Waktu itu aku yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar mempunyai ide dari hasil kunjunganku di rumah nenek.

Aku ingin menjual jagung bakar.

Aku persiapkan semuanya. Dari brosur yang hanya ditulis tangan, dan bantuan teman-teman yang bersedia menyebarkannya. Jadilah sebuah merk yang aku namai “JAGUAR – Jagung Bakar Kediri “.

Mantep nggak tuh?

Semua aku lakukan tanpa sepengetahuan orangtuaku. Padahal aku akan berjualan di depan rumah.

Tapi, tak apa lah. Lebih baik tahu setelah semua sudah siap, jadi tidak ada hambatan untuk mendapatkan surat izin kan?

Malam itu mungkin adalah malam yang tidak pernah terbayangkan olehku. Brosurku entah sampai kemana, hingga beberapa kali telepon rumah berdering karena sebuah promo yang bertuliskan ” Biaya antar gratis “.

Faktanya, karena kendala kendaraan yang hanya berupa sepeda beroda dua, aku menolak setiap orderan lewat telepon dengan alasan bahwa jagung sudah habis.

Alasan diatas adalah alasan kedua, karena alasan pertamaku adalah, ” iya, nanti saya antar ya, ini masih ramai soalnya “. Dan pada akhirnya, karena terlalu lama, pembeli yang mengambil sendiri. Sangat professional kan? -.-

Dari penjualan itu aku mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Jika kamu tanya kelanjutan usahaku tersebut, jawabannya adalah, usahaku tidak berlanjut, yang mengartikan juga bahwa usahaku hanya bertahan selama sehari.

Bukan 24 jam, tetapi kurang dari 5 jam.

Dan dalam waktu yang kurang dari 5 jam tersebut, semua jagungku habis, dengan feedback positif.

Setelah beberapa hari, aku bahkan ditanya beberapa temanku kapan aku mulai jualan lagi.

Sayangnya hal itu tidak akan pernah terjadi lagi karena, orangtuaku yang melarangnya.

• • •

Delapan tahun berlalu, dan aku telah menjadi seorang yang mengaku siap secara mental.

Aku memulai mencoba hal baru dan memperbanyak pengalamanku disana dan disini.

Hari itu ada sebuah lowongan di salah satu hotel di Surabaya. Seperti biasa aku persiapkan semua hingga hari tes itu tiba.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi, aku yang sudah mengantri lebih dari 7 jam, akhirnya bisa duduk untuk diwawancarai selama 5 menit.

” Terima kasih, nanti kita hubungi bapak lagi “. Dan itulah kaliamat terakhir yang aku dapat dari wawancara tersebut.

Hasilnya? Teleponku tidak pernah menampilkan nomor dari perusahaan tersebut.

Ditolak? Ternyata ini rasanya.

• • •

Dari dua cerita diatas, ada beberapa hal yang mengusik perhatianku.

  • Dimasa kanak-kanak, kita akan disuguhkan dengan banyak kemudahan. Lebih dari itu, kita akan memiliki orang-orang yang lebih dewasa yang siap untuk membantu kita. Maka ketika penolakan itu terjadi, kita akan sedih, tetapi juga akan cepat untuk kembali pulih.
  • Menjadi dewasa memang bukan merupakan pekerjaan yang ringan. Kita harus bisa hidup mandiri. Bertanggung jawab atas segala hal yang kita lakukan. Garis besarnya, kita harus bisa bertahan hidup. Sendiri.

Yang menjadi catatan kita bersama adalah, kedewasaan tidak menjamin kita untuk bisa melalui semua penolakan yang akan selalu dibawa oleh kehidupan.

Bahkan tak jarang banyak orang-orang yang dewasa secara usia, yang memilih mengakhiri hidupnya karena mendapatkan penolakan dari seorang wanita yang diimpikannya.

