rangkuman the dip

The Dip : A Little Book That Teaches You When To Quit (And When To Stick) membahas tentang kesalahpaham nasihat “Jangan menyerah”. Iya, faktanya, justru menyerah adalah salah satu strategi untuk mencapai tujuan kita.

Kenapa kita boleh menyerah? Ya karena tidak semua hal pantas untuk kita perjuangkan. Ada beberapa keadaan yang sebenarnya adalah indikator bahwa itu waktu terbaik untuk menyerah. Tetapi, karena ketidaksadaran kita akan hal itu, kita malah memilih untuk bertahan.

My Reading Notes

  • Quitter never win and winners never quit adalah nasihat yang buruk. Pemenang selalu berhenti dan menyerah. Hanya saja mereka melakukannya pada hal yang tepat dan pada waktu yang tepat.
  • Manfaat luar biasa berlaku kepada sedikit minoritas, yaitu orang yang bisa “memaksa” diri mereka untuk lebih lama dan melakukan lebih baik.
  • Manfaat luar biasa juga berlaku kepada sedikit mayoritas, yaitu mereka yang memiliki insting yang baik untuk berhenti atau menyerah pada suatu hal, kemudian membangun fokus dan energi baru pada hal baru.

Quit the wrong stuff. Stick with the right stuff. Have the guts to do one or the other.

  • Menjadi nomor satu di dunia adalah hal yang harus kita raih. Kenapa? Karena ketika kita menjadi nomor satu, kita akan dicari banyak orang yang membutuhkan kita. Itu sama artinya bahwa kita bisa memberikan manfaat yang bisa dinikmati oleh banyak orang.
  • Dunia disini sangatlah fleksibel. Bisa dunia dia atau dunia mereka. Dunia orang yang membutuhkan.
  • Terbaik disini bersifat subjektif. Terbaik disini berdasarkan penilaian orang lain terhadap diri kita.
  • Kita sering mendengar nasihat “Jangan menyerah!“, tetapi, dilain sisi kita juga diajarkan bahwa ketika kita menemukan masalah yang terlampau berat, kita harus beralih dan berpindah kepada hal yang lain.
  • Orang hebat tidak takut untuk menghadapi kesulitan dihadapannya. Justru sebenarnya mereka terasah dan menjadi seorang yang ahli karena mereka bisa melewati sesuatu yang mereka tidak tahu. Tidak masalah jika kita ingin lari dari kesulitan, tetapi kita juga akan menjadi mayoritas, rata-rata. Dan itu tidak masuk dalam demand.
  • Jadi mana yang betul : Jangan menyerah atau menyerahlah? Jawabannya adalah menyerah dengan strategi, karena itu adalah kunci menjadi berhasil. Banyak dari kita gagal mencapai tujuan karena kita menyerah hanya ketika menyakitkan dan bertahan ketika kita tidak yakin untuk berhenti.
  • Ada tiga fase dimana kita bisa menyerah atau melanjutkan apa yang sudah kita perjuangkan : The Dip, The Cul-De-Sac, The Cliff (Baca disini untuk melihat penjelasan lengkapnya.)
  • The Dip : keadaan dimana ketika kita memulai melakukan sesuatu semua akan terasa mudah dan menyenangkan. Tetapi di tengah perjalanan tersebut, tiba-tiba kita menemukan kesulitan yang menghadang kita. The Dip adalah keadaan antara tingkatan awal dan tingkatan ahli. Jika apa yang kita lakukan tidak memiliki The Dip, maka tidak akan ada pengecualian (menjadi yang terbaik.)
  • The Cul-De-Sac : Adalah fase dimana kita bekerja, bekerja, dan bekerja tetapi tidak ada yang berubah. Semua tetap sama. Tidak menjadi baik, dan tidak menjadi buruk. Ini fase dimana kita berada pada zona nyaman. Merasa berat untuk berhenti karena semua terlihat aman. Tapi, ingat, di fase ini kita tidak akan pernah memperbaiki keadaanmu.
  • The Cliff : The Cliff adalah fase yang jarang terjadi, tetapi sangat menakutkan. The Cliff adalah fase dimana semakin kita melakukan sesuatu, semakin baik hal yang kita dapatkan. Tetapi, pada akhirnya, kita jatuh dan hancur berkeping-keping. Aku menyebutnya dengan keadaan ngeyel. Kita hanya akan sadar dan berhenti ketika sudah jatuh dan gagal.
  • The Dip adalah fase yang layak untuk diperjuangkan, karena menyajikan kesempatan untuk menjadi terbaik, dan menjadi yang terbaik menciptakan nilai lebih.
  • The Cul-De-Sac dan The Cliff adalah fase yang harus ditinggalkan, karena kedua fase ini hanya mengantarkan kita kepada kegagalan.
  • The Dip adalah tempat kesuksesan berada. Ketika kita menemukannya, hancurkan segala keraguan, dan dorong diri kita untuk melakukan lebih, dengan begitu kita akan mendapatkan tantangan yang berhadiah mimpi kita.
  • Sebelum terjun untuk melakukan sesuatu, pastikan bahwa kita tahu apa yang akan terjadi nanti. Apakah kita akan menghadapi The Dip atau tidak. Jika iya, lanjutkan, jika tidak, jangan pernah memulai.
  • Berhenti ketika kita berada di The Dip adalah ide yang buruk. Karena kita hanya membuang tenaga, waktu, dan sumber daya lainnya.
  • Berhenti pada fase The Dip hanya akan membuat kita menjadi serial quitter. Melakukan banyak hal, mencapai hasil yang sedikit.
  • Tujuh alasan kenapa kita gagal untuk menjadi yang terbaik di dunia :

