Mindset : The New Psychology Of Success

Saputrawhy Reading Notes

Mindset : The New Psychology Of Success

Penulis Buku : Carol Dweck

Catatan Buku Saputrawhy.com

Mindset : The New Psychology Of Success menjelaskan tentang bagaimana pengaruh mindset terhadap segala aspek kehidupan kita.

Secara tidak sadar, apa yang kita dapatkan dan capai dalam hidup ini adalah karena adanya peran besar mindset yang kita miliki. Mindset akan menuntun kita bagaimana menghadapi segala sesuatu masalah yang tengah kita hadapi.

My Reading Notes

  • Kita harus tahu bahwa kualitas manusia, seperti keahlian intelektual adalah hal yang bisa dibangun melalui usaha. Itulah sebabnya mereka yang bisa membangun akan melakukan sesuatu dengan pintar dan lebih pintar. Kegagalan tidak mengecilkan hati mereka, bahkan mereka tidak berpikir bahwa mereka gagal. Mereka berpikir, mereka belajar.
  • Cara pandang kita akan sangat mempengaruhi hidup kita. Itu juga bisa menentukan apakah kita bisa menjadi orang yang kita ingin-inginkan dan mencapai sesuatu yang kita hargai.
  • Buku ini juga menjelaskan bahwa ada dua tipe mindset. Fixed mindset dan growth mindset.
  • Fixed mindset – ingin membuktikan dirinya terus dan terus. Jika kamu memiliki tingkat kepintaran, personaliti, dan karakter moral, kamu akan membuktikannya kepada orang lain. Kamu tidak akan melihat atau merasakan ada sesuatu yang kurang dari karakteristik tersebut.
  • Growth mindset – percaya bahwa kualitas bisa dibangun melalui usaha, meskipun orang mungkin akan memiliki cara yang berbeda. Semua orang bisa berubah dan tumbuh melalui penerapan dan pengalaman.
  • Kualitas bisa dikembangkan. Kenapa kita harus membuang waktu untuk membuktikan betapa hebatnya kita jika kita bisa memperbaikinya? Kenapa harus menutupi kekurangan? Bukankah lebih baik mengatasinya?
  • Fixed mindset akan menjadikan apa yang terjadi sebagai pengukur kemampuan dan nilai diri mereka. Mereka akan menganggap hasil sebagai sesuatu yang final dan tidak bisa diperbaiki.
  • Growth mindset  tidak akan melabeli diri mereka dan menyerah begitu saja. Meskipun mereka merasa tertekan, mereka akan segera siap untuk mengambil risiko, menghadapi tantangan dan memperbaiki apa yang kurang.
  • Mindset adalah kepercayaan, mereka ada di dalam pikiran kita, ketika kita bisa mengubah mindset kita, kita akan dituntun ke jalan yang berbeda.

I don’t divide the world into the weak and the strong, or the successes and the failures. I divide the world into the learners and nonlearners.

— Benjamin Barber

  • Kesuksesan adalah tentang belajar. Orang dengan fixed mindset tidak ingin menunjukkan kekurangannya. Mereka merasa pintar dan meletakkan masa depan mereka dengan penuh risiko. Sedangkan orang yang memiliki growth mindset selalu memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Inilah yang menyebabkan fixed mindset menjadi orang yang tidak pernah belajar (nonlearners).
  • Orang dengan fixed mindset hanya tertarik ketika feedback yang mereka dapatkan adalah hal yang positif dan menghiraukan semua feedback negatif yang sebenarnya bisa mereka pelajari. Orang dengan growth mindset akan menerima semua feedback, memilahnya dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.
  • Fixed mindset beranggapan bahwa tidak cukup menjadi sukses saja, tidak cukup terlihat pintar dan bertalenta. Mereka harus sempurna tanpa melakukan kesalahan. Growth mindset tidak berpikir tentang kesempurnaan. Mereka lebih mengedepankan pembelajaran melalui waktu, menghadapi tantangan dan membuat kemajuan.
  • Fixed mindset akan selalu bertahan pada zona nyaman. Mereka menolak melakukan sesuatu yang bisa saja mengorbankan apa yang dia punya sekarang. Mereka takut menjadi pecundang. Growth mindset menganggap bahwa kegagalan bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan, tetapi itu tidak mendefinisikan siapa kamu. Masalah harus dihadapi, diselesaikan dan dipelajari.
  • Fixed mindset akan selalu mencoba memperbaiki perasaannya. Mereka akan mencari orang yang memiliki hal dibawah mereka. Growth mindset akan memperbaiki kekurangannya. Inilah sebabnya kenapa saat hasil ujian kita jelek, kita justru akan mencari teman yang memiliki nilai yang sama atau bahkan dibawah kita. Kita tidak mau menghadapi kenyataan dan memperbaikinya. Kita hanya ingin memperbaiki perasaan agar menjadi lebih baik, yang sebenarnya hal itu tidak akan membawa kita kemana-mana.

You aren’t failure until you start to blame.

