Peran Protagonis : Penulis Hidup Dan Pembuat Inspirasi

Peran Protagonis : Penulis Hidup Dan Pembuat Inspirasi

Matahari yang masih bersembunyi dan siap untuk menampakkan dirinya masih kalah cepat dengan aku yang sudah bangun untuk mengawali hari.

Tubuh yang masih lemas, mata yang berjuang agar tidak tertutup lagi dan juga pikiran yang bertransisi dari mimpi ke realita membuat aku mengawali hari dengan kegiatan sederhana.

Telepon pintar!

Sejenak melihat berita semalam, sejenak melihat video lucu, dan sejenak mengisi tenaga dengan hiburan pagi hari.

30 menit sudah berlalu, saatnya aku beranjak dari tempat tidur dan memulai hari.

Bersiaplah aku untuk sekolah, kuliah ataupun bekerja.

Menjalani hari-hari yang monoton dan terkadang merasa bosan dengan kegiatan itu-itu saja.

Bahkan, jika dipikir-pikir, rasio untuk belajar sangat lebih sedikit jika dibanding dengan kegiatan yang lain. Belum lagi telepon pintar yang benar-benar sangat pintar untuk membuatku lupa betapa penting dan berharganya waktu.

Eh, atau memang aku yang tidak terlalu pintar untuk menggunakan telepon pintar?

Entah kenapa, ada banyak hal yang ingin aku capai, tetapi aku merasa bahwa waktu 24 jam bukanlah waktu yang cukup. Terlalu banyak godaan yang membuatku berpaling dari semua tujuanku.

Memang ada baiknya aku menyediakan waktu untuk merenung dan berkaca kepada diriku sendiri.

” Sampai kapan kamu seperti ini? Apakah kamu merasa ada perkembangan dari hari ke hari? Tidakkah kita hidup di dunia bukan semata-mata untuk hidup, tetapi bagaimana kita bisa menjadi orang yang bisa bermanfaat untuk orang lain? “

Tak jarang serigala jahat dalam hati mengatakan…

” Tidak perlu belajar atau menghabiskan tenagamu untuk bisa menjadi orang bermanfaat. Lakukanlah apa yang kamu bisa “

Sejenak, mungkin itu adalah hal yang benar, tetapi kalimat itu tidak lebih dari kalimat yang diterima mentah-mentah oleh seorang pemalas.

Bukankah semakin banyak pengetahuan yang kita punya, semakin banyak yang bisa kita buat?

Bukankah semakin banyak pengetahuan yang kita punya, semakin banyak yang bisa kita bantu?

Bukankah semakin banyak pengetahuan yang kita punya, semakin banyak yang bisa kita bagi?

Akhirnya semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Menjadi penulis hidup dan pembuat inspirasi atau lebih memilih untuk stuck, tak berkembang dan mendapatkan hasil ala kadarnya?

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa aku telah menyelesaikan sebuah buku tentang minimalisme – seni melepaskan dan merelakan. Ingin lebih tahu tentang apa itu minimalsime?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

———

DUA MACAM INSPIRASI

Memang ada kalanya kita SEDIKIT tersadar akan pentingnya menggunakan waktu dengan baik. Kita menjadi orang yang berjalan lurus. Fokus. Dan bersemangat untuk membangun hal yang baru.

Oh ada yang lupa!

Aku kekurangan inspirasi!

Tak usah berpikir panjang. Aku tahu kemana pikiran dan tangan ini akan tertuju. Lagi-lagi telepon pintar yang menjadi pemenang.

Tapi, tenang, kali ini, semua akan berjalan sesuai dengan rencana awal.

” BERUBAH ”

Sumber-sumber inspirasipun dibuka. Artikel, berita yang sangat heboh, Pinterest, Instagram, video-video YouTube dan aplikasi pemberi pencerahan lainnya.

Memang benar kita bisa mendapatkan semua segala inspirasi yang membuat kita semangat dari pihak luar.

Tetapi yang harus kita tahu, inspirasi dari luar tidak akan bertahan lama jika dibandingkan dengan inspirasi yang berasal dari dalam diri kita sendiri.

