Motivasi Itu Sampah!

Motivasi Itu Sampah!

Case 1

Masih teringat jelas zaman SMA dimana saat akan menghadapi Ujian Nasional kelas 3  dikumpulkan untuk mengikuti acara ESQ ( Emotional and Spiritual Quotient )

Tujuannya?

Jelas ditujukan bagi kita yang kurang termotivasi. Entah itu dalam belajar ataupun bekerja.

Aku tidak tahu dengan kalian, tetapi aku mengalami ini.

Ballroom hotel dipilih untuk tempat ESQ, di datangkan trainer yang berpengalaman untuk memotivasi kita yang akan menempuh Ujian Nasional. Sisi positifnya di ESQ ini kita juga diberi wawasan tentang Islam.

Acara dimulai pagi hari, Semua siswa disuruh memakai pakaian putih.

Duduk di Ballroom dan acara dimulai oleh trainer terbaik yang ditunjuk pihak sekolah.

Selama proses acara kita dijelaskan dan dimotivasi kenapa kita harus A dan harus B supaya A supaya B.

Diakhir acara?

Menangis!

Kenapa? Karena kita disuruh membayangkan kalau A maka kalian B bla…blaaa…

Bersalaman, berpelukan, minta maaf adalah ending yang terasa baik bagi kita.

Masih kurang? Keluar ruangan, dada kita, pikiran kita terasa nyata, termotivasi tanpa ada keraguan sedikitpun.

Indah dan hasil yang menakjubkan kan?

Belum tentu!

Faktanya setelah acara selesai, keluar ballroom dengan bangga, dan menjejakkan kaki diluar hotel, kita kembali ke manusia sebelum kita mulai ESQ.

” Main kemana bro habis ini? “

” Laper coy, dari tadi nangis terus, cari makan yuk!”

” wkwkwk, masa si A tadi nangis sih, badan gede gitu, ga malu tuh sama kumis tebelnya”

dan daftar pertanyaan, ajakan, keheranan, dan umpatan terus bergulir.

Apa yang bisa disimpulkan?

Motivasi itu sampah!

Gausah ngegas dulu, baca sampai akhir! 🙂

———

Case 2

Facebook halamanku dibanjiri iklan tentang Ebook bagaimana menjadi pengusaha.

Terbaiknya, ebook itu dibagikan secara gratis, syarat mendapatkannyapun seperti biasa. Subscribe untuk keperluan marketing pembuatnya.

Tidak ada yang salah dengan itu semua, bahkan aku nilai itu sesuatu yang adil dan tidak merugikan bagi siapapun, iya kan? Dia untung karena mendapat pasar, kita untung karena mendapat ilmunya.

Setelah didownload dengan penasaran, kita buka ebook tersebut.

Antusias? Pasti

Bahagia? Pasti

Optimis? Pasti

Seperti mencerminkan bahwa uang adalah motivasi utama kita. Kita? Aku saja lah 🙂

Tunggu, tanpa kita sadari ada sesuatu yangg bisa kita ambil.

Kita akan senang membaca jika hal itu berhubungan dengan tujuan kita.

Lalu kenapa kita masih malas membaca?

Lanjut!

Setelah dibuka ebook pemberi harapan untuk mendapatkan pundi-pundi uang itu, mata menjadi tegang, otak menjadi fokus, dan dibacanya keseluruhan ebook tersebut. Sampai Habis! Sampai lembar terakhir! dalam satu hari!

Apa yang didapat?

Ilmu? Checklist!

Motivasi? Checklist!

Promosi agar mengikuti pelatihan pemberi ebook? Checklist!

Ikut pelatihan? Bisa iya bisa tidak

“okay, besok kita mulai! (ekspektasi). Malas (realita)”

Ending : Kembali ke rutinitas sehari-hari tanpa ada perubahan.

Itu adalah daftar checklist untuk seseorang yang open-minded.

untuk yang closed-minded?

Ilmu? disangkal karena dia merasa bahwa apa yang dia tahu lebih benar!

Motivasi? hmmm, mungkin!

Promosi agar mengikuti pelatihan pemberi ebook? Kampret ujung-ujungnya suruh ikut kursus, ebook sampah!

Ikut pelatihan? najiss!

Ending : Kembali ke rutinitas sehari-hari tanpa ada perubahan.

Berarti bisakah kita mengatakan kalau motivasi itu sampah?

———

Case 3

Kemarin adikku mengikuti lomba futsal.

Timnya berhasil menembus 16 besar. Dan untuk masuk ke 8 besar timnya harus memenangkan pertandingan malam kemarin.

Tetapi hasil pertandingan harus ditunggu lebih lama mengingat kedua belah tim berbagi angka 1 sama.

Pinalti dilakukan, dan hasil kembali imbang dengan 4 kali bersarang dan sekali gagal.

Wasit memutuskan untuk melakukan tendangan sekali lagi, terakhir.

Tetapi dengan ketentuan satu tim jadi penendang dan tim lain jadi kiper.

Tim adikku memilih untuk menendang dan menyemangati pemain yang akan mengambil tendangan tersebut.

Dengan percaya diri, ancang-ancang dilakukan, kaki diayun sekuat tenaga bola melaju ke tengah gawang dan berhasil ditepis oleh kiper lawan.

Tim adikku harus merelakan tiket 8 besar.

Tapi bukan disitu masalahnya!