— John Wooden

  • Pengetahuan menjadi sebuah tindakan? Fixed mindset mungkin akan berpikir seperti growth mindset, bahwa sukses adalah menjadi versi terbaik diri sendiri, bukan lebih baik dari yang lain, kegagalan adalah sebuah kesempatan, tetapi mereka tidak bisa menerapkannya menjadi sebuah tindakan.
  • Orang dengan Fixed mindset atau Growth mindset akan memiliki kepercayaan diri. Tetapi orang dengan fixed mindset memiliki kepercayaan diri yang rapuh. Ketika mereka menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, mereka akan menjadikan hasil sebagai penilaian akhir. Hal ini akan membuat mereka stres, depresi, dan tidak mau memperbaiki kesalahan.
  • Murid dengan fixed mindset menunjukkan penurunan. Ketika mereka menjumpai kesulitan mereka tidak bisa bertahan, dan malah menunjukkan hasil yang terus memburuk. Sedangkan murid dengan Growth mindset menunjukkan adanya peningkatan nilai.
  • Ketika menghadapi transisi, murid dengan fixed mindset melihatnya sebagai ancaman. Mereka berpikir bahwa hal itu akan menunjukkan semua kekurangannya dan menjadikan mereka yang dari pemenang menjadi pecundang. 
  • Murid dengan growth mindset tidak akan pernah berhenti untuk mencoba. Baginya kesedihan adalah sebuah waktu untuk belajar hal baru, sebuah waktu untuk menemukan apa yang mereka suka dan apa yang mereka impikan di masa yang akan datang.
  • Dengan mindset yang benar dan pengajaran yang benar, orang-orang akan bisa melakukan lebih dari apa yang pernah kita pikirkan.
  • Fixed mindset membatasi pencapaian. Mindset ini membuat orang tidak setuju dengan kerja keras dan menuntun mereka kepada strategi pembelajaran yang rendah. Sedangkan growth mindset akan membantu orang untuk meningkatkan kemampuannya.

Just because some people can do something with little or no training, it doesn’t mean that others can’t do it ( and sometimes do it even better) with training.

  • Pujian bisa berakibat negatif. Ketika kita memuji untuk hasil, murid atau anak akan berpikir fixed mindset. Mereka percaya bahwa kesuksesan yang mereka dapat adalah karena mereka pintar dan bertalenta. Sehingga ketika menemukan hal yang diluar kemampuan mereka. Mereka takut dicap menjadi anak yang bodoh.
  • Tetapi, keetika kita memuji karena usaha, mereka akan ditempatkan pada growth mindset. Mereka akan beranggapan bahwa kerja keraslah yang membawa mereka pada kesuksesan. Mereka akan senang menyambut tantangan, mempelajari hal baru. Mereka percaya bahwa sesuatu yang sulit mengindikasikan untuk “berusaha lebih”. Kesulitan tidak mencerminkan seberapa pintar mereka.

Failure is not a sign of stupidity but as lack of experience and skill.

  • Label positif dan negatif akan menjadi sesuatu yang berbahaya bagi fixed mindset. Ketika mereka dihadapkan hal positif, mereka takut kehilangan itu. Ketika mereka dihadapkan hal negatif mereka takut untuk menerima itu. Mereka berpikir bahwa hal negatif tidaklah layak untuk mereka.
  • Sebaliknya, bagi growth mindset, stereotype tidak akan menganggu peforma mereka. Mereka tidak percaya akan adanya kemampuan rendah yang permanen. Maka ketika mereka di posisi itu, mereka akan bangkit dan bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
  • Ketika berhubungan dengan kejuaraan. Kita sering berpikir bahwa idola kita adalah seorang pahlawan yang lahir dengan kemampuan hebat begitu saja. Kita tidak berpikir bahwa sebenarnya mereka adalah orang biasa yang bekerja keras sehingga menjadikan mereka orang luar biasa.
  • Berbicara menjalin hubungan, fixed mindset akan mencari partner yang sama atau bahkan dibawah mereka ( kepintaran, perilaku, dll). Mereka beranggapan bahwa mereka tidak pantas untuk mereka yang diatas mereka. Mereka merasa malu dan terintimidasi.
  • Growth mindset akan berpikir sebaliknya, mereka akan mencari pasangan yang diatas mereka. Hal itu semata-mata karena mereka berpikir bahwa menemukan pasangan yang bisa bersama-sama melangkah kearah yang lebih baik adalah keharusan. Mereka justru melihat orang yang lebih sebagai orang yang mampu menuntunya menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Fixed mindset adalah orang yang sulit untuk move on, mereka lebih memilih untuk melihat pasangannya menderita daripada melihat dirinya bahagia. Mereka sulit untuk memaafkan dan akhirnya hanya berkubang pada kesedihan.
  • Growthmindset hanya memiliki rasa seperti itu dalam dosis yang sedikit. Mereka mengerti, memaafkan, dan moving on. Meskipun didalam hati mereka juga tersakiti, mereka hanya ingin belajar dari hal itu.
  • Fixed mindset beranggapan bahwa mereka tidak bisa mengontrol kemampuan dan motivasi mereka. Mereka menggantungkan hasil pada talenta, dan berharap akan berhasil melalui semua kesulitan yang ada. Mereka tidak bekerja pada proses, mereka adalah produk yang telah selesai, sebuah produk akhir. Mereka hanya bisa melindungi diri, mengeluh, dan menyalahkan segala hal.
  • Banyak orang dengan fixed mindset berpikir bahwa dunia yang harus berubah, bukan mereka. Mereka merasa tidak mampu terhadap sesuatu yang lebih baik ( Pekerjaan, rumah, atau pasangan hidup ). Mereka menuntut bahwa dunialah yang harus mengenali mereka dan memperlakukan mereka dengan sepantasnya.
  • Mengubah mindset dari fixed ke growth mindset tidaklah cukup. Kita harus benar-benar bisa menerapkan bagaimana growth mindset bertindak saat dihadapkan dengan kegagalan, rasa sedih, penyesalan, dan hal-hal negatif lainnya. Dan saat itulah kita sepenuhnya menjadi growth mindset.