Setelah mengalami sedemikian proses, tujuan menulisku yang awalnya hanya berfokus pada recehan berubah menjadi sesuatu yang lebih bisa memberiku personal fulfillmentaku menulis untuk mengenali diri lebih dalam lagi, mengekspresikan opini yang tertahan di dalam sudut pikiran dan berhenti di ujung bibir, serta menemukan batasan baru yang bisa membentuk harmoni dalam kehidupanku.

Dalam perjalananku, aku sering menerima beberapa pesan masuk yang terkadang tendensius. Aku di sini bukan untuk mengeluh atau mengungkapkan ketidaksukaanku. Aku justru tidak keberatan sama sekali karena di sana, kami bisa bertukar pikiran.

Dari pertanyaan-pertanyaan itu, ada 3 hal penting yang aku kira akan berguna bagimu untuk memulai perjalananmu di blog ini:

Pertama, aku menulis dari sudut pandang yang aku pahami dan memang ingin aku angkat. Aku tidak memaksamu untuk menyukainya atau bahkan menyetujuinya karena kamu adalah satu-satunya orang yang memiliki kekuasaan atas dirimu sendiri. Ada baiknya kamu tidak berharap apa pun dari tulisanku.

Don’t seek to have events happen as you wish, but wish them to happen as they do happen, and all will be well with you.

— Epictetus

Kedua, isi dari tulisanku sangat terbatas. Aku sangat tidak menyarankan untuk menelannya mentah-mentah. Maka dari itu, kamu harus bisa menyambungnya dengan titik-titik lainnya—budaya, agama, pengalaman, dll. Jika pada akhirnya apa yang aku tulis tidak sejalan denganmu, setidaknya kamu telah memperbanyak titik untuk membentuk pola pemikiran yang baru sebagai bekal untuk melanjutkan pembelajaranmu.

I know that I know nothing.

— Socrates

Ketiga, aku terkadang memberikan tips dalam tulisanku. Ketika kamu mengambil tindakan atas hal itu dan mendapati hasil yang jauh dari harapan, itu tidak mengartikan bahwa ada yang salah denganmu. Itu mengartikan bahwa kamu memiliki cara yang berbeda.

No blameno reasoningno argumentjust understanding. If you understand, and you show that you understand, you can love, and the situation will change.

— Thich Nhat Hanh