Parkinson’s Law : Mengerjakan Sesuatu Lebih Cepat

Parkinson's Law : Mengerjakan Sesuatu Lebih Cepat

” Jangan lupa, tugas dikumpulkan minggu depan ya! ” Kata-kata mutiara dari guru sebelum pelajaran berakhir.

Seketika kamu sadar, bahwa mendengarkan lagu yang paling kamu benci masih lebih enak daripada mendengarkan kalimat itu.

Baik! dengan hati yang terpaksa mencoba untuk ikhlas, kamu pulang kerumah dengan keadaan sakit tak berdarah.

“Satu minggu!” Celoteh hati seraya meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.

” Aku akan memulai besok, hari ini butuh istirahat untuk menenangkan pikiran”, sangkalan sang penunda.

1 hari, 2 hari, 5 hari seakan beban bukan menjadi beban, seakan beban cuma menjadi penyemangat. Penyemangat untuk menunda lagi, lagi dan lagi.

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Dan besok adalah deadline untuk mengumpulkan tugas penentu angka rapot.

Kaget? Iya!

Tersentak? Pasti!

Stres? Yeah!

Seakan kamu adalah prajurit penunda yang gagal.

Semua energi dikerahkan, semua daftar film dikesampingkan, dan mulailah kamu bekerja, belajar, dan membuat suasana romantis, hanya kamu, dan tugas ♥

Hanya butuh 2 jam saja tugas tersebut selesai. Waktu menunjukkan 00.00 WIB dan memanggilmu untuk segera menidurkan pikiran.

Mission Accomplished!

———

Dunia pekerjaann tak jauh halnya dengan sekolah.

Deadline adalah satu-satunya teman yang tidak pernah menusuk kamu dari belakang.

Seperti penyakit, kebiasaan saat sekolah akhirnya terbawa juga kedunia yang kejam.

Menunda pekerjaan dan menyelesaikan diakhir waktu adalah hal terbaik untuk menikmati waktu.

” 1 bulan! ” Pak Bos berteriak, suaranya yang memekik membuat kamu bergetar.

1 bulan deadline kalian untuk menyelesaikan proyek besar ini.

1 bulan, huh? Waktu yang masih panjang.

Kalian berkutat dengan kegiatan yang hanya membuang-buang waktu.

Tapi kabar baiknya adalah, sehari sebelum deadline, kalian berhasil menyelesaikannya. *standing ovation*

You did it!

———

Sistem kebut semalam adalah hal yang paling sering dilakukan jika kalian adalah seorang yang suka menunda-nunda pekerjaan.

Dari zaman sekolah, kuliah, sampai kerja, kita selalu membawa kebiasaan buruk ini.

Akhir waktu dianggap waktu yang paling mujarab untuk menyelesaikan semua tugas yang telah menumpuk. Dan di waktu inilah kita seolah-olah menjadi mesin yang bekerja terus dan tak kenal henti.

Padahal ada beberapa hal negatif jika kita melakukan pekerjaan di akhir waktu atau yang lebih sering kita sebut dengan Sistem Kebut Semalam.

TIDAK MAKSIMAL

Bekerja di akhir waktu tidak memberikan kita waktu yang cukup untuk mempersiapkan semuanya. Dari peralatan, materi, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Hasil pekerjaan? Sudah bisa ditebak, biasa atau malah selesai dengan hasil yang kurang memuaskan.

Tunggu! Atau memiliki hasil yang maksimal memang bukan hasil yang kalian cari.

Oh aku tahu, kalian hanya mencari keamanan, dan menghindari rasa takut saja. Merasa aman karena tidak akan menerima hukuman, tidak merasa takut karena besok bersekolah, bekerja dengan tugas yang telah selesai. Singkatnya, mengerjakan lebih baik daripada tidak sama sekali (full stop).

Kualitas? No sekian lah yaa….

KESEHATAN

Bekerja di akhir waktu akan membuat kita merasa dikejar dan terburu-buru. Parahnya kita selalu berakhir dengan kata “Begadang”.

Kalian akan merasa mendapatkan tekanan tinggi, bahkan bisa menjadi stres. Akhirnya kalian harus mengorbankan jam tidur untuk bisa menyelesaikan pekerjaan kalian.

Bekerja, kuliah atau bersekolah pagi hari dengan keadaan yang mengantuk, kurang fit, dan tak jauh dari kata SAKIT, adalah hal biasa yang kalian hadapi.

