Dulu aku adalah orang yang sulit sekali memanfaatkan waktu dengan baik. Hasilnya aku hanya mencari kepuasan dari video kocheng oren dan meme absurd di dunia liar, internet.mitos produktivitas

Lucunya, setiap kali aku ingin mengerjakan sesuatu yang ingin dan seharusnya aku kerjakan, aku selalu memiliki alasan yang juga kamu pegah teguh “Aku tidak memiliki waktu.

Sebuah pertanyaan besar pun lahir:

  • Apakah aku memang sesibuk itu hingga tidak bisa menyempatkan diri untuk melakukan sesuatu yang bisa membuatku lebih baik?

Bodoh! Aku bukan tidak punya waktu. Aku hanya tidak bisa menggunakannya dengan baik.

It’s not that we have a short time to live, but that we waste a lot of it.

— Seneca

Iya, aku sekarang tahu bahwa ketika aku mengeluh tidak mempunyai waktu, di sana lah aku sebenarnya melihat diriku yang banyak membuang kesempatan di setiap detiknya.

  • Mana mungkin ada orang yang bisa menguasai keahlian dengan cepat, jika dia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan melihat mimi peri?
  • Mana mungkin ada orang yang membaca buku dengan lebih baik, jika dia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan membalas komentar dari seseorang yang disebut “follower“?

Berhenti lah beralasan, berhenti lah melakukan hal yang sebenarnya tidak membawa kita kepada kemajuan!

Kita tidak hanya butuh niat, tetapi juga satu hal penting yang masih disepelekan banyak orang.

Produktivitas.

Tanpa adanya produktivitas, kamu tidak akan bisa menyelesaikan skripsi dalam waktu yang lebih cepat.

Tanpa adanya produktivitas, kamu tidak akan bisa menyelesaikan proyek dengan efektif.

Merangkum semua hal di atas: Tanpa produktivitas, kita hanya akan membuang waktu semakin banyak dan kembali ke siklus di mana kalimat andalan itu datang lagi—”aku tidak punya waktu.

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang mitos produktivitas yang masih dipercaya kebanyakan orang.  Hasilnya? produktivitas kita bukan meningkat, tetapi justru sekarat.

• • •

TIDAK PUNYA WAKTU 1

Kita bukan tidak memiliki waktu. Kita hanya belum bisa mengatur waktu. Otak kita memang lebih menyukai hal yang bisa memberikan kebahagiaan secara instan. Akhirnya, kita lebih mudah untuk membuka pesan dari grup gosip, lebih suka melihat video emak-emak yang melanggar lalu lintas atau melihat kerenyahan kulit ayam yang dimakan seseorang di depan mikrofon.

Dopamin yang diberikan oleh gratifikasi instan adalah musuh yang nyata bagi kita. Dia mengorbankan kebahagiaan jangka panjang untuk kebahagiaan jangka pendek.

Eisenhower matrix, teknik pomodoro, adalah salah dua contoh terbaik dari manajemen waktu.

Jadi atur waktumu, prioritaskan tugasmu, dan kerjakan!

The bad news is time flies. The good news is you are a pilot!

— Michael Altshuler

• • •

TIDAK PUNYA WAKTU 2

Kita bukan tidak memiliki waktu. Kita hanya kehabisan energi. Ini lah masalah lain yang sering kita hadapi bersama. Padatnya jadwal menyebabkan kita kehilangan energi. Jika kita memaksakan diri untuk tetap bekerja pada hal tersebut, kita hanya mendapati diri kita kurang tidur (sleep deprivation).

Akibatnya, tubuh dan otak kehilangan kemampuan maksimalnya ketika mengerjakan sesuatu di hari lainnya.

Jangan mencoba menggantikan pekerjaan robot! Istirahatlah, isi dayamu, karena masih ada banyak pekerjaan yang lebih pantas diperjuangkan esok hari!

Almost everything will work again if you unplug it for a few minutes, including you.

— Anne Lamott

• • •

SEMAKIN PAGI SEMAKIN PRODUKTIF 

Bangun pagi agar rezeki tidak dipatok ayam” adalah istilah andalan yang seringkali tidak bekerja. Mengapa? Karena tidak ada korelasi antara semakin pagi kita bangun, semakin produktif hari kita.

Mau bangun jam 5 pagi, jam 3 atau bahkan jam 1, tidak akan membawa kita kemana-mana jika tidak langsung beraksi. Tidak masalah kamu bangun jam 12 siang, asalkan langsung bertindak dan berhasil menyelesaikan pekerjaan yang harus diselesaikan.

Produktivitas adalah tentang semakin cepat kita bertindak pada hal yang tepat, semakin baik hasil yang kita dapatkan.

Don’t wait until you are ready to take action. Instead, take action to be ready.

— Jensen Siaw

• • •

SEMAKIN BANYAK SEMAKIN PRODUKTIF

Kamu ingin membaca 10 buku dalam satu bulan? Silakan!

Kamu ingin membuat 5 artikel dalam satu hari? Silakan!

Pertanyaan yang harus bisa kamu jawab selanjutnya adalah, apakah kamu paham dengan semua informasi yang kamu konsumsi dari buku-buku tersebut? Apakah semua artikel yang kamu buat adalah artikel yang berkualitas?

Di sana lah kita sering lupa.

Memahami dan menerapkan informasi dari 2 buku yang dibaca akan jauh lebih baik dibanding dengan membaca seluruh buku di perpustakaan favoritmu tanpa memahami apa pun.

Menghasilkan satu artikel “emas” dalam satu hari jauh lebih baik dibandingkan menghasilkan 5 artikel “perunggu” dalam 24 jam.

Produktivitas itu menuntut kualitas, bukan kuantitas. Oh, aku mendengarmu yang mengatakan bahwa kualitas hanya bisa didapat dari kuantitas. Iya, itu benar. Kualitas memang didapat dari kuantitas, yang juga berkualitas!

Jadi, berapa pun hal yang kamu ciptakan akan menjadi percuma kalau kamu tidak memberi sesuatu yang maksimal di setiap tugasnya. Kamu hanya mengakumulasikan angka, bukan keterampilan! Kamu hanya mengakumulasikan pengalaman, bukan perbaikan!

Quality is never an accident. It is always the result of intelligent effort.

— John Ruskin

• • •

KEMAJUAN DIBANGUN DARI HAL YANG BESAR

Kamu mungkin tidak mempunyai kamera dengan fitur mutakhir, tetapi kamu masih memiliki telepon pintar dengan kameranya.

Kamu mungkin tidak mempunyai gitar bermerek, tetapi kamu masih memiliki gitar sederhana yang berada di pojok kamarmu.

Hanya memiliki A? Ambil, gunakan!

Hanya memiliki B? Ambil, gunakan!

Hanya memulai ketika apa yang kamu inginkan ada, hanya membuatmu diam di tempat, sedangkan mimpimu tetap di garis akhir. Kamu sama sekali tidak mendekatinya sejengkal pun!

Berhentilah mencari alasan yang hanya menghambat diri sendiri! Kemajuan tidak menunggu dan menuntutmu untuk memulai dari hal yang tidak kamu punya. Kemajuan hanya menuntutmu untuk memanfaatkan apa yang kamu punya.

Start where you are. Use what you have. Do what you can.

— Arthur Ashe

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.