4 Kecenderungan : Siapa Diri Kita Sebenarnya Dalam Menyikapi Harapan

4 Kecenderungan : Siapa Diri Kita Sebenarnya Dalam Menyikapi Harapan

Sewaktu aku masih di bangku sekolah dulu, aku sering memperhatikan bagaimana beragamnya sifat murid.

Ada yang rajin dan selalu tersenyum dengan hasil ujiannya. Ada juga yang malas yang berakhir dengan raut sedih karena hasil ujiannya.

Jika kamu tanya aku termasuk kategori mana, jawabannya adalah, aku tidaklah konsisten.

Terkadang aku berhasil mencapai target, terkadang hanya berakhir dengan nasihat orang tua.

Alasan yang paling utama adalah karena aku tidak bisa membuat diriku disiplin untuk belajar. Aku hanya membuat rencana yang hanya bertepuk sebelah tangan dengan kenyataan.

Kenapa aku sulit sekali mengikuti harapan yang aku buat?

• • •

Bangku sekolah telah berhasil aku lalui. Sekarang aku harus bergulat dengan dunia nyata yang tidak sesantai dunia sekolah.

Tantangan-tantangan baru terus datang silih berganti.

Tetapi, sebagai seorang yang beranjak dewasa, aku mulai mengerti bagaimana dan apa yang harus aku lakukan.

Lagi-lagi rencana hanyalah sebuah rencana. Harapan hanyalah sebuah harapan. Semua hanya berakhir dengan penundaan dan ketidakpastian.

Aku telat menyadari satu hal tentang semua itu.

Tahukan aku siapa diriku dalam menyikapi harapan?

Note: Hai, sebelum melanjutkan membaca, aku ingin memberi tahu bahwa buku panduan tentang cara membuang dan membangun kebiasaan ( di dukung dengan ilmu ilmiah ) sudah bisa kamu download. Ingin merubah kebiasaan dan hidup?  Klik disini untuk mendownloadnya secara gratis 

• • •

4 KECENDERUNGAN

Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan selalu dipertemukan dengan 2 tipe harapan.

Harapan yang berasal dari dalam diri kita sendiri, dan harapan yang berasal dari luar.

Harapan ini sangat akan mempengaruhi kita dalam melakukan dan menyelesaikan suatu tugas.

Harapan ini sangat akan mempengaruhi kita dalam membentuk kebiasaan baru.

Harapan ini sangat akan mempengaruhi kebahagiaan kita.

Dan itu semua tergantung oleh bagaimana kita menyikapi harapan tersebut.

• • •

Gretchen Rubin adalah seorang New York Times bestselling author, podcaster, dan juga pembicara. Dialah yang menciptakan istilah 4 kecenderungan manusia untuk menemukan kebahagiaan dan cara membangun kebiasaan yang baik.

Dalam bukunya yang berjudul ” The 4 Tendencies “, Gretchen Rubin menjelaskan bagaimana orang menyikapi harapan dengan sangat baik.

Rubin beranggapan bahwa manusia memiliki satu kecenderungan sikap. Kecenderungan ini menjelaskan bagaimana kita merespon harapan yang berasal dari dalam diri sendiri dan harapan yang berasal dari luar.

Dia membagi tipe kecenderungan manusia menjadi 4 golongan :

1. UPHOLDER ( SI PENJUNJUNG TINGGI )

Orang yang bertipe ini adalah orang  yang selalu siap dan bersedia untuk mengikuti harapan dari dalam diri sendiri maupun harapan dari luar.

Ingin membuang kebiasaan buruk? Dia akan mudah melakukannya.

Ingin membangun kebiasaan yang baik? Itu adalah sesuatu yang mudah untuk ditindaklanjuti.

Mengikuti semua resolusi yang dibuat? Itu adalah hal yang mudah.

Menuruti peraturan yang ada? Siap 86!

2. QUESTIONER ( SI BANYAK TANYA )

Questioner adalah orang yang selalu mempertanyakan segala harapan, baik dari dalam, maupun dari luar.

Ketika mendapatkannya, mereka harus tahu betul apa alasan dibalik semua itu.

Mereka akan mempertanyakan kenapa mereka harus melakukan harapan itu, apa saja keuntungan buat mereka jika melakukannya, dll.

Jika kesimpulan dianggap masuk akal buat mereka, mereka akan melakukannya.

Jika tidak? You know the answer.

3. OBLIGER ( SI PENYENANG ORANG LAIN )

Ini adalah tipe orang yang sangat bisa membahagiakan orang lain. Karena orang bertipe obliger sangat sulit untuk berkata tidak. Mereka akan meng”iya”kan segala hal, meskipun itu bukanlah sesuatu yang mereka mau.

Intinya, orang bertipe ini adalah orang yang sangat mudah mengikuti harapan atau perintah dari luar, tetapi sangat kesulitan untuk mengikuti perintah dari dirinya sendiri.

4. REBEL ( SI PEMBERONTAK )

Adalah mereka yang menolak perintah atau harapan dari dalam maupun dari luar.

