Kepompong Adalah Zona Nyaman

Jadilah Kupu-Kupu

COCOON

My name is cocoon, cocoon is my name.

I have a ugly face, and everyone says I am the ugliest animal in the world.

No one wants take my picture.

No one admires me.

No one respects me.

Do i cry? no, I never cry.

Am I sad? No, I am never sad.

Because I know, that is not important to me.

The most important thing is not how ugly you are now, but how beautiful you will be one day.

I believe.

I am sure.

If I am a butterfly, everyone will take my picture.

Everyone will admire me.

Everyone will respect me.

And everyone will say that I am the most beautiful animal in the world

Unfortunately,

I don’t have a tongue.

If I have a tongue, I  will tell to everybody that…

Enjoy your process and wait for your success

God, doesn’t give us what we want, but,

God always gives us what we need.

The last life of cocoon is the first life of butterfly.

The ending of something is the beginning of a new thing.

• • •

Namaku adalah kepompong, kepompong adalah namaku.

Aku memiliki wajah yang jelek, dan semua orang bilang aku adalah hewan terjelek di dunia.

Tidak ada yang mengambil photoku.

Tidak ada yang mengaggumiku.

Tidak ada yang menghormatiku.

Apakah aku menangis? Tidak, aku tidak menangis.

Apakah aku sedih? Tidak, aku  tidak sedih.

Karena aku tahu, itu bukan sesuatu yang penting.

Yang paling penting adalah bukan betapa jelek nya aku sekarang, tapi  betapa indahnya aku nanti.

Aku percaya.

Aku yakin.

Jika aku menjadi seekor kupu-kupu, semua orang akan mengambil photoku.

Semua orang akan mengagumiku.

Semua orang akan menghormatiku.

dan semua orang akan mengatakan bahwa aku adalah hewan terindah yang ada di dunia.

Tapi sayang,

Aku tidak memiliki lidah.

jika aku memiliki lidah, aku akan mengatakan kepada semua orang.

Nikmati prosesmu, dan tunggu suksesmu.

Tuhan tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi,

Tuhan selalu memberi apa yang kita butukan.

 

Kehidupan terakhir kepompong adalah awal hidup seekor kupu-kupu.

Akhir dari sesuatu adalah awal dari sesuatu.

• • •

Lebih baik gagal ( read : belajar ) dari pada aman

Aman itu adalah sesuatu yang baik.

Aman itu adalah sesuatu  yang tenang.

Aman itu adalah sesuatu yang membuat kita nyaman.

Nyaman telah memeluk kita dalam kehangatan, membuat kita berdiam diri dalam keadaan.

Nyaman telah memberikan janji kepada kita akan keamanan dalam hidup.

Nyaman telah menjauhkan kita apa itu rasa sakit, dan menyelimuti kita di dalam kepompong yang hangat.

Di dalam kepompong ini  kita bersembunyi dari masalah dunia.

Di dalam kepompong ini kita akan mengacuhkan resiko, tidak ada rasa sakit, tidak ada penyesalan.

Semakin kita lama di dalam kepompong, semakin kita aman dan nyaman

Kita secara hati-hati melalui hari-hari kita, mencoba untuk menghindari kesalahan.

Misi kita adalah  menyelesaikan hari dengan resiko yang sedikit.

Malam datang, dan berganti pagi.

Selamat!

Sekali lagi kita telah berhasil melalui hari tanpa adanya sakit yang berarti. Sekarang  kita bisa bangun dan mengulangi lingkaran hidup yang sama untuk hari ini.

Sampai akhirnya, kematian datang untuk menjemput kita.

Selamat sekali lagi!

Kita akhirnya membuat akhir hidup kita dengan sedikit rasa sakit, kita tidak banyak membuat kesalahan, kita telah menghindari banyak resiko, dan kita tidak harus menderita karena kehilangan.

Kita bermain aman!

• • •

Tapi tunggu, bagaimana kalau kita diciptakan bukan untuk merasakan keamanan?

Di dalam rahim saja kita berlomba-lomba dengan sperma yang lain untuk membuahi sel telur. Bayangkan jika kita bermain aman, kita tidak akan mau untuk bersaing dengan yang lain.

Dari sini saja sebenarnya kita telah diberi sesuatu yang luar biasa oleh Allah.

Andaikan saja kita bisa merasakan bagaimana perjuangan saat itu, mungkin kita tidak akan pernah mengenal apa arti kata menyerah.

Lalu, jika kita mempunyai sesuatu yang luar biasa, harusnya kita mampu untuk berlari kedepan menjelajahi dunia, berlari kedepan keluar dari zona nyaman, dan bereksperimen dengan menggunakan ilmu.

Aku akan melewati hujan badai dan berlari melalui itu.

Aku akan menyelam setiap melihat samudra yang luas.

Aku akan mendaki gunung dan mencapai puncak yang aku inginkan.

Aku akan membuat  kesalahan sebisaku, dan belajar darinya.

Aku akan mengambil resiko sebisaku, dan belajar darinya.

Aku akan mengambil kesempatan dan mencobanya sebisaku, dan belajar darinya.

Untuk merasakan bagaimana rasanya, dan mengetahui apa yang akan terjadi.

Pada akhirnya, jika kita tidak memaksa diri kita untuk keluar dari kepompong maka kita akan mati dalam keadaan yang sama.

Tetapi jika kita berusaha keras, memperbaiki diri, selalu belajar hal baru, menghadapi segala masalah, mengambil semua resiko, dan belajar dari semua kesalahan maka pasti indah saat kita menjadi kupu-kupu.

Lalu mana yang kamu pilih,  menjadi kepompong atau kupu-kupu?

Jadilah kupu-kupu, sebar kebaikan dan keindahanmu.

 

 


FOOTNOTE

  1. Puisi Cocoon adalah puisi yang dikarang oleh salah satu guru bahasa inggris terbaikku, Mr. Fuad. Semoga beliau selalu dalam lindungan-NYA, aamiin