Kita telah melihat bahwa banyak sekali penghargaan yang ditujukan kepada seseorang karena pencapaian yang luar biasa. Dengan kata lain, mereka yang mendapatkan penghargaan itu sudah dipastikan seorang yang ahli.

Penghargaan-penghargaan tersebut disajikan hampir setiap bidang. Tetapi, yang paling banyak mendapat perhatian di koran dan televisi adalah yang diberikan kepada bintang film terkenal, penulis, seniman, ilmuwan, dan penyanyi.

Di antara yang paling terkenal, inilah 7 daftar penghargaan paling populer di dunia.

1. Pulitzer Prize

Adalah penghargaan AS yang diberikan untuk berbagai prestasi dalam jurnalisme, menulis (fiksi, non-fiksi, dan puisi) dan musik. Penghargaan ini dimulai pada 1917 dan diambil dari nama Joseph Pulitzer,  penerbit surat kabar St Louis Post-Dispatch dan New York World.

Ia adalah tokoh nasional terkemuka di Partai Demokrat dan terpilih sebagai anggota Kongres dari New York. Dia berjuang melawan bisnis besar dan korupsi, dan membantu menjaga Patung Liberty di New York.

Banyak kategori dalam penghargaan ini, aku akan menunjukkan satu orang saja. Seorang yang memenangkan penghargaan kategori fiksi di tahun 2018.

Dia adalah Sean Greer dengan novelnya berjudul Less.

2. MTV Video Music Awards

Penghargaan MTV ini dimulai pertama kali pada tahun 1984, di New York City’s Radio City Music Hall. Beyoncé menjadi artis yang paling banyak mendapat penghargaan dalam sejarah. Dia telah memenangkan 25 MTV Video Music Awards di sepanjang karir solonya,

3. Grammy Awards

Ini adalah penghargaan musik AS yang dimulai sejak 1959. Sir George Solti, adalah orang yang paling banyak memenangkan Grammy sebanyak 38.

4. Golden Globe Awards

Golden Globe Awards adalah penghargaan yang diberikan oleh 93 anggota Hollywood Foreign Press Association mulai Januari 1944, untuk mengakui keunggulan dalam film dan televisi, baik domestik maupun asing.

5. Booker Prize

Hadiah sastra ini didirikan pada tahun 1968. Diberikan setiap tahun untuk novel asli terbaik yang ditulis dalam bahasa Inggris dan diterbitkan di Inggris.

Pemenang Man Booker Prize umumnya dijamin terkenal dan sukses di dunia internasional, oleh karena itu, hadiah ini sangat penting untuk perdagangan buku.

Awalnya, hanya novel yang ditulis oleh warga negara Persemakmuran, Irlandia, dan Afrika Selatan (dan kemudian Zimbabwe) yang berhak menerima hadiah, tetapi pada tahun 2014 penghargaan ini melebarkan sayapnya untuk memberi penghargaan ke setiap novel berbahasa Inggris.

6. Academy Awards (Oscars)

Ini adalah penghargaan paling terkenal dari semua penghargaan film. Oscar ditonton di televisi oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia.

Penghargaan Academy atau Oscars pertama kali diberikan pada tahun 1929.

Walt Disney adalah orang nomor satu yang mendapatkan Oscars paling banyak, sebanyak 20.

7. Nobel Prize

Penghargaan internasional ini dibuat oleh Alfred Nobel, penemu dinamit, dan pertama kali diberikan pada tahun 1901 dan dianugerahkan setiap tahun kepada mereka yang telah melakukan penelitian yang luar biasa, menemukan teknik atau peralatan yang baru, atau telah melakukan kontribusi luar biasa ke masyarakat.

Sekarang ada enam kategori : Fisika, Kimia, Kedokteran, Sastra, Perdamaian, dan Ekonomi.

Linus Pauling adalah satu-satunya orang yang dianugerahi dua Hadiah Nobel yang tidak dibagi ( Penghargaan Nobel Kimia tahun 1954 dan Hadiah Nobel Perdamaian 1962).

• • •

APA ITU AHLI?

Sebelum kita membahas lebih jauh lagi bagaimana dan berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk menjadi seorang yang ahli, ada baiknya kita samakan dulu apa arti ahli itu sendiri.

Ahli adalah orang yang mahir, paham sekali dalam suatu ilmu (kepandaian).

— KBBI

Mari kita lihat lagi orang-orang berprestasi diatas!

Orang yang mendapatkan penghargaan adalah orang yang ahli. Tetapi, orang yang masuk dalam nominasi jugalah orang yang ahli.

Kita kemudian dibingungkan apa “ahli” itu sebenarnya. Bagaimana kita mendefinisikan arti ahli?

Ahli, adalah orang yang bisa menunjukkan kemampuannya secara superior diantara yang lain dan diakui oleh banyak orang secara objektif.

