Start Here!

Setelah mengalami sedemikian proses, tujuan menulisku yang awalnya hanya berfokus pada recehan berubah menjadi sesuatu yang lebih bisa memberiku personal fulfillmentaku menulis untuk mengenali diri lebih dalam lagi, mengekspresikan opini yang tertahan di dalam sudut pikiran dan berhenti di ujung bibir, serta menemukan batasan baru yang bisa membentuk harmoni dalam kehidupanku.

Dalam perjalananku, aku sering menerima beberapa pesan masuk yang terkadang tendensius. Aku di sini bukan untuk mengeluh atau mengungkapkan ketidaksukaanku. Aku justru tidak keberatan sama sekali karena di sana kami bisa bertukar pikiran.

Dari pertanyaan-pertanyaan itu, ada 3 poin penting yang aku kira akan berguna bagimu untuk memulai perjalananmu di blog ini:

  • Jangan pernah berharap apa pun dari tulisanku! Aku menulis dari sudut pandang yang aku pahami dan memang ingin aku angkat. Aku tidak memaksamu untuk menyukainya atau bahkan menyetujuinya karena kamu adalah satu-satunya orang yang memiliki kekuasaan atas dirimu sendiri.

If you are ever tempted to look for outside approval, realize that you have compromised your integrity. If you need a witness, be your own.

— Epictetus

  • Jangan hanya melihat titik yang aku berikan! Kamu harus bisa menyambungnya dengan titik yang sudah kamu miliki—budaya, ekonomi, politik, hukum, agama, pengalaman, dll. Jika pada akhirnya apa yang aku tulis tidak sejalan denganmu, setidaknya kamu telah memperbanyak titik dalam hidupmu, atau bahkan menemukan titik baru yang berguna untuk hidupmu.

One of the most beautiful qualities of true friendship is to understand and to be understood.

— Seneca

  • Aku terkadang memberikan tips dalam tulisanku. Ketika kamu mengambil tindakan atas hal itu dan mendapati hasil yang jauh dari harapan, ingatlah bahwa tidak ada yang salah denganmu! Kamu hanya perlu menyadari bahwa kamu memiliki cara yang berbeda dan tolong, move on!

No blameno reasoningno argumentjust understanding. If you understand, and you show that you understand, you can love, and the situation will change

— Thich Nhat Hanh