Kesehatan? No sekian lah yaa….

———

APA YANG TERJADI?

Pada tahun 1955, The Economist menerbitkan sebuah essay, hasil observasi dari seorang Sejarawan dan Penulis dari Inggris. Dia adalah Cyril Northcote Parkinson. Hasil tersebut kemudian lebih dikenal dengan nama Parkinson’s Law.

Parkinson's Law : Mengerjakan Sesuatu Lebih Cepat

Hukum ini berawal saat Parkinson mengamati Dinas Sipil Inggris. Di dalam catatannya, dia mengatakan bahwa jumlah staff dan banyaknya pekerjaan yang diselesaikan tidak memiliki korelasi.

Kenapa?

Karena semakin kita mempekerjakan banyak orang, maka sama artinya kita memberi pekerja lainnya waktu yang lebih untuk menyelesaikan pekerjaannya. Meskipun hasilnya sama, tetapi hal ini dinilai tidak efisien.

Lebih jauh, dari pengamatan tersebut, hukum ini kemudian diterapkan dalam keadaan lain, seperti produktivitas.

  • PR yang dijadwalkan harus dikumpulkan 2 hari lagi, kalian kerjakan pada akhir waktu dan   selesai hanya 2 jam.
  • Makalah yang diberi waktu satu minggu, kalian kerjakan hanya dalam 5 jam sebelum dikumpulkan.
  • Proposal yang memiliki deadline 1 bulan lagi, kalian kerjakan hanya dalam sehari.

Parkinson’s Law: “Work expands so as to fill the time available for its completion.”

Suatu tugas akan menjadi lebih rumit, untuk mengisi waktu yang tersisa dalam menyelesaikannya.

Artinya, jika kita mendapatkan deadline selama seminggu untuk menyelesaikan tugas, dan yang malah kita lakukan adalah menyelesaikannya dalam 2 jam, maka kita akan merasa bahwa tugas tersebut rumit ( Padahal sebenarnya ini hanyalah persepsi karena tekanan waktu yang kita dapatkan) dan menjadi lebih berat jika dibandingkan mengerjakan secara bertahap dalam waktu seminggu.

Lebih buruknya, Kita juga akan merasa  semakin stres karena tekanan waktu dan bayang-bayang deadline.

Meskipun akhirnya pekerjaan terselesaikan, kita akan lebih meyakini bahwa kerja keras lebih penting dari pada efisien.

Itulah kenapa kita harus Work smart, not hard!

Bagaimana cara bekerja dengan smart? Bekerjalah dengan efisien.

Bagaimana cara bekerja dengan efisien? Bekerjalah dengan tidak menunda-nunda waktu.

———

PENGGUNAAN PARKINSON’S LAW

Parkinson’s Law telah menunjukkan kepada kita bagaimana orang-orang sukses bisa menyelesaikan banyak tugas tanpa merasa terbebani.

Parkinson’s Law juga menunjukkan kepada kita bagaimana manajemen waktu itu mempengaruhi hasil kerja, dan bagaimana dampaknya terhadap kita.

Jika kalian seorang yang memiliki tugas yang banyak, Parkinson’s Law merupakan cara yang baik untuk diterapkan.

Jika kita akan mengalokasikan 3 jam untuk menyelesaikan suatu tugas, maka tugas tersebut juga akan terselesaikan dalam waktu 3 jam.

Jika kita akan mengalokasikan 1 minggu untuk menyelesaikan suatu tugas, maka tugas tersebut juga akan terselesaikan dalam waktu 1 minggu.

Intinya adalah, dengan Parkinson’s Law ini, semua tugas akan terselesaikan sesuai dengan waktu yang dialokasikan.

Itulah kenapa Sistem Kebut Semalam bisa dilakukan. Padalah jika berbicara hasil dan dampaknya, Sistem Kebut Semalam lebih memberikan dampak buruk. Tidak hanya terhadap hasil, tetapi terhadap diri kita sendiri.

Lalu bagaimana cara menggunakan Parkinson’s Law ini?

STEP 1 : FOKUS HANYA KEPADA TUGAS TERPENTING

Untuk mengetahui tugas mana yang terpenting, kalian harus membuat daftar prioritas.

Tempatkan tugas yang kalian anggap paling penting dan mulai bekerja dengan itu.

Tip : Jangan terkecoh dengan deadline! prioritaskan tugasmu berdasarkan nilai yang diberikan ketika kalian menyelesaikannya. Dan pastikan bahwa nilai tersebut sejalan dengan tujuan utama kalian.

