Waktu Kita Terbatas

Waktu Kita Terbatas

Ibumu mengandungmu selama 9 bulan

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, kamu resmi lahir di dunia.

———

Menginjak usia balita, kamu belajar berjalan, berbicara, merangkak, berguling.

Saat itu juga orangtuamu merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

Meskipun mereka harus tidak tidur untuk melihatmu tenang dari tangisan, meskipun mereka harus lelah untuk melihatmu sembuh dari sakit, meskipun mereka harus tidak makan untuk melihatmu kenyang, meskipun mereka harus mengorbankan mimpinya untuk melihatmu bahagia.

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, kamu berhasil melalui masa balita tersebut.

———

Masa taman kanak-kanak adalah salah satu masa yang tidak akan pernah bisa dilupakan orang tua kita.

Bersemangat melihat anaknya berangkat untuk belajar pertama kali, Bahagia melihat anaknya bermain dengan teman-temannya disekolah, bahagia melihat anaknya yang mengacungkan tangan ketika guru memberikan pertanyaan. Tetapi, kadang juga merasa sedih saat kamu menangis karena temanmu atau jatuh karena ulahmu sendiri.

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, kamu telah naik ke tahap selanjutnya.

———

Melihat ke depan bahwa 6 tahun kamu akan menempuh sekolah dasar.

Bermain di sekolah, bertengkar disekolah, dan tentunya belajar disekolah.

Kamu pulang mengucapkan salam, orangtuamu menyambut dengan senyuman dan hidangan makan siang. Dengan lahap kamu memakannya.

Tak lama kemudian, temanmu datang kerumah. Oh, waktunya main. Kamu berpamitan kepada orangtua, dan pulang kembali saat sore hari.

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, kamu telah menghabiskan masa sekolah dasarmu dengan bahagia.

———

Sekolah Menengah Pertama, masih teringat ketika kamu sudah mulai suka dengan seseorang. Atau bahkan mugkin semenjak kamu sekolah dasar.

Sekolah bukan lagi merupakan tempat belajar saja, pacaran mungkin merupakan salah satu pelajaran yang mendapat jam lebih lama ketimbang metematika yang membosankan.

Pulang telat sudah menjadi sebuah hal yang lumrah, dimana terkadang orangtua harus menunggu anaknya didepan gerbang sekolah bagi mereka yang dijemput, yang tidak dijemput? kamulah yang membuat mereka khawatir dirumah.

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, masa SMP-mu menjadi masa yang indah untuk dikenang.

———

Katanya sih masa terindah saat sekolah. Iya, SMA

Masa dimana berangkat pagi untuk bisa mengerjakan PR, dan pulang untuk nongkrong sama teman.

Masa dimana pacaran sudah menjadi akut bak penyakit menular yang mematikan.

Masa dimana nasihat orangtua sering diabaikan karena ego masa muda yang menggebu-gebu.

Masa yang seakan harus dihabiskan dengan bersengan-senang, berfoya-foya karena tahu itu adalah pendidikan terakhir sebelum berjuang menjadi dewasa yang sesungguhnya.

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, SMA-mu telah bergulir seperti apa yang kamu skenario-kan.

———

Kuliah.

Masa dimana kita mulai berpikir, masa dimana kita mulai berjuang mati-matian, masa dimana seakan-akan masa depan ditentukan dari bagaimana kamu kuliah.

Mulai bosan dengan pelajaran? Mungkin

Mulai bosan dengan rutinitas? Mungkin

Mulai bosan dengan dosen? Pasti

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, angka dalam ijazahmu menunjukkan kamu layak untuk mendapatkan masa depan yang cerah.

———

Setelah lulus kamu disapa realita dengan berbagai cara.

Ada yang disapa dengan kemudahan menggapai mimpinya, bahkan ada yang disapa dengan pahitnya kehidupan.

“Sudahkan aku siap?” Pertanyaan yang membuat memori masa kecil muncul kembali.

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, pekerjaan, keluarga, dan kehidupan yang kamu anggap nyaman telah tercapai.

———

Waktu berlalu begitu cepat. Fisik dan psikis sudah menunjukkan kamu yang tidak muda lagi.

Suatu hari, kamu mengambil album photo yang telah usang.

Kamu lihat beberapa photomu di dari zaman balita, anak-anak, dewasa dan sampai ke titik dimana kamu sekarang berada.

Kemudian ada satu pertanyaan yang terlintas di pikiranmu “Kemana waktuku terbuang?”

Dan saat waktunya telah tiba, Selamat!, kalian telah sadar arti sebuah waktu. Tapi sayang, semua terlambat.

———

SESUATU YANG MENGHANTAM PIKIRANKU

Well, memang skenario diatas mungkin berbeda dengan jalan hidupmu sekarang.

Tapi apakah kamu memperhatikan sebuah pola?

Jika kamu memperhatikan, dari awal cerita sampai terakhir kita sebenarnya dibatasi oleh waktu. Selalu ada titik awal dan selalu ada titk akhir.

LALU KENAPA?

