Kita Tidak Bisa Sukses Dengan Mengikuti Passion?

Kita Tidak Bisa Sukses Dengan Mengikuti Passion?

Apakah kalian yakin bahwa apa yang kalian lakukan sekarang adalah memang passion kalian?

Apakah kalian bisa memastikan bahwa apa yang kalian anggap passion itu bisa membawa kalian meraih kesuksesan?

Bagaimana kalau apa yang kalian ikuti sebenarnya bukanlah passion kalian?

Bagaimana kalau nasihat “Follow your passion!” adalah nasihat yang salah?

Itulah beberapa pertanyaan sanggahan yang bisa kita gunakan untuk merenungkan kembali tentang hal yang sering kita sebut dengan PASSION.

Sebelum kita ke inti masalah, mari kita samakan dulu pengertian passion itu sendiri.

Menurut kalian apakah passion itu?

Aku mendengar kalian!

Ada yang bilang passion adalah sesuatu yang sangat kita inginkan, sesuatu yang terus membuat kita bahagia jika kita melakukannya, sesuatu yang bisa memberikan kepuasan, dll.

Yap itu semua benar.

Passion adalah perasaan antusiasme yang kuat terhadap atau keinginan yang kuat untuk seseorang atau sesuatu.

— Wikipedia

• • •

TEMUKAN PASSIONMU!

Kamu mengatakan bahwa menyanyi adalah passionmu.

Kamu mengatakan bahwa menari adalah passionmu.

Kamu mengatakan bahwa menulis adalah passionmu.

Aku hanya bisa mengucapkan selamat kepada kalian yang telah berhasil mengetahui apa passion kalian. Tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak tahu apa passion mereka?

Beberapa orang akan megalami kesulitan bahkan tidak tahu jawaban dari sebuah pertanyaan…

” Apakah passionmu? “

Kenapa?

Satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa passion bukanlah sesuatu yang kita bawa saat kita lahir, sehingga kita mengetahuinya.

Lalu bagaimana cara kita menemukan passion kita?

Jangan khawatir!

Ini adalah beberapa cara yang bisa kalian terapkan untuk bisa menemukan passion.

STEP 1 : UBAHLAH SUMBER DOPAMIN KALIAN

Saat melakukan sesuatu yang merupakan passion kita, kita akan merasa bahagia, senang dan termotivasi. Itu semua karena otak kita menghasilkan hormon dopamin.

Yang menjadi masalah kemudian adalah, kita masih salah mencari sumber dopamin yang benar dan sehat.

Dari sini kita akan membagi dua cara untuk mendapatkan dopamin.

  • Konsumsi, adalah dimana hormon dopamin didapat dari kegiatan yang kita lakukan secara pasif. Melihat TV, berkutat di sosial media, berselancar di dunia maya tanpa tujuan adalah contoh aktivitas pasif karena kita hanya mengkonsumsi. Ini adalah hal yang kita sebut dengan kecanduan.
  • Berkreasi, adalah dimana hormon dopamin didapat dari kegiatan yang kita lakukan secara aktif. Menulis, menggambar, menari, membuat design dan hal-hal yang bersifat menciptakan sesuatu adalah contoh aktivitas aktif. Ini adalah hal yang kita sebut dengan passion.

Dari dua cara diatas bisa kita simpulkan bahwa passion adalah suatu kegiatan yang bersifat aktif dan bisa memberikan kepuasan, kebahagian dan juga rasa semangat saat mengerjakannya.

STEP 2 : BUATLAH DAFTAR KEGIATAN YANG MEMBUAT KALIAN SENANG

Setelah kita tahu kegiatan apa yang bisa digolongkan sebagai passion, saatnya kita mencatat semua hal yang membuat kita bersemangat untuk melakukannya.

Kunci untuk melakukan step dua adalah jujurlah kepada diri kalian sendiri.

Meskipun itu merupakan kegiatan yang jarang dilakukan orang lain, itu tidaklah menjadi sebuah masalah. Jadi tulis daftar kegiatan sejujur-jujurnya!

Aku akan memberi 5 contoh kegiatan yang memberiku kebahagiaan saat melakukannya.

  • Mengedit photo atau video.
  • Menulis.
  • Bermain alat musik.
  • Bermain futsal.
  • Mengajar.

Perlu diperhatikan, bahwa kalian bisa menulis kegiatan sebanyak mungkin. Kegiatan aktif yang membuat kalian merasa senang dan sangat menikmatinya ketika melakukannya.

STEP 3 : COBA DAN LIHAT DARI PERSPEKTIF YANG BERBEDA!

Hanya dengan menulis semua kegiatan yang kalian suka belum memberikan jawaban tentang apa sebenarnya passion kalian.

Langkah yang paling vital adalah dengan mencoba setiap kegiatan satu per satu.

Kemudian lihatlah kegiatan itu dari perspektif berbeda.