1. Kita kehabisan waktu (menyerah).

2. Kita kehabisan uang (menyerah).

3. Kita takut (menyerah).

4. Kita tidak serius (menyerah).

5. Kita kehilangan minat atau antusias atau tetap menjadi rata-rata (menyerah).

6. Kita fokus kepada hasil jangka pendek daripada jangka panjang (menyerah).

7. Kita mengambil sesuatu yang salah (menyerah).

  • Seringkali, kita gagal karena kita merencanakannya dengan salah atau menyerah sebelum mencapai tujuan.
  • Ketika kita sadar bahwa kita menjadi rata-rata, hanya ada dua pilihan : Berhenti atau jadi pengecualian. Rata-rata hanya untuk orang yang lemah.
  • Keinginan menjadi rata-rata sebenarnya adalah kata lain dari menyerah. Dan itu harus dihindari. Kita layak untuk menjadi lebih baik dan jauh dari kata rata-rata.
  • Ada tiga strategi untuk memilih hal yang ingin kita perjuangkan :

1. Memilih satu hal dan melakukannya. Dan tetap bertahan apapun yang terjadi nantinya.

2. Memilih satu hal dan berpindah ke hal yang lainnya ketika menemukan kesulitan untuk mencapai puncak. Tetapi hanya sekali itu saja berpindah, kemudian kembali fokus dan melakukannya sekuat tenaga.

3. Memilih satu hal tetapi juga melihat hal yang lainnya. Jika menemukan kesulitan pada hal yang pertama, berpindah ke hal yang kedua. Menemukan kesulitan lagi, berpindah ke hal yang ketiga. Ini dilakukan terus-menerus.

  • Jika kita memilih strategi yang ketiga, kita akan kehilangan banyak waktu dan energi karena harus memulai semua dari awal lagi dan lagi. Terlihat seperti mencari yang terbaik, tetapi disaat bersamaan kita tidak akan pernah kemana-mana. Stuck.
  • Berhenti bisa diartikan gagal ketika tidak ada pilihan lain.
  • Berhentilah untuk kepentingan jangka panjang, bukan jangka pendek.
  • Tiga pertanyaan sebelum kita menyerah :

1. Apakah aku panik? Berhenti ketika panik adalah hal yang berbahaya dan berakibat mahal. Orang terbaik adalah orang yang memutuskan untuk berhenti di awal, mereka tahu kapan mereka harus berhenti. Jadi, tunggu sampai kepanikan selesai sebelum memutuskan untuk berhenti.

2. Siapa yang kita coba pengaruhi? Jika kita memiliki orang (pasar) yang ingin kita pengaruhi dan mereka tidak mendengarkan, mungkin sudah waktunya untuk berhenti. Tetapi ketika itu adalah pasar yang utuh dan ada banyak orang yang bisa kita pengaruhi, jangan menyerah. Memengaruhi mereka adalah bukit yang harus kita panjat.

3. Kemajuan apa yang sudah kita buat? Jika kita mencoba untuk berhasil dalam suatu pekerjaan atau hubungan atau pada suatu tugas, kita hanya memiliki 3 pilihan : bergerak maju, tertinggal, atau berdiri diam. Berapapun kecilnya, kita harus selalu membuat perkembangan. Jangan membuang waktu untuk menjadi rata-rata, bahkan tertinggal.

  • Gunakan semua hal diatas untuk menjadi yang terbaik di dunia, untuk mengubah permainan, dan untuk mencapai agenda bagi banyak orang.
  • Pertanyaan yang harus dijawab :
    1. Apakah keadaan dimana aku sekarang adalah The Dip, Cup-de-Sac, atau Cliff?
    2. Jika itu Cul-de-Sac, bagaimana aku bisa mengubahnya menjadi Dip?
    3. Apakah kegigihanku akan membuahkan hasil dalam jangka panjang?
    4. Apakah aku terlibat hanya dengan satu orang (atau organisasi), atau apakah tindakanku dalam situasi ini bisa berakibat ke banyak orang (pasar)?
    5. Kapan aku harus berhenti? Aku perlu memutuskan sekarang, bukan ketika dipertengahan jalan, dan bukan ketika diri aku ingin berhenti.
    6. Jika aku keluar dari tugas ini, apakah ini akan meningkatkan kemampuanku untuk melewati Dip pada sesuatu yang lebih penting?
    7. Jika aku berhenti, apakah ada sesuatu yang signifikan yang dapat aku lakukan sebagai gantinya dan dapat mengubah permainan?
    8. Kesempatan apa yang dimiliki proyek ini untuk menjadi yang terbaik di dunia?
    9. Siapa yang memutuskan apa yang terbaik?
    10. Bisakah kita membuat dunia lebih kecil?
    11. Apakah tidak melakukan apa-apa lebih baik daripada merencanakan berhenti dan kemudian melakukan sesuatu yang hebat?
    12. Apakah aku menghindari hal yang luar biasa sebagai cara berhenti tanpa berhenti?

“Jika hal itu membuatmu takut, mungkin itu hal yang baik untuk dicoba.”

MENIKMATI CATATAN BUKU SEPERTI INI?

Aku merangkum setiap buku yang aku baca, kamu bisa mencari rangkuman lainnya di sini.