Regret Minimization Framework : Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

Regret Minimization Framework : Cara Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

Kali ini aku akan memulai artikel ini dengan sedikit tebak-tebakkan.

Siapa anak yang ada di dalam photo ini?

Regret Minimization Framework : Cara Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

Masih belum mengenalinya?

For Your Information, itu adalah photo, waktu dia masih muda. Jika kalian masih belum mengenalinya aku akan beri photo yang berbeda.

Bagaimana dengan yang satu ini

Regret Minimization Framework : Cara Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

Yup, kalian benar.

Dia adalah Jeffrey Preston Bezos, atau yang lebih kita kenal Jeff Bezos. Seorang pengusaha teknologi asal Amerika. Dia juga seorang investor, dan filantropis.

Dan yang paling kita kenal dari dia adalah, dia pendiri, ketua, dan chief executive officer dari Amazon.com, Inc., Salah satu toko belanja online terbesar di dunia.

• • •

Jika kita berbicara manusia terkaya di dunia, pertama kali muncul dalam otak kita pasti tak jauh dari nama Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation.

Saat artikel ini dibuat, Jeff Bezos berhasil menurunkan tahta orang terkaya no 1 didunia yang lama dipegang oleh Bill Gates.

Dikutip dari Forbes (15/4/18 -14:45 WIB), kekayaan Besoz mencapai $118,8 B. Sedangkan Gates $90,8 B.

• • •

Story Begins

Kembali ke tahun 2006, ketika Wahyu kecil yang baru lulus SD ingin melanjutkan mimpinya.

Pendidikan di sekolah negeri merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan anak kala itu. Sekarang? Sama saja aku rasa.

SMP favorit dan unggulan pasti menjadi tujuan utama bagi anak yang memiliki kepercayaan diri dengan kemampuannya.

Dukungan orangtua menambah gairahku untuk memilih salah satu SMP terbaik.

Test, adalah penentu tidaknya aku bisa diterima atau tidak. Nilai UN? Tak lebih dari pendukung dan rasa pemuas saja.

Hari demi hari aku belajar, sampai waktu pertarungan telah dimulai.

Kukerjakan semua tes itu dengan kemampuan yang sudah aku persiapkan.

Keyakinan hati untuk diterima melebihi keyakinan seekor singa yang siap menyantap mangsanya.

Bel berbunyi, tes berakhir, dan kesabaran akan menemaniku sampai hasil itu keluar.

Hari kelulusan telah tiba. Aku pergi ke SMP tersebut, melihat setiap papan pengumuman yang berisikan daftar siswa yang berhasil dan akan segera bisa mlanjutkan pendidikan disana.

Satu lembar telah kubaca, tidak ada namaku disana.

Lembar kedua aku baca, tidak ada namaku disana.

Sampai aku tidak sadar bahwa semua lembar pengumuman itu telah aku baca semua. Dan masih saja tak ada namaku disana.

Hari itu aku aku terpukul, bukan karena hanya melihat harapanku yang hancur lebur. Jauh dari itu, aku terpukul melihat hancurnya harapan orangtuaku.

Mata selalu berbicara jujur, berteriak lebih keras daripada mulut, kekecewaan mereka seakan menjadi pengingatku meskipun orangtua selalu menyemangati anaknya ini.

Hati seakan berteriak ” Wahyu, kamu telah gagal!, “

Menangis? Pasti kawan, Wahyu kecil menangis dipelukan Ibunya. Penyesalan menjadi bayanganku waktu itu.

Menyesal? Iya, Wahyu kecil yang selalu ceria, ternyata ringkih menerima pahitnya kehidupan.

Aku sempat berpikir andaisaja aku…., kalau saja aku….., kenapa aku dulu tidak……, kalimat-kalimat penyesalan yang sama sekali tidak akan memutar waktu kebelakang telah menjadi obrolan hati sehari-hari.