  • Apakah aku akan tetap melakukan dan melanjutkan kegiatan ini jika aku menghadapi kegagalan?
  • Apakah aku bisa bertahan dan tetap menikmati kegiatan ini meskipun dalam tekanan?
  • Apakah aku bisa mendapatkan apa yang aku cari saat melakukan kegiatan ini?

Jika kalian menjawab ketiga pertanyaan itu dengan jawaban “iya”, itulah passion kalian.

Man is only great when he acts from passion.

— Benjamin Disraeli

• • •

DON’T FOLLOW YOUR PASSION!

Kita sudah sering mendengar nasihat motivator, ataupun orang yang berhasil, bahwa untuk mencapai kesuksesan kita harus ” Follow our passion! “

Tapi bagaimana kalau nasihat itu salah?

Bagaimana kalau untuk mencapai kesuksesan kita harus “tidak mengikuti passion kita?”

Tunggu dulu! Apakah aku menyebutkan kata sukses disitu?

Baik, pertama-tama, tentukan dulu apa arti sukses menurut kalian.

Apakah mendapatkan uang sebanyak-banyaknya?

Atau bisa melakukan hal apapun yang kalian inginkan?

Apapun itu setiap orang akan mempunyai arti suksesnya sendiri-sendiri.

Bagiku, ada dua cara untuk memandang passion itu sendiri.

  • Pertama, passion yang hanya kalian gunakan untuk sekedar hobi. Kalian hanya menggunakan passion sebagai alat untuk menghasilkan rasa senang dan bahagia tanpa adanya embel-embel lainnya. 
  • Kedua, passion yang bisa menghidupi kalian.

Bagaimana kalian memandang passion kalian? Pertama atau kedua?

Banyak diantara kita akan menjawab dengan…

…” Aku ingin meraih kesuksesan dengan passion yang aku miliki “

Yang artinya, kita memandang passion di nomor dua. Yaitu melakukan sesuatu yang kita sukai, menghasilkan, dan membawa kita kepada kesuksesan.

Tetapi, yang harus kita tahu sebenarnya adalah…

PASSION TIDAK MENJANJIKANMU MENJADI ORANG YANG SUKSES.

Katakanlah kalian memiliki passion dalam menyanyi, tetapi kalian memiliki suara yang pas-pasan, apakah kalian bisa sukses karena kemampuan kalian?

Kalian suka bermain sepakbola, tetapi kalian tidak memiliki teknik yang baik, tidak mempunyai skill yang cukup, apakah kalian bisa sukses dengan kemampuan seperti itu?

Kenapa?

Karena, memiliki passion terhadap kegiatan tertentu tidak sebanding dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan.

Boleh saja kalian memiliki passion yang tinggi, tetapi jika kemampuan kalian dibawah rata-rata apakah kalian akan bisa sukses?

Karena itulah timbul sebuah nasihat ” Don’t follow your passion! “

• • •

LALU APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Pertanyaan selanjutnya adalah, ” Jika kita tidak mengikuti passion bagaimana cara meraih kesuksesan? ”

IKUTILAH KESEMPATAN YANG ADA

Mike Rowe, CEO of mikeroweWORKS Foundation adalah orang yang tidak percaya dengan kalimat ” Follow your passion “.

Dia menganggap, bahwa mengikuti passion tidak menjamin kita mencapai kesuksesan. Karena ketika kita mengikuti passion, mungkin saja kita tidak memiliki kemampuan yang layak.

Passion ≠ kemampuan.

Lulus dari universitas idaman, masuk jurusan sesuai dengan minat kalian, tidak menjamin bahwa kalian bisa mendapatkan pekerjaan yang kalian impi-impikan.

Dengan selalu mengikuti passion, kita akan lebih banyak menghiraukan kesempatan yang ada.

Maka cara terbaik untuk sukses bukanlah mengikuti passion, tetapi adalah mengambil kesempatan yang ada, mengerjakannya dengan sangat baik, dan dapatkan kesuksesanmu.

Hanya karena kalian memiliki passion terhadap sesuatu, itu tidak mengartikan bahwa kalian mampu melakukannya dengan baik.

— Mike Rowe

IKUTILAH SETIAP USAHAMU 

Mark Cuban adalah pengusaha dan investor Amerika. Dia adalah pemilik dari National Basketball Association, Dallas Mavericks, co-owner dari 2929 Entertainment dan ketua AXS TV mengatakan bahwa ” Follow your passion ” adalah sebuah kebohongan yang besar.

Mark mengatakan, bahwa banyak orang yang berbicara tentang passion, tetapi itu sebenarnya bukanlah apa yang kita butuhkan untuk fokus.

Melainkah, tanyakan kepada diri kita…

” Dimana kita menghabiskan waktu kita?

Karena ketika kita melihat aktivitas mana yang banyak dilakukan oleh kita, aktivitas mana yang mendapatkan usaha terbesar kita, kegiatan itu akan menjadi sesuatu yang bisa kita kuasai dengan baik.