Apakah orang yang bernyanyi selama 4 tahun adalah orang yang ahli? Bisa iya, bisa tidak.

Apakah orang yang menari selama 5 tahun adalah orang yang ahli? Bisa iya, bisa tidak.

Apakah orang yang melukis selama hidupnya adalah orang yang ahli? Bisa iya, bisa tidak.

Kenapa?

Jawabannya ada di akhir artikel ini.

• • •

ANGKA AJAIB UNTUK MENCAPAI TINGKAT AHLI

Buku ini memulai debutnya pada tahun 2008.

Luar biasa!” itulah kata yang tepat untuk menggambarkan buku ini.

Bagaimana tidak, selama sebelas minggu berturut-turut, buku ini menjadi nomor satu dalam daftar buku terlaris di The New York Times dan The Globe and Mail.

Saya persembahkan kepadamu, Outliers karya Malcolm Gladwell.

bagaimana cara menjadi ahli

Secara sederhana, ada dua tingkatan yang ingin kita capai dalam mencapai kemampuan.

  1. Tingkatan baik (layak).
  2. Tingkatan ahli/master ( diatas rata-rata ).

Lupakan tentang tingkatan baik, karena kebanyakan kita ingin mencapai tingkatan ahli. Iya apa nggak?

Kamu adalah seorang atlet? Kamu ingin menjadi atlet yang hebat.

Kamu adalah seorang dokter? Kamu ingin menjadi dokter yang jempolan.

Kamu adalah seorang konten kreator? Kamu ingin menjadi konten kreator yang menghasilkan karya istimewa.

Lalu pertanyaan yang kemudian muncul adalah, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mencapai tingkatan nomor wahid itu?

10.000 jam!

Iya, di buku inilah Gladwell mempopulerkan istilah “10.000 hour rule” atau aturan 10.000 jam untuk menjadi seorang yang ahli.

Gladwell menuliskan dalam bukunya bahwa…

Researchers have settled on what they believe is the magic number for true expertise: ten thousand hours.

Atinya : Para peneliti telah memutuskan apa yang mereka yakini sebagai angka ajaib untuk keahlian sejati : sepuluh ribu jam.

Begitupun ketika menjadi narasumber di CNN, Gladwell juga mengatakan hal yang sama.

Pernyataan Gladwell diatas didasarkan pada makalah yang di terbitkan pada tahun 1993 oleh Anders Ericsson,

cara menjadi ahli

seorang Profesor di University of Colorado, dengan judul The Role of Deliberate Practice in the Acquisition of Expert Performance.”

Dari sini Gladwell menyimpulkan bahwa untuk menjadi ahli dibidang tertentu, kita membutuhkan waktu 10.000 jam.

10.000 jam itu setara berapa lama?

Yuk kita hitung!

Jika kita latihan 3 jam sehari dan dilakukan setiap hari, maka itu artinya dalam satu tahun kita mengumpulkan 1.095 jam (3 jam x 365 hari ).

Maka kita membutuhkan 9,13242009132 tahun atau 9 tahun 1 bulan 18 hari lebih 1 jam untuk mencapai 10.000 jam.

Kalau hanya 1 jam per hari setiap hari? Open your calculator, please!

Mudah?

Hmmm, ya setidaknya kita telah mendapat gambaran dan kepastian bahwa untuk menjadi ahli di bidang yang kita sukai, kita membutuhkan 3 jam latihan per hari selama ± 9 tahun.

Seakan sudah mendapat jawaban pasti, cerita angka ajaib itu berubah seketika.

Lebih menarik? Kita lihat!

Pada tahun 2012, sang pembuat makalah, Anders Ericsson, menuliskan makalah bantahan tanda ketidaksenangan dia terhadap apa yang dinyatakan Gladwell.

 

Makalah ini berjudul The Danger of Delegating Education to Journalists.

Di makalah tersebut Ericsson menuliskan.

In fact, the 10.000 hour rule was invented by Malcolm Gladwell (2008, p. 40) who stated that “researchers have settled on what they believe is the magic number for true expertise: ten thousand hours.”

Gladwell cited our research on expert musicians as a stimulus for his provocative generalization to a magical number.

Our research found that the best violinists reported having spent a remarkably large number of hours engaged in solitary practice when, in fact, 10.000 hours was the average of the best group; indeed most of the best musicians had accumulated substantially fewer hours of practice at age 20.

Our paper found that the attained level of expert music performance of students at an international level music academy showed a positive correlation with the number of solitary practice hours accumulated in their careers and the gradual improvement due to goal-directed deliberate practice.

In contrast, Gladwell (2008) does not even mention the concept of deliberate practice.

Artinya :

Faktanya, aturan 10.000 jam ditemukan oleh Malcolm Gladwell (2008, hal. 40) yang menyatakan bahwa “para peneliti telah menentukan apa yang mereka yakini sebagai angka ajaib untuk keahlian sejati: sepuluh ribu jam.”