Tak hanya itu, sosial media yang sering kita gunakan juga menunjukkan hal yang sama. Indikator like merupakan sebuah parameter bahwa kita adalah seorang yang diterima.

Dan ketika kita menghadapi sebuah penolakan, kita seperti tidak siap, tidak suka, bahkan tidak mau menghadapinya.

Ditolak itu sakit :'(

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, kamu bisa mendownload e-book tentang Minimalisme dan Hidupku Kebiasaanku ( Panduan Membangun dan Membuang Kebiasaan ).  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis!

• • •

KENAPA DITOLAK ITU SAKIT?

Setiap orang akan memiliki kejadian penolakan yang paling sakit dan paling diingat sepanjang hidupnya.

Mungkin penolakan itu bisa dari pekerjaan, bisa juga dari wanita yang menggoda imannya, atau bahkan ketika wanitanya oke, ternyata calon mertua yang mengibarkan bendera merah tanda dimana kamu harus berhenti.

Eh, mohon maaf jika aku mengingatkan kamu tentang hal itu.

Tapi adakah alasan yang menyebabkan kita merasakan sakit saat ditolak?

Ketika para ilmuwan menempatkan orang dalam mesin MRI fungsional dan meminta mereka untuk mengingat penolakan terbaru yang terjadi dalam hidup mereka, mereka menemukan sesuatu yang menakjubkan.

Area yang sama di otak kita menjadi aktif ketika kita mengalami penolakan seperti ketika kita mengalami rasa sakit fisik.

Itu sebabnya penolakan sekecil apapun akan tetap menyakitkan daripada yang kita kira, karena mereka mendatangkan rasa sakit literal (meskipun, emosional).

Tapi mengapa otak kita terhubung dengan cara ini? Psikolog evolusioner percaya itu semua dimulai ketika kita ( manusia ) masih menjadi pemburu yang hidup dalam suatu suku.

Karena kita tidak bisa bertahan sendirian, dikucilkan dari suku sama artinya seperti hukuman mati.

Sebagai hasilnya, ketika kita menerima semacam penolakan dari suku kita, kita akan mengembangkan mekanisme peringatan diri untuk mengingatkan kita, bahwa kita dalam bahaya “diusir dari pulau”.

Orang-orang yang mengalami penolakan yang menyakitkan lebih cenderung mengubah perilaku mereka, tetap berada di dalam suku, dan meneruskan gen mereka.

Tentu saja, rasa sakit emosional hanyalah salah satu cara penolakan yang memengaruhi kesejahteraan kita.

Penolakan juga merusak suasana hati kita dan harga diri kita, mereka menimbulkan kemarahan kemarahan dan agresi, dan mereka mengguncang kebutuhan kita untuk “memiliki.”

Sayangnya, penyebab penolakan kerusakan terbesar biasanya disebabkan bukan karena orang lain, tetapi oleh diri sendiri.

Memang, respons alami kita karena ditolak adalah menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri.

Kita menyebut diri kita sebagai pecundang, meratapi kekurangan kita, dan bahkan merasa jijik dengan diri kita sendiri.

Dengan kata lain, ketika harga diri kita terluka, kita malah pergi dan merusaknya lebih jauh.

Melakukan hal itu secara emosional tidak sehat dan secara psikologis merusak diri sendiri. Namun tetap saja, setiap dari kita telah melakukannya.

Rejection isn’t failure. Failure is giving up. Everybody gets rejected. It’s how you handle it that determines where you’ll end up.

— Richard Castle

• • •

MENCARI PENOLAKAN

Hah? Apakah kamu salah membaca?

Tidak.

Karena memang ada terapi semacam ini. Terapi dimana tujuannya adalah membiasakan diri kita untuk merasakan rasa sakit, bahkan yang lebih baik adalah mendapatkan hal positif dari penolakan tersebut.

Cerita ini dimulai dari Jia Jiang, seorang entrepreneur, blogger, TED speaker and penulis buku.

kenapa ditolak itu sakit

Jia Jiang kecil adalah seorang yang memiliki mimpi yang besar.

