Penunda Produktif : Mengenal Tipe Penunda Dan Cara Mengatasinya

Penunda Produktif : Mengenal Tipe Penunda Dan Cara Mengatasinya

Tidak akan ada habisnya jika kita selalu membicarakan penundaan. Tak disangkal lagi, menunda sudah menjadi kebiasaan yang sudah mendarah daging.

Di setiap kesempatan yang ada, entah kenapa kita selalu berharapan dengan versi kita yang lain. Ada yang selalu mengajak kebaikan dan satunya lagi selalu berusaha menjejali kita dengan segala macam tipu daya kejahatan.

Kita selalu kesulitan untuk tidak menunda suatu pekerjaan. Seakan-akan menunda adalah cara terbaik untuk lari dari masalah yang ada didepan kita. Makanya, tak jarang kita melihat atau bahkan mengalami stres yang ditimbulkan oleh penundaan.

Apakah ada cara untuk mengalahkan penundaan?

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa aku telah menyelesaikan sebuah buku tentang minimalisme – seni melepaskan dan merelakan. Ingin lebih tahu tentang apa itu minimalsime?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

———

ALASAN KITA MENUNDA

Menunda-nunda adalah tindakan sengaja. Artinya, itu adalah sebuah keputusan yang kita buat dalam keadaan sadar.

Alasan kita menunda tidak lain adalah karena adanya 2 sistem di otak kita.

  • Sistem 1, adalah cara berpikir intuisi yang intuitif dalam mengambil keputusan. Cara berpikir sistem ini membentuk “kesan pertama” dan merupakan alasan mengapa kita mengambil kesimpulan. Sistem ini bekerja otomatis ( tidak membutuhkan banyak waktu untuk memerintahkan tubuh melakukan sesuatu ). Sistem 1 akan aktif ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang mudah, dan menyenangkan.
  • Sistem 2, adalah cara berpikir analitis, “berpikir kritis” dalam membuat keputusan, melakukan refleksi, pemecahan masalah, dan analisis. Ketika kita berpikir di sistem ini, pupil kita akan membesar. Denyut jantung meningkat dan menurunnya tingkat glukosa darah dalam tubuh. Sistem 2 akan aktif ketika kita tidak menemukan jawaban dari sistem 1.

Mudahnya, sistem 1 tidak keberatan bekerja sepanjang waktu, misalnya, karena pekerjaannya tidak terlalu sulit.

Sedangkan sistem 2 membutuhkan begitu banyak upaya di seluruh tubuh, sehingga dia enggan untuk bergerak dan bekerja.

Hal inilah penyebab kenapa kita menunda suatu pekerjaan, karena kita ingin menghindari ketegangan yang dihasilkan dari sistem 2.

———

2 TIPE ORANG YANG MENUNDA

Sebelum membahas tentang bagaimana kita mengatasi penundaan. Mari kita cari tahu tipe penunda.

Menurut Psych Central, ada dua jenis penunda:  konstruktif, dan destruktif.

  • Penunda konstruktif, adalah orang yang sering menunda-nunda, tetapi ketika mereka melakukannya, sebenarnya mereka menunda tugas tersbut dengan tujuan untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih memberikan hasil yang besar. Mereka adalah orang yang bisa memprioritaskan tugas dengan sangat baik sehingga juga memberikan hasil yang maksimal. Contohnya adalah “ Menunda untuk membaca buku, dan memilih mengerjakan tugas yang akan dikumpulkan besok”.
  • Penunda destruktif, adalah orang yang sering menunda-nunda dengan melakukan hal-hal yang tidak produktif seperti bermain game flappy bird yang tidak ada akhirnya, atau stalking mantan di Innstagram selama berjam-jam (yakinlah, ini bukanlah pengalamanku).

Dengan mengetahui 2 tipe diatas, kita sekarang bisa melihat diri sendiri. Apakah kita termasuk penunda konstruktif atau penunda destruktif?

Penunda Produktif : Mengenal Tipe Penunda Dan Cara Mengatasinya

———

5 MACAM PENUNDA

Dikutip dari Fastcompany, ada 5 macam penunda yang sudah umum di masyarakat.

  1. The Perfectionist ( Si Penyuka Kesempurnaan ), Penunda yang menghindari rasa malu karena kesalahan yang dibuat. Mereka memakan banyak waktu hanya untuk mempersiapkan tanpa benar-benar mengerjakan. Karena ini juga, mereka kurang baik untuk mengelola waktu, dan bahkan malah berakhir dengan tidak mengerjakan tugas tersebut. Penunda tipe ini juga sering menyelesaikan tugasnya pada menit akhir, karena kehabisan waktu dalam persiapan. Tentu saja, ini malah dapat meningkatkan kemungkinan membuat kesalahan.
  2. The Impostor ( Si Penipu ), Adalah orang yang menunda pekerjaan karena takut terungkap sebagai orang tidak becus, dan tidak berkompeten. Penunda ini takut tidak bisa menyenangkan orang lain atas hasil kerjanya. Jenis penundaan ini sering terjadi ketika mereka dikelilingi oleh orang-orang yang sulit merasa senang, dan memiliki ekspektasi yang tinggi. Seperti, pimpinan perusahaan dimana dia bekerja, guru atau dosen, atau pasangan hidupnya sendiri.

  3. The Dread-Filled ( Si Penakut ), Ketika pekerjaan yang akan dikerjakan adalah hal yang membosankan, menakutkan atau tidak menyenangkan, penunda jenis ini akan memilih untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.
  4. The Overwhelmed ( Si Payah ), orang yang menunda pekerjaan karena terlalu banyaknya tugas yang akan dikerjakan dan bingung harus memulai dari yang mana.