Story Over

Penyesalan adalah hal yang wajar bagi setiap insan manusia. Keuangan, bisnis, cinta dan banyak lagi kejadian-kejadian di dalam hidup kita, yang terkadang membuat kita merasa menyesal, karena hasil yang tidak sesuai dengan harapan.

Pertanyaan yang kemudian terbesit dalam hatiku saat kegagalanku terjadi adalah bisakah kita mengantisipasi sebuah penyesalan?

• • •

REGRET MINIMIZATION FRAMEWORK

Jeff Bezos menceritakan bagaimana awal mula perjalanannya membangun amazon dan cara dia untuk melihat sebuah penyesalan secara berbeda.

Story Begins

Bezos yang menjabat posisi penting di usianya saat itu dan sudah memiliki penghasilan yang banyak diimpikan orang-orang memutuskan hal yang sulit dimengerti bagi kebanyakan orang.

Bezos menghampiri bosnya dan berkata…

” Aku akan melakukan sesuatu yang gila, aku akan memulai perusahaan dengan menjual buku secara online “

Dengan sedikit kaget, Sang bos mengajak Bezos untuk berjalan di taman dan membicarakannya dalam suasana yang lebih santai.

Selama dua jam, Bezos dan bosnya berjalan-jalan mengelilingi Central Park di New York City.

Kesimpulan dari percakapan mereka membawa bosnya kepada sebuah statement…

” Ini sebenarnya merupakan ide yang terdengar sangat bagus, tetapi itu terdengar lebih bagus untuk mereka yang belum memiliki pekerjaan”

Dengan berusaha bos Bezos mencoba meyakinkannya dan memberi waktu selama 48 jam sebelum mengambil keputusan final.

Bezos pergi dan berusaha menemukan kerangka yang tepat untuk membuat keputusan sebesar itu.

Bezos juga mengajak istrinya untuk berdiskusi. Istrinya sangat mendukung dan berkata…

” Dengar, kamu bisa mengandalkanku 100% apapun yang ingin kamu lakukan”

Kita tahu, istrinya menikahi Bezos pada saat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang stabil. Sekarang dia mendukung Bezos 100% pada keputusan Bezos yang terbilang gila saat itu.

(FYI : Saat itu internet merupakan sesuatu yang baru dan sangat awam bagi kebanyakan orang. Dan Bezos berani untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai bisnisnya sendiri)

Bezos menyadari bahwa itu adalah keputusan yang harus dibuat untuk dirinya sendiri.

Dan disinilah Bezos menemukan kerangka untuk membuat keputusan menjadi lebih mudah. Dia menyebutnya Regret Minimization Framework.

Story Over

Hasilnya?

Ini adalah kantor pertama amazon. Perusahaannya pun masih sangat kecil dan sempit.

Regret Minimization Framework : Cara Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

Sekarang?

Regret Minimization Framework : Cara Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

Eh tunggu, itu hanya salah satu Headquarter di Amerika. SALAH SATU!

Mau lihat gudangnya?

Regret Minimization Framework : Cara Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

• • •

CARA MENERAPKAN REGRET MINIMIZATION FRAMEWORK

Untuk mendapatkan hasil dari Regret Minimization Framework ini, kita harus tahu dulu bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan kita.

STEP 1 : BAYANGKAN

Bezos mengungkapkan bahwa hal pertama untuk menerapkan Regret Minimization Framework ini adalah untuk membayangkan diri kita di usia 80 tahun.

Kita memang tidak tahu sampai kapan umur kita, tetapi poin yang bisa diambil dari Bezos adalah bagaimana kita melihat penyesalan dari segi sudut pandang yang berbeda.

STEP 1 : FLASHBACK

Tahap kedua mungkin kontradiktif dari tahap pertama yang meminta kita untuk memproyeksikan diri kita di usia 80 tahun. Tetapi disinilah jutru poin utamanya.

Setelah menggambarkan kita di umur 80 tahun, tugas kita selanjutnya adalah membayangkan apakah saat umur 80 tahun kalian akan menyesal jika tidak mengambil keputusan sekarang?