Mereka akan mengalami kesulitan yang luar biasa ketika ingin mengubah sesuatu. Secara tidak langsung, rebel telah membatasi kesuksesan yang sebenarnya mereka inginkan.

Sometimes I succeed, sometimes I fail, but every day is a clean slate and a fresh opportunity.

— Gretchen Rubin

• • •

KELEBIHAN, KEKURANGAN DAN SARAN

Baik, jika kamu bertanya, tipe manakah yang terbaik, maka jawabannya adalah tidak ada!

Semua tipe memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Kita tidak bisa mengatakan tipe A adalah tipe terbaik, atau tipe C adalah tipe terburuk.

Lalu apa saja keunggulan dan kekurangan masing-masing tipe?

1. UPHOLDER

Keunggulan orang yang bertipe ini adalah mereka sangat mudah untuk mengubah dirinya, karena mudahnya mengikuti harapan atau perintah, dari dalam maupun dari luar. Mereka adalah orang yang selalu bisa berdamai dengan diri sendiri dan keadaan.

Kelemahannya adalah, orang bertipe ini adalah orang yang kaku. mereka akan selalu terikat dengan peraturan, sehingga sangat sulit untuk mempercayakan sesuatu kepada orang lain. Mereka juga sangat sulit bertindak jika peraturan atau harapan yang diberikan kepadanya tidak jelas.

Saran : Upholder harus membuat tujuan yang jelas, dan tidak terlalu kaku dalam menjalankannya. Karena kita tahu bahwa terkadang akan ada hal-hal yang terjadi diluar ekspektasi dan rencana  kita.

2. QUESTIONER

Keunggulan questioner adalah mereka adalah tipe orang yang tidak menerima sesuatu secara mentah-mentah, sehingga tidak mudah ditipu atau dimanfaatkan. Mereka akan mencari hal-hal yang mereka butuhkan dan sangat senang untuk menyelesaikan suatu masalah.

Kelemahan dari tipe ini adalah menderita “analysis paralysis”. Mereka akan banyak menghabiskan waktu untuk mencari informasi yang dibutuhkan tanpa benar-benar bertindak. Dengan kata lain, mereka akan sering menunda. Hal inilah yang akan membuat mereka menjadi stres dan frustasi.

Saran : Questioner harus sadar akan satu hal bahwa berlebihan mencari data atau fakta malah akan membuat mereka semakin kacau dan malah terjebak dalam paradox of choice. Beri tenggat waktu yang pasti dan ikuti itu. Ini bertujuan agar mereka tahu kapan harus mulai bergerak dan kapan harus berhenti.

3. OBLIGER

Keunggulan, mereka akan bisa menyelesaikan suatu tugas dari orang lain dengan tepat.

Kelemahan dari tipe ini adalah bisa dimanfaatkan oleh orang yang jahat. Itu semua karena mereka tidak bisa menuruti harapan yang berasal dari dalam diri mereka sendiri. Maka belajarlah berkata tidak.

Mereka juga akan menemui masalah jika tidak ada perintah atau ekspektasi dari luar. Mereka akan bingung karena tidak memiliki acuan untuk bertindak.

Saran : Jika kamu merupakan orang yang bertipe ini, pastikan kamu memiliki partner yang membuat kamu bisa bergerak. Kamu bisa menyewa pelatih, guru, teman terdekat yang bisa membantumu, atau orang-orang yang bisa mengingatkanmu.

4. REBEL

Keunggulannya, mereka adalah orang-orang yang out of the box. Mereka akan berpikir dengan cara yang berbeda. Tetapi, ketika mereka mau melakukan sesuatu, mereka akan sangat fokus dan sangat bersemangat.

Kelemahan yang mereka dapatkan adalah seringnya mereka menghiraukan dan melewatkan kesempatan atau tugas penting yang harusnya dikerjakan.

Saran : Rebel harus sadar diri bahwa ada hal terkadang harus dilakukan, meskipun itu bukanlah hal yang mereka inginkan.

Tanpa sebuah kesadaran, orang bertipe ini akan kesulitan hidup di dalam masyarakat dan bisa membuat kehidupan mereka semakin buruk.

Once you know what your issues are, it’s much easier to figure out a quick and easy solution to solve for it.

— Gretchen Rubin

• • •

PAHAMI SIAPA DIRIMU DAN HIDUPMU AKAN LEBIH MUDAH

Kita pasti memiliki keempat kecenderungan tersebut di dalam diri kita, tetapi akan hanya satu saja kecenderungan yang paling menonjol.

Jika kamu tidak yakin dengan tipemu, kamu bisa mengikuti test untuk mengetahui hasilnya, silahkan klik disini.

Setelah mengetahui tipe seperti apa kita ini, otomatis kita juga akan mengetahui kelebihan dan kekurangan kita. Kita akan semakin mudah memaksimalkan kelebihan dan menemukan solusi untuk setiap kekurangan.

Ketahui bagaimana kita menyikapi ekspektasi, maksimalkan, dan raihlah kesuksesan apapun tipe kita.

Self-awareness is a key to self-mastery.

— Gretchen Rubin