Dari sini, ada 2 tipe inspirasi yang bisa kita dapatkan :

  • Inspirasi pasif, adalah menjadikan pihak luar sebagai inspirasi. Kita hanya mengkonsumsinya. Setiap kali kita menonton video, membaca artikel, atau mendengarkan wawancara, sebenarnya kita dalam mode inspirasi pasif. Kita mungkin belajar sesuatu, tetapi kita tidak benar-benar harus melakukan apa pun. Mendengar tentang kesuksesan orang lain bukanlah hal yang sama seperti membuat milik kita sendiri.
  • Inspirasi aktif, isnpirasi yang kita dapatkan dari diri kita sendiri. Tindakan menciptakan sesuatu, menerapkan ide-ide baru untuk tujuan kita, dan membuat kesalahan dan menemukan siapa diri kita dan apa yang penting bagi kita adalah cara terbaik mendapatkan inspirasi yang bertahan lama. Selain itu, inspirasi aktif adalah apa yang menghasilkan gairah dan antusiasme jangka panjang.

Peran Protagonis : Penulis Hidup Dan Pembuat Inspirasi

Menyaksikan kesuksesan orang lain mungkin membuat kita merasa bersemangat selama beberapa menit, setelah itu? Kita masih kesulitan menerapkan apa yang kita dapatkan.

Tetapi dengan mengambil tindakan dan menerapkan ide baru dalam hidup akan menginspirasi kita lebih dari apa pun yang dapat dikatakan oleh orang lain.

Belajar dan mendengarkan dapat membantu kita memikirkan berbagai hal dengan cara yang berbeda, Tetapi menciptakan, memproduksi, dan bereksperimenlah yang mendorong kita untuk maju.

Jangan salah paham dulu. Kedua inspirasi itu sangat mendukung satu sama lain. Artinya, tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal jika kita hanya menggunakan satu dari kedua hal tersebut.

Inspirasi pasif dapat memberi kita ide, tetapi inspirasi aktif akan memberi kita momentum.

Inspirasi pasif adalah bensin, tetapi tanpa api ( inspirasi aktif ), semua akan berakhir dengan sia-sia.

Jika kita menemukan ide yang bagus, gunakanlah.

Tapi sayangnya, kita terjebak dalam keadaan dimana kita selalu merasa tidak puas.

Kemudian, kita menghabiskan begitu banyak waktu untuk mencoba menemukan hal-hal yang lebih menginspirasi untuk dikonsumsi sehingga mudah bagi kita untuk melupakan bahwa bentuk inspirasi terbaik berasal dari apa yang kita ciptakan.

Ini tentang menemukan ide cemerlang dan menerapkannya ke kehidupan realita kita.

Ini tentang menemukan strategi baru dan mencapai tujuan kita sendiri.

Ini tentang mempelajari latihan baru dan memperkaya ke latihan kita.

Sebuah penerapan akan selalu lebih kuat daripada ide-ide itu sendiri.

Terlalu sering kita menghabiskan hidup kita untuk dunia luar. Akhirnya kita tidak berusaha membuat dunia sendiri dengan menciptakan sesuatu. 

Sekali lagi, apa yang kamu dapat tidak akan bisa bekerja tanpa sebuah tindakan.

Terapkanlah!

———

LEMBARAN BARU

Hari ini adalah lembar baru.

Hari ini adalah lembar kosong.

Artinya, lembar itu menunggu seseorang untuk menuliskan sesuatu.

Lembar yang lebih sering kita sebut sebagai hidup selalu menyajikan lembar kosong setiap harinya.

Kamu adalah penulisnya. Penulis hidupmu sendiri.

Entah apa yang akan kamu tulis. Menjadi tokoh protagonis yang selalu berbuat kebaikan atau menjadi tokoh antagonis yang selalu menentang.

Menulis atau tidak, pada akhirnya akan selalu ada cerita yang tercipta di setiap lembaran-lembaran itu.

Sekarang, merenunglah!

Cerita apa yang sudah kamu buat hari kemarin, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, atau bertahun-tahun yang lalu.

Tanyakan pada dirimu..

” Banggakah kamu akan cerita yang sudah kamu tulis? “

The past is behind, the future is ahead, the present is here, live it!

 


FOOTNOTES

1. Aku membaca artikel tentang 2 macam inspirasi ini disini, yang ditulis oleh Derek Sivers.