Bezos pernah mengatakan bahwa dia tidak akan menyesal untuk berpartisipasi dalam internet yang dia pikir akan menjadi sesuatu yang besar pada suatu saat nanti. Dan sekarang itu semua terbukti.

Dan inilah quote Bezos yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua

Aku tahu jika aku gagal, aku tidak akan menyesali itu. Tetapi aku tahu satu hal. Mungkin aku akan menyesal jika tidak pernah mencoba. Dan aku tahu itu akan menghantuiku setiap hari.

— Jeff Bezos

STEP 3 : LAKUKAN ATAU TIDAK SAMA SEKALI!

Membayangkan sudah, flashback sudah, maka tahap terakhir adalah kalian sudah memiliki jawaban atas keputusan yang akan kalian buat.

Jika di umur 80 tahun kalian akan menyesal karena tidak melakukannya, maka lakukanlah sekarang,

Jika di umur 80 tahun kalian tidak akan menyesal karena tidak melakukannya, tidak usah dipikir dan jalani hidup seperti biasa!

Regret Minimization Framework : Cara Pendiri Amazon Mengambil Keputusan

• • •

DAMPAK REGRET MINIMIZATION FRAMEWORK DALAM KEHIDUPAN

Dengan memproyeksikan diri kita dimasa depan dan kemudian melihat kembali diri kita dimasa sekarang, akan membuat kita berpikir untuk menentukan keputusan lebih bijak dan berani.

Ada beberapa hal positif jika kita menerapkan cara Bezos memandang penyesalan ini di kehidupan kita.

KEUANGAN

Kita adalah manusia yang rapuh dengan kata DISCOUNT, apalagi seorang perempuan.

Dengan menerapkan aturan ini kita akan semakin menghargai uang, menggunakannya secara bijak dan hanya menggunakannya untuk membeli keperluan yang memang benar-benar kita butuhkan.

Karena faktanya kita sering membuang-buang uang untuk sesuatu yang kita inginkan saja.

KESEHATAN

Salah satu faktor kenapa banyaknya orang yang sakit adalah karena hidup secara tidak sehat. Akhirnya di masa tua, mereka hanya disibukkan dengan berobat.

Bukankah sebagai manusia yang beriman kita harusnya ingat bahwa kita harus selalu menjaga dan merawat apa yang telah diberikan Allah kepada kita.

Dengan cara ini kita akan semakin semangat untuk berolah raga, dan menghindari penyesalan dikemudian hari.

IBADAH

Jika kita sudah menghadapi mati, banyak yang akan kita sesali. Menyesal karena banyaknya kesempatan yang tidak kita gunakan untuk mencari amal dan rahmat-NYA.

Kita selalu disibukkan dengan dunia, dunia, dan dunia.

Dengan menerapkan cara Bezos ini, kita bisa melihat kehidupan lebih jauh, agar kita tidak menyesal dan meninggal sebagai orang-orang yang dalam kerugian.

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

— QS Al Munafiqun : 10

• • •

PENUTUP

Di dunia ini terbagi menjadi 2 tipe manusia.

• Orang yang menunggu izin orang lain untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan.

• Orang yang mengizinkan dirinya sendiri untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan.

Jika kalian tidak ingin menyesal di kehidupan ini, ingatlah satu hal

[clickToTweet tweet=”Berhentilah menjadi orang yang selalu berusaha membahagiakan orang lain, hiduplah dalam kehidupanmu sendiri. Kapan? Sekarang!” quote=”Berhentilah menjadi orang yang selalu berusaha membahagiakan orang lain, hiduplah dalam kehidupanmu sendiri. Kapan? Sekarang!”]

 


FOOTNOTES

  1. Artikel ini dibuat setelah aku menonton wawancara Bezos, kalian bisa lihat disini 
  2. Artikel yang menjadi referensiku lainnya dibahas oleh Medium dan juga Inc.