  rangkuman buku yang telah aku baca. Dan banyak juga perusahaan penyedia layanan berbayar untuk memiliki akses ke rangkuman yang mereka buat. Yang harus selalu kita ingat adalah, rangkuman hanya memberi gambaran besar dalam buku tersebut. Rangkuman adalah sebuah permulaan untuk mengetahui tentang isi buku tersebut. Maka jika kamu ingin mendapatkan informasi secara meyeluruh, membaca buku sepenuhnya adalah cara terbaik.
     
  • Jangan lanjutkan jika merasa bosan. Jika kamu merasa bahwa apa yang kamu mulai harus diselesaikan, itu tidak berlaku dengan membaca buku. Disaat kamu merasa bosan dengan apa yang kamu baca, berhentilah, beristirahatlah!. Karena semakin kamu memaksa dirimu, semakin informasi yang akan kamu serap hilang begitu saja. Atau bisa juga bahwa ide dalam buku tersebut sama dengan buku sebelumnya. Maka simpan waktu dan energimu jika tidak ada wawasan baru yang bisa kamu dapat.

It isn’t what the book costs. It is what it will cost if you don’t read it.

— Jim Rohn

• • •

3 LANGKAH UTAMA MEMBACA DENGAN BAIK

Baik, sekarang kita ke inti dari artikel ini. Bagaiman cara membaca dengan baik?

Kita sambut seorang Profesor Teknik di Oakland University, Barbara Oakley.

cara membaca yang efektif

Barbara juga terlibat dalam berbagai bidang penelitian, mulai dari pendidikan STEM ( Science, Technology, Engineering and Mathematics ), hingga pendidikan teknik dan praktik pembelajaran.

Dalam bukunya Learning How To Learn, Barbara menjelaskan bahwa ada 3 kunci utama untuk bisa membaca dengan baik.

1. PICTURE WALK

Yang kita tahu ketika membaca adalah, kita harus membaca buku tersebut halaman demi halaman.

Jangan lakukan itu!

Menurut Barbara, ketika kita akan memulai sebuah bab baru, lihatlah secara singkat semua gambar, diagaram, judul, tulisan tebal, ringkasan, dan pertanyaan jika buku tersebut menyediakannya.

Tujuan dari picture walk adalah memberi otak kita ide tentang apa yang informasi yang akan datang. Picture walk sama seperti ketika kita menonton trailer sebuah film, atau melihat peta sebelum kita berpergian.

Picture walk memberikan kita gantungan dimana kita bisa mengatur informasi yang kita baca. Tanpa sebuah gantungan, bukankah baju akan jatuh?

2. READ WITH CARE

Membaca dengan penuh kepedulian mengartikan kita untuk menjadi seorang active reader. Kita menjunjung tinggi kualitas daripada kuantitas.

Maka ketika ada hal yang masih belum kita mengerti, kita akan kembali ke paragraf itu dan membacanya sekali lagi. Jika perlu, tandai hal-hal yang merupakan ide utama dari bab tersebut.

Membaca dengan kepedulian bertujuan agar kita tidak membuang waktu untuk membaca sesuatu yang tidak akan pernah kita ingat. Kita akan semakin lebih bisa menghemat waktu di kemudian hari tanpa harus kerja dua kali ( membuka buku dan membaca lagi ).

3. ACTIVE RECALL

Ini adalah bagian paling penting dari semua hal diatas.

Active recall adalah membawa kembali ide atau informasi yang di dapat kembali ke pikiran. Active recall adalah tolak ukur apakah kita sudah benar-benar paham tentang apa yang kita baca atau belum.

Caranya untuk menggunakan active recall ini sangat sederhana.

Jauhkan halaman, tutup bukumu, dan tanyakan kepada dirimu ide utama apa yang kamu ingat?

Jika kamu tidak menemukan jawabannya, baca sekali lagi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jika kamu menggunakan active recall dalam pembelajaran, kamu akan bisa melakukan lebih baik ketika menghadapi sebuah tes.

Ingatlah informasi tersebut di waktu dan tempat berbeda. Karena belajar di tempat yang berbeda akan membuat informasi semakin tertanam kuat di dalam otak.

Jangan hanya meletakkan informasi di dalam ingatan, tetapi kita juga harus memahaminya!

• • •

PERTANYAAN AKHIR

Untuk menguji apakah kamu benar-benar paham dengan isi artikel ini, ada baiknya kita terapkan cara Barbara Okley dalam mengingat informasi.

  • Apa saja yang harus kita pahami sebelum membaca buku?
  • Apa yang dimaksud dengan pembaca aktif?
  • Apa yang dimaksud dengan pembaca pasif?
  • Apa saja kesalahpahaman saat membaca?
  • Sebutkan 3 kunci utama membaca dengan baik? 
  • Kenapa kita harus melakukan picture walk sebelum membaca buku?
  • Apa tujuan dari read with care?
  • Jelaskan tentang active recall!

Bagaimana hasilnya? Berapa soal yang bisa kamu jawab? Itulah informasi yang kamu dapatkan dari artikel ini setelah kamu tinggalkan blog ini.

To read without reflecting is like eating without digesting.

— Edmund Burke