Bahkan dia pernah menulis surat untuk keluarganya bahwa dia akan membangun perusahan terbesar di dunia di umur 25, dan perusahannya itu akan bisa membeli Microsoft milik Bill Gates.

Sayangnya sampai di umurnya yang ke 40 tahun, dia tidak bisa mewujudkannya. Bahkan dia tidak memiliki sebuah perusahaan.

Ini bukan karena dia tidak mencoba, tapi karena setiap dia memliki ide baru untuk dijalankan, ada dua versi dirinya yang saling bertarung.

Satu mengatakan bahwa ” aku akan menaklukkan dunia dan membuat perbedaan “, dan satunya lagi adalah ” aku takut ditolak “.

Penolakan yang paling parah dia rasakan adalah ketika dia dihadapkan dengan kesempatan investasi yang baik, tetapi dia ditolak.

Jangan menyerah “, itulah yang ada dibenakknya saat itu. Dia ingin membangun semuanya dengan lebih baik lagi.

Dan pelarian pertama adalah google. Google search lebih tepatnya.

Dia mencari bagaimana cara mengatasi penolakan sampai terhenti di sebuah website yang bernama rejectiontherapy.com. Sebuah website yang menawarkan game yang diciptakan oleh seorang entrepreneur dari Kanada, Jason Comely.

Pada dasarnya, game itu menyuruh kita untuk mencari penolakan selama 30 hari.

Setelah mendapat penolakan, tugas kita diakhir penolakan adalah menenangkan diri kita dari sakit yang disebabkan oleh penolakan tersebut.

Game ini kemudian membuat Jia Jiang memiliki ide yang lebih ekstrem lagi. Dia membuatnya menjadi 100 hari penolakan.

A rejection is nothing more than a necessary step in the pursuit of success.

— Bo Bennett

• • •

5 HAL YANG BISA KITA LAKUKAN

Kita seringkali ingin menghindari penolakan, tetapi Jia Jiang mengajarkan kita bahwa ditolak itu adalah hal yang biasa, bisa dibiasakan, dan akan memberikan hal positif jika kita tahu cara mengolanya.

Lalu apa saja hal yang bisa kita pelajari dari Jia Jiang?

KITA BISA MENGUBAH “TIDAK” MENJADI “IYA”

Jiang menemukan bahwa orang mengatkan “tidak” karena mereka tidak memiliki informasi yang cukup, atau karena mereka merasa berisiko jika mereka mengatakan ya.

Cara terbaik untuk mengubah “tidak” menjadi “ya” adalah dengan bertanya “mengapa.”

Dengan bertanya “mengapa,” kita memberi kesempatan kepada orang itu untuk membagikan apa yang membuat mereka tidak nyaman terhadap apa yang kita minta.

Maka ketika kita mendapat jawaban “tidak”, jangan berlari, jangan kabur.

Tarik nafas dan beranikan diri untuk bertanya kenapa.

Dan jawaban dari “kenapa” tersebut bisa kita jadikan sebagai alat introspeksi, alat indikator dimana kita berada, dan hal apa saja yang harus kita perbaiki.

BEREMPATILAH!

Ketika Jiang meminta manajer Starbucks agar mengizinkan dia untuk menjadi penyambut pembeli yang datang, dia hanya mendapatkan raut terkejut dan skeptisisme.

Begitu dia menyadari hal ini, dia menempatkan dirinya di posisi manajer dan berkata, “Apakah itu aneh?”

Dengan segera, manajer bisa berhubungan dengannya. Dia tahu mereka ada di halaman yang sama.

“Ya, itu aneh,” katanya. Namun, pada saat itu, manajer mengetahui bahwa Jiang tidak ada niatan untuk melakukan sesuatu yang berbahaya. Dan saat itulah dia mendapatkan kepercayaan.