Gladwell mengutip penelitian kami tentang musisi ahli sebagai stimulus untuk generalisasi provokatifnya ke angka ajaib.

Penelitian kami menemukan bahwa pemain biola terbaik melaporkan telah menghabiskan banyak waktu dalam praktik secara menyendiri, pada kenyataannya, 10.000 jam adalah rata-rata dari kelompok terbaik. Bahkan sebagian besar musisi terbaik telah mengakumulasikan jauh lebih sedikit jam latihan pada usia 20.

Makalah kami menemukan bahwa tingkat pencapaian kinerja ahli musik oleh siswa di akademi musik tingkat internasional menunjukkan korelasi positif dengan jumlah jam praktik secara menyendiri yang terakumulasi dalam karir mereka dan peningkatan bertahap karena deliberate practice yang diarahkan pada tujuan.

Sebaliknya, Gladwell (2008) bahkan tidak menyebutkan konsep deliberate practice.

Oh ya, deliberate pratice itu adalah latihan yang melibatkan kita untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan mencoba kegiatan di luar kemampuan yang sudah ada.

Apakah selesai sampai disini?

Tidak saudara-saudara.

Dalam kesempatan lain, saat diundang menjadi pembicara di The Learning Leader dengan Ryan Hawk , lagi-lagi Ericsson menyinggung bahaya yang ditimbulkan oleh kesalahpahaman Gladwell tentang aturan 10.000 jam yang dibuatnya.

Seakan masih dibayangi rasa ketakutan atas kesalahpahaman yang diterima banyak orang, pada tahun 2016 Ericsson akhirnya menerbitkan buku hasil kolaborasinya dengan Robert Pool.

Buku ini baru keluar setelah hasil 30-tahun penelitiannya tentang talenta dan penguasaan keahlian.

Buku ini diberi judul :

Peak: Secrets from the New Science of Expertise.

Dan di buku inilah, Ericsson menjelaskan kenapa aturan 10.000 jam yang dijelaskan Gladwell bukanlah sebuah angka ajaib.

Gladwell menciptakan aturan 10.000 jam karena melihat angka tersebut menarik dan mudah diingat bagi kebanyakan orang.

Dan itu menimbulkan masalah.

Masalah pertama, Orang akan percaya bahwa dengan melakukan latihan selama 10.000 jam, Anda akan menjadi seorang master.

Bukan!

Tidak ada angka ajaib yang bisa menjadikan kita ahli dalam bidang tertentu.

Steve Faloon, seorang master dalam dunia hafalan deretan angka, mencapai puncak terbaiknya hanya sekitar 200 jam latihan. Ericsson tidak tahu pasti berapa lama secara keseluruhan para juara ini berlatih, tetapi dia menganggap di bawah 10.000 jam.

Masalah kedua, 10.000 jam adalah rata-rata, bukan waktu pasti.

Gladwell dengan salah menyatakan bahwa semua pemain biola yang ahli dalam grup telah mengumpulkan 10.000 jam.

Faktanya, setengah dari 10 pemain biola dalam grup tersebut bisa menjadi ahli sebelum 10.000 jam.

Masalah ketiga, Gladwell tidak bisa membedakan antara deliberate practice dan latihan biasa.

Melakukan hal yang ingin kita kuasai berulang-ulang hingga 10.000 jam, tidak akan mengantarkan kita kepada tingkatan “ahli”. Malah, hal ini lebih disebut dengan “melakukan” bukan “latihan”.

Deliberate practice berbeda dengan “melakukan”.

Deliberate practice mengharuskan kita untuk fokus, melakukan yang terbaik, mendorong kemampuan ke tahap yang lebih lanjut, menggali semua kelemahan untuk diperbaiki. Dan inilah yang membawa kita ke tingkatan “ahli” jika dilakukan terus-menerus.

Ingat, Hanya deliberate practice yang bisa membawa kita pada perbaikan kemampuan!

• • •

KESIMPULAN

Masih ingat 3 pertanyaan diawal artikel ini?

Orang yang menempuh waktu X bisa mencapai tingkatan ahli, bisa juga tidak.

Itu semua karena :

  • Tidak ada waktu khusus untuk menjadi seorang yang ahli.
  • Hanya dengan deliberate practice, kita bisa menjadi lebih baik. Dan jika dilakukan terus menerus, kita akan sampai pada tingkat “ahli”.

Jadi jika mau menjadi ahli dalam bidang tertentu, kita harus menerapkan deliberate practice terus menerus.

Berapa lama?

Setiap orang akan memiliki waktu yang berbeda-beda. Itu semua tergantung dengan seberapa baik dia dalam menerapkannya.

When it comes to mastering a skill, time is the magic ingredient.

— Robert Greene

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.