Saat aku mencari video di YouTube tentang masalah kenapa otak kita suka menunda, aku terhenti di sebuah video TED Talks yang dibawakan oleh Tim Urban yang berjudul ” Inside The Mind Of  A Master Procrastinator” kalian bisa cek disini

Tim melakukannya dengan baik. Sepanjang video aku menikmatinya tanpa merasa bosan. Iya, karena dibawakan dengan lucu, Tim berhasil membuatku stuck di video itu sampai detik terakhir.

Tapi ada sesuatu yang membuat senyuman dan tawaku berganti dengan kerutan di dahi.

Apa itu?

Di slide terkahir, Tim memberikan sebuah blok waktu hidup kita. Karena penasaran aku coba untuk mencarinya di website Tim. Kalian juga bisa juga cek disini.

Jika usia kita sampai 90 tahun, ini adalah tabel kehidupan kita dalam satuan tahun.

Terlihat sedikit bukan. Baik kita akan melihatnya dalam bentuk bulan.

Lumayan banyak, kita lihat lebih detail lagi dalam satuan minggu.

Wow bukankan itu sesuatu yang banyak.

CARA MENGGUNAKAN

Sekarang adalah bagaimana kita menggunakan blok-blok itu untuk menggambarkan hidup kita.

STEP 1 : PILIH BLOKMU

Pastikan diantara ketiga blok tersebut kalian memilih salah satu. Kegunaanya agar kita bisa mereview perjalanan hidup kita.

Tetapi aku sarankan kalian memilih blok ketiga, yaitu blok yang menggambarkan hidup kita dalam satuan minggu.

Kenapa?

  1. Blok tersebut lebih detail daripada dua blok sebelumnya.
  2. Kita lebih cepat mereview perjalanan hidup kita.
  3. Lebih sering diingatkan karena lebih sering mengisi dan melihat blok

STEP 2 : SILANG KOTAK YANG TELAH DILALUI

Tahap selanjutnya adalah menyilang kotak yang telah terlewati. Karena kita menggunakan blok minggu maka seminggu sekali kita akan menyilang, seminggu sekali kita akan melihat, dan seminggu sekali kita akan diingatkan.

STEP 3 : REVIEW DI SETIAP AKHIR MINGGU

Jika kalian telah berada di ujung minggu, sekarang waktunya untuk mereview apakah waktu yang kita lakukan selama seminggu telah kita gunakan dengan baik, ataukah masih belum.

Jika belum kita perbaiki di blok minggu depan, jika sudah kita tingkatkan agar lebih baik.

RENUNGAN

Tapi sudahkan kita berpikir apa yang sudah kita lakukan sampai di titik sekarang?

Tidakkah kita takut kalau banyak waktu di blok itu yang tidak kita selesaikan dengan sesuatu yang berguna dan malah mengisinya dengan sesuatu yang tidak ada manfaatnya.

Sudah berapa kegiatan yang seharusnya kita lakukan tetapi tidak pernah terlaksana

  • Bermimpi untuk memulai bisnis, tetapi tidak pernah belajar untuk memulai.
  • Bermimpi untuk sukses kuliah, tetapi tidak pernah belajar.
  • Bermimpi untuk menikah, tetapi tidak pernah mau untuk berkomitmen.
  • Bermimpi untuk menyayangi keluarga, tetapi tidak pernah mau untuk menyisihkan waktu.
  • Bermimpi untuk memiliki banyak relasi, tetapi tidak pernah mau bersosialisasi.
  • Bermimpi untuk sukses dunia akhirat, tetapi tidak pernah mau untuk sholat.
  • Bermimpi untuk hidup damai, tetapi tidak pernah mau meninggalkan larangan-NYA.

Eh, tapi tunggu, ada sesuatu yang aku lupa. Seharusnya dari titik kita sekarang di blok itu, sisanya diisi dengan tanda tanya (?)

Tanda tanya itu adalah KEMATIAN kita.

Bagaimana kalau tanda tanya kita akan terisi di minggu ke 10, bagaimana kalau terisi diminggu 34, atau tepat di blok ahir kita.

Tapi masalahnya, bagaimana kalau tanda tanya itu terisi BESOK?

Kenyataan pahit dan menyakitkan yang harus kita terima adalah, tanda tanya itu bukanlah kita yang mengisi.

Apa yang sudah kita lakukan untuk hari ini? Masihkah kita mau menunda usaha untuk menggapai mimpi kita?

Semua akan bisa kita lakukan besok hari, sampai itu tidak bisa lagi.

Kematian bukan sesuatu yang datang dengan peringatan ” Hai, besok waktu terakhirmu di dunia, persiapkan ya”

Kematian adalah sesuatu yang tak seorangpun mengetahui kapan dia datang.

Kematian juga tidak peduli dengan apa yang telah kita lakukan di dunia.

Persiapkan tanda tanyamu. Bukan lusa, bukan besok, bukan nanti malam, tapi SEKARANG!

Berapa ramai manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun

~ Imam Syafi’i