Semakin kita memberikan waktu yang cukup untuk melakukannya, dengan usaha terbaik kita, dan menjadi orang yang memiliki kapabilitas yang tinggi untuk melakukannya, kita tidak akan pernah berhenti.

Nobody quits anything they are good at, because it’s fun to be good, it’s fun to be one of the best.

— Mark Cuban

Tapi ingat!

Untuk menjadi seseorang yang sangat baik dalam melakukan sesuatu, kita harus memberikan banyak usaha untuk mencapai itu. Karena sesuatu yang bisa kita kontrol adalah usaha kita.

Jangan ikuti passionmu, ikuti usahamu!

Cal Newport adalah salah satu orang lainnya yang menentang tentang nasihat klise “Follow your passion”. Dalam buku yang ditulisnya, So Good They Can’t Ignore You, ia menyimpulkannya dengan sempurna tentang bagaimana mengikuti passion adalah nasihat yang buruk.

Anggapan bahwa menemukan jalur karier yang sejalan dengan apa yang kita sukai adalah kunci untuk menjalani pekerjaan dengan kebahagiaan, bisa menjadi hal yang menyesatkan dan hanya membuat kita kecewa.

Hipotesis tentang passion itu sendiri memiliki beberapa kelemahan:

  • Kebanyakan orang tidak memiliki passion yang dengan mudah mendukung pilihan karier: Satu survei terhadap mahasiswa universitas Kanada mengungkapkan bahwa sebagian besar (84%) mampu mengidentifikasi passion. Tetapi 96% dari area yang diidentifikasi adalah olahraga dan seni (seperti tari, hoki, ski, membaca, dan berenang). Hanya 4% dari siswa yang disebutkan memiliki koneksi yang jelas ke jalur karir yang layak.
  • Hal-hal yang kita pedulikan berubah seiring waktu: Mengikuti impian kita di usia 18 tahun pasti terlihat berbeda dari pada 40 tahun. Tidak ada yang intrinsik dalam gen atau kepribadian kita yang menentukan apa yang harus kita lakukan untuk mencari nafkah.
  • Hobi dan minat pribadi tidak selalu berakhir dengan karir: Hanya karena kita senang melakukan sesuatu di waktu luang, tidak berarti kita akan mendapatkan kesenangan yang sama ketika kita melakukannya di lain waktu.

Port lebih menyarankan : “Pilih sesuatu yang kamu minati dan kerjakan sekeras mungkin untuk mendapatkan yang terbaik.”

Ini yang harus kita lakukan : Fokus pada usaha untuk membangun keterampilan dan mendapatkan pengalaman adalah cara paling efektif untuk menemukan jenis pekerjaan apa yang benar-benar kita butuhkan.

Kita tidak dilahirkan untuk melakukan satu hal spesifik, namun, kita terlahir dengan ciri-ciri kepribadian yang akan menarik kita ke kualitas pekerjaan tertentu, dan spesifikasi pekerjaan yang memiliki kualitas tersebut harus ditemukan melalui:

  • Belajar keterampilan baru.
  • Bertemu orang-orang memiliki pengalaman.
  • Menciptakan sesuatu.

Pada dasarnya, otak kita membutuhkan banyak input dan output yang bagus untuk mengatur dirinya di jalan yang benar. Hanya duduk-duduk dan memikirkan banyak hal, tidak mungkin akan membantu kita.

Dengan garis besar, Port juga percaya bahwa melakukan usaha dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu akan membuat kita bertemu dengan rasa cinta untuk melakukannya.

When you work hard at something, you become good at it.

When you become good at doing something, you will enjoy it more.

When you enjoy doing something, there’s a very good chance you will become passionate or more passionate about it.

When you are good at something, passionate and work even harder to excel and be the best at it. Good things happen.

— Mark Cuban

• • •

FINAL THOUGHT

Sampailah kita poin terkahir artikel ini.

Pertanyaan pamungkas yang harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri adalah…

” Benarkah bahwa kita tidak bisa sukses dengan mengikuti passion? “

Jawabannya adalah mungkin saja iya.

Itu semua karena kita tahu, bahwa memiliki passion yang tinggi terhadap suatu kegiatan tertentu tidak sebanding lurus dengan kemampuan yang kita miliki.

Maka untuk mencapai kesuksesan yang sejalan dengan passion kita adalah dengan selalu berlatih terhadap hal yang kita anggap menarik.

Bukan sehari, bukan dua hari atau seminggu, tetapi lakukan itu sampai kita benar-benar berada di titik bahwa kita memang layak menghasilkan sesuatu dari kemampuan yang kita usahakan tersebut.

Sekali lagi, tentukan apa fungsi passionmu. Apakah hanya sekedar untuk hobi, atau sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhanmu.

The only way to do a great work is to love what you do.

— Steve Jobs