  5. The Lucky One ( Si Beruntung ), Adalah mereka yang melakukan pekerjaan terbaik mereka di bawah tekanan, sehingga mereka menunda sampai benar-benar terdesak terlebih dahulu. Sebenarnya penunda tipe ini adalah karena kepercayaan mereka yang pernah mengerjakan tugas di waktu yang sempit, tetapi tetap menghasilkan kualitas yang bagus. Mereka hanya menjadikan hasil bagus yang tidak sengaja itu sebagai patokan, bahwa menunda pekerjaan sampai waktu yang mendesak adalah cara terbaik.

———

AKAR PERMASALAHAN DAN CARA MENGATASI PENUNDAAN

Untuk mengatasi penundaan, kita harus tahu betul tentang akar permasalahan kenapa kita menunda.

  • Kesenangan sesaat. Banyaknya gangguan dalam zaman ini menggiring kita dihadapkan pada kemudahan. Kemudahan inilah yang masih sering disalahgunakan. Ketika kita dihadapkan pada sebuah tugas yang besar, kita seperti lumpuh karenanya dan memilih untuk menghibur diri. Youtube, instagram, facebook, twitter, dll, adalah pelarian yang kita anggap baik. Sebenarnya kesenangan yang kita dapat adalah kesenangan sementara.

    Solusi : Alangkah baiknya kita menunda kesenangan sementara itu untuk mendapatkan kesenangan yang sebenarnya. Jauhkan segala gangguan yang kebanyakan bersumber pada telepon pintar kita, dan fokuslah pada hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

  • Takut gagal. Bayangan kegagalan adalah bayangan yang selalu menghantui kita. Bahkan kita dibuat tak berdaya dan berdiam diri karena bayangan kegagalan yang sebenarnya belum tentu terjadi. Kita harus tahu bahwa untuk mengetahui gagal atau tidak hanyalah dengan menyelesaikan tugas tersebut. Kalaupun ternyata memang gagal, itu bukanlah hal yang buruk, tetapi itu adalah cara untuk menunjukkan kita bahwa cara yang kita gunakan belumlah maksimal.

    Solusi : Lihatlah kegagalan dalam sudut pandang yang berbeda. Karena sesuatu yang diawali dengan nilai positif akan menghasilkan sesuatu yang positif juga.

  • Malas berproses. Kita semua tahu bahwa untuk mencapai sesuatu kita harus melalui sebuah proses. Proses itu bisa berupa waktu yang panjang, disiplin diri, konsistensi, dan kegagalan-kegagalan yang harus dilalui. Proses-proses inilah yang membutakan mata kita. Kita jadi malas, bahkan takut untuk melalui sebuah proses. Sebisa mungkin kita mencari jalan pintas untuk menghindari semua kesakitan pada proses tersebut.

    Solusi : Berproseslah!. Tidak ada cara lain untuk mencapai kesuksesan dengan sesaat. Kalaupun memang bisa, banyak hal yang akan tidak kita miliki dibanding mereka yang berproses. Dengan berproses kita akan tahu apa arti perjuangan dan pantang menyerah. Sebuah keberhasilan tidak semata-mata pencapaian raga saja, tetapi juga kepuasaan dalam jiwa.

  • Perfeksionis. Persiapan yang matang itu baik, tetapi jika waktu yang digunakan hanya habis untuk persiapan, itu sama halnya dengan menunda. Iya kita menunda melakukannya sekarang, dengan dalih karena semuanya belum siap. Sebenarnya idealisme kita yang tinggi yang membuat kita menunda. Belum lagi ekspektasi yang digantung yang bisa saja jatuh dan hancur yang malah akan membuat kita kecewa.

    Solusi : Tidak ada yang sempurna! Karena apa yang kamu anggap sempurna belum tentu sempurna bagi orang lain. Cara terbaik adalah persiapkan apa saja yang dibutuhkan, dan mulai!

  • Tidak punya tujuan. Kenapa harus berbisnis jika aku bisa menghasilkan uang dengan bekerja di perusahaan orang lain? Kenapa harus mengambil resiko jika yang aman saja sudah membuatku nyaman?. Pertanyaan semacam ini adalah pertanyaan para penunda. Mereka menunda karena tidak memiliki tujuan untuk mengerjakan tugas tersebut.

    Solusi : Temukan tujuan disetiap tugas kalian. Memang benar bekerja dengan orang lain akan mendapatkan uang, aman dan cenderung stabil. Tetapi dengan berbisnis kita semakin bisa melebarkan sayap untuk membangun koneksi, sebagai ladang dakwah dan pahala, terlebih lagi bisa membantu banyak orang yang membutuhkan. Memang benar di zona nyaman adalah hal yang aman. tetapi kita akan semakin berkembang ketika berada diluar zona nyaman. 

  • Tugasnya tampak membingungkan atau tidak terkendali. Mungkin kalian tidak mengerti sesuatu tentang tugas itu. Atau mungkin tampaknya terlalu besar dan kalian tidak tahu harus mulai dari mana atau bagaimana mengaturnya.

    Solusi : Pecah tugas kalian kedalam beberapa tugas kecil. Dengan cara seperti ini kalian akan semakin mudah dalam menyelesaikannya. 

Sekarang saatnya kita menunda dengan produktif. Yaitu menunda sesuatu yang layak untuk ditunda!

Change your life today. Don’t gamble on the future, act now, without delay

— Simone de Beauivoir