STEP 2 : TENTUKAN WAKTU PADA TUGAS

Untuk membuat tugas semakin jelas dan nyata. Kalian harus menentukan kapan tugas itu dimulai dan kapan tugas itu berkahir.

Hal ini berguna untuk membatasi diri kita dari gangguan dan lebih fokus agar bisa menyelesaikan tugas tersebut.

TIP : Jauhkan semua gangguan seperti TV, smartphone dan hal-hal yang membuat kalian tidak fokus. Hal ini akan menyebabkan kalian semakin lama dalam menyelesaikan tugas dan membuat batasan waktu menjadi tidak berguna.

Gunakanlah teknik pomodoro untuk memaksimalkan dalam penyelesaiaan tugas.

STEP 3 : LEBIH CEPAT

Tahap ketiga adalah opsional, tetapi sangat membantu kalian dalam meningkatkan produktivitas.

  • Jika kalian menjadwal akan menyelesaikan makalah dalam 5 hari, buat menjadi 3 hari.
  • Jika kalian menjadwal akan membuat video dalam 8 jam, buat menjadi 5 jam.
  • Jika kalian menjadwalkan membuat novel dalam 6 bulan, buat menjadi 4 bulan.

Apa tujuannya?

Tujuan dari pemangkasan waktu berdasarkan rencana awal, akan memberikan efek darurat  dan akan memaksa kalian untuk segera bisa menyelesaikan pekerjaan itu. Ini juga merupakan cara agar kalian bisa lebih fokus.

STEP 4 : KERJAKAN DAN REVIEW

Jika semua jadwal dan rencana telah siap, sekarang waktunya mengeksekusi dan mewujudkannya. Dalam pengerjaannya, tanyakan kepada diri kalian apakah waktu yang dipersingkat memberikan kalian rasa tidak nyaman dan malah menjadikan kalian stres?

Jika iya, cobalah untuk bereksperimen terhadap berapa lama waktu yang membuat kalian tetap nyaman dan tetap bisa menyelesaikan tugas sesuai dengan jadwal.

TIP : Bedakan antara stres yang membuat kalian tidak bisa bekerja dan stres yang justru malah membuat kalian termotivasi untuk menyelesaikannya.

MANFAAT PARKINSON’S LAW

Banyak hal-hal positif yang kalian dapatkan saat menerapkan Parkinson’s Law ini.

MUDAH

  • Menghafal vocabulary sebanyak 5 perhari selama seminggu, atau menghafal vocabulary sebanyakk 35 dalam semalam. Mana yang lebih mudah?
  • Menulis novel satu bab selama 5 hari atau menulis novel satu bab dalam sehari. Mana yang lebih mudah?
  • Mengerjakan PR selama 2 hari atau mengerjakannya selama 2 jam. Mana yang lebih mudah?

Dengan bertahap dalam menyelesaikan tugas, kalian akan lebih mudah menyelesaikannya.

TENANG

Karena kita mengalokasikan waktu secara sistematis untuk menyelesaikan tugas, maka kita akan merasa tenang, tidak tertekan, tidak dibayang-bayangi deadline saat mengerjakannya.

Dengan cara ini kita lebih siap dan bisa mengerjakannya dengan kemampuan semaksimal mungkin.

REVIEW TIME

Karena kita tidak menggunakan sistem kebut semalam dan menyelesaikan tugas dalam waktu yang lebih cepat, kita akan mempunyai waktu yang lebih untuk mereview kembali hasil kerja kita.

Kita memiliki waktu lebih untuk membenahi sesuatu yang masih salah atau kurang maksimal.

Bandingkan jika kita menggunakan Sistem Kebut Semalam. Kita tidak akan punya waktu untuk mengecek kembali hasil kerjaan kita. Yang terpenting adalah selesai tanpa mempedulikan baik atau buruknya hasil kerjaan.

CATATAN AKHIR

Dengan Parkinson’s Law kita akan mendapatkan rasa darurat terhadap pekerjaan yang akan diselesaikan, karena kita tahu kapan kita mulai dan kapan kita berhenti.

Faktanya sangat sulit bagi kita untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa adanya waktu yang jelas. Kita akan meremehkan waktu, menjadi tidak fokus dan tidak memiliki tujuan.

The bad news is time flies. The good news is You are the Pilot

~ Michael Althsuler