Dengan berempati, orang lain akan merasakan bahwa kita juga memiliki cara pandang yang sama. Dan dengan cara inilah kita akan mendapatkan kepercayaan meskipun mulanya bayang-bayang penolakan itu ada.

KEGIGIHAN BISA MENGUBAH CERITA

Jiang selalu ingin mengajar. Namun, dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah bisa mengajar karena dia bukan guru bersertifikat, dan dia tidak memiliki pengalaman mengajar.

Dia kemudian mengumpulkan keberanian untuk mendekati seorang profesor di Universitas Texas, dan ditolak beberapa kali.

Namun karena kegigihannya, akhirnya profesor memberinya slot di kelas.

Jiang belajar bahwa ia dapat memenuhi impian hidupnya dengan bertanya.

Tapi, jangan sampai menyalahkan bagian ini.

Kegigihan akan bersambut dengan hasil yang kita inginkan ketika kita juga mampu memberikan nilai yang ada pada diri kita.

Maka, mengenali diri sendiri terlebih dahulu, mengetahui kemampuan dan batas kita adalah langkah awal yang bisa kita lakukan sebelum gigih dalam bertanya.

PENOLAKAN ADALAH SALAH SATU PROSES UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN

Berapa banyak orang-orang hebat yang lahir dari penolakan?

  • Walt Disney, dipecat dari Kansas City Star pada tahun 1919 karena editornya berkata, ” Dia kurang imajinasi dan tidak punya ide bagus.”
  • Elvis Presley, setelah tampil di Grand Ole Opry Nashville, Elvis diberitahu oleh manajer ruang konser bahwa dia lebih baik kembali ke Memphis dan mengendarai truk (karirnya sebelumnya).

  • Steve Jobs, dipecat dari perusahaannya sendiri.
  • Marlyn Monroe, ketika dia mencoba memulai karirnya, agen model mengatakan kepadanya bahwa dia harus mempertimbangkan untuk menjadi seorang sekretaris.
  • JK Rowling, naskah Harry Potter telah ditolak sebanyak 12 kali sebelum besar seperti sekarang.

Akan ada banyak lagi orang-orang besar yang berhasil karena penolakan.

Yang jadi catatan kita bersama adalah, penolakan dapat menjadi salah satu karunia terbesar kita, jika kita terbuka untuk belajar darinya.

PENOLAKAN BUKANLAH SEBUAH AKHIR

Sepanjang eksperimennya untuk menurunkan rasa sakit karena penolakan, Jiang belajar bahwa bukanlah pengalaman penolakan yang menyebabkan dia sakit. Sebaliknya, itu adalah karena cara dia pribadi dalam menyikapinya.

Pemimpin seperti Martin Luther King Jr., Nelson Mandela, dan Ghandi semua memiliki kemampuan untuk melihat tujuan yang lebih tinggi dan gambaran yang lebih besar di luar penolakan yang mereka alami.

Mereka tidak membiarkan orang yang tidak percaya mengurangi keyakinan atau tujuan mereka sendiri.

Lalu penolakan itu kebahagiaan atau kehancuran?

Penolakan akan menjadi sebuah kebahagiaan jika kita bisa belajar darinya. Dan akan menjadi kehancuran jika kita menganggap bahwa penolakan adalah garis akhir.

Penolakan tidak pernah mendefinisikan kita. Reaksi kita setelah penolakanlah yang akan mendefinisikan kita.

Rejection is God’s protection.

— Alice Hunt

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

— QS. Al Baqarah: 216


FOOTNOTES

1. Penjelasan yang lebih lengkap tentang kenapa ditolak itu sakit bisa kamu baca di ideas.ted.

2. Daftar 35 orang hebat yang sukses karena penolakan telah disusun rapi oleh thoughtcatalog.

3. Jika kamu ingin mendengarkan cerita Jia Jiang, kamu bisa menontonya disini.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.