Kamu telah membuat janji dengan temanmu. Jam diatur. Tempat ditentukan.Satu Resep Untuk Menghindari Perasaan Negatif

Dengan tanggung jawab yang tinggi, kamu berangkat lebih awal. Sayangnya, kamu hanya mendapati dirimu seorang diri. Temanmu belum datang. Dia terlambat.

Apa yang kamu rasakan? Kzl!

• • •

Setelah cukup lama, akhirnya dia datang juga. Dengan senyuman tak bersalah, dia menyapamu. Kamu membalasnya dengan penuh keikhlasan karena kamu sadar bahwa shit happens in every person.

Pertanyaan pembuka pun kamu tanyakan “Eh, bawa kan yang aku minta tadi?”

“Astaga, lupa, ehehe” jawaban singkat yang sebenarnya tidak berarti bagimu.

Apa yang kamu rasakan? Sekarang, kzl yang kamu rasakan sudah naik jabatan menjadi marah.

• • •

Pernah mengalami kejadian di atas? Atau kamu memiliki versi yang lebih ekstrem?

Yang jelas, dalam menjalani hidup ini, kita akan selalu disuguhkan keberagaman perasaan, termasuk perasaan negatif.

Perasaan negatif itu bisa muncul dari banyak hal:

  • Kamu sedang berdebat dengan temanmu. Temanmu bisa memberikan data yang mematahkan argumenmu, tetapi tidak denganmu. Bukannya menerima, kamu justru tetap bersikeras dengan hal yang kamu percaya. Di poin ini, kamu mengabaikan kebenaran dan mendapatkan ketidakpuasan.
  • Kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Setelah beberapa lama, karena suatu hal kamu menemukan dirimu dikhianati olehnya. Kamu murka, kamu memutus hubungan itu. Di poin ini, kamu membuang tenagamu dan berakhir dengan kesedihan yang mendalam.
  • Kamu meminjamkan barang kesayanganmu kepada teman terbaikmu. Sayangnya, barang itu kembali dalam keadaan yang tidak seharusnya. Marah? dia teman terbaikmu. Diam? itu barang kesayanganmu. Di poin ini kamu dihadapkan pada sebuah topeng. Baik di depannya, busuk di belakangnya. Yang jelas, perasaanmu sudah tidak sama seperti dulu lagi.

• • •

MENGHINDARI PERASAAN NEGATIF

Ini kamu.

Orang yang santuy dengan kacamata thug life serta lolipop kesukaanmu.

perasaan negatif

Seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia, kamu akan dihadapkan pada hal-hal baru dan terus mendapatkan input dari luar. Input itu kemudian akan membentuk dua hal:

 

menghindari perasaan negatif

Bagus! sekarang, semua hal yang kamu dapatkan menciptakan tempat yang sangat nyaman untuk kamu tinggali, menjadi tempat yang bahagia untuk kamu nikmati. Yang lebih baik lagi, tempat itu juga menjadi perisai bagimu.

zona nyaman

Jika semua berjalan sesuai dengan apa yang kamu harapkan, kamu memenangkan hari.

Tetapi, akan ada hari di mana hal ini terjadi…

cara menghindari perasaan negatif

Kamu kedatangan tamu tak diundang—sesuatu yang tidak kamu ketahui.

Tempat nyamanmu sekarang dalam bahaya. Semua hal yang telah kamu susun secara rapi tiba-tiba…

…Brakkk!

bagaimana cara menghindari perasaan negatif

Fiuuhh! beruntungnya kamu karena terlindungi dari sesuatu yang kamu anggap bahaya itu. Tetapi, di saat bersamaan keberuntunganmu itu harus dibayar mahal.

emosi negatif
Perisaimu rusak!

Kamu yang semula bersikap santai, tenang dan tak ambil pusing, tiba-tiba ditarik perasaan marah/sedih/kecewa, dll.

Secara resmi, sekarang kamu terluka!

Kamu kemudian semakin yakin bahwa hal baru tadi adalah bahaya dan harus selalu kamu hindari.

• • •

Baik, skenarionya berubah.

Bagaimana jika kamu memberi satu ruang kosong pada perisaimu? Hal menarik akan terjadi di sini.

Ketika hal “buruk” itu datang menuju perisaimu….

pikiran negatif

…kamu kaget, tetapi hal yang lebih indah terjadi dan menyelamatkanmu.

cara menghilangkan emosi negatif

Dia bersatu!

Tidak ada perisai yang rusak, tidak ada perasaan negatif yang terlibat.

• • •

Lihat, semakin kita menutup diri dari hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya, akan semakin sering perasaan negatif yang terjadi.

Sebaliknya, semakin kita membuka perisai kita, semakin banyak hal baru atau perubahan baru yang bisa kita pelajari.

Hal baru itu tidak harus kita percayai, tetapi harus selalu kita verifikasi.

Jika benar, susun ke dalam “apa yang kamu percaya”.

Jika salah, tempatkan ke dalam “apa yang kamu tahu”.

Dengan ini, kita tidak akan membuang sesuatu yang mungkin saja bisa membuat hidup kita lebih baik.

Perisai kita akan terus bertambah besar. Zona nyaman kita akan lebih memberikan kenyamanan.

Jadi, apa satu resep untuk menghindari perasaan negatif?

Buka perisaimu!

Be curious, not judgemental!

— Walt Whitman

Satu Resep Untuk Menghindari Perasaan Negatif

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.