Masalahnya adalah si penendang terakhir ini tiba-tiba kehilangan kepercayaan diri, menganggap dia tidak bisa menuntaskan tugasnya, berlari tanpa menyapa dan pulang tanpa pamit.

Padahal, semua anggota tim telah memberi motivasi bahwa apapun hasilnya itu memang lah yang terbaik buat tim. Dan motivasi itu diberikan sebelum dan sesudah eksekusi.

Sampai rumah adikku mendapat pesan dari dia bahwa dia sudah tidak mau untuk mengikuti futsal lagi dan ingin keluar dari tim.

Kemana semua motivasi itu? Dan apa hasilnya?

Lalu apakah motivasi seperti sampah yang tidak berguna?

———

Motivasi itu seperti orgasm, kita akan merasa berenergi, bahagia, bersemangat tetapi hanya sesaat saja, dan hilang begitu saja

Berapa kali kalian menonton video tentang motivasi agar terus belajar?

Berapa kali kalian mendengarkan podcast tentang bagaimana menjadi sukses?

Berapa kali kalian membaca artikel tentang bagaimana menjadi entrepreneur yang hebat?

Lalu pertanyaan terbesarnya adalah…

Sampai mana usaha kalian untuk mencapai itu semua?

Masihkah kalian hidup dengan rutinitas itu-itu saja?

Sadarkah kita bahwa bukan hanya mimpi saja yang di upgrade, tetapi DIRIMU JUGA PERLU!

Mel Robbins, penulis buku 5 seconds rule mengatakan dalam kesempatannya saat talkshow dengan Thomas Bilyeu.

Di point tertentu motivasi seperti kebohongan, kamu merasa siap untuk berubah. Kita dibawa pada suatu kepalsuan, bahwa pada saat tertentu kita merasa terdorong, pada saat tertentu kita akan percaya diri, tapi semua itu hanya omong kosong.

Kita sering berpikir bahwa ada sesuatu yang kurang saat ingin melakukan sesuatu, dan itu adalah motivasi. Tapi itu tidak benar!

Karena bagaimana otak kita terpengaruh dan bagaimana tubuh kita sebagai manusia tidak sejalan.

Otak kita tidak di-design untuk melakukan sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, menakutkan, sulit. Otak kita di-design untuk melindungi kita dari semua itu, karena otak kita selalu menjaga kita agar selalu hidup.

untuk bisa berubah, untuk bisa membangun bisnis, untuk menjadi orang tua terbaik, murid terbaik, semua yang kita inginkan dengan hidup, perkerjaan, dan mimpi, kalian HARUS melakukan sesuatu meskipun itu sulit, tidak pasti, menakutkan

Motivasi adalah sampah! Kita akan melakukan sesuatu yang kita anggap mudah.

Kenapa kita sangat sulit melakukan sesuatu yang kecil yang sebenarnya bisa merubah hidup kita?

Karena pikiran kita diciptakan untuk menghentikan kita, apapun itu untuk melakukan sesuatu yang bisa melukai kita.

Jika kita sadar, kita memiliki kebiasaan untuk meragukan sesuatu ketika kita mempunyai ide.

Ketika kita merasa ragu, dia akan mengirimkan sinyal ke otak dan berkata

” Tunggu, Itu akan membuatmu A, si B akan memalukanmu, bla….blaa…, Jangan lakukan itu!”

Fenomena ini disebut Spotlight Effect, keadaan dimana kita percaya bahwa orang lain sangat memperhatikan apa yang kita lakukan, padahal sebenarnya tidak. Kita merasa menjadi pusat dunia, dimana semua mata tertuju kepada kita, akhirnya otak kita melihat itu sebagai masalah dan menarik kita agar tidak melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan.

Solusi dari fenomena ini adalah kita harus sadar bahwa kita diciptakan secara berbeda, memiliki mimpi berbeda, memiliki pekerjaan berbeda, memiliki penghasilan yang berbeda, memiliki hubungan yang berbeda dengan orang-orang disekitar kita.

Kemudian apa yang harus kita takutkan untuk melangkah dan berubah?

Kembali ke pertanyaan awal, Apakah motivasi itu sampah?

Barang siapa yang menuntut ilmu untuk diamalkan, niscaya Allah akan berikan taufik kepadanya. Dan barang siapa yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan maka ilmunya akan semakin membuatnya congkak

~ Malik bin Dinar

Motivasi itu adalah salah satu ilmu. Banyak orang yang merasa hebat, jago, pintar , dan merasa kaya akan dengan ilmu tetapi faktanya dia tidak pernah mengamalkannya. Hal ini hanya membuat kita sombong dan jauh dari Allah.

Lalu apa hubunganya dengan ini semua?

Motivasi itu sampah JIKA digunakan tanpa diimbangi dengan tindakan.

Coba ingat apa yang biasa kita lakukan setelah mendapat motivasi?

Yang pasti adalah memberikan discount kepada tindakan, agar kita melakukannya dilain waktu.

Dan apa yang terjadi ketika waktu itu telah dihadapan kita? Kita akan mencari pembenaran, mencari perlindungan, mencari alasan agar semua itu bisa kita lakukan dilain waktu atau yang lebih parah adalah kita telah melupakan motivasi tersebut.

Cara terbaik agar motivasi tidak menjadi sampah adalah LANGSUNG bertindak, LANGSUNG bergerak!

Cara terbaik agar ilmu bermanfaat adalah dengan mengamalkannya!

Jika kita merubah keputusan kita, kita akan merubah segalanya